12755 research outputs found
Sort by
PUSAT KESENIAN DI KABUPATEN WONOSOBO
Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan, yang terbentuk akibat perbedaan
kondisi alam, iklim, dan sumber daya alam di setiap wilayah. Hingga tahun 2022, tercatat 1.728
karya budaya yang diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia, Hal ini mencakup seni
pertunjukan, tradisi dan ekspresi lisan, adat istiadat, pengetahuan alam, kerajinan, serta perayaan.
Kabupaten Wonosobo yang terletak di Jawa Tengah, memiliki kekayaan alam dan warisan seni
budaya yang sangat beragam. Setiap daerah di Wonosobo memiliki kebudayaan, tarian, dan seni
khas yang berbeda-beda. Jumlah wisatawan ke Wonosobo juga terus meningkat setiap tahun, hal ini
berpengaruh pada sektor kesenian dan kebudayaan. Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk
mengembangkan seni dan budaya, mengintegrasikannya dengan pariwisata. Namun, seiring
perkembangan zaman, kesenian daerah mulai tergerus oleh budaya asing. Berdasarkan website resmi
Kabupaten Wonosobo, terdapat sekitar 2 ribu kelompok seni di seluruh kecamatan. Namun hingga
kini, Wonosobo belum memiliki gedung kesenian untuk pembinaan dan pelestarian budaya.
Akibatnya, ruang gerak pelaku seni terbatas dan fasilitas kesenian semakin berkurang. Permasalahan
tersebut yang menjadi latar belakang pembangunan pusat kesenian di daerah ini. Kabupaten
Wonosobo yang terletak di dataran tinggi dengan lanskap indah serta kekayaan budaya yang
melimpah, memiliki peluang untuk mengintegrasikan arsitektur dengan alam sekitarnya. Sehingga
dengan pembangunan pusat kesenian diharapkan akan menciptakan bangunan yang harmonis
dengan budaya dan lingkungan alam sekitar. Fokus pusat kesenian ini adalah untuk menjaga,
melestarikan dan mempromosikan tradisi serta budaya lokal yang merupakan bagian dari identitas
masyarakat Wonosobo. Dari lokasi tersebut, perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur
kontekstual, yang menghubungkan antara desain bangunan dengan elemen-elemen lokal seperti
lingkungan sekitar, budaya, dan karakteristik arsitektur setempat
KONSERVATORI HORTIKULTURA DI KOTA SEMARANG
Kota Semarang tengah menghadapi permasalahan lingkungan akibat pesatnya pertumbuhan
penduduk yang diproyeksikan mencapai 2.577.668 jiwa pada tahun 2045. Peningkatan ini
mendorong kebutuhan ruang yang besar untuk keperluan industri dan permukiman namun seringkali
mengorbankan kawasan konservasi. Salah satu kasusnya yaitu lahan pertanian yang mengalami
penurunan 29,5% pada awalnya 5.880,5 ha di tahun 1999 hingga hanya tersisa 1.737 ha pada 2018.
kondisi ini mengakibatkan rendahnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Semarang
dan menjadi isu strategis daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
2021-2026. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah mengacu pada Sustainable Development Goals
(SDGs) khususnya dalam hal pola produksi dan konsumsi berkelanjutan. Salah satu strategi utama
adalah pendidikan lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan
masyarakat dalam melindungi lingkungan. Konservatori diusulkan sebagai solusi untuk mendukung
pendidikan lingkungan menekankan pada pengalaman langsung yang dapat meningkatkan
pemahaman dan kepedulian terhadap alam. Arsitektur ekologis dalam hal ini Site repair merupakan
pendekatan yang diambil untuk memecahkan permasalahan lingkungan. Site repair bertujuan untuk
memulihkan sebanyak mungkin elemen alami, mengurangi elemen buatan, serta memperbaiki lahan
yang mengalami kerusakan. Diharapkan, konservatori ini tidak hanya mendukung pelestarian
lingkungan tetapi juga mendorong pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan di Kota
Semarang
GALERI SENI RUPA DI KOTA YOGYAKARTA
Yogyakarta, sebagai pusat seni dan budaya di Indonesia, memiliki potensi besar dalam
pengembangan seni rupa. Namun, terdapat beberapa permasalahan mendasar yang menghambat
perkembangan tersebut, antara lain kurangnya ruang pamer representatif, keterbatasan aksesibilitas
bagi seniman lokal, potensi ekonomi yang belum tergarap, serta pentingnya pelestarian dan
pengembangan budaya. Pembangunan galeri seni rupa di Yogyakarta menjadi urgensi untuk
mengatasi permasalahan ini. Galeri seni rupa yang representatif akan memberikan ruang pamer
yang memadai untuk karya-karya seni rupa berkualitas, baik dari seniman lokal maupun nasional.
Aksesibilitas yang lebih baik bagi seniman lokal akan mendorong perkembangan karir mereka dan
memberikan kesempatan untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas. Selain itu, galeri seni rupa
dapat menjadi daya tarik wisata baru, meningkatkan perekonomian lokal, dan menciptakan
lapangan kerja. Galeri seni rupa juga berperan penting dalam melestarikan dan mengembangkan
budaya lokal. Dengan memamerkan karya-karya seni rupa yang beragam, galeri dapat menjadi
ruang dialog dan refleksi tentang identitas budaya Yogyakarta, serta memperkaya khazanah seni
rupa Indonesia secara keseluruhan. Lebih dari sekadar ruang pamer, galeri seni rupa juga berfungsi
sebagai ruang pendidikan dan apresiasi seni. Program-program edukatif, lokakarya, diskusi, dan
kegiatan seni lainnya dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang seni rupa,
menumbuhkan minat generasi muda, dan memperluas aksesibilitas seni bagi semua kalangan.
Pembangunan galeri seni rupa di Yogyakarta bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga
investasi dalam pengembangan seni rupa, budaya, dan ekonomi lokal. Dengan perencanaan yang
matang dan desain yang inovatif, galeri seni rupa ini diharapkan dapat menjadi landmark baru
Yogyakarta dan pusat seni rupa yang dinamis, inklusif, dan berdampak positif bagi masyarakat
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BRI SEMARANG Jl. AHMAD YANI NO. 169 - SEMARANG (KONSENTRASI MANAJEMEN KONSTRUKSI)
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK MEREK TERHADAP PELANGGARAN MEREK YANG TERDAFTAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Merek Terhadap Pelanggaran
Merek Yang Terdaftar Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016
Tentang Merek Dan Indikasi Geografis menganalisis perlindungan hukum bagi
pemegang hak merek terdaftar terkait dugaan pelanggaran merek berdasarkan UU
ini. Kasus "NATURE REPUBLIC" dan "NATUREREPUBLIC" menunjukkan
kerugian meski ada perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan mengkaji
pengaturan, penerapan perlindungan hukum, dan langkah hukum untuk melindungi
merek dari pelanggaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dan metode
deskriptif analitis untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap pelanggaran
merek terdaftar. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sementara
data sekunder dari studi pustaka. Analisis kualitatif mengacu pada hukum kekayaan
intelektual dan teori persaingan tidak sehat, yang mengatur hak eksklusif pemegang
merek, serta langkah preventif dan represif sesuai dengan UU Merek dan IG.
Aspek perlindungan hukum terdaftar diatur dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2016, yang mencakup perlindungan preventif dan represif. Perlindungan
represif telah berjalan baik melalui prosedur litigasi dan mediasi yang diatur pada
Pasal 83 dan 93. Namun, perlindungan preventif dalam hal deteksi persamaan pada
pokoknya dan sistem klasifikasi yang diatur pada Pasal 6 ayat (1) dan Pasal 4 ayat
(2) masih belum baik dan efektif. Hal ini karena masih terdapat sertifikat hak atas
merek lain yang mempunyai persamaan pada pokoknya yaitu NATURE
REPUBLIC dan NATUREREPUBLIC. Untuk itu, diperlukan penyempurnaan
sistem klasifikasi untuk mengurangi potensi pelanggaran
MEKANISME PENYIDIKAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU PENGEROYOKAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (STUDI KASUS: LP/B/308/VII/2024/SPKT/POLRESTABES SMG)
Penelitian judul “Mekanisme Penyidikan Terhadap Anak Sebagai Pelaku
Pengeroyokan yang Mengakibatkan Kematian
(Studi Kaus
LP/B/308/VII/2024/SPKT/POLRESTABES SMG)” bertujuan untuk mengetahui
bagaimana mekanisme penyidikan terhadap anak sebagai pelaku pengeroyokan
yang mengakibatkan kematian serta hambatan apa saja yang dihadapi dalam
proses penyidikan terhadap anak sebagai pelaku pengeroyokan yang
mengakibatkan kematian.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian bersifat dekriptif analitis.
Objek penelitian meliputi seorang penyidik Polrestabes Semarang, Laporan Kasus
Nomor LP/B/308 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian, 2 (dua)
orang Pembimbing Kemasyarakatan dan hasil Penelitian Kemasyarakatan. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini didapat melalui studi pustaka dan
wawancara.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan mekanismes penyidikan terhadap
anak sebagai pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dimulai dari
pelaksanaan penyelidikan. Apabila peristiwa yang diketahui merupakan sebuah
tindak pidana maka dilanjutkan ke proses penyidikan. Dalam proses penyidikan,
penyidik wajib meminta bantuan kepada pembimbing kemasyarakatan agar proses
penyidikan sesuai dengan amanat dalam UU SPPA.
Hambatan yang dihadapi selama proses penyidikan terhadap anak sebagai
pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian yaitu singkatnya waktu
pembuatan Litmas, kurangnya pemahaman terhadap sistem peradilan pidana anak,
kurangnya dukungan orang tua dan latar belakang sang anak. Untuk mengatasi
hambatan tersebut maka solusi yang diberikan berupa penambahan personil,
pelatihan mengenai sistem peradilan pidana anak, peningkatan peran orang tua
dan pengadaan psikolog khusus anak
HAKI_Buku Prediksi Soal Masuk FK
Di dalamnya terdapat kumpulan soal prediksi yang disusun berdasarkan pola soal ujian yang umum dijumpai pada seleksi masuk program studi Kedokteran di berbagai perguruan
tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Soal-soal dalam buku ini mencakup bidang Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kemampuan Dasar (TKD) seperti Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika Dasar, serta soal – soal dalam bidang kedoktera
Jurnal_Hubungan Stres Akademik dengan Emotional Eating Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Katolik Soegijapranata
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan emotional
eating pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Katolik Soegijapranata. Penelitian ini
termasuk dalam kategori penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dan
dengan uji analisis Spearman. Metode simple random sampling digunakan dalam pengambilan
sampel pada penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stres akademik
(Perception of Academic Stress Scale (PAS)) dan emotional eating (Emotional Eater
Questionnaire (EEQ)). Berdasarkan data penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden
mangalami stres akademik sedang sebanyak 59 responden (64,8%) dan sebagian besar responden tergolong ke dalam emotional eater yaitu sebanyak 47 responden (51,6%).
Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antar stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Katolik Soegijapranata dengan nilai p 0,000. Nilai korelasi yang didapatkan sebesar 0,405 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara stres akademik dengan emotional eating
PREDIKTABILITAS RETURN TIGA GENERASI MATA UANG KRIPTO: SEBELUM, SAAT, DAN SESUDAH KRISIS COVID-19
Hipotesis Pasar Efisien menjelaskan bahwa pasar keuangan efisien dan investor
membuat keputusan rasional. Investor berpengalaman dan terinformasi hanya bertindak
berdasarkan informasi yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur
seberapa efisien pasar mata uang kripto untuk mata uang tertentu seperti BTC, ETH, dan
ADA. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yang
mana pengambilan data dilakukan dengan pendokumentasian (pengarsipan). Metode
penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif, dengan jumlah sampel tiga mata uang
kripto yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Cardano (ADA). Berdasarkan hasil
penelitian ini diketahui bahwa mata uang kripto masih sulit diprediksi dan dinilai kurang
efisien
JUMLAH SAHAM SESUDAH IDX- INDUSTRIAL CLASSIFICATION DAN DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO DI BURSA EFEK INDONESIA
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan IDX Industrial Classification (IDX-IC)
pada 25 Januari 2021 yang menggantikan Jakarta Stock Industrial Classification
(JASICA) yang sudah berlaku sejak tahun 1996. Pemberlakuan IDX-IC mengubah
sektor dan sub sektor serta kategori jumlah saham. Penelitian ini merupakan
penelitian statistik deskriptif dan inferensial yang bertujuan mengetahui keeratan
relasi keseluruhan saham dan diversifikasi return saham pada portofolio F&B
setelah kebijakan IDX-IC di BEI periode 2022-2024. Populasi penelitian diambil
dari saham sub sektor F&B yang tercatat di BEI berserta sampel yang teramati
tahun 2021 yang terbagi ke dalam tiga kuartal, 33 emiten pada kuartal 1 , 64 emiten
pada kuartal 2, dan 72 emiten pada kuartal 4 berdasarkan teknik pengarsipan. Hasil
penelitian ini menunjukkan penambahan jumlah emiten pada ketiga portofolio yaitu
portofolio 33, portofolio 64, dan portofolio 72 selama 11 kuartal pengamatan yang
menggunakan deviasi standar mempengaruhi diversifikasi portofolio saham untuk
mengurangi risiko total yang dialami investor. Keeratan relasi antara pasangan
saham portofolio F&B yang diuji menggunakan ANOVA menghasilkan rata-rata
keeratan relasi tidak memiliki perbedaan sehingga manfaat diversifikasi tidak
maksimal. Kemudian pengujian homogenitas varians Levene untuk diversifikasi
return saham portofolio F&B didapatkan bahwa homogen yang berarti
kecenderungan antar risiko seragam