12755 research outputs found
Sort by
HOTEL VIVARIUM DI SEMARANG
Tren wisatawan ke Kota Semarang meningkat setiap tahunnya, mendorong kebutuhan akan
akomodasi sementara seperti hotel. Hotel adalah penyedia tempat inap dengan berbagai layanan
berbayar. Seiring perkembangan, muncul tren staycation di hotel, yakni menginap sambil
menikmati fasilitas hotel. Staycation membutuhkan kenyamanan dan keunikan. Kenyamanan
dapat diperoleh dari fasilitas lengkap hotel bintang 5, sedangkan keunikan dapat diperoleh melalui
koneksi visual dengan alam. Maka, perancangan ini bertujuan merancang hotel bintang 5 untuk
staycation yang nyaman dan unik dengan menghadirkan suasana alam. Metode yang digunakan
meliputi studi literatur, analisis tapak, studi preseden, dan sintesis desain. Data dianalisis untuk
merumuskan konsep perancangan yang mengutamakan kenyamanan dan keunikan pengalaman
tamu. Hotel ini memiliki 4 tipe kamar dan fasilitas umum (leisure, MICE, dan pelengkap). Koneksi
visual dengan alam utamanya diwujudkan melalui vivarium, yaitu sebuah wadah berisi ekosistem
hewan dan tumbuhan. Vivarium dipilih karena memungkinkan kehadiran hewan di dalam ruangan
pada area kota yang terbatas. Selain itu, terdapat elemen air dan taman sebagai penunjang.
Kata kunci: Hotel, Vivarium, Semaran
HUBUNGAN ANTARA PROBLEM FOCUSED COPING DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara problem focused
coping dengan stres akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan
skripsi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara problem
focused coping dengan stres akademik pada mahasiswa yang sedang
mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan
teknik pengambilan data purposive sampling dan snowball sampling. Subyek
penelitian berjumlah 80 responden yang sedang mengerjakan skripsi. Alat ukur
yang digunakan adalah skala stres akademik pada mahasiswa yang sedang
mengerjakan skripsi dan skala problem focused coping. Metode analisis yang
digunakan adalah uji korelasi product moment pearson. Hasil penelitian ini
diperoleh nilai korelasi sebesar -0,694 dengan taraf signifikansi 0,000 (p < 0,01).
Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara
problem focused coping dengan stres akademik pada mahasiswa yang sedang
mengerjakan skripsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis
diterima
TINGKAT LITERASI KESEHATAN MAHASISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat literasi
kesehatan mahasiswa ditinjau dair jenis kelamin. Hipotesis pada penelitian ini
adalah adanya perbedaan tingkat literasi kesehatan pada mahasiswa laki-laki dan
perempuan dengan tingkat literasi kesehatan perempuan lebih tinggi. Subjek pada
penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik
Soegijapranata Semarang yang sedang aktif berkuliah dengan jumlah total 177
responden. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling
dan alat ukur yang digunakan merupakan skala HLS-EU- Q16. Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu Mann -Whitney. Dari hasil penelitian ini
menunjukkan adanya perbedaan tingkat literasi kesehatan mahasiswa dan
perempuan dengan nilai 0,037 (p<0,05) dan nilai rata-rata yang diperoleh
mahasiswa laki-laki adalah 98,01 dan nilai rata-rata mahasiswa perempuan adalah
81,90. Maka hipotesis adanya perbedaan tingkat literasi kesehatan mahasiswa
dan perempuan dengan perempuan lebih tinggi ditolak. Berdasarkan dari hasil
penelitian ini dapat diketahui bahwa tingkat literasi laki-laki lebih tingg
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara
kecerdasan emosional dengan kecemasan menghadapi quarter life crisis (QLC).
Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungaan negatif antara kecerdasan
emosional dengan kecemasan mengahadapi quarter life crisis pada mahasiswa.
Ketika kecemasan mengahadapi quarter life crisis meningkat maka kecerdasan
emosional menurun. Sebaliknya, jika kecemasan mengahadapi quarter life crisis
menurun maka kecerdasan emosional akan meningkat. Karakteristik subjek dalam
penelitian ini adalah mahasiswa aktif perguruan tinggi yang berusia 18 sampai 25
tahun. Pengumpulan data dilakukan secara insidental sampling dengan
membagikan kuisioner secara online melalui google form sesuai dengan kriteria
yang ditentukan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecerdasan Emosional
(mengenali emosi diri, mengelola emosi, motivasi diri, mengenali emosi orang lain,
dan membina hubungan) dan Skala Kecemasan (fisik, emosional, mental/kognitif).
Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment . Hasil penelitian
menunjukkan (r) sebesar -0,392 dengan korelasi yang sangat signifikan (p) 0,000
(p<0,05). Dalam perhitungan korelasi masing-masing aspek hubungan
kecerdasan emosional terhadap kecemasan menghadapi quarter life crisis
didapati skor paling tinggi diduduki oleh aspek mengenali emosi orang lain dengan
skor 0,968. Dengan demikian penelitian yang diajukan diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosional
dengan kecemasan menghadapi quarter life crisis(QLC)
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN ARTIFISIAL AUTONOMOUS DRIVING DI SEMARANG
Kecerdasan Artifisial (AI) adalah bidang ilmu komputer yang memungkinkan mesin untuk
meniru kemampuan manusia dalam pembelajaran, pemahaman, pemecahan masalah, dan
pengambilan keputusan secara otonom, seperti yang didefinisikan oleh John McCarthy pada
tahun 1955. Menurut data OECD.AI, perkembangan AI sangat pesat dengan 1.422 model AI baru
pada April 2023 dibandingkan 272 model pada April 2022, mendorong Uni Eropa untuk
meratifikasi undang-undang baru untuk mengatur penggunaannya. AI telah diadopsi secara luas
oleh perusahaan di berbagai sektor, termasuk manufaktur, keuangan, kesehatan, dan transportasi,
untuk meningkatkan efisiensi, mengambil keputusan berbasis data, serta meningkatkan
pengalaman pelanggan. Di Indonesia, Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) yang
dicanangkan pada tahun 2020 telah memberikan dampak positif khususnya dalam sektor
informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan pertanian, namun pengembangan kendaraan
otonom menghadapi tantangan dalam regulasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur.
Ketiadaan aturan jelas mengenai uji coba dan tanggung jawab dalam kecelakaan menjadi
hambatan utama, sehingga diperlukan regulasi yang komprehensif melibatkan berbagai pihak.
Selain itu, kurangnya tenaga ahli di bidang AI dan kendaraan otonom perlu diatasi melalui
peningkatan pendidikan STEM dan insentif untuk pengembangan karier. Pembangunan pusat
penelitian dan pengembangan (Litbang) untuk kendaraan otonom di Indonesia juga penting,
berfungsi sebagai tempat riset, pengujian, dan kolaborasi antara akademisi, industri, dan
pemerintah, serta mendukung evaluasi kinerja kendaraan otonom dalam kondisi nyata, sehingga
Indonesia bisa bersaing secara global dalam inovasi mobilitas cerdas
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL YOGYAKARTA – BAWEN PAKET 1 SEKSI 6 STA 1+360 – 6+300 (KONSENTRASI PERALATAN)
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL YOGYAKARTA –BAWEN PAKET 1 SEKSI 1 STA 01+360 – STA 02+331 DAN STA 67+500 – STA 76+300 (KONSENTRASI STRUKTUR ATAS)
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL EDUKASI SADARI UNTUK DETEKSI DINI FAM PADA MAHASISWI PEROKOK
Angka kejadian Fibroadenoma Mammae (FAM) pada perempuan muda cenderung
meningkat, namun kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih rendah, khususnya
pada kelompok berisiko seperti mahasiswi perokok. Perancangan ini bertujuan untuk
menciptakan media komunikasi visual berupa aplikasi edukatif yang dapat
meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai metode SADARI sebagai
langkah awal deteksi FAM. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah
Design Thinking dengan pendekatan strategi AISAS (Attention, Interest, Search, Action,
Share) guna merancang solusi yang relevan dan berbasis empati terhadap target
sasaran. Hasil dari proses ini adalah aplikasi mobile bernama Mappink!, yang
dilengkapi dengan beberapa fitur utama, yaitu: FAM Tracker untuk mencatat dan
memantau hasil pemeriksaan SADARI; Pink Pal, fitur komunitas yang memungkinkan
pengguna saling berbagi cerita dan dukungan; Rokok Tracker untuk membantu
mengurangi kebiasaan merokok; serta Mini Games bertema perawatan tanaman
sebagai pendekatan emosional dan edukatif secara tidak langsung. Perancangan ini
diharapkan dapat menjadi sarana yang interaktif, informatif, dan empatik dalam
mendampingi perempuan muda, khususnya mahasiswi perokok, agar lebih sadar
terhadap pentingnya deteksi dini FAM melalui metode SADARI
PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PERANTARA JUAL-BELI NARKOTIKA GOLONGAN I (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 52/PID.SUS/2022/PN.SMG)
Skripsi dengan judul: “PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP
PERANTARA JUAL-BELI NARKOTIKA GOLONGAN I (STUDI KASUS
PUTUSAN NOMOR: 52/PID.SUS/2022/PN.SMG)”, ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis mekanisme penegakan hukum terhadap perantara
jual-beli narkotika golongan I, dan mengetahui dan menganalisis hambatan
mekanisme penegakan hukum terhadap perantara jual-beli narkotika golongan I.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dan analisis dilakukan secara
kualitatif tanpa menggunakan suatu perhitungan secara matematis. Sumber data
diperoleh dari hasil pencarian data di lapangan melalui teknik wawancara dengan
narasumber dan studi pustaka.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan mekanisme penegakan hukum
terhadap perantara jual-beli narkotika golongan I yakni di tingkat Kepolisian
Satresnarkoba Polrestabes Semarang, dilakukan kegiatan seperti penyelidikan dan
penyidikan, penangkapan tersangka, perampasan barang bukti, pemeriksaan awal,
dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan. Di Kejaksaan Negeri Semarang, proses
penuntutan mencakup penerimaan berkas penyidik, pemeriksaan dokumen,
penyusunan surat dakwaan, dan pelimpahan kasus ke pengadilan. Di pengadilan,
Hakim menerima berkas, memeriksa kasus, menganalisis bukti, musyawarah, dan
membacakan putusan. Terdapat kendala dalam penegakan hukum terkait jual beli
narkotika, seperti kebocoran informasi dan kurangnya peralatan di kepolisian, serta
kurangnya pendalaman kasus di kejaksaan. Di pengadilan, ada masalah sarana dan
ketidakhadiran saksi di sidang.
Saran Penulis untuk penyidik di Satresnarkoba Polrestabes Semarang, yakni
membatasi akses informasi hanya kepada personel yang memiliki wewenang
langsung, dan saran untuk Jaksa/ Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Semarang
dan Hakim di Pengadilan Negeri Semarang, yakni; terus dipertahaknak integritas
moral dan profesionalisme, termasuk tidak terlibat dalam praktik suap, gratifikasi,
atau konflik kepentingan