Soegijapranata Catholic University

Unika Repository
Not a member yet
    12755 research outputs found

    PERAN ASESMEN SEBAGAI PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP PENYALAHGUNA NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg)

    No full text
    Penelitian dengan judul “Peran Asesmen Sebagai Pertimbangan Hakim Terhadap Penyalahguna Narkotika (studi Putusan Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg)” bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap penyalahguna narkotika, serta menganalisis pengaruh hasil asesmen terpadu terhadap pertimbangan hakim dalam perkara Nomor 437/Pid.Sus/2023/Pn.Smg. Penulisan skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, dan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Objek penelitian meliputi Putusan Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg dan hasil asesmen terpadu yang terdapat dalam berkas perkara. Elemen yang dianalisis mencakup pertimbangan hakim, fakta hukum dalam persidangan, relevansi hasil asesmen, serta pandangan Hakim Pengadilan Negeri Semarang yang menangani perkara tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang dipertimbangkan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap penyalahguna narkotika meliputi apakah terdakwa pernah dihukum sebelumnya, sikap terdakwa selama persidangan, penyesalan atas perbuatannya, kehadiran keluarga, serta hasil asesmen terpadu. Kehadiran keluarga dipandang penting apabila terdakwa direkomendasikan menjalani rehabilitasi, mengingat rehabilitasi seringkali memerlukan biaya. Dalam perkara Nomor 437/Pid.Sus/2023/PN.Smg, asesmen hanya dijadikan sebagai pertimbangan yang bersifat meringankan dan belum menjadi dasar hukum yang mengikat. Meskipun asesmen merekomendasikan rehabilitasi, hakim tetap menjatuhkan pidana penjara. Hal ini mencerminkan bahwa peran asesmen dalam praktik peradilan masih terbatas karena sangat bergantung pada diskresi hakim Kata Kunci: Pertimbangan hakim, Asesmen Terpadu, Penyalahguna Narkotika, Rehabilitasi, Putusan Pengadila

    FAKTOR RISIKO GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH K.R.M.T. WONGSONEGORO, SEMARANG, CROSS-SECTIONAL STUDY

    No full text
    Latar Belakang Gagal ginjal kronik (GGK) adalah masalah kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Identifikasi dan deteksi dini faktor risiko yang berkontribusi dalam kejadian penyakit tersebut krusial untuk mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan dini. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi terjadinya GGK di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, Semarang. Metode Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional melalui pendekatan cross-sectional dengan menggunakan sumber data sekunder berupa rekam medis pasien sebanyak 2.701 pasien dengan tahun 2020 – 2023. Dilakukan analisis faktor risiko menggunakan uji chi-square, dilanjutkan dengan analisis multivariat regresi logistik untuk menentukan faktor risiko independen. Hasil Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel usia (OR = 0,933; p < 0,001), riwayat hipertensi (OR = 17,29; p < 0,001), penyakit autoimun (OR = 6,62; p < 0,001), diabetes mellitus (OR = 4,05; p = 0,001), dan obstruksi uropati (OR = 7,35; p < 0,001) merupakan faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian GGK, sementara pada variabel penyakit polikistik ginjal menunjukkan hubungan yang signifikan pada analisis bivariat (p < 0,05), namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan pada analisis multivariat (p = 0,063). Kesimpulan Beberapa faktor risiko terbukti memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian GGK, seperti hipertensi, diabetes mellitus, obstruktif uropati, dan penyakit autoimun. Dengan temuan ini, bisa menjadi dasar dalam peningkatan upaya deteksi dini dan pencegahan progresi gagal ginjal kronik di rumah sakit maupun tingkat komunitas. Kata kunci: gagal ginjal kronik, hipertensi, diabetes mellitus, obstruktif uropati, penyakit autoimun, penyakit polikistik ginja

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    No full text
    Kemandirian belajar siswa memiliki peran yang penting untuk keberhasilan belajar siswa apalagi di era informasi yang terus berubah seperti sekarang ini, kemandirian belajar siswa ini dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal salah satunya adalah dukungan sosial orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan kemandirian belajar siswa. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan kemandirian belajar siswa. Dengan menggunakan Google form didapatkan subyek penelitian ini merupakan siswa SMK X Blora, jumlah subyek yang terlibat ada 89 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Sosial Orang Tua dan Skala Kemandirian Belajar Siswa. Untuk analisis data menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil yang didapatkan adalah "Tidak ada hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dan kemampuan belajar siswa SMK." Dengan demikian hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif kedua variabel dalam penelitian ini ditolak, dengan menggunakan korelasi Spearman Rho. Selama proses pengujian hipotesis ini, Correlation coefficient ditemukan sebesar -113 dengan sig (1 tailed) 0,146 (p > 0,05)

    HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FoMO) PADA GENERASI Z DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-esteem dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Z di Kota Semarang. Hipotesis yang diajukan adalah “Terdapat hubungan negatif antara Self-esteem dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Z di Kota Semarang”. Subjek penelitian adalah generasi Z di Kota Semarang, dengan kriteria lahir pada rentang tahun 1997-2012, berdomisili di Kota Semarang, dan aktif menggunakan media sosial. Jumlah keseluruhan subjek penelitian adalah 120 orang generasi Z. Alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Skala Fear of Missing Out (FoMO). Alat ukur yang digunakan sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah Nonparametric Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang sangat signifikan -0,292 (p < 0,01). Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara antara Self-esteem dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Z di Kota Semarang

    HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN KUALITAS HIDUP PADA DEWASA AWAL

    No full text
    Usia dewasa awal terdapat fenomena yang disebut dengan quarter-life crisis, yaitu masa di mana seseorang akan mengalami kebimbangan dalam menentukan masa depan dapat menyebabkan stres hingga depresi. Fase ini dapat mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup adalah self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara self-esteem (harga diri) dengan kualitas hidup. Data dikumpulkan menggunakan skala kualitas hidup yaitu WHOQoL BREF yang dikembangkan oleh WHO serta variabel selfesteem menggunakan RSES yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Pengumpulan data menggunakan Google Form secara daring dan analisis data menggunakan korelasi product moment. Populasi pada penelitian ini adalah dewasa awal usia 20-29 tahun, sebanyak 162 partisipan berkontibusi dalam penelitian ini. Hipotesis di iterima, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-esteem dengan kualitas hidup dewasa awal usia quarter-life crisis (r = 0.682; p < 0.01) dan R Square = 0.497 menunjukkan bahwa sumbangan selfesteem terhadap kualitas hidup sebesar 49.7%. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas hidup laki-laki dan Perempuan, namun rata-rata kualitas hidup laki-laki lebih tinggi dibandingkan Perempuan. Kata kunci : Dewasa Awal, Kualitas hidup, Quarter-life crisis, Self-estee

    HUBUNGAN ANTARA PEMAAFAN DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA DEWASA AWAL KORBAN KEKERASAN VERBAL

    No full text
    Dewasa awal yang pernah mengalami kekerasan verbal secara kesejahteraan psikologis merasakan ketidakstabilan emosi sehingga dapat mempengaruhi korban dalam mengambil keputusan, penerimaan dirinya, dan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kondisi psikisnya, hal tersebut dapat menjadi dampak buruk kekerasan terhadap kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal korban kekerasan verbal. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara pemaafan dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal korban kekerasan verbal. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 137 responden berusia 18-25 tahun yang pernah mengalami kekerasan verbal baik di lingkup keluarga, teman, pasangan, maupun lingkungan sekitar. Alat ukur yang digunakan adalah Ryff Psychological Well Being (RPWB) dan Heartland Forgiveness Scale (HFS). Hasil uji menggunakan Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemaafan dan kesejahteraan psikologis (r = 0.699; p<0.01), sehingga dapat dikatakan semakin tinggi pemaafan, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologisnya. Hasil uji determinasi menunjukkan jika pemaafan berkontribusi 54% terhadap kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan jika pemaafan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kata kunci: Kekerasan Verbal, Pemaafan, Kesejahteraan Psikologis, Dewasa Awal

    DINAMIKA STRES IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER

    No full text
    Ibu cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayah dalam menghadapi kondisi anak yang mengidap penyakit. Ibu yang memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) sering kali mengalami tekanan psikologis yang tinggi sebagai akibat dari beban pengasuhan yang kompleks. Stres ini muncul karena berbagai tantangan seperti keterbatasan komunikasi anak, perilaku repetitif, serta beban ekonomi dan sosial yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika stres yang dialami oleh ibu dengan anak ASD, termasuk faktor penyebab, bentuk reaksi emosional, dan bagaimana cara ibu untuk bangkit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan metode studi kasus, melibatkan satu partisipan ibu yang memiliki anak dengan ASD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres ibu muncul dari diagnosis awal anak, ketidakpastian masa depan, serta tekanan dari lingkungan sosial. Namun demikian, ibu menemukan cara bangkit seperti mencari dukungan sosial, meningkatkan religiusitas, dan memodifikasi pola pikir sebagai upaya mengelola stres. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pendampingan psikologis dan intervensi sosial terhadap keluarga dengan anak ASD. Kata Kunci : Stres, Ibu, Autism Spectrum Disorder (ASD

    PENGARUH INTERAKSI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL- TRANSFORMASIONAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN KINERJA MANAJERIAL (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KOTA SEMARANG)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi gaya kepemimpinan transaksional-transformasional terhadap komitmen organisasi, serta pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur skala besar dan sedang yang terdaftar dalam Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik statistik inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi gaya kepemimpinan transaksional-transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, sehingga hipotesis pertama (H1) tidak didukung. Namun, komitmen organisasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial, sehingga hipotesis kedua (H2) didukung. Temuan ini mengindikasikan pentingnya komitmen organisasi dalam meningkatkan kinerja manajerial, meskipun gaya kepemimpinan tidak secara langsung memengaruhi komitmen organisasi dalam konteks penelitian ini. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Transaksional, Komitmen Organisasi, Kinerja Manajeria

    APPLICATION OF CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK FOR CLASSIFICATION OF ELECTROCARDIOGRAM SIGNALS IN CARDIAC ANOMALY PRE-DIAGNOSIS

    No full text
    A Convolutional Neural Network (CNN) model is proposed in this paper to categorize electrocardiogram (ECG) signals and identify arrhythmias. For feature extraction, the model uses PQRST parameters to classify ECG signals into four groups: Normal, Abnormal, Potentially Arrhythmia, and Highly Potential Arrhythmia. For multi-class classification, the CNN architecture consists of convolutional, pooling, and fully connected layers with ReLU and Softmax activations. Test results from 17 patients showed that the model had 92% accuracy, 93% precision, 92% recall, and 92% F1-score. The CNN model performs better in terms of accuracy and efficiency than traditional models like SVM and LSTM. Because the current results are affected by the limited sample size, future work will concentrate on integrating bigger, more varied datasets and conducting external validation to increase generalizability. This method has a lot of promise for real-time arrhythmia diagnosis, especially in environments with limited resources, like wearable technologies, which may allow for ongoing heart health monitoring and prompt management. Keyword: Arrhythmia, Electrocardiogram, ECG signal analysis, PQRST parameters, Convolutional Neural Networ

    9,811

    full texts

    12,755

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unika Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇