12755 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH AUTORITATIF DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMA
Masa remaja dianggap sebagai periode ’Badai dan Tekanan’.Permasalahan yang
timbul di masa remaja berkaitan erat dengan masalah emosional. Maka dari itu,
remaja memerlukan regulasi emosi yang baik karena regulasi emosi yang rendah
membuat remaja lebih mudah depresi, marah dan memiliki permasalahan perilaku
lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi regulasi emosi adalah pola asuh
orang tua kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
Pola Asuh Autoritatif dengan Regulasi Emosi Pada Siswa SMA. Hipotesis dari
penelitian ini adalah adanya hubungan Pola Asuh Autoritatif dengan Regulasi
Emosi Pada Siswa SMA. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah
snowball sampling. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 10 dan 11 SMA
Negeri 11 Semarang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang disusun oleh John dan Gross dan
adaptasi Parental Authority Questionnaire (PAQ) yang disusun oleh Buri. Pada
penelitian ini disebarkan dengan google form dan mendapatkan jumlah responden
sebanyak 99 siswa SMA Negeri 11 yang terdiri dari 53 siswa kelas 10 dan 46 siswa
kelas 11. Hasil menunjukan tidak adanya hubungan Pola Asuh Autoritatif dengan
Regulasi Emosi Pada Siswa SMA dengan nilai r = 0.144, p = 0.157 (>0.05) berarti
hipotesis ditolak. Terdapat temuan lain yaitu bahwa rata rata regulasi emosi siswa
SMA Negeri 11 Semarang masuk dalam kategori sedang dan rata rata pola asuh
autoritatif yang diterapkan orang tua siswa SMA Negeri 11 Semarang masuk
kedalam kategori sedang juga
UJI SENSORI DAN PREFERENSI KONSUMEN LOKAL SEMARANG TERHADAP SAMBAL HIJAU DI RUMAH MAKAN PADANG PAYAKUMBUAH, SIMPANG RAYA, BUKIT SENJA, DAN PADANG MURAH
.
Sambal hijau, juga dikenal sebagai Sambal Lado Mudo, adalah salah satu varian
sambal yang populer dalam masakan Minangkabau, khususnya sebagai
pendamping hidangan Nasi Padang. Sambal hijau khas Minangkabau memiliki
karakteristik utama berupa penggunaan cabai hijau, yang menghasilkan rasa yang
lebih segar dan tidak terlalu pedas dibandingkan sambal merah. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menganalisis karakteristik sensori sambal hijau yang disajikan di
empat Rumah Makan Padang di kota Semarang. Selain itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi preferensi konsumen lokal Semarang terhadap sambal hijau
di masing-masing rumah makan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih sambal hijau. Pada penelitian
ini, terdapat empat Rumah Makan Padang yang berbeda yaitu Rumah Makan
Padang Payakumbuah, Rumah Makan Padang Simpang Raya, Rumah Makan
Padang Bukit Senja, dan Rumah Makan Padang Murah. Sambal hijau yang
disajikan di empat Rumah Makan Padang di Semarang, terdapat penekanan pada
karakteristik rasa, harga, dan metode penyajian yang berbeda. Penelitian ini
menggunakan metode wawancara bersama pemilik atau manager Rumah Makan
Padang, analisis sensori, in depth interview bersama narasumber ahli dan orang
asli Sumatera Barat, dan validasi data. Sambal dari Rumah Makan Padang
Payakumbuah memperoleh nilai tertinggi dalam hal rasa, tekstur, aroma, warna,
dan tingkat kepedasan, yang menunjukkan betapa pentingnya kualitas bahan baku
dan proses pengolahan yang ketat. Preferensi konsumen di Semarang cenderung
mengarah kepada sambal hijau yang memiliki keseimbangan rasa pedas, gurih, dan
asam, yang dihasilkan dari penggunaan cabai hijau dan tomat hijau yang diolah
dengan baik. Tekstur sambal hijau yang halus dianggap penting karena membuat
sambal lebih mudah menyatu dengan hidangan utama. Aroma yang menggugah
selera juga berperan dalam meningkatkan pengalaman makan. Sambal hijau
dengan warna hijau segar, yang tidak terlalu tua atau muda, lebih diminati dari segi
penampilan. Tingkat kepedasan yang moderat juga menjadi pilihan, sehingga
sambal dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk yang tidak terbiasa
dengan rasa pedas ekstrem. Faktor-faktor lain yang memengaruhi preferensi
konsumen dalam memilih sambal hijau termasuk kebersihan dan sanitasi rumah
makan, suasana tempat makan, dan kualitas pelayana
MANAJEMEN KONFLIK PEMERINTAH DAERAH TERHADAP SENGKETA TANAH DI KABUPATEN MALUKU TENGAH
Konflik sengketa tanah yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng)
merupakan persoalan yang sering kali melibatkan masyarakat adat, pemerintah, dan
pihak lain, khususnya di wilayah yang masih kuat dipengaruhi oleh hukum adat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen konflik yang
dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah dalam menangani
konflik sengketa tanah yang terjadi di Negeri Suli, Negeri Liang, dan Negeri
Kabauw. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
kasus, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen dari
putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya manajemen
konflik di selesaikan kepada pemerintah egeri dan saniri negeri, menjalankan
beberapa metode dalam manajemen konflik, seperti negosiasi, mediasi, hingga
ajudikasi melalui jalur hukum. Namun, implementasi strategi ini tidak selalu
berjalan efektif karena beberapa hambatan, seperti keterbatasan kewenangan,
kurangnya bukti kepemilikan yang sah, dan perbedaan persepsi antara pihak yang
bersengketa. Pada kasus yang terjadi di ketiga negeri ini, negosiasi tidak
membuahkan hasil sehingga penyelesaian berakhir di pengadilan
”MIXED USE BUILDING DI KOTA KEDIRI”
Kota Kediri sebagai salah satu kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur memiliki potensi
perkembangan ekonomi yang pesat, hal ini didukung dengan adanya pembangunan
infrastruktur seperti Bandara Dhoho, dan pembanguanan Jalan Tol Kediri Tulungangung. Data
tahun 2023 menunjukkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri tercatat sebesar 1,92% dan
meningkat sebesar 3,43% di tahun 2024. Untuk merespon peluang dalam peningkatan ekonomi
Kota Kediri maka, proyek untuk Mixed Use Building dengan fungsi hotel, pusat perbelanjaan,
dan kantor sewa dipilih untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi, termasuk perdagangan,
layanan, dan pariwisata. Kehadiran hotel di proyek ini diharapkan mampu menarik pengunjung
seperti pebisnis dan wisatawan, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
lokal. Ditambah dengan hadirnya pusat perbelanjaan modern yang memberi peluang bagi usaha
kecil dan pengecer, daya saing ekonomi lokal dapat semakin meningkat. Ruang kantor sewa
juga akan berkontribusi pada perkembangan bisnis di area ini dan menarik investor baru ke
kota Kediri. Dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme, bangunan mixed use dibuat sesuai
dengan keadaan iklim, geografi dan budaya Kota Kediri. Pembangunan Mixed Use Building
di Kota Kediri menjadi langkah penting dalam memaksimalkan potensi kota, mendukung
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera
MEKANISME PENGADILAN TRIBUNAL GEREJA KATOLIK DALAM MENYELESAIKAN PEMBATALAN PERKAWINAN
Gereja Katolik tidak mengenal perceraian; yang ada adalah pembatalan (anulasi),
yaitu menyatakan bahwa pernikahan tidak sah sejak awal karena adanya cacat
dalam kondisi pernikahan. Menurut Kitab Hukum Kanonik (KHK), khususnya kan.
1676–1691 dan kan.1083–1094, terdapat tiga kategori utama alasan pembatalan.
Jumlah pembatalan perkawinan Gereja Katolik yang terjadi di Kota Semarang jurun
waktu dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2025 sejumlah 12 (dua) belas
permohonan pembatalan perkawinan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dan analisis
dilakukan secara kualitatif tanpa menggunakan suatu perhitungan secara matematis.
Sumber data diperoleh dari hasil pencarian data di lapangan melalui teknik
wawancara dengan narasumber dan studi pustaka.
Hasil Penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa mekanisme pengadilan
tribunal Gereja Katolik dalam menyelesaikan pembatalan perkawinan, yakni
melakukan proses hukum kanonik (berdasarkan hukum Gereja) yang menyelidiki
apakah suatu perkawinan yang tampaknya sah sebenarnya tidak sah sejak awal
karena adanya cacat tertentu. Mekanisme tersebut dengan cara pengajuan
permohonan, penerimaan dan penyelidikan awal, pengumpulan bukti, argument
dan pembelaan, dan putusan tribunal, dan faktor kendala yang dihadapi tribunal
keuskupan dalam menyelesaikan pembatalan perkawinan, yakni tidak terdapat
kendala secara eksternal, melainkan terdapat kenadala interna berupa sedikit Uskup
yang belajar dan mengetahui mengenai Pengadilan Tribunal.
Saran Penulis untuk Hakim di Pengadilan Tribunal Gereja Katolik lebih mendalami
hukum kanonik dan tata cara beracara dalam pengadilan Tribunal Gereja Katolik,
dan Hakim di Pengadilan Tribunal Gereja Katolik memahami pembatalan
perkawinan secauai dengan aturan-aturan yang berlaku di dalam Kitab Hukum
Kanon
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI HOTEL SANTIKA PREMIERE
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi karyawan
mengenai budaya organisasi dan kinerja karyawan Hotel Santika Premiere serta
bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan
di Hotel Santika Premiere.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan Hotel Santika
Premiere yang berjumlah 60 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan
menggunakan teknik sampling jenuh, Artinya, penelitian ini sampelnya yatu
seluruh Karyawan Hotel Santika Premiere. Metode yang digunakan peneliti untuk
memperoleh penelitian ini adalah kuesioner yang bersifat terbuka. Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan
analisis regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menyatakan bahwa persepsi karyawan Hotel Santika
Premiere terhadap budaya organisasi berada dalam kategori sangat kuat. Hal ini
ditunjukkan melalui hasil analisis deskriptif dengan nilai rata-rata sebesar 4,55, di
mana dimensi norma dan aturan mendapatkan skor tertinggi yaitu 4,61. Kinerja
karyawan Hotel Santika Premiere juga tergolong sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan
dari hasil analisis deskriptif dengan nilai rata-rata sebesar 4,57, dengan dimensi
kuantitas kerja memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,71. Budaya organisasi
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Hotel Santika
Premiere. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis regresi dengan nilai signifikansi
sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, serta koefisien regresi sebesar 0,698
REPRESENTASI PENCAPAIAN IDENTITAS DIRI PADA PEREMPUAN DALAM FILM “JULIE AND JULIA” (SEBUAH ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana representasi pencapaian
identitas diri perempuan ditampilkan dalam film Julie and Julia melalui pendekatan
semiotika Roland Barthes. Film ini dipilih karena menyajikan narasi dua tokoh
perempuan dari generasi berbeda yang mengalami proses pencairan jati diri melalui
aktivitas memasak dan menulis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan
analisis semiotik Barthes, penelitian ini mengidentifikasi makna denotatif, konotatif dan
mitologis dari adegan-adegan kunci dalam film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Julie and Julia merepresentasikan
identitas perempuan secara kompleks, mencakup aspek personal, sosial, dan emosional.
Dapur, yang secara tradisional diasosiasikan dengan peran domestik, dalam film ini
dimaknai ulang sebagai ruang ekspresi diri dan aktualisasi perempuan. Selain itu, film
ini juga menampilkan tantangan yang dihadapi perempuan dalam ranah profesional,
dinamika emosional yang manusiawi, serta pentingnya dukungan sosial dalam proses
pembentukan identitas.
Melalui pendekatan Barthes, ditemukan bahwa film ini tidak hanya
menyampaikan cerita personal, tetapi juga membongkar dan membentuk mitos-mitos
sosial tentang perempuan modern. Film ini menegaskan bahwa pencapaian identitas diri
perempuan tidak terlepas dari perjuangan melawan konstruksi sosial dan budaya
patriarkal yang membatasi ruang gerak mereka
“REDESAIN PERPUSTAKAAN DAERAH DIKABUPATEN PEMALANG”
IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Pemalang berada pada level 68.08,
angka ini dapat dikatakan mengalami pertumbuhan sangat signifikan jika dibanding posisi
2022 yakni tumbuh 0,82 poin. Angka pertumbuhan ini berada di atas angka tumbuh IPM
Jawa Tengah, bahkan jika dibandingkan kabupaten lain, hanya beberapa kabupaten yang
mengalami tumbuh seperti Pemalang. Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Pemalang
dalam melakukan lompatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan sebuah
indikator yang menjadi salah satu tolak ukur kinerja pembangunan suatu wilayah, salah
satunya dalam bidang pendidikan. Tujuan redesain perpustakaan daerah di Kabupaten
Pemalang ini adalah untuk memperbaiki fasilitas perpustakaan yang adaptif terhadap
teknologi, melengkapi fasilitas yang ada dengan penerapan desain universal yang adaptif
terhadap semua pengguna, menerapkan desain perpustakaan daerah yang berfungsi sebagai
fasilitas edukasi dan rekreasi, dan memiliki dampak bagi lingkungan sekitar sebagai\ud
landmark baru di wilayah Kabupaten Pemalang.
Oleh karena itu, upaya redesain pada perpustakaan daerah Pemalang perlu dilakukan
untuk memperbaiki fasilitas perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan
Kabupaten/ Kota seperti dalam bidang teknologi layanan perpustakaan, desain yang
memenuhi standar kenyamanan dan keamanan, serta sarana aksesibilitas bagi penyandang
disabilitas. Berdasarkan buku Building Adaptation oleh James Dougles, Redesain
Perpustakaan Daerah di Kabupaten Pemalang termasuk dalam kategori Extention,
Demolition and Redevelopment, yakni perluasan bangunan yang melibatkan penambahan
lantai, perluasan area serta sebagian atau seluruh bangunan dibongkar dan dibangun ulang
dengan struktur baru untuk memenuhi kebutuhan penambahan fasilitas bangunan.
Pendekatan yang akan dipakai dalam redesain perpustakaan ini harus memiliki fleksibilitas
desain terhadap inovasi, mendukung konektivitas sosial dengan menciptakan tempat yang
ramah dan relevan bagi berbagai kalangan, dapat mengangkat identitas budaya dan menjadi
daya tarik estetika, sehingga pendekatan yang dipilih adalah Arsitektur Regionalisme.
Perpustakaan daerah memiliki standar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi
fasilitas perpustakaan dan adaptif terhadap semua pengguna, hal ini berhubungan erat
dengan arsitektur regionalism yang bertujuan untuk menciptakan ruang yang relevan bagi
komunitas lokal dari segala kalangan dan fleksibel terhadap inovasi teknologi yang selaras
dengan budaya setempat
PENGARUH KEY AUDIT MATTERS, INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS, KEAHLIAN KOMITE AUDIT, DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP KETERJADIAN RESTATEMENT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh KAM, Independensi Dewan
Komisaris, Keahlian Komite Audit, dan Kualitas Audit terhadap keterjadian
restatement. Keterjadian Restatement sebagai variabel dependen diukur
menggunakan variabel dummy yang apabila dalam laporan keuangan perusahaan
melakukan restatement, maka akan diberi kode 1 dan jika perusahaan tidak
melakukan restatement maka akan diberi kode 0. Agar hasil penelitian tidak
dipengaruhi oleh variabel lain di lua varibel independen, penelitian ini juga menguji
leverage, profitabilitas (ROA), dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol.
Data pada penelitian ini diambil menggunakan data sekunder dengan populasi
semua perusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2019-2023 yang diambil
menggunakan metode purposive sampling. Kriteria sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah 1) Perusahaan yang terpilih sebagai sampel merupakan
perusahaan yang terdaftar di BEI yang melakukan restatement selama periode
2019-2023. 2) Sebagai pembanding perusahaan yang tidak melakukan restatement
juga dipilih sebagai sampel dalam jumlah yang sama yang dilakukan secara acak.
Sampel akhir yang digunakan untuk pengujian hipotesis berjumlah 34 sampel. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Audit berpengaruh negatif signifikan
terhadap keterjadian restatement. Sedangkan Key Audit Matters, Independensi
Dewan Komisaris, dan Keahlian Komite Audit tidak berpengaruh signifikan
terhadap keterjadian restatement.
Kata Kunci: restatement, Key Audit Matters, Independensi Dewan Komisaris,
Keahlian Komite Audit, dan Kualitas audit
POLA KOMUNIKASI RITUAL MARTAROMBO MAHASISWA BATAK TOBA PERANTAUAN DI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA UNTUK MEMELIHARA IDENTITAS KOMUNITAS
Penelitian ini meneliti mengenai Pola Komunikasi Ritual Martarombo untuk
Memelihara Identitas Komunitas Mahasiswa Perantauan Batak di Universitas
Katolik Soegijapranata. Komunikasi ritual adalah proses yang memenuhi
kebutuhan manusia dengan menginterpretasikan pesan nonverbal melalui simbol-
simbol adat, yang menekankan pada makna dan simbolisme. Martarombo, sebagai
tradisi memperkenalkan silsilah marga dalam struktur budaya Batak, tidak hanya
berfungsi sebagai upacara adat, tetapi juga sebagai medium komunikasi ritual yang
memperkuat rasa memiliki, keterikatan emosional, dan identitas kolektif
komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola
komunikasi ritual Martarombo untuk memelihara identitas komunitas Mahasiswa
Perantauan Batak di Unika Soegijapranata. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara dengan mantan ketua Rombak, mantan wakil ketua Rombak, dan
anggota Rombak, dan ada pula Mahasiswa Batak yang tidak bergabung Rombak.
Wawancara tersebut kemudian diolah menjadi reduksi data, penyajian data dan
verifikasi data. Komunikasi ritual yang tidak hanya berbicara terkait dengan
individu. Melainkan terdapat partisipasi aktif baik terlibat secara langsung maupun
tidak langsung dari setiap individu serta kepercayaan yang sama bahwa
martarombo sangat penting. Komunikasi ritual martarombo menggambarkan
adanya proses ritual berbagi dan bersahabat untuk menjaga dan saling tolong
menolong sesama satu suku. Identitas sosial yang tampak dalam pelaksanaan Ritual
martarombo yaitu persamaan suku yang dimana Ritual martarombo mengandung
nilai di dalamnya.
Kata Kunci : komunikasi ritual, martarombo, identitas komunitas, Batak
Toba