12755 research outputs found
Sort by
"COWORKING SPACE KAFE DI KABUPATEN MAGELANG "
Laporan ini mengeksplorasi potensi pengembangan konsep coworking space
kafe di Kabupaten Magelang serta menjadi dasar dari perencanaan desain bangunan
coworking space kafe, secara khusus berfokus pada Kecamatan Borobudur, sebagai
destinasi ideal untuk workation. Fenomena workation yang menggabungkan kerja dan
liburan semakin diminati, memicu kebutuhan akan fasilitas yang mendukung
produktivitas sekaligus menawarkan pengalaman wisata. Dengan pendekatan
kualitatif deskriptif, studi ini melibatkan survei dan wawancara mendalam dengan
pekerja remote dan wisatawan yang tertarik dengan konsep workation. Data
dikumpulkan untuk memahami preferensi mereka terkait ruang kerja yang nyaman,
konektivitas, suasana kondusif yang berpadu dengan pesona alam dan budaya lokal,
serta fasilitas pendukung seperti akomodasi dan aktivitas rekreasi di Borobudur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Borobudur memiliki potensi besar sebagai
pusat workation karena daya tarik wisatanya yang kuat, namun masih minimnya
infrastruktur coworking space yang terintegrasi dengan kebutuhan workation.
Karakteristik utama yang dicari adalah internet berkecepatan tinggi, suasana kafe
yang menenangkan, pemandangan yang inspiratif, serta akses mudah ke objek
wisata. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan coworking space kafe di
Borobudur tidak hanya akan memenuhi permintaan pasar yang berkembang, tetapi
juga berpotensi menjadi katalisator bagi pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif
di wilayah tersebut. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan fasilitas
workation yang inovatif dan relevan di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang
" GEDUNG PELATIHAN - VOKASI PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA SOLO "
Laporan Landasan Teori dan Program ini disusun sebagai acuan perancangan Gedung
Pelatihan-Vokasi Penyandang Disabilitas di Kota Solo, yang diperuntukkan bagi penyandang
disabilitas fisik dan tuna netra. Gedung ini diharapkan menjadi sarana pengembangan
keterampilan kerja, peningkatan kemandirian, serta integrasi sosial dan ekonomi bagi
penyandang disabilitas.
Penyusunan laporan dilakukan melalui kajian literatur, analisis data demografis, studi regulasi
nasional, identifikasi karakteristik pengguna, serta telaah studi preseden. Berdasarkan data BPS
Kota Surakarta, jumlah penyandang disabilitas masih cukup tinggi, sehingga fasilitas pelatihan
yang aksesibel dan terpadu dinilai sangat dibutuhkan. Pendekatan desain yang digunakan
mengutamakan prinsip safety design dan universal design, yang mencakup aspek keselamatan,
kemudahan akses, kenyamanan penggunaan, dan keberlanjutan lingkungan. Program ruang yang
dirumuskan meliputi area pelatihan teori dan praktik (membatik, komputer, pijat terapi,
komunikasi), area administrasi, klinik kesehatan, ruang serbaguna, serta fasilitas pendukung yang
dirancang untuk memenuhi standar aksesibilitas bagi pengguna kursi roda maupun tuna netra.
Dengan landasan teori dan program yang disusun secara komprehensif, laporan ini diharapkan
dapat menjadi pedoman yang mendukung proses perancangan arsitektur gedung pelatihan yang
inklusif, fungsional, serta mampu menjawab tantangan ketersediaan sarana pemberdayaan bagi
penyandang disabilitas di Kota Surakarta
SEKOLAH TINGGI PERFILMAN YOGYAKARTA
Perancangan bangunan Sekolah Tinggi Perfilman Yogyakarta bertujuan untuk menciptakan
lingkungan belajar yang holistik dan mendukung pengembangan kreativitas, inovasi dan keterampilan
di bidang perfilman. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang dapat menampung berbagai
kegiatan akademik dan praktik di industri perfilman. Desainnya memadukan aspek fungsional dan
estetika dengan mempertimbangkan karakteristik budaya lokal Yogyakarta. Perancangan arsitektur
meliputi ruang kelas yang dilengkapi dengan teknologi terkini, studio produksi film pendek, ruang
editing, dan area pemutaran film dimana siswa dapat mempresentasikan karyanya. Selain itu, ruang
kolaborasi dan lounge dirancang untuk mendorong interaksi antara siswa dan instruktur, menciptakan
komunitas yang dinamis dan merangsang. Pendekatan desain yang dipilih menekankan prinsip
keberlanjutan melalui penggunaan material lokal yang ramah lingkungan serta sistem pencahayaan dan
ventilasi yang efisien. Selain itu, konsep ruang terbuka dan hijau diintegrasikan untuk menjamin
kenyamanan dan keindahan visual serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental pengguna untuk
memastikan bahwa ruang yang dirancang benar-benar memenuhi kebutuhan pendidikan dan praktik
film. Dengan demikian, Universitas Film Yogyakarta tidak hanya menjadi pusat pendidikan, namun
juga menginspirasi, mendukung dan mengembangkan generasi sineas yang siap menghadapi tantangan
dan dinamika industri film masa depan
PENGEMBANGAN AKADEMI PENERBANG DI BANYUWANGI
Industri penerbangan di Indonesia terus berkembang pesat, memicu peningkatan
kebutuhan akan tenaga penerbang dan instruktur yang kompeten. Namun, jumlah lulusan
sekolah penerbangan di Indonesia belum mampu memenuhi permintaan pasar, sehingga
diperlukan peningkatan kapasitas dan kualitas pendidikan penerbangan. Akademi
Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi sebagai salah satu lembaga pendidikan
penerbangan memiliki potensi strategis untuk dikembangkan lebih lanjut. Proyek ini
mengusung konsep Pengembangan Akademi Penerbang di Banyuwangi dengan
pendekatan arsitektur bertema teknologi dan subtema efisiensi teknologi berkelanjutan.
Tujuan utama dari proyek ini adalah merancang fasilitas pendidikan penerbangan yang
modern, efisien energi, dan responsif terhadap kondisi lingkungan serta budaya lokal.
Pengembangan meliputi penyediaan fasilitas pelatihan, ruang simulator, laboratorium,
asrama, fasilitas olahraga, dan ruang komunal yang terintegrasi dalam satu kompleks.
Penerapan teknologi seperti smart building, HVAC cerdas, dan panel surya
dikombinasikan dengan prinsip desain kontekstual lokal seperti penggunaan material
alami dan vegetasi tapak. Dengan pendekatan ini, diharapkan API Banyuwangi dapat
menjadi pusat pelatihan penerbang unggulan yang mampu menghasilkan sumber daya
manusia berkualitas serta berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional
GALERI SENI VISUAL DI SEMARANG
Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah memiliki kekayaan budaya dan seni yang
beragam. Namun, fasilitas publik berupa ruang representatif untuk seni visual belum terpenuhi
secara keseluruhan. Perkembangan kegiatan seni dan budaya yang meningkat dari tahun ke tahun
tidak diimbangi dengan ketersediaan ruang yang layak bagi seniman, khususnya dalam bidang seni
rupa dan seni suara. Kondisi ini menjadi dasar perancangan Galeri Seni Visual di Semarang yang
bertujuan menyediakan wadah multifungsi bagi seniman, pengunjung, serta masyarakat umum
untuk berkarya, berinteraksi, dan mengapresiasi seni.
Perancangan ini menggunakan pendekatan Organik Modern dalam desain massa bangunan
untuk menyesuaikan dengan karakter tapak di kawasan BSB City, Mijen—sebuah wilayah dengan
potensi pengembangan kawasan modern yang masih cukup alami. Pendekatan KontekstualInteraktif
digunakan dalam mendesain galeri, yang menggabungkan ruang pamer karya dua
dimensi (lukisan, fotografi), karya tiga dimensi (patung, instalasi), hingga ruang pertunjukan
(teater, seni suara, diskusi), guna menunjang keberagaman ekspresi seni visual.
Fungsi-fungsi utama bangunan dibagi dalam beberapa zona, meliputi zona publik, semi
publik, privat, dan servis, dengan organisasi ruang tipe linear dan cluster. Selain ruang utama
galeri, perancangan ini juga menyediakan ruang komersial, ruang edukatif, dan ruang rekreatif
untuk memperluas pengalaman pengunjung. Desain ruang berfokus pada kenyamanan termal,
pencahayaan alami, serta fleksibilitas ruang pamer yang dapat diadaptasi sesuai jenis karya.
Proyek ini diharapkan menjadi wajah baru ruang seni visual di Semarang yang tidak hanya
mengakomodasi kebutuhan seniman lokal, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik wisata
budaya, dan memperkuat ekosistem seni kota secara berkelanjutan
“PERPUSTAKAAN SENI DAN LINGKUNGAN DI KOTA SEMARANG”
Proyek akhir ini mengangkat tema “Perpustakaan Seni dan Lingkungan di Kota
Semarang” sebagai respons terhadap kebutuhan akan ruang edukatif, kreatif, dan ekologis di
kawasan urban. Perpustakaan dirancang bukan hanya sebagai pusat literasi konvensional,
melainkan juga sebagai wadah integratif bagi ekspresi seni dan edukasi lingkungan yang adaptif
terhadap isu-isu perkotaan seperti minimnya ruang hijau, kurangnya ruang komunitas seni, dan
rendahnya kesadaran ekologis.
Mengusung pendekatan arsitektur organik, desain bangunan mengutamakan keselarasan dengan
alam melalui pemanfaatan material ramah lingkungan, ventilasi silang, dan pencahayaan alami.
Konsep biomimikri diterapkan untuk menciptakan morfologi yang terinspirasi dari bentuk-bentuk
alami, sementara pemanfaatan teknologi hijau seperti panel surya dan taman vertikal memperkuat
aspek keberlanjutan.
Tapak proyek terletak di kawasan strategis Bundaran Bubakan, Kota Semarang, dengan
mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan potensi konektivitasnya. Fungsi ruang tidak
hanya mencakup ruang baca dan arsip, tetapi juga galeri seni, ruang komunitas, taman edukatif,
hingga area pertunjukan seni terbuka. Diharapkan, perpustakaan ini menjadi pusat pembelajaran
transformatif yang mendorong interaksi sosial, kolaborasi lintas disiplin, dan peningkatan
kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat, khususnya generasi mud
PELAKSANAAN PELINDUNGAN HUKUM TERHADAP MOTIF TENUN TROSO DI KABUPATEN JEPARA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
Motif tenun Troso merupakan salah satu hasil karya intelektual manusia yang
dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Namun, hingga saat ini masih banyak perajin yang tidak melakukan pencatatan
ciptaan atas motif tenun Troso yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis pengaturan pelindungan hukum terhadap motif
tenun Troso di Kabupaten Jepara menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun
2014 tentang Hak Cipta, pelaksanaan pelindungan hukum terhadap motif tenun
Troso di Kabupaten Jepara menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014
tentang Hak Cipta, dan hambatan yang dihadapi oleh perajin tenun Troso dalam
upaya memperoleh pelindungan hukum atas karya ciptanya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan spesifikasi penelitian
deskriptif analitis. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, tiga
orang perajin tenun Troso, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Kantor Wilayah Jawa Tengah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para perajin tenun Troso di Kabupaten
Jepara belum sepenuhnya memahami akan pentingnya pelindungan hukum yang
diberikan oleh Undang-Undang Hak Cipta. Meskipun pengaturan mengenai hak
cipta sudah dengan jelas diatur dalam undang-undang tersebut, namun kenyataan
di lapangannya masih belum dilaksanakan. Pencatatan ciptaan sebagai upaya
pelindungan hukum preventif belum dilaksanakan oleh para perajin. Upaya
pelindungan hukum represif berupa mekanisme penyelesaian sengketa hak cipta
juga belum dilaksanakan oleh para perajin. Belum dilaksanakannya UndangUndang
Nomor
28
Tahun
2014
tentang
Hak
Cipta
dikarenakan
terdapat
beberapa
hambatan
yang
dihadapi
para
perajin
tenun
Troso
di
Kabupaten
Jepara
PENGARUH OVERCONFIDENCE, LITERASI KEUANGAN DAN KEMAMPUAN FINANSIAL TERHADAP MINAT INVESTASI PADA MAHASISWA DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari overconfidence, literasi
keuangan, dan kemampuan finansial terhadap minat investasi pada mahasiswa di Kota
Semarang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran
kuesioner dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88
responden yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Katolik Soegijapranata angkatan
2021-2024. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling-Partial
Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa overconfidence dan kemampuan finansial tidak
berpengaruh signifikan terhadap minat investasi pada mahasiswa di Kota Semarang.
Sedangkan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap minat investasi pada
mahasiswa di Kota Semarang
HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA SMP X DI KOTA SEMARANG
Cyberbullying merupakan merupakan tindakan agresif yang diarahkan kepada
individu atau kelompok melalui teknologi elektronik seperti internet atau ponsel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan
kecenderungan menjadi korban cyberbullying pada remaja awal. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dengan
menggunakan skala Cyberbullying Victimization Scale (CBV) yang diterjemahkan
oleh peneliti ke dalam bahasa Indonesia. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 115
siswa SMP X di Kota Semarang yang aktif menggunakan media sosial minimal
tiga jam sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan
signifikan antara self-esteem dan kecenderungan menjadi korban cyberbullying.
Hal ini ditunjukkan dengan nilai korelasi pearson sebesar 0.233 dengan nilai
signifikansi sebesar 0.016 (p < 0.05). Dengan demikian hipotesis yang
menyatakan adanya hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan
menjadi korban cyberbullying diterima. Artinya, semakin tinggi skor maka
semakin semakin tinggi pengalaman menjadi korban cyberbullying
HUBUNGAN ANTARA EMPLOYEE ENGAGEMENT DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN GENERASI Z
Karyawan Generasi Z merupakan bagian dari angkatan kerja yang mulai
mendominasi dunia kerja saat ini. Generasi ini dikenal adaptif terhadap teknologi
dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Akan tetapi, dalam menjalankan
perannya, Generasi Z juga menghadapi beban kerja yang besar dan tekanan
organisasi yang kompleks. Burnout merupakan kondisi seseorang yang
mengalami kelelahan secara fisik dan psikologis akibat dari tekanan dan stres
yang berkepanjangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
bertujuan untuk mengetahui hubungan employee engagement dengan tingkat
burnout pada karyawan Generasi Z. Sampel penelitian ini berjumlah 189 orang
karyawan. Teknik pengambilan sampel yaitu snowball sampling. Alat ukur yang
digunakan adalah skala burnout dan skala employee engagement. Berdasarkan
hasil analisis korelasi Spearman Rho, didapatkan hubungan negatif antara
employee engagement dan burnout dengan koefisien korelasi yang sangat
signifikan (p =0.00, p<0,01). Nilai ini mengartikan bahwa semakin tinggi tingkat
employee engagement karyawan, maka semakin rendah tingkat burnout yang
dialami