12755 research outputs found
Sort by
CLASIFICATION OF PLANT MEDIA BASED ON NPK CONTENT USING MACHINE LEARNING
The content of nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) in growing media is an important indicator in determining soil fertility and the success of plant cultivation. This study aims to classify types of planting media based on NPK content using a machine learning approach. Data was collected directly through soil sensors that measure the NPK content of different types of growing media. The analysis was conducted using the Orange Data Mining platform, comparing five classification algorithms: Random Forest, Support Vector Machine (SVM), k-Nearest Neighbor (k-NN), Naïve Bayes, and Neural Network.
Model performance evaluation was conducted using cross-validation, random sampling, and confusion matrix methods, with metrics such as accuracy, precision, recall, F1-score, and AUC value. The experimental results show that the k-Nearest Neighbor (k-NN) algorithm provides the best performance with the highest accuracy (75%) and AUC of 0.93.
These findings show that machine learning approaches are effective in detecting and classifying planting media based on NPK content, and can be used as a basis for decision-making in agriculture
GAME PENGENALAN BUDAYA WAYANG KULIT BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Di Indonesia, salah satu bentuk budaya yang sangat kaya dan berharga adalah wayang kulit.
Namun, di tengah arus perkembangan teknologi yang pesat, minat generasi muda terhadap budaya
tradisional, termasuk wayang kulit, semakin menurun. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama
dalam konteks pendidikan di sekolah dasar, di mana anak-anak seharusnya diperkenalkan pada
warisan budaya mereka sejak dini. Salah satu solusi yang menarik adalah melalui pembuatan game
edukatif. Game ini dapat menjadi media yang efektif untuk mengenalkan budaya wayang kulit
dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Melalui game ini, siswa dapat belajar tentang
karakter, cerita, dan nilai-nilai yang terkandung dalam wayang kulit dengan cara yang lebih menarik
dan mudah dipahami.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu tentang bagaimana merancang sebuah game edukasi
pengenalan wayang kulit menggunakan Unity 2D dan bagaimana membuat game edukasi
pengenalan wayang kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat game
edukasi pengenalan wayang kulit untuk siswa SD
Metode yang digunakan adalah metode perancangan dan wawancara untuk mengembangkan
sebuah game yang bertujuan mengenalkan budaya wayang kulit kepada siswa sekolah dasar.
Penelitian ini diuji dengan metode blackbox dan metode wawancara ke 4 siswa SD kelas 6.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah perancangan game menggunakan genre adventure dan
game ini terdiri dari 3 stage yaitu stage tutorial, stage pengenalan tokoh wayang dan stage quiz.
Setelah melakukan pengujian black box dapat diketahui bahwa sistem yang dibuat dapat berjalan
dengan baik, dan melalui pengujian melalui metode wawancara ke 4 siswa SD menunjukan bahwa
dengan memainkan game edukasi pengenalan wayang kulit dapat membuat mereka lebih tertarik
pada budaya wayang kulit
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS UNIVERSITAS AMNI SEMARANG JALAN RAYA CANGKIRAN-GUNUNGPATI, BUBAKAN KOTA SEMARANG (KONSENTRASI LINGKUNGAN)
HUBUNGAN KEPEDULIAN, KESETARAAN, DAN LOYALITAS SEBAGAI FONDASI MORAL DENGAN FANATISME PADA PENGGEMAR K-POP
Abstrak
Fenomena Korean Wave atau Hallyu khususnya K-Pop,
telah menjadi budaya populer yang sangat digemari di
Indonesia. Di balik popularitas tersebut, muncul perilaku
fanatisme di kalangan penggemar K-Pop (K-Popers) yang
menunjukkan dedikasi tinggi terhadap idola mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
fondasi moral khususnya pada pilar kepedulian, kesetaraan,
dan loyalitas dengan fanatisme pada penggemar K-Pop.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif
korelasional dengan teknik non-probability sampling jenis
insidental. Sampel berjumlah 593 responden yang
merupakan anggota fandom K-Pop di Indonesia, berusia 1427
tahun. Instrumen yang digunakan adalah Fanaticism
Scale dan Moral Foundation Questionnaire-2 (MFQ-2). Hasil
uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif
yang signifikan antara ketiga pilar fondasi moral dengan
fanatisme, yaitu care 0,243, equality 0,149, dan loyalty
0,241. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral yang
bersifat intuitif dan emosional dapat menjadi landasan
perilaku fanatisme dalam komunitas fandom K-Pop
HUBUNGAN ANTARA PERBANDINGAN SOSIAL DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR
Mahasiswa semester akhir rentan mengalami stres akademik akibat tekanan
dalam menyelesaikan skripsi. Salah satu faktor yang memengaruhi stres tersebut
adalah perbandingan sosial, terutama melalui media sosial, di mana mahasiswa
membandingkan kemajuan akademik mereka dengan rekan seangkatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perbandingan sosial
dan stres akademik pada mahasiswa semester akhir. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 106 mahasiswa
yang sedang mengerjakan skripsi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner
skala Likert dan dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil
penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara
perbandingan sosial dan stres akademik (r = 0,242; p = 0,013), yang berarti
semakin tinggi kecenderungan individu membandingkan diri dengan orang lain,
semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dirasakan. Temuan ini
menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran diri serta dukungan psikologis di
lingkungan kampus untuk meminimalkan dampak negatif dari perbandingan sosial
terhadap kesehatan mental mahasiswa
PENGARUH SUBSTITUSI HATI SAPI PADA BAKSO SAPI TERHADAP KUALITAS FISIKOKIMIA DAN SENSORIS
Hewan ternak seperti sapi menghasilkan produk samping berupa organ seperti
jantung, hati, ginjal, paru-paru, otak, lidah, dan lainnya yang memiliki kandungan
protein, vitamin, dan mineral yang tinggi dan berkualitas. Penambahan hati sapi
dalam pembuatan bakso sapi tidak hanya meningkatkan kandungan zat besi produk,
tetapi juga dapat memengaruhi karakteristik fisik, kimia, organoleptiknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi hati sapi dan jumlah
tepung tapioka terhadap kualitas fisikokimia dan sensoris bakso daging. Penelitian
ini berupa penelitian faktorial yang terdiri dari dua macam perlakuan, yaitu proporsi
substitusi hati sapi terhadap daging sapi pada lima tingkat (20%, 40%, 60%, 80%,
dan 100%) dan proporsi tepung tapioka pada 2 tingkat (15% dan 20%). Variabel
kualitas dalam penelitian ini adalah parameter fisik, yaitu warna (nilai L*, a*, b*),
daya ikat air, dan profil tekstur (hardness dan springiness); parameter kimia, yaitu
kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar zat besi;
dan parameter sensoris berupa warna, aroma, tekstur, rasa, dan keseluruhan yang
diuji dengan uji rating hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi hati
sapi menyebabkan perbedaan nyata pada warna, tekstur, kadar proksimat, dan kadar
zat besi pada bakso sapi. Secara sensoris, bakso dengan substitusi hati sapi 20%
masih dapat diterima oleh konsumen
SENTRA PERBELANJAAN KERAJINAN KULIT DI DESA MANDING KABUPATEN BANTUL
Desa Manding, Kabupaten Bantul, merupakan sentra kerajinan kulit yang berkembang sejak
1960-an. Namun, pola perdagangan konvensional yang tersebar dan terbatasnya infrastruktur,
seperti area parkir dan fasilitas penunjang, mengurangi kenyamanan pengunjung. Proyek ini
bertujuan merancang Sentra Perbelanjaan Kerajinan Kulit yang terpusat, nyaman, dan tetap
mencerminkan budaya lokal. Permasalahan utama yang diangkat adalah penataan bangunan
terhadap topografi tapak yang memiliki elevasi berbeda akibat tanah urug dan aliran irigasi
sawah. Metode perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, studi preseden, dan analisis
kebutuhan ruang berdasarkan pendekatan arsitektur neo-vernakular serta prinsip organisasi
ruang dan lanskap. Hasil rancangan menunjukkan bahwa pola zonasi kluster dan grid efektif
untuk sirkulasi pengunjung, serta memungkinkan integrasi ruang terbuka fleksibel, foodcourt,
dan aksesibilitas bagi difabel. Rancangan ini tidak hanya mengoptimalkan fungsi ruang dan
tapak, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan mendukung potensi wisata belanja
Manding sebagai bagian dari pengembangan ekonomi lokal
“BALAI LATIHAN KERJA DI KABUPATEN DEMAK”
Kabupaten Demak mengalami permasalahan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang
cukup tinggi dibandingkan daerah sekitarnya di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi ini dipengaruhi oleh
rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat usia produktif yang tidak sejalan dengan
kebutuhan industri, terutama di era Industri 4.0. Perancangan Balai Latihan Kerja (BLK) ini
bertujuan untuk menyediakan fasilitas pelatihan keterampilan kerja yang adaptif terhadap kebutuhan
pasar tenaga kerja modern, khususnya berbasis teknologi digital seperti cloud computing, cyber
security, web development, dan pengoperasian peralatan modern. Dengan pendekatan arsitektur
berkelanjutan dan tema arsitektur neo-vernakular, desain BLK ini mengintegrasikan nilai lokalitas
dan keberlanjutan melalui pemanfaatan material lokal, penyesuaian terhadap kondisi tapak, dan
efisiensi penggunaan listrik dan air. Perancangan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan
pelatihan yang nyaman, fleksibel, serta membangkitkan semangat belajar dan keterlibatan
masyarakat, guna menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Demak secara berkelanjutan
“PUSAT KOMUNITAS SENI DI KOTA SEMARANG”
Kota Semarang adalah sebuah kota di Indonesia yang memiliki cukup banyak
komunitas yang aktif, termasuk dalam bidang seni, di antaranya seni tari modern atau
tradisional, seni lukis, dan fotografi. Komunitas tersebut memiliki potensi yang besar untuk
memajukan industri kesenian dan meningkatkan devisa kota. Akan tetapi, komunitas
tersebut belum terfasilitasi secara baik, terlebih pada tempat untuk melakukan kegiatan
kolaborasi, latihan, diskusi, dan pertunjukan. Berdasarkan data DISBUDPAR 2023, tercatat
ada 127 komunitas tari tradisional, 14 komunitas tari modern, 10 komunitas seni lukis, dan
beberapa komunitas fotografi yang bahkan belum termasuk komunitas nonformal yang
belum terdata oleh pemerintah.
Minimnya wadah yang representatif bagi komunitas seni di Kota Semarang menjadi
permasalahan utama yang terkait dengan kurangnya eksposur karya seni di Kota Semarang.
Hal ini juga berdampak pada kolaborasi seni yang tidak terwujud, sementara itu komunitas
tersebut memiliki potensi yang besar. Maka dari itu, dibutuhkan suatu fasilitas berupa pusat
komunitas seni yang terintegrasi dan mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan dan
aktivitas komunitas tersebut. Pendekatan sustainable architecture menjadi jawaban yang
tepat guna mewujudkan ruang yang terus berkelanjutan dari masa ke masa, sehingga
aktivitas seni yang ada menjadi progresif. Ruang-ruang yang ada dirancang sesuai kebutuhan
aktivitas dengan fleksibilitas tinggi guna memaksimalkan kolaborasi antar komunitas yang
terjadi. Pusat komunitas seni ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang terarah, inklusif,
dan berkelanjutan, serta mampu memaksimalkan aktivitas antar pelaku seni dan mampu
menghadirkan karya-karya yang kelak dapat memberi dampak positif bagi Kota Semarang
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ASN PUSKESMAS TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA PUSKESMAS DENGAN WORK ENGAGEMENT
Kinerja ASN di Puskesmas sangat dipengaruhi oleh work
engagement, yaitu kondisi positif saat pegawai merasa
bersemangat, berdedikasi, dan terlibat penuh dalam
pekerjaannya. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah
persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional, yaitu
cara pegawai menilai pemimpinnya dalam memberi motivasi,
inspirasi, dukungan, serta teladan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara persepsi ASN terhadap gaya
kepemimpinan transformasional kepala Puskesmas dengan
work engagement, serta melihat perbedaan persepsi dan tingkat
work engagement di dua Puskesmas. Penelitian
ini
menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan
melibatkan 102 ASN dari Puskesmas A dan B, yang dipilih
melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan
adalah skala persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan
Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Hasil uji korelasi
Spearman’s Rho menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar
0.804 dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05), yang berarti
terdapat hubungan positif signifikan antara persepsi gaya
kepemimpinan transformasional dan work engagement. Hasil uji
Mann-Whitney untuk hipotesis kedua menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 1.000 (p>0.05), yang berarti tidak terdapat
perbedaan persepsi kepemimpinan antara dua Puskesmas.
Sedangkan pada hipotesis ketiga, uji Mann-Whitney
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05), yang
berarti terdapat perbedaan tingkat work engagement, dengan
nilai mean rank lebih tinggi di Puskesmas A