12755 research outputs found
Sort by
Therapeutic Potential of Secretome Hypoxia Mesenchymal Stem Cells: Downregulation of TNF-α and HIF-2α in Metabolic Syndrome-Induced Inflammation in Wistar Rats
Abstract. Metabolic syndrome (MetS) has become a global health challenge with several associated issues, such
as obesity, insulin resistance, dyslipidemia, and hypertension. Important proteins such as Tumor Necrosis Factor
alpha (TNF-α) and Hypoxia Inducible Factor-2 alpha (HIF-2α) regulate the inflammatory process by inducing the
expression of pro-inflammatory proteins. This study aims to determine the effect of administering SH-MSCSs on
the expression of the TNF-α and Hypoxia Inducible Factor (HIF)-2α genes in the male Wistar rat model with
Metabolic Syndrome. This research is an experimental study with a Post-test Only Control Group Design, using a
total of 24 male Wistar rats divided into four groups: T1 (Healthy control), T2 (MetS + NaCl), T3 (MetS +
administration of SH-MSCs dose 150 uL), and T4 (MetS + administration of SH-MSCs dose 300 uL). SH-MSCSs
were administered intraperitoneally four times over 14 days. Adipose tissue TNF-α and HIF-2α gene expression
were measured on day 15 using qRT-PCR. TNF-α and HIF-2α gene expression was significantly lower in T3 and
T4, compared with the MetS control group (T2). Administration of SH-MSCs was able to reduce the expression
of the Tumor Necrosis Factor (TNF-α) and Hypoxia Inducible Factor (HIF)-2α genes in fatty tissue in the male
Wistar rat model with Metabolic Syndrome. This study presents a novel approach to treating MetS by
demonstrating that the administration of SH-MSCs significantly reduces the expression of pro-inflammatory genes
TNF-α and HIF-2α. This finding is beneficial for society as it suggests a potential new therapeutic strategy that
could mitigate inflammation and improve health outcomes for individuals suffering from MetS, thereby addressing
a critical global health challenge
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL YOGYAKARTA – BAWEN PAKET 1 SEKSI 6 STA 1+360 – 6+300 (KONSENTRASI LINGKUNGAN)
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL YOGYAKARTA – BAWEN PAKET 1 SEKSI 6 STA 1+360 – 6+300 (KONSENTRASI MATERIAL)
PUSAT PERBELANJAAN DENGAN FASILITAS WISATA AIR DI JEPARA
Jepara, salah satu kabupaten di Jawa Tengah, memiliki daya tarik wisata yang kuat, baik
dari segi alam maupun sejarah. Berdasarkan Peraturan Bupati No 9 Tentang Rencana
Pembangunan Wilayah Kabupaten Jepara, Kabupaten Jepara masih belum memiliki beberapa
fasilitas sarana dan prasarana yang cukup layak dan memadahi. Salah satu prasarana yang
belum tersedia adalah Pusat Perbelanjaan yang layak dan memiliki fasilitas serta kualitas yang
lebih baik. Karena belum tersedianya fasilitas tersebut, banyak masyarakat yang memilih untuk
berbelanja di pusat perbelanjaan yang berada di daerah lain seperti Pati, Kudus, dan Semarang.
Sehingga diperlukan suatu fasilitas Pusat Perbelanjaan di Kabupaten dengan fasilitas yang lebih
memadahi dan lebih baik, dengan adanya pusat perbelanjaan ini juga dapat meningkatkan
perkonomian daerah tersebut. Kabupaten Jepara memiliki potensi wisata diantaranya pada
wisata di pesisir pantainya yang masih perlu dikembangkan, sehingga diperlukan upaya untuk
meningkatkan jumlah wisatawan untuk datang ke Kabupaten Jepara dengan menambahkan
inovasi seperti tempat rekreasi dan hiburan. Dalam upaya meningkatkan pengalaman
berbelanja dan hiburan masyarakat, diperlukan pusat perbelanjaan dengan konsep yang lebih
segar dan menarik. Perancangan Pusat Perbelanjaan dan Wisata Air bertujuan untuk
meningkatkan perekonomian Kabupaten Jepara dengan menciptakan daya tarik wisata baru
yang komersial dan menyediakan fasilitas rekreasi yang memadai. Dengan menawarkan
kombinasi antara berbelanja dan rekreasi air, proyek ini dapat meningkatkan daya tarik Jepara
sebagai destinasi wisata yang menarik. Pendekatan Eco Living dipilih dalam proyek ini untuk
memastikan bahwa pembangunan Pusat Perbelanjaan dan Wisata Air tidak hanya memenuhi
kebutuhan manusia, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan memadukan
bangunan dengan lingkungan sekitarnya, Pusat Perbelanjaan dan Wisata Air dapat menjadi
destinasi wisata yang lebih menarik dan berkelanjutan
ANALISIS DEBIT PUNCAK AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS (HSS) (Studi Kasus: DAS Beringin, Kota Semarang)
DAS Beringin yang terletak di wilayah Kecamatan Mijen dan Ngaliyan mengalami
perubahan tata guna lahan dari pertanian menjadi kawasan permukiman dan
industri, yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan debit puncak banjir.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan tata guna lahan
terhadap debit puncak di DAS Beringin, serta mengestimasi debit banjir
berdasarkan data curah hujan dengan kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun,
menggunakan pendekatan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) dengan tiga model yaitu
HSS Limantara, HSS ITB-1, dan HSS Nakayasu. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pada HSS Limantara, error awal sebesar 80,440% dapat dikurangi menjadi
78,02% setelah kalibrasi dengan penyesuaian Koefisien Manning, namun tetap
menghasilkan debit puncak yang jauh lebih kecil dari data observasi sehingga tidak
direkomendasikan. HSS ITB-1 menunjukkan error awal sebesar 50,442% yang
kemudian menurun drastis menjadi 0,26% setelah dilakukan kalibrasi terhadap
koefisien waktu (Ct) dan koefisien puncak (Cp), menunjukkan kesesuaian model
yang sangat baik. Sementara itu, HSS Nakayasu yang awalnya memiliki error
sebesar 41,497% berhasil dikalibrasi dengan menyesuaikan koefisien runoff (c)
hingga error menurun menjadi 0,158%, juga menunjukkan akurasi yang sangat
baik. Berdasarkan hasil kalibrasi, model HSS ITB-1 dan HSS Nakayasu dipilih
untuk simulasi debit banjir pada tahun 2014, 2022, dan prediksi 2032. Hasil
simulasi menunjukkan adanya peningkatan debit puncak seiring waktu akibat
perubahan tata guna lahan yang terjadi di DAS Beringin
ANALISIS KESALAHAN PERHITUNGAN PPH 21 ATAS GAJI TUAN BUDI PADA PT ABC DAN LANGKAH PERBAIKAN UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PERPAJAKAN
Pajak memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, dengan sistem yang
terus berkembang untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas perpajakan.
Penelitian ini menyoroti kesalahan dalam perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21,
terutama terkait Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), yang dapat berdampak
pada ketidaksesuaian pemotongan pajak dan pentingnya pembaruan data wajib
pajak sesuai regulasi yang berlaku. Penelitian ini menganalisis dalam penghitungan
dan kepatuhan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) Tuan Budi. Melalui metode
wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi
kesalahan perhitungan pajak, membandingkannya dengan regulasi yang berlaku,
serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kepatuhan pajak
perusahaan. PT ABC melakukan kesalahan dalam menetapkan status PTKP Tuan
Budi, yang seharusnya K/2 tetapi tercatat sebagai K/1. Akibatnya, PPh Pasal 21
yang dipotong lebih tinggi, menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sebesar
Rp225.000. Untuk mengoreksi hal ini, diperlukan pembetulan SPT Masa PPh 21
oleh PT ABC serta pengajuan restitusi pajak oleh Tuan Budi melalui Formulir
1770S
SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN DENGAN PELACAKAN BARANG
Perkembangan teknologi sistem informasi saat ini menuntut perusahaan untuk beradaptasi
dengan sistem yang lebih efisien dan terstruktur, khususnya dalam hal pengelolaan logistik dan
distribusi barang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah website
sistem informasi pengiriman dengan fitur manajemen dan tracking barang untuk membantu
perusahaan dalam memantau ketersediaan serta pengiriman barang. Metodologi yang
digunakan adalah Waterfall. Metode ini mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan,
implementasi, pengujian, serta pemeliharaan. Website dikembangkan menggunakan HTML,
CSS, PHP, dan MySQL sebagai basis data. Pengujian dilakukan dengan metode Black Box
Testing terhadap beberapa pengguna untuk mengetahui fungsionalitas sistem secara
keseluruhan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu memenuhi
kebutuhan pengguna dengan memberikan kemudahan dalam mengelola data serta mendukung
pelacakan barang secara efektif dan efisien
“STASIUN KOMUNIKASI LUAR ANGKASA DI PULAU GALANG, BATAM”
Perkambangan teknologi satelit dan komunikasi luar angkasa mendorong kebutuhan akan
infrastruktur pendukung yang adaptif terhadap tantangan iklim tropis dinamis dan keterbatasan
teknologi lokal. Stasiun Komunikasi Luar Angkasa di Pulau Galang, Batam hadir sebagai solusi
arsitektural untuk memperkuat jaringan komunikasi satelit Indonesia, sekaligus mendukung
program riset dan pengembangan teknologi keantariksaan nasional. Proyek ini dirancang untuk
memfasilitasi kegiatan pengendalian misi, pemrosesan data, penelitian, dan operasional
komunikasi satelit, yang melibatkan teknisi, ilmuwan, hingga tim manajemen. Lokasi Pulau
Galang dipilih karena minim interferensi elektromagnetik, memiliki topografi stabil, dan strategis
untuk cakupan komunikasi Asia Tenggara.
Konsep desain arsitektur yang diterapkan menggabungkan tema high-tech dengan
pendekatan arsitektur bioklimatik, menyesuaikan bentuk dan struktur bangunan agar responsif
terhadap suhu tinggi, kelembapan, curah hujan, dan angin kencang khas wilayah tropis. Organisasi
ruang mengakomodasi fungsi teknis seperti ruang antena, ruang kontrol, pusat data, dan hangar
perawatan, sekaligus memperhatikan kenyamanan pengguna melalui sistem utilitas hemat energi.
Tujuan utama proyek ini adalah menciptakan fasilitas komunikasi satelit yang efisien, ramah
lingkungan, dan menjadi model pengembangan stasiun komunikasi luar angkasa di kawasan
strategis Indonesia
" PUSAT OLEH OLEH DAN KULINER DI SEMARANG "
Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi wisata kuliner dan
oleh-oleh yang besar, namun belum terintegrasi secara optimal. Pusat oleh-oleh dan kuliner yang
ada saat ini masih bersifat tunggal, tersebar, dan kurang memadai dari segi fasilitas serta
aksesibilitas. Proposal ini bertujuan untuk merancang sebuah Pusat Oleh-Oleh dan Kuliner di
Semarang yang mengusung tema Arsitektur Kontekstual, menggabungkan elemen modern dan
kolonial Belanda, serta mempertimbangkan aspek lingkungan, budaya, dan kebutuhan pengguna.
Metode perancangan meliputi analisis kapasitas pengunjung, studi preseden, dan pemilihan
tapak strategis di Jl. Kapten Pierre Tendean. Hasilnya, bangunan ini dirancang dengan tata ruang
efisien, aksesibilitas inklusif bagi disabilitas, serta fasilitas lengkap seperti area kuliner, retail oleholeh,
ruang
interaksi
sosial,
dan
ruang
terbuka
hijau.
Desain
bangunan
juga
memanfaatkan
material
lokal
dan
sistem
utilitas
berkelanjutan
untuk
mendukung
kenyamanan
pengunjung
dan
kelestarian
lingkungan.
Diharapkan, pusat ini dapat menjadi ikon baru yang memperkuat identitas budaya Semarang,
meningkatkan daya tarik wisatawan, serta mendukung perekonomian lokal melalui pemberdayaan
UMKM
“ROBOTIC PARK SEMARANG”
Perkembangan teknologi robotik yang semakin pesat membuka peluang besar untuk
menciptakan ruang publik yang mampu mendekatkan masyarakat dengan dunia teknologi secara
menyenangkan. Robotic Park Semarang dirancang sebagai pusat edukasi dan rekreasi yang
menghadirkan pengalaman langsung dalam menjelajahi berbagai bentuk dan fungsi robot. Desain
bangunan mengusung tema futuristik, yang tampak dari bentuk arsitektur, penggunaan material
modern, serta atmosfer interaktif yang memicu rasa ingin tahu. Selain itu, pendekatan
berkelanjutan diterapkan melalui pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya dan strategi
desain hemat energi, agar bangunan tidak hanya canggih secara teknologi tetapi juga ramah
lingkungan. Lokasi tapak dipilih di Kecamatan Mijen, yang dinilai strategis dan memiliki potensi
pengembangan kota. Melalui kombinasi fungsi pameran, kursus robotik, workshop, dan arena
kompetisi, proyek ini tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang
belajar terbuka yang mendorong tumbuhnya inovasi sejak usia dini. Robotic Park diharapkan
menjadi ikon baru di Semarang yang menggabungkan semangat teknologi masa depan dengan
kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan