12755 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT SEMARANG TENTANG KELOMPOK PENGHAYAT KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA DALAM MENJAGA KOEKSISTENSI DAMAI
Persepsi adalah cara pandang seseorang terhadap sesuatu atau menyampaikan pemahaman hasil olahan daya pikir, artinya persepsi berkaitan dengan faktor-faktor eksternal yang direspon melalui panca indra, daya ingat, dan daya jiwa. Persepsi ini juga muncul terkait agama lokal yaitu penghayat kepercayaan. Munculnya berbagai persepsi tentang penghayat kepercayaan belum tentu mewujudkan suatu koeksistensi damai. Koeksistensi damai dilaksanakan dengan tujuan untuk hidup bersama dengan saling menghormati perbedaan tiap kelompok dan menyelesaikan konflik antar kelompok tanpa kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Semarang tentang penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam mempertahankan koeksistensi damai. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua persepsi masyarakat tentang Penghayat Kepercayaan itu adalah persepsi negatif, bahkan mereka merasa tidak masalah dengan adanya Penghayat Kepercayaan dalam hidup berkeyakinan dan bermasyarakat demi mempertahankan koeksistensi damai. Penghayat Kepercayaan banyak mendapatkan persepsi positif terkait hak administrasi negara, hak berkeyakinan dalam lingkungan, dan hak terkait sikap Penghayat Kepercayaan karena dapat membuktikan melalui tindakan dan usaha yang dilakukan secara aktif sehingga dirinya tidak sepenuhnya seperti yang dikatakan oleh masyarakat sebelumnya.
Kata kunci: persepsi masyarakat, penghayat kepercayaan, koeksistensi damai
KASIH TIKA (KATAKAN ISI HATIMU DENGAN KARTU): PERMAINAN KARTU UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI SISWA SMP X
SMP X merupakan sekolah yang memiliki banyak prestasi,
namun terdapat beberapa siswa yang mengalami permasalahan
kompleks yaitu masalah dalam keluarga, self harm, keinginan bunuh diri,
dan sebagainya. Masalah yang dialami siswa-siswa tersebut disebabkan
karena mereka tidak bisa mengungkapkan permasalahannya pada orang
lain. Oleh karena itu, tim PKM-PM merancang program bernama KASIH
TIKA (Katakan Isi Hatimu dengan Kartu) untuk membantu siswa
mengungkapkan permasalahannya sehingga kecerdasan emosi mereka
juga meningkat. Partisipan dari penelitian ini adalah siswa kelas 8 Tahun
Ajaran 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada
atau tidaknya pengaruh permainan KASIH TIKA dalam meningkatkan
kecerdasan emosi siswa SMP X. Melalui analisis data Wilcoxon Matched
Pairs Test pada lembar pre-test dan post-test Schutte Emotional
Intelligence Scale (SEIS) dari 53 siswa, didapatkan nilai signifikansi
p=0.385>0.05 yang artinya hipotesis ditolak, yaitu tidak terdapat
pengaruh permainan kartu KASIH TIKA terhadap skor kecerdasan emosi
siswa SMP X. Terdapat 26 siswa yang mengalami peningkatan skor
kecerdasan emosi, 21 siswa mengalami penurunan skor, dan 3 siswa
dengan skor sama. Analisis dari lembar kerja bagian 1 dan 2 menunjukkan
menunjukkan peningkatan yang terjadi secara spesifik pada siswa yang
mengalaminya terlihat pada kemampuan berempati sebagai teman
bercerita, dan mengelola emosi
PENGARUH OMSET PENJUALAN, PERSEPSI PELAKU UMKM TENTANG PELAPORAN KEUANGAN DAN PEMAHAMAN AKUNTANSI TERHADAP PERSEPSI PENERAPAN SAK EMKM
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh omset penjualan, persepsi
pelaku umkm terhadap pelaporan keuangan, dan pemahaman akuntansi terhadap
persepsi penerapan SAK EMKM. Populasi pada penelitian ini adalah pelaku
UMKM di kecamatan Semarang Selatan yang berjumlah 1.013 UMKM. Metode
penentuan sampel menggunakan rumus slovin, diketahui bahwa sampel pada
penelitian ini adalah 91 EMKM. Metode analisa penelitian ini menggunakan uji
regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa
omzet penjualan, persepsi pelaku UMKM terhadap pelaporan keuangan, dan
pemahaman akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap implementasi
UMKM. Nilai Adjusted R Square (R2) sebesar 0,379 yang berarti 37,9% variasi
penerapan SAK EMKM dijelaskan oleh pemahaman akuntansi, persepsi pelaku
UMKM, dan pemahaman akuntansi
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Survei pada Komunitas Nissan New Terra Facelift)
Persaingan ketat dalam industri otomotif membuat para pelaku bisnis
berlomba-lomba untuk menciptakan sesuatu yang membuat konsumen merasa
yakin untuk memeilih produk yang ditawarkan dipasaran. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan
pembelian (survey pada komunitas Nissan terra facelift). Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan desain sampling non probability sampling
dan teknik purposive sampling. Adapun total responden dalam penelitian ini
sebanyak 96 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk
dan citra merek berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian di komunitas Nissan terra facelift. Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan diharapkan Nissan dapat terus mempertahankan atau bahkan
meningkatkan lagi kulitas produk dari produk yang ditawarkan dan juga
meningkatkan nilai dari segi citra merek agar konsumen dapat selalu merasa puas.
Kata kunci: kualitas produk, citra merek, keputusan pembelia
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA RELAWAN BENCANA KOTA SEMARANG
Bencana alam sudah menjadi satu dengan kehidupan manusia yang
kemunculannya tidak terencana sehingga tidak ada yang tahu kapan dan
dimana bencana itu akan terjadi. Keterlibatan individu dalam kegiatan
kemanusiaan memerlukan perilaku prososial bagi relawan dikarenakan
memiliki peran sangat penting dalam kegiatan sosial, dimana adanya peran
aktif individu dalam mendukung dan membantu individu lain yang
membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan
regulasi emosi dengan perilaku prososial terhadap relawan bencana Kota
Semarang. Manfaat penelitian ini diharapkan memberikan wawasan tentang
bagaimana regulasi emosi berhubungan dengan perilaku prososial. Populasi
pada penelitian ini adalah relawan bencana di Kota Semarang. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik purposive
sampling. Pengambilan data melalui formulir google (gform), dengan jumlah
114 partisipan relawan bencana Kota Semarang. Data analisis
menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho’, karena data berdistribusi tidak
normal. Pada hasil uji korelasi menunjukan korelasi sebesar 0,798 (p<0,01).
Maka dari itu terdapat hubungan sangat signifikan antara regulasi dengan
perilaku prososial. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan
antara regulasi emosi dengan perilaku prososial, hipotesis diterima. Artinya,
jika regulasi emosi tinggi maka semakin tinggi perilaku prososial. Begitu juga
sebaliknya, jika regulasi emosi rendah maka semakin rendah perilaku
prososial
HUBUNGAN WORK LIFE BALANCE DENGAN BURNOUT PADA PEGAWAI BANK PT. BPR BKK JAWA TENGAH DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance
dengan burnout pada pegawai Bank PT. BPR BKK Jawa Tengah di Kota
Semarang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya tuntutan
pekerjaan di sektor perbankan yang berpotensi menimbulkan burnout, yaitu
kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat tekanan kerja
berkepanjangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional
dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan
kepada 78 pegawai dengan masa kerja minimal dua tahun. Instrumen yang
digunakan terdiri atas skala burnout berdasarkan teori Maslach dkk. (2001) dan
skala work-life balance berdasarkan teori Greenhaus dkk. (2003). Data dianalisis
menggunakan uji Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil
analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara
work-life balance dan burnout (r = -0.731; p < 0.01), yang berarti semakin tinggi
tingkat work-life balance, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami
pegawai. Mayoritas responden menunjukkan work-life balance dalam kategori
rendah dan burnout dalam kategori sedang. Temuan ini mendukung pentingnya
keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi dalam upaya pencegahan
burnout, serta memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk menciptakan
lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan karyawan
PUSAT FESYEN TRADISIONAL DI KOTA SOLO
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis konsep arsitektur pusat fesyen
tradisional di Kota Solo, sebuah kota yang dikenal sebagai salah satu pusat budaya dan batik
di Indonesia. Pusat fesyen ini diharapkan menjadi ruang komersial sekaligus ikon budaya yang
mengakomodasi berbagai aktivitas terkait fesyen tradisional, khususnya pakaian tradisional,
batik, dan kain lurik khas Solo. Studi ini mengkaji karakteristik budaya lokal, pola interaksi
sosial, serta kebutuhan para pedagang dan pengunjung di tempat-tempat belanja tradisional
yang ada, seperti Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo (PGS), dan Kampung Batik Kauman.
Pendekatan perancangan menggunakan metode kualitatif dengan observasi lapangan dan studi
literatur. Hasil rancangan menampilkan tata ruang yang mengedepankan kemudahan akses,
keterpaduan fungsi, dan estetika budaya Jawa, dengan integrasi elemen tradisional dan modern
sebagai representasi identitas Kota Solo. Pusat fesyen ini diharapkan dapat menjadi destinasi
wisata belanja yang menarik sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya lokal melalui
arsitektur yang responsif terhadap konteks sosial dan lingkungan sekitar. Pusat Fashion
Tradisional di Kota solo ini direncanakan akan menggunakan pendekatan desain Arsitektur
Kontektual dan dengan gaya Arsitektur Tradisional Modern dalam penyelesaian masalahnya.
Arsitektur kontekstual diterapkan untuk mengadaptasi gaya atau langgam arsitektur yang ada
di lingkungan sekitar. Pendekatan yang akan diterapkan pada bangunan pusat fesyen
tradisional adalah pendekatan Arsitektur Etnik, yaitu mengintegrasikan elemen elemen
arsitektur etnik yang mencerminkan budaya lokal dapat memperkuat identitas bangunan
Effector Cytokine Profiles of Ex Vivo Expanded CTLs in Colorectal Cancer HCT-116 Cells Co-Culture Models
Background: Colorectal cancer (CRC) remains a major cause of cancer-related mortality worldwide, with limited benefit
from conventional therapies in advanced disease. Cytotoxic T lymphocytes (CTLs, CD8⁺ T cells) are critical mediators of
anti-tumor immunity, primarily through direct cytotoxicity and cytokine secretion. However, the dual roles of CTL-derived
cytokines, particularly interferon-γ (IFN-γ), tumor necrosis factor-α (TNF-α), and interleukin-6 (IL-6), in CRC progression
remain incompletely understood. This study aims to analyze the cytokine profile (IFN-γ, TNF-α, and IL-6) in a CTL–CRC cell
direct co-culture model. Methods: CD8⁺ T cells were isolated from peripheral blood mononuclear cells (PBMCs) of CRC
patients using magnetic negative selection and activated for 5 days with anti-CD3/CD28 beads and IL-2. Purity and viability
were assessed by flow cytometry and morphology. Activated CTLs were co-cultured with the HCT116 CRC cell line at
effector-to-target (E:T) ratios of 1:1, 5:1, and 10:1 under direct contact for 48 h. Supernatants were collected and cytokine
levels (IFN-γ, TNF-α, and IL-6) were quantified using validated sandwich ELISA kits. Results: Direct co-culture with HCT116
cells significantly increased cytokine secretion in an E:T ratio-dependent manner. IFN-γ secretion rose from 3044.6±120
pg/mL at 1:1 to 4882.1±198 pg/mL at 5:1, plateauing thereafter. TNF-α levels remained relatively constant (628.6±67 pg/mL
at 1:1 vs. 674.0±91 pg/mL at 10:1). IL-6, nearly undetectable at 1:1 (0.4±0.1 pg/mL), increased dose-dependently to 5.1±0.9
pg/mL at 10:1. Conclusion: Ex vivo expanded CTLs from CRC patients exhibit a distinct cytokine secretion profile
characterized by robust IFN-γ release, stable TNF-α production, and a dose-dependent increase in IL-6 across different
effector-to-target ratios