12755 research outputs found
Sort by
SEKOLAH KHUSUS OLAHRAGA SEPAK BOLA DI KOTA SEMARANG
Sekolah Khusus Olahraga Sepak Bola di Kota Semarang adalah lembaga pendidikan yang
dirancang khusus untuk mengembangkan bakat dan keterampilan para siswa dalam bidang sepak
bola. ini mengedepankan kurikulum akademik dengan program pelatihan sepak bola yang intensif,
sehingga para siswa dapat mengejar prestasi akademis sekaligus meningkatkan kemampuan mereka
dalam olahraga sepak bola. Proyek akhir ini bertujuan untuk merancang Sekolah Khusus Olahraga
sepakbola di Kota Semarang, Sekolah ini dirancang untuk mengasah bakat atlet/siswa dalam sepak
bola melalui kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan program pelatihan
intensif non formal dan diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan talenta muda dalam bidang
sepakbola. Proposal ini juga mengusulkan kebutuhan desain untuk pengguna saat ini menyediakan
fasilitas penunjang formal dan non-formal bagi siswa seperti sekolah, lapangan sepakbola, asrama,
gym area, dan kantor administrasi. yang menerapkan konsep smart building untuk menciptakan
lingkungan yang efisien, aman, dan nyaman bagi seluruh penggunanya. Fasilitas ini nantinya akan
diletakkan pada Gedung Sekolah sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pengguna dan
kebutuhan spesifik atlet untuk mendukung efisiensi dan efektivitas pelatihan. Dengan adanya
Sekolah Khusus Olahraga dan kebutuhan fasilitas ini, para atlet bisa berlatih lebih efektif dan
nyaman serta tampil lebih baik
PUSAT AKULTURASI BUDAYA DI KOTA SEMARANG
Perkembangan budaya di Indonesia telah mengalami masa pasang surut, begitu banyak
budaya yang telah ditinggalkan nenek moyang terdahulu kita. Hal tersebut yang menjadikan Bangsa
Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya, namun seiring berjalannya waktu, budaya
tersebut telah luntur tergantikan dengan budaya asing yang masuk akibat efek globalisasi sehingga
menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat modern. Selain globalisasi, ada faktor lain
seperti perdagangan dunia yang menyebabkan budaya asing dapat masuk ke Indonesia. Akibat
interaksi tersebut menimbulkan adanya proses pencampuran budaya asing yang masuk ke dalam
suatu daerah tersebut dengan budaya asli dari daerah tersebut atau bisa kita sebut sebagai akulturasi
budaya.
Kota Semarang merupakan salah satu kota pusat perdagangan dan pelabuhan utama di
Indonesia yang telah menjadi tempat pertemuan berbagai budaya selama berabad-abad. Hal ini
menjadikan kota Semarang sebagai salah satu kota dengan dinamika akulturasi yang paling kaya di
Indonesia. Akulturasi budaya antara etnis Tionghoa, Jawa, dan Arab di Semarang menciptakan
sebuah mosaik kebudayaan yang unik dan kaya. Proses akulturasi ini tercermin dalam berbagai
aspek kehidupan masyarakat, termasuk arsitektur, kuliner, bahasa, dan tradisi keagamaan. Akulturasi
ini tidak hanya memperkaya budaya Semarang, tetapi juga menciptakan harmoni dan toleransi antar
komunitas yang berbeda.
Studi tentang akulturasi di Semarang memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai
bagaimana interaksi budaya dapat membentuk identitas suatu kota dan memberikan kontribusi positif
terhadap kohesi sosial serta bagaimana dua budaya yang berbeda dapat melebur menjadi suatu
budaya baru tanpa menghilangkan budaya asli. Untuk menampung studi mengenai akulturasi budaya
dan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, maka diperlukan adanya pembangunan
Pusat Kajian Akulturasi Budaya di Kota Semarang.
Dalam merencanakan bangunan Pusat Kajian Akulturasi Budaya yang merupakan bangunan
fasilitas pelayanan publik di tengah kota juga memiliki kendala yaitu masalah penghawaan pada
iklim daerah tropis. Oleh karena itu, untuk mendapatkan bangunan Pusat Kajian Akulturasi Budaya
baik, nyaman dan estetis, maka digunakan tampilan bangunan Arsitektur Tropis dengan
menggunakan pendekatan arsitektur ikonik. Melalui pendekatan ini, bangunan dapat menyesuaikan
dengan lingkungan Kota Semarang dan dapat diterima oleh masyarakat asli Kota Semarang karena
mengingat bagaimana budaya asli Kota Semarang sebelum banyak budaya asing yang masuk
ARSITEKTUR DIGITAL BERBASIS FENG SHUI: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM DESAIN MASA DEPAN
Arsitektur digital telah merevolusi cara desain dan perencanaan bangunan dilakukan, memungkinkan pendekatan yang lebih presisi dan adaptif terhadap berbagai faktor, termasuk Feng Shui. Prinsip Feng Shui, yang berfokus pada keseimbangan energi dalam ruang, dapat diintegrasikan dengan teknologi digital untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital, seperti Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (AI), dan simulasi parametrik, dapat diterapkan dalam desain berbasis Feng Shui. Metode penelitian yang digunakan Metode Kualitatif deskriptif-eksploratif meliputi analisis literatur, studi kasus, serta simulasi digital untuk mengevaluasi efektivitas integrasi teknologi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan digital dapat meningkatkan akurasi dalam penerapan prinsip Feng Shui, mempercepat proses desain, serta memungkinkan analisis energi ruang yang lebih mendalam. Dengan demikian, arsitektur digital berbasis Feng Shui menawarkan pendekatan holistik dalam perancangan ruang masa depan yang selaras dengan alam dan teknologi
ARSITEKTUR BAMBU DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN VR DAN AR DALAM VISUALISASI DAN SIMULASI DESAIN
Arsitektur bambu semakin mendapat perhatian di era digital sebagai solusi konstruksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Bambu memiliki keunggulan dalam ketersediaan, kekuatan, dan fleksibilitas, menjadikannya alternatif material bangunan yang efisien. Namun, tantangan dalam perencanaan dan konstruksi bambu, seperti kompleksitas struktur dan ketahanan material, membutuhkan pendekatan desain yang lebih canggih. Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) menjadi alat penting dalam memvisualisasikan dan mensimulasikan desain arsitektur bambu secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan VR dan AR dapat meningkatkan akurasi desain, efisiensi konstruksi, dan pengalaman pengguna dalam arsitektur bambu. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, eksperimen dengan perangkat lunak berbasis VR dan AR, serta analisis komparatif terhadap model konvensional dan berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan VR dan AR dapat meningkatkan pemahaman terhadap struktur bambu, mempermudah evaluasi desain sebelum konstruksi, serta mengurangi risiko kesalahan perencanaan. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dalam arsitektur bambu tidak hanya mempercepat proses desain, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan dan efisiensi dalam industri konstruksi
ANALISIS PETA KAWASAN POTENSI DAMPAK MUDFLOW DI DESA CIBENDA, KECAMATAN CIPONGKOR, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Mudflow merupakan salah satu bentuk pergerakan tanah yang dapat mengakibatkan
kerugian signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Mudflow sering
dipicu oleh faktor alam seperti curah hujan tinggi, kemiringan lereng, gempa bumi,
atau aktivitas vulkanik, yang menyebabkan pelarutan dan pengangkutan material di
permukaan atau lereng bukit. Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten
Bandung Barat memiliki kemiringan lereng 24,2 % yang tergolong lereng curam.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai parameter reologi tanah, yaitu
yield stress dan viskositas. Parameter yield stress menunjukkan tegangan minimum
untuk memulai aliran, sementara viskositas mencerminkan kekentalan suatu cairan.
Variasi indeks kecairan atau liquidity index dengan rentang 0,8 hingga 1,2 diuji
untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang perilaku tanah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tanah di lokasi kejadian didominasi oleh clay
(56,01%) dengan karakteristik lempung plastis tinggi (CH). Nilai batas cair (LL)
adalah 74, nilai batas plastis (PL) sebesar 31,1 dan nilai indeks plastisitas (PI)
sebesar 42,8. Nilai kadar air rata-rata adalah 20,72%, dengan nilai Gs sebesar 2,62.
Analisis menunjukkan hubungan antara kadar air dengan yield stress dan viskositas,
yang memengaruhi dinamika aliran Mudflow. Analisis hidrograf menggunakan
bantuan aplikasi DigXY dan Autocad untuk mengetahui debit puncak 58,9 m³/s,
dengan simulasi selama 3 jam. Simulasi HEC-RAS menunjukkan luas terdampak
sebesar 42.066 m², panjang aliran 454 m, lebar aliran 492 m dan flow depth area
deposisi 3,48 m. Hasil tersebut di verifikasi keakuratannya dengan Laporan
Penyelidikan Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (2024) yang
menyebutkan luas terdampak 43.232 m², panjang aliran 586 m serta waktu kejadian
selama 3 jam. Peta bahaya disusun menggunakan perangkat lunak HEC-RAS,
dengan data topografi dari ArcGIS, menggambarkan tiga zona risiko. Zona dengan
potensi tinggi (merah) memiliki pergerakan tanah akibat Mudflow sebesar 1,1–2
meter. Zona transisi (oranye) memiliki potensi sedang, dengan pergerakan tanah
sebesar 0,5–1,1 meter. Sementara itu, zona aman (kuning) hanya mengalami
pergerakan tanah sebesar 0–0,5 meter
ASAS PERLINDUNGAN DALAM PENGATURAN PENGGUNAAN GANJA SEBAGAI OBAT DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA
Pemanfaatan ganja sebagai obat telah banyak digunakan di dunia medis. Biasanya
digunakan dalam bentuk racikan obat untuk diberikan kepada pasien yang
melakukan pengobatan anoreksia dan gejala perilaku pasien demensia. Selain itu
ganja banyak digunakan sebagai analgesic yang diberikan pada pasien mengidap
penyakit gangguan neuorologis, namun di Indonesia penggunaan ganja untuk
keperluan medis masih menjadi sesuatu yang di anggap tidak baik dan bahkan pada
Undang-Undang Narkotika karena ganja termasuk narkotika golongan 1 yang
dilarang sebagai obat dalam pelayanan Kesehatan.
Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang
asas perlindungan dalam pengaturan penggunaan ganja sebagai obat dalam
pelayanan kesehatan di Indonesia, dan untuk mendapatkan gambaran tentang
pengaturan penggunaan ganja sebagai obat dalam pelayanan kesehatan di
Indonesia.
Metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
yuridis normatif, data sekunder dalam penelitian ini melalui studi kepustakaan
yang mencakup 3 (tiga), yakni bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan
bahan hukum tersier, dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan State approach atau pendekatan perundang-undangan untuk
menjawab rumusan masalah.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pengaturan secara khusus
tentang penggunaan ganja sebagai obat belum ada. Secara umum dapat dilihat
ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,
namun demikian Undang-Undang ini menetapkan ganja sebagai narkotika
golongan I, asas perlindungan belum dijadikan landasan dalam pembentukan
peraturan penggunaan ganja medis maupun dalam pelayanan kesehatan bagi pasien
yang membutuhkan ganja untuk pengobatan. Oleh karena itu perlindungan bagi
orang yang membutuhkan penggunaan ganja sebagai obat belum terwujud. Bahkan
menurut UU Narkotika, penggunaan ganja sebagai obat dikategorikan sebagai
tindak pidana. Maka perlu dilakukan berbagai Langkah-langkah untuk mendukung
legalisasi penggunaan ganja sebagai obat dengan syarat yang tepat dan penggunaan
yang terbatas
TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN FREIGHT FORWARDING DALAM HAL TERJADI KERUGIAN PENGIRIM BARANG PADA PENGANGKUTAN LAUT (Studi Kasus: PT. Rimo Transport Expressindo)
Dalam pengangkutan laut yang melibatkan perantara yang disebut eskpeditur
atau freight forwarding, sering kali terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian
pada pengirim barang, terutama yang disebabkan oleh freight forwarding. Oleh
karena itu freight forwarding harus bertanggung jawab sebagaimana diatur didalam
Pasal 87 dan Pasal 88 KUHD, namun dalam prakteknya, tanggung jawab tersebut
seringkali tidak dilakukan. Perumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini
adalah: (1) Bagaimana pengaturan tanggung jawab perusahaan freight forwarding
dalam hal terjadi kerugian pengirim barang pada pengangkutan laut. (2) Bagaimana
pelaksanaan tanggung jawab PT. RTE dalam hal terjadi kerugian pengirim barang
pada pengangkutan laut. (3) Apa hambatan pelaksanaan tanggung jawab PT. RTE
dalam hal terjadi kerugian pengirim barang pada pengangkutan laut. Penelitian ini
bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh
melalui studi kepustakaan dan wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif.
Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji tanggung jawab perusahaan freight
forwarding terhadap kerugian pengirim dalam pengangkutan laut, dengan studi
kasus pada PT. Rimo Transport Expressindo (RTE).
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan tanggung
jawab perusahaan freight forwarding dalam hal terjadi kerugian pengirim barang
pada pengangkutan laut didasarkan pada perjanjian perdata antara para pihak serta
ketentuan dalam Pasal 87 dan 88 KUHD. Pelaksanaan tanggung jawab PT. RTE
dalam hal terjadi kerugian pengirim barang pada pengangkutan laut tidak sesuai
dengan ketentuan Pasal 87 dan 88 KUHD, pada akhirnya, pelaksanaan tanggung
jawab tetap bergantung pada kesepakatan yang dibuat antara kedua belah pihak.
Hambatan pelaksanaan tanggung jawab PT. RTE dalam hal terjadi kerugian pada
pengangkutan laut disebabkan oleh faktor internal yaitu pengirim tidak memahami
konsep force majeure, pengirim tidak mengasuransikan barangnya, keterbatasan
armada PT. RTE. Faktor eksternal yaitu tidak adanya undang-undang yang
mengatur secara jelas terkait tanggung jawab freight forwarding dan pihak vendor
trucking yang lalai dalam melaksanakan tugasnya
PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG POLIS ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 CABANG SEMARANG ATAS KETERLAMBATAN PEMBAYARAN KLAIM AKIBAT DEFAULT PERUSAHAAN
Perlindungan hukum bagi pemegang polis asuransi jiwa sangat diperlukan
untuk menjamin hak-hak pemegang polis, khususnya hak atas klaim yang diajukan.
Terlebih ketika perusahaan asuransi mengalami kegagalan atau default.
Penelitian ini membahas mengenai pengaturan dan pelaksanaan perlindungan
hukum bagi pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 cabang
Semarang atas keterlambatan pembayaran klaim yang diakibatkan karena default
perusahaan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis
sosiologis. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data
sekunder. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Analisis
data yang digunakan adalah kualitatif dengan cara menganalisis isi terhadap elemen
penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan bahwa pengaturan
perlindungan hukum bagi pemegang polis, khususnya pada saat mengajukan klaim
asuransi jiwa telah diatur secara komprehensif dalam Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Undang-Undang Nomor 40 Tahun
2014 tentang Perasuransian, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
69/POJK.05/2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Asuransi Syariah, dan Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah,
Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk
Usaha Bersama.
Pada pelaksanaannya, ketika terjadi keterlambatan pembayaran klaim akibat
default perusahaan, perlindungan hukum bagi pemegang polis belum dilaksanakan
secara maksimal. Hal ini disebabkan atas adanya pelanggaran Pasal 32 Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016 tentang Penyelenggaraan Usaha
Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, dan Perusahaan Reasuransi, dan
Perusahaan Reasuransi Syariah yang mewajibkan perusahaan asuransi memiliki
dukungan reasuransi, pelanggaran atas prinsip itikad baik dimana kurangnya
transparansi oleh AJB Bumiputera 1912 Cabang Semarang dalam menginformasikan
bentuk perusahaan, dan rendahnya inisiatif pemegang polis dalam menuntut haknya
baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi
STRATEGI MARKETING POLITIK CALON LEGISLATIF PDI PERJUANGAN DI 10 DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH MELALUI INSTAGRAM DAN FACEBOOK SELAMA KAMPANYE PEMILU 2024
PDI Perjuangan (PDIP) adalah partai yang para calon legislatifnya (caleg) berhasil
memenangkan Pemilu 2024. Jumlah kursi terbanyak diraih PDIP pada 10 daerah pemilihan
(dapil) di Jawa Tengah. Selama masa kampanye, caleg PDIP melakukan kegiatan
kampanye secara langsung dan tidak langsung. Kegiatan kampanye secara tidak langsung
melalui media sosial adalah metode kampanye terbaru yang merupakan bukti dari
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini menganalisis strategi
marketing politik caleg PDIP selama masa kampanye Pemilu 2024 melalui Instagram dan
Facebook dengan menggunakan teori . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan penyajian data deskriptif dan metode riset studi kasus. Data dikumpulkan melalui
dokumentasi dan wawancara semi terstruktur. Lalu analisis data dilakukan melalui tiga
tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa strategi marketing politik dari caleg PDIP menggunakan lima kategori
dari konsep marketing politik, yaitu pull marketing, push marketing, product, promotion,
dan place. Caleg PDIP menggunakan pull marketing untuk melakukan kampanye secara
tidak langsung melalui Instagram dan Facebook. Kemudian push marketing untuk
melakukan kampanye secara langsung namun didokumentasikan dan diunggah ke
Instagram dan Facebook. Lalu caleg PDIP merancang produk politik dalam bentuk
identitas dan pesan politik dengan menggunakan kategori product. Selanjutnya caleg PDIP
menggunakan promotion untuk mempromosikan program dan janji-janji kampanye
melalui Instagram dan Facebook. Selain itu caleg PDIP juga melakukan pemetaan dari
masyarakat dan tempat yang menjadi target kampanye menggunakan kategori place.
Dalam melakukan strategi marketing politik tersebut, caleg PDIP menggunakan fitur-fitur
dari Instagram seperti profil dan bio, unggahan foto dan video, caption, komentar, like, dan
hashtag serta fitur-fitur dari Facebook seperti unggah foto dan video. Sementara itu, media
sosial juga digunakan oleh caleg PDIP untuk mendapatkan fungsi media sosial yaitu, fungsi
identitas, berbagi, dan reputasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah caleg PDIP
menggunakan marketing politik untuk melakukan kampanye di Instagram dan Facebook
yang didukung dengan fungsi media sosial dan fitur-fitur dari Instagram dan Facebook
PENGARUH WAKTU PEMERAMAN TERHADAP FISIKOKIMIAWI, MIKROBIOLOGI, ORGANOLEPTIK DAN PROFIL SENYAWA AKTIF MINUMAN FERMENTASI TIMUN LOKAL (Cucumis sativus)
Minuman fermentasi timun adalah minuman yang dihasilkan dari fermentasi yeast
Saccharomyces cerevisiae menggunakan sari sayur timun, bukan anggur. Dua
faktor utama yang memengaruhi karakteristik minuman fermentasi sayur adalah
proses fermentasi dan jenis sari sayur yang digunakan. Proses fermentasi dapat
mengubah karakteristik minuman fermentasi sayur tersebut. Timun (Cucumis
sativus), yang merupakan varietas lokal dan populer di Indonesia, memiliki tingkat
konsumsi yang tinggi. Hal ini membuka peluang besar untuk pengolahan timun.
Salah satu produk olahan timun yang masih relatif jarang diproduksi dan
dieksplorasi adalah minuman fermentasi timun. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi dampak durasi fermentasi terhadap profil senyawa aktif dan sifat
fisikokimia minuman fermentasi timun, serta untuk menilai karakteristik dan
tingkat penerimaan sensorik minuman fermentasi timun. Penelitian ini melibatkan
pembuatan minuman fermentasi timun melalui proses fermentasi, di mana
minuman fermentasi timun tersebut diperam selama 0 minggu (0M), 2 minggu
(2M), dan 4 minggu (4M). Setelah periode pemeraman, dilakukan analisis terhadap
profil senyawa aktif, sifat fisikokimia, mikrobiologi, dan pada pemeraman 4
minggu dilakukan analisis karakteristik sensoriknya. Profil senyawa aktif minuman
fermentasi timun dianalisis menggunakan uji GC-MS. Untuk karakteristik
fisikokimia, dilakukan pengujian terhadap warna, kekeruhan, pH, kadar gula (brix),
gula total, etanol, aktivitas antioksidan, SO2, dan tanin. Uji mikrobiologi mencakup
pengujian TPC dengan media MRSA + CaCO3 1%, pewarnaan gram untuk
mendeteksi Lactobacillus dan Pediococcus, serta uji GC-MS untuk keberadaan
Brettanomyces. Selain itu, uji sensori dilakukan menggunakan uji organoleptik
hedonik dan deskriptif pada 25 panelis tidak terlatih yang telah dipilih. Analisis data
fisikokimiawi akan dilakukan dengan SPSS menggunakan uji One Way ANOVA,
diikuti uji post hoc Games-Howell, serta uji korelasi dengan Spearman. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa durasi pemeraman mempengaruhi profil senyawa
aktif dalam hal jumlah, jenis, dan kandungan senyawa. Ethanol adalah senyawa
yang paling dominan dalam minuman fermentasi timun. Selain itu, lama
pemeraman juga berdampak pada karakteristik fisikokimiawi minuman fermentasi
timun, di mana proses pemeraman yang lebih lama meningkatkan aktivitas
antioksidan, kadar gula total, dan etanol, namun menurunkan nilai kekeruhan, pH,
kadar gula (brix), dan kadar SO2. Selain itu, terjadi perubahan pada nilai L*, a*, b*,
dan kadar tanin. Pada analisis mikrobiologi, bakteri Lactobacillus dan Pediococcus
tidak terdeteksi pada media MRSA + CaCO3 1%, dan fungi Brettanomyces juga
tidak ditemukan pada minuman fermentasi timun yang diperam selama 4 minggu.
Melalui uji sensorik, diketahui bahwa 56% panelis menyukai minuman fermentasi
timun yang diperam selama 4 minggu (4M), dengan sekitar 50% panelis menyukai
setiap parameter yang diuji. Panelis menggambarkan bahwa minuman fermentasi
timun pemeraman 4 minggu (4M) memiliki warna hijau muda bening, rasa dan
aroma alkohol yang dominan, namun tetap mempertahankan rasa dan aroma khas
timun, memiliki rasa asam dengan tingkat kemanisan yang cukup, serta memiliki
body ringan (light) dan aftertaste yang bertahan cukup lama di mulut