12755 research outputs found
Sort by
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL DALAM PERILAKU PENGEMBANGAN DIRI SELF REWARD DI COFFEE SHOP MELALUI KAJIAN PERSPEKTIF TEORI DISONANSI KOGNITIF (STUDI KASUS MAHASISWA GENERASI Z UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG)
Fenomena self-reward menjadi bagian dari gaya hidup Generasi Z, termasuk di
kalangan mahasiswa yang kerap memanfaatkannya sebagai sarana meredakan stres,
meningkatkan produktivitas, atau memberi apresiasi pada diri sendiri. Penelitian ini
bertujuan memahami perilaku self-reward mahasiswa Universitas Katolik
Soegijapranata Semarang di coffee shop, dengan menelaahnya melalui perspektif
komunikasi intrapersonal dan teori disonansi kognitif. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif dengan teknik snowball sampling untuk memilih
mahasiswa aktif yang terlibat dalam berbagai kegiatan kampus maupun luar
kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan mengaitkan proses
komunikasi intrapersonal dan dinamika pengambilan keputusan konsumtif. Hasil
penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna self-reward yang tidak lagi
semata dipahami sebagai apresiasi atas pencapaian, melainkan sebagai penghargaan
terhadap proses menuju pencapaian tersebut. Pergeseran ini menciptakan rasa
nyaman yang dapat mendorong perilaku impulsif dan berulang, sehingga memicu
disonansi kognitif ketika bertentangan dengan prinsip hidup hemat. Temuan ini
juga mengungkap bahwa coffee shop bukanlah faktor penentu utama perilaku selfreward,
melainkan hanya medium yang dipilih. Faktor kunci terletak pada
kemampuan refleksi diri, regulasi emosi, dan kesadaran dalam mengendalikan
perilaku konsumtif. Penelitian ini menegaskan bahwa self-reward berbeda dari
konsumsi biasa karena pemaknaannya bersifat personal dan kontekstual, sejalan
dengan konsep open context Mick & DeMoss (1990). Implikasi temuan ini
memberi wawasan bagi mahasiswa dalam mengelola self-reward secara bijak serta
menjadi rujukan bagi pelaku usaha coffee shop dalam memahami perilaku
konsumen mahasiswa
GAME DRIVE SMART SEBAGAI ALAT EDUKASI AMAN BERKENDARA BERBASIS BEHAVIOR TREE
Dengan meningkatnya prevalensi kecelakaan terkait kesadaran lalu lintas yang
rendah, diperlukan teknik edukasi yang interaktif dan efisien. Dalam penelitian ini,
dibuat sebuah game simulasi bernama Drive Smart yang diaplikasikan dengan
artificial inteligence Behaviour Tree (BT) sebagai tujuan studi ini. Game ini
diprogram dengan Unity 3D untuk mengukur perilaku pengemudi termasuk
penggunaan indikator (lampu sein), kecepatan, dan kepatuhan lampu merah. Proses
pengembangan menggunakan model Waterfall dan pengujian dilakukan
menggunakan kuesioner model Unified Theory of Acceptance and Use of
Technology (UTAUT). Berdasarkan analisis, diperoleh bahwa Perfomance
Expectancy (PE) secara signifikan memengaruhi Behaviour Intention (BI). Begitu
juga dengan Effort Expectancy (EE) secara signifikan memengaruhi Behaviour
Intention (BI). BT diketahui berhasil untuk kontrol umpan balik interaktif atas
tindakan pengguna.
Kata Kunci : artificial intelligence, behavior tree, game edukasi, keselamatan
lalu lintas, simulasi berkendara
ANALISIS SISTEM JAMINAN KEAMANAN DAN MUTU PANGAN BERDASARKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK PENGOLAH IKAN BANDUNG DARI KLASTER BANDENG DI KOTA SEMARANG
Penjaminan mutu keamanan pangan adalah rangkaian proses dan usaha yang dilakukan
dalam rangka memastikan bahwa produk pangan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi
manusia dan memenuhi persyaratan standar mutu keamanan pangan yang ditetapkan.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2019 tentang Persyaratan dan
Tata Cara Penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) menjelaskan bahwa
penjaminan mutu keamanan pangan adalah untuk memastikan mutu dan keamanan hasil
perikanan yang diproduksi telah memenuhi standar yang ditetapkan. SKP (Sertifikat
Kelayakan Pengolahan) adalah dokumen yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada
pengolah hasil perikanan yang melakukan usaha perikanan yang telah menerapkan Good
Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Operating Standar Procedure (SSOP).
Klaster bandeng di Kota Semarang adalah kelompok pengolah bandeng yang memiliki
anggota sebanyak 52 orang. Anggota klaster bandeng yang memiliki SKP berjumlah 13
orang dengan kategori A, B, C dan 39 orang belum memiliki SKP. Tujuan penelitian adalah
untuk mengetahui mengapa hanya sebagian kecil dari anggota klaster bandeng di Kota
Semarang yang termovitasi mendapatkan SKP, dan sejauh mana faktor pengetahuan, sikap
dan tindakan mendorong atau menghambat penerapan GMP dan SSOP di klaster tersebut.
Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dengan obyek penelitian semua anggota klaster
bandeng. Metode penelitian yang dipilih adalah survai melalui wawancara dan Forum
Group Discussion (GFD) dan pengamatan langsung dan studi pustaka. Hasil penelitian
adalah terdapat ketidakselarasan tingkat pengetahuan, sikap dan praktik keamanan pangan
anggota klaster bandeng di Kota Semarang, dimana tingkat pengetahuan dan sikap
keamanan pangan termasuk dalam kategori sedang sedangkan tingkat praktik keamanan
pangan termasuk dalam kategori rendah.
Kata kunci: penjaminan mutu keamanan pangan, SKP, klaster bandeng, tingkat
pengetahuan, sikap, praktik
ASOSIASI ANTARA BANGKITAN LIMBAH ROTI TAWAR DENGAN JEJAK KARBONNYA : STUDI KASUS PADA KONSUMEN DI PURI MEDITERANIA SEMARANG
Di Indonesia, konsumsi roti diprediksi berubah dari sekedar kudapan menjadi
alternatif nasi dan mi sebagai sumber karbohidrat. Namun demikian, rantai pasok
roti menghasilkan limbah yang signifikan dan terpusat pada tahap rumah tangga.
Rumah tangga kerap membuang roti begitu saja karena belum memiliki
kemampuan dan fasilitas mengolah limbah. Hal ini pun dapat mempengaruhi jejak
karbon. Semakin tinggi limbah roti yang dihasilkan, dampak lingkungannya
semakin tinggi pula. Penelitian ini bertujuan mengkaji perilaku konsumsi roti tawar
di Perumahan Puri Mediterania (PM) Semarang dan asosiasinya dengan bangkitan
limbah serta jejak karbon sebagai dampak lingkungan, beserta kehilangan ekonomi
dan nutrisi yang ditimbulkan. Penelitian juga mengkaji pengetahuan, sikap, dan
praktik dari konsumen. Data dikumpulkan melalui tiga bagian menggunakan
kuesioner karakteristik rumah tangga, kuesioner Knowledge, Attitude, and Practice
(KAP), dan waste diary. Asosiasi diuji menggunakan Spearman. Hasil pada 44
rumah tangga menunjukkan, limbah roti tawar sebesar 0,146 kg/orang/tahun atau
0,547 kg/rumah tangga/per tahun. Bangkitan limbah hanya dipengaruhi oleh
anggaran konsumsi rumah tangga (p=0,015, p<0.05) dan frekuensi pembelian
produk (p=0,042, p<0,05). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan praktik
maupun pengetahuan dan sikap. Hanya sikap yang memengaruhi praktik (p=0,009,
p<0,05). Limbah juga menimbulkan kehilangan nutrisi sebesar 30,18 kalori/hari
dan kehilangan ekonomi sebesar Rp 19.302/bulan. Jejak karbon dari rantai pasok
produk sebesar 1,18 kg CO2/kg product. Sumbangan emisi terbesar dihasilkan dari
tahap manufaktur
PAPARAN MIKROPLASTIK MELALUI KONSUMSI AIR MINUM: STUDI KASUS PADA KARYAWAN PT. LONG RICH INDONESIA
Penurunan pada kualitas dan kuantitas air bersih dan air minum sangat dipengaruhi
oleh kerusakan lingkungan hidup yang kini semakin parah, hal ini diakibatkan
karena banyaknya sampah yang menumpuk tidak hanya di perkotaan tapi juga di
perairan. Sampah merupakan masalah yang sangat serius bagi masyarakat di dunia
saat ini. Salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan di perairan adalah sampah
plastik. Plastik merupakan kemasan yang banyak digunakan dalam berbagai sektor
kehidupan. Penggunaan plastik banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki
banyak keunggulan mulai dari harganya yang ekonomis, tahan lama atau tidak
mudah rusak, ringan serta mudah untuk didapat. Akan tetapi, setelah tidak terpakai
lagi seluruh plastik tersebut akhirnya menjadi limbah yang terakumulasi di
alam.Manusia memerlukan asupan air yang cukup untuk memenuhi kesehatan
tubuhnya, yaitu sekitar 1–2,5 Liter atau 6–8 gelas setiap hari. World Health
Organization mencatat bahwa manusia setidaknya mengkonsumsi 2 hingga 3 liter
air minum per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui estimasi paparan
mikroplastik melalui air minum yang dikonsumsi karyawan PT. Long Rich
Indonesia. Data konsumsi air minum karyawan diambil melalui respons dari
pertanyaan kuesioner dan data konsentrasi partikel mikroplastik didapat melalui
pencarian penelitian terdahulu yang meneliti konsentrasi partikel mikroplastik pada
air minum khususnya pada air minum dalam kemasan galon, air minum dalam
kemasan botol sekali pakai dan air minum dari PDAM. Paparan partikel yang
dikonsumsi harian oleh 304 responden dengan asumsi volume air minum memiliki
rata-rata sebesar 58 partikel dari air galon, 3.008 partikel dari air minum dalam
kemasan, dan 357 partikel dari air PDAM. Sedangkan paparan partikel mikroplastik
yang dikonsumsi setiap tahunnya per orang mencapai 21,35 x10³ partikel dari air
galon, 1,10 x 10⁶ partikel dari AMDK dan 130,22 x 10³ partikel dari PDAM.
Penelitian ini menunjukkan paparan seluruh responden paling tinggi didapatkan
dari konsumsi AMDK yang sekitar 8 kali lebih tinggi daripada air dari PDAM dan
51 kali lebih tinggi daripada air galon. Hal ini menguatkan bahwa pilihan jenis air
minum menjadi sangat penting dan konsumsi air AMDK memberikan risiko
paparan mikroplastik yang lebih besar karena kandungan mikroplastiknya yang
lebih tinggi dibandingkan jenis air lainnya. Konsumsi air minum harian oleh
responden laki-laki memiliki rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan responden
perempuan, serta berbanding lurus dengan rata-rata paparan mikroplastik bagi
responden laki-laki dan perempuan. Rata-rata paparan partikel mikroplastik
tahunan responden sebesar 1,25 x 10⁶ ± 755,65 x 10³ partikel per tahun
HUBUNGAN ANTARA RELASI TEMAN SEBAYA DAN KEMATANGAN EMOSI PADA TARUNA PELAYARAN
Kematangan Emosi adalah situasi ketika individu mampu mengontrol emosi dan
mengekspresikannya secara lebih bijak dan efektif. Salah satu faktor yang
mempengaruhi kematangan emosi individu yaitu relasi teman sebaya. Tujuan dari
penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara Relasi Teman
Sebaya dan Kematangan Emosi pada Taruna Pelayaran. Penelitian ini
merumuskan hipotesis bahwa terdapat hubungan yang positif antara Relasi Teman
Sebaya dan Kematangan Emosi pada Taruna Pelayaran. Alat ukur yang digunakan
yaitu Skala Kematangan Emosi berjumlah 19 item dan Skala Relasi Teman Sebaya
berjumlah 29 item yang disebarkan melalui google form dengan subjek penelitian
berjumlah 115 taruna. Penelitian menggunakan teknik analisis data Korelasi
Product Moment, diperoleh hasil p=0,000 (<0,05) dengan r=0,567 yang berarti
korelasinya positif dan kuat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis
diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang kuat antara Relasi Teman Sebaya
dan Kematangan Emosi pada Taruna Pelayaran.
Kata Kunci: relasi teman sebaya, kematangan emosi, taruna pelayara
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PEGAWAI SOEGIJAPRANATA CATHOLIC UNIVERSITY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan
transformasional dan (OCB) pada pegawai di Soegijapranata Catholic University
(SCU). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
korelasional. Sampel terdiri dari 119 responden yang merupakan dosen dan
tenaga kependidikan SCU, diperoleh melalui teknik purposive sampling berbasis
partisipasi sukarela yang disebarkan secara daring melalui email institusi.
Instrumen yang digunakan meliputi skala Multifactor Leadership Questionnaire
(MLQ) untuk mengukur kepemimpinan transformasional dan skala OCB
berdasarkan lima dimensi dari Organ (1988). Analisis data menggunakan uji
korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan
antara kepemimpinan transformasional dan OCB (r = 0,465; p < 0,05). Aspek
individualized consideration menunjukkan korelasi tertinggi terhadap OCB, diikuti
oleh intellectual stimulation, inspirational motivation, dan idealized influence.
Temuan ini memperkuat bukti bahwa gaya kepemimpinan transformasional,
khususnya yang memperhatikan kebutuhan
individu, berperan dalam
meningkatkan perilaku kerja extra-role di lingkungan perguruan tinggi. Hasil
penelitian diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan strategi
kepemimpinan dan peningkatan budaya kerja berbasis nilai-nilai kemanusiaan di
institusi pendidikan.
Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional, Organizational Citizenship
Behavio
HUBUNGAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA LAKI-LAKI
Mahasiswa merupakan individu yang berada pada tingkat
pendidikan tertinggi. Pada masa ini, banyak gangguan kesehatan
mental yang terjadi pada individu. Hal ini berdampak pada
kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan keterlibatan ayah dalam pengasuhan
dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Hipotesis
penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara keterlibatan
ayah dalam pengasuhan dengan kesejahteraan psikologis
mahasiswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini
adalah dengan menggunakan accidental sampling. Populasi
dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif berjenis kelamin laki-
laki di salah satu universitas swasta di Kota Semarang, memiliki
dan sedang tinggal bersama ayah. Alat ukur yang digunakan
dalam penelitian ini adalah adaptasi dari Ryff’s Psychological Well
Being Scale yang disusun oleh Ryff dan adaptasi dari Father
Involvement Scale (FIS) yang disusun oleh Finley dan Schwartz.
Total responden pada penelitian ini adalah 83 responden. Analisa
data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson. Hasil
dari Analisa data adalah terdapat hubungan positif antara
keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan kesejahteraan
psikologis mahasiswa laki-laki sebesar rxy = 0,386 dan taraf
signifikansi 0,00. Dengan demikian, hipotesis diterima.
Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis, Keterlibatan Ayah,
Mahasiswa Laki-lak
Customer Perspective Towards Secondhand Clothing and Its Impact on Customer's Loyalty: The Mediating Role of Customer Satisfaction
This research explores how customer perception of critical, hedonic, economic, and virtuosity could affect their satisfaction and ultimately lead to repurchase intentions. Many businesses are working on converting themselves into sustainable businesses to contribute to the circular economy. Green marketing is a method that business owners can use to help their businesses become sustainable. A quantitative Structural Equation Modelling (SEM) approach was used to investigate the relationship among the variables modeled. This study covered 125 respondents as primary data resources. Questionnaires designed on a 1-5 Likert scale were used to collect the data. The results show that critical and hedonic aspects insignificantly influence customer satisfaction when wearing thrift fashion