12755 research outputs found
Sort by
HILANGNYA RTH PRIVAT BERDAMPAK BANJIR
Ruang terbuka hijau (RTH) yang bersifat privat memiliki peran penting dalam
mengurangi risiko banjir di daerah perkotaan. Penelitian ini dilaksanakan di
Perumnas Bukit Beringin Lestari Blok A, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan
Ngaliyan, Kota Semarang, dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan RTH
privat dalam mengurangi air hujan yang melimpah, mengidentifikasi faktor-faktor
penyebab perubahan fungsi RTH menjadi bangunan atau area parkir, serta
mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya RTH privat.
Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi, kuesioner, dan studi dokumen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebanyak 52,22% warga tidak lagi memiliki RTH privat,
sebagian besar dialihfungsikan menjadi bangunan atau tempat parkir. Perhitungan
dilakukan menggunakan metode rasional dan rumus Horton yang menunjukkan
bahwa kapasitas tanah untuk menyerap air lebih rendah dibandingkan dengan
volume air hujan yang melimpah, sehingga meningkatkan risiko banjir di daerah
bawah. Meskipun kawasan penelitian belum pernah mengalami banjir secara
langsung, pemahaman masyarakat tentang fungsi RTH privat tergolong baik,
dengan 94,44% responden menyadari pentingnya RTH dalam mengurangi risiko
banjir. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi yang berkelanjutan dan
regulasi yang lebih ketat dalam menjaga keberadaan RTH privat sebagai bagian
dari strategi kota yang berkelanjutan
PERANCANGAN EKSIBISI HUTA BOLON SIMANINDO :SUPAYA
Banyaknya tempat wisata budaya di Pulau Samosir yang salah satunya adalah Museum Huta
Bolon Simanindo, Museum Huta Bolon Simanindo merupakan wisata budaya yang membahas
budaya masyarakat Suku Batak Toba. Namun masih kurangnya wisatawan dalam negeri dan luar
negeri Minimnya minat wisatawan yang berkunjung ke Museum Huta Bolon Simanindo.
Banyak anak muda yang dikenal dengan Gen-Z kurang mengetahui Museum Huta Bolon
Simanindo. Maka dari itu, Penulis membuat Perancangan Eksibisi Museum Huta Bolon
Simanindo: Upaya Menghidupkan Budaya Batak Toba di Samosir dengan tujuan
mempopulerkan Wisata Budaya yaitu Museum Huta Bolon Simanindo dan juga untuk
menghidupkan kembali Budaya Suku Batak Tob
STUDI EKSPERIMENTAL EFEKTIVITAS GROUTING PADA TANAH BERPASIR (SANDY CLAY)
Efektivitas metode grouting pada tanah berpasir bertujuan untuk mengeksplorasi
melalui studi eksperimental. Grouting merupakan teknik perbaikan tanah dengan
cara menyuntikkan material ke dalam rongga tanah untuk meningkatkan sifat
mekanik dan stabilitasnya. Metode penelitian meliputi pengujian indeks property
tanah, uji pemadatan (Proctor Standar), dan uji California Bearing Ratio (CBR)
sebelum dan setelah perlakuan grouting. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata
kadar air dan berat isi kering (ɣd) tanah lempung sebesar 64,09 % dan 1,248 gr/cm³;
pasir 100 % sebelum grouting 7,22 % dan 1,213 gr/cm³; serta pasir 100 % setelah
grouting 5,17 % dan 1,928 gr/cm³. Untuk campuran pasir 75 % - lempung 25 %,
kadar air dan ɣd sebelum grouting adalah 8,29 % dan 1,739 gr/cm³, sedangkan
setelah grouting menjadi 17,92 % dan 1,659 gr/cm³. Campuran pasir 50 % -
lempung 50 % menunjukkan kadar air dan ɣd sebelum grouting 26,39 % dan 1,022
gr/cm³, serta setelah grouting 16,43 % dan 1,289 gr/cm³. Hasil dari Atterberg Limit
tanah lempung tercatat hasil plastisitas indeks sebesar 7,78 %. Hasil uji Proctor
Standar menghasilkan kadar air optimum dan ɣd maksimum masing-masing untuk
pasir 100 % yaitu 3,62 % dan 1,679 gr/cm³, pasir 75 % - lempung 25 % memiliki
hasil 14,5 % dan 1,613 gr/cm³, serta pasir 50 % - lempung 50 % memiliki hasil 10
% dan 1,466 gr/cm³. Uji CBR menunjukkan nilai untuk pasir 100 % sebelum
grouting sebesar 11,835 % (SNI) dan 13,483 % (manual), serta setelah grouting
memiliki nilai berkisar antara 4,12 % – 22,977 % tergantung posisi pengujian (atas
atau bawah mold). Campuran pasir 75 % - lempung 25 % mengalami peningkatan
nilai CBR dari 3,296 % menjadi 4,945 % setelah grouting. Sementara itu, pada
campuran pasir 50 % - lempung 50 %, nilai CBR justru menurun dari 0,824 %
menjadi 0,699 %. Hasil ini menunjukkan bahwa grouting dapat meningkatkan daya
dukung tanah pada komposisi tertentu, meskipun tidak selalu menghasilkan
perbaikan yang signifikan pada semua kondisi. Penelitian ini memberikan wawasan
penting tentang penerapan grouting sebagai teknik perbaikan tanah dalam bidang
teknik sipil
SELF ACCEPTANCE TERHADAP PERCERAIAN ORANG TUA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self acceptance terhadap perceraian
orang tua. Partisipan pada penelitian ini merupakan individu yang memiliki orang
tua bercerai dan berdomisili di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah
partisipan pada penelitian ini 3 (tiga) orang dan 3 (tiga) orang merupakan
significant others partisipan untuk triangulasi. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan wawancara. Keabsahan data ditunjukkan dengan
teknik triangulasi sumber dan ketekunan pengamat. Teknik analisis data yang
digunakan pada penelitian ini yaitu tahap awal, tahap horizonalization, tahap
cluster of meaning, tahap deskripsi esensi dan tahap terakhir yaitu hasil laporan
penelitian secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan teori Self Acceptance
yang memiliki lima tahapan, diantaranya yaitu tahap denial, tahap anger, tahap
bargaining, tahap depression dan tahap acceptance. Hasil yang ditemukan pada
penelitian ini yaitu ketiga partisipan telah berhasil mencapai self acceptance yang
baik, namun ketiga partisipan dalam penelitian ini tidak mengalami tahap
bargaining
RANCANG BANGUN SISTEM PENJUALAN KAKTUS UNIK BERBASIS WEBSITE PADA JAH CACTUS
Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai
bidang usaha, termasuk dalam hal promosi dan penjualan produk. JAH Cactus
merupakan usaha budidaya dan penjualan tanaman kaktus impor yang berlokasi di
Kota Semarang. Saat ini, promosi usaha masih terbatas pada media sosial Instagram,
yang memiliki berbagai keterbatasan seperti informasi produk yang kurang lengkap,
proses transaksi manual, serta belum adanya sistem pencatatan yang terintegrasi. Oleh
karena itu, dirancang dan dibangun sebuah sistem penjualan berbasis website untuk
mendukung aktivitas usaha JAH Cactus secara lebih profesional dan efisien.
Perancangan website penjualan JAH Cactus juga untuk memaksimalkan penjualan
tanaman pada toko JAH Cactus selain itu juga untuk mengetahui manfaat dari website
penjualan JAH Cactus terdapat pembeli. Website ini dikembangkan menggunakan
metode Waterfall, yang terdiri dari tahapan analisis, perancangan, implementasi,
pengujian, dan pemeliharaan, sehingga pengembangan sistem dapat dilakukan secara
terstruktur dan terarah. Setelah proses pengembangan selesai, dilakukan pengujian
menggunakan metode Blackbox Testing terhadap 15 fitur utama, yang hasilnya
menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan dengan baik tanpa ditemukan error. Selain
itu, dilakukan juga evaluasi melalui metode wawancara kepada 4 responden yang
terdiri dari pengelola dan pelanggan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kehadiran
website sangat membantu dalam memperluas promosi, meningkatkan efisiensi
operasional, serta memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman bagi
pelanggan. Tingkat kinerja pengelola mengalami peningkatan setelah penerapan
website. Dengan demikian, sistem penjualan berbasis website ini dinilai mampu
memberikan dampak positif dalam mendukung pertumbuhan usaha JAH Cactus secara
digital.
Kata kunci : blackbox testing, sistem penjualan, waterfall, website
PENGARUH DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KOMITE AUDIT, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2019-2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dewan komisaris
independen, komite audit, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional
terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur menggunakan Tobin’s Q.
Sampel perusahaan Sub-sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia selama tahun 2019-2022. Ada 25 perusahaan yang memenuhi syarat
sebagai sampel penelitian. Model statistik yang digunakan adalah analisis regresi
berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kepemilikan Manajerial
dan Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan
yang diukur dengan Tobin’s Q, (2) Komite audit dan Dewan Komisaris
Independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur
dengan menggunakan Tobin’s Q.
Kata kunci: Dewan komisaris independen, kepemilikan institusional, kepemilikan
manajerial, komite audit, Tobin’s Q
PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN MENYEBABKAN KEMATIAN OLEH ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR : 28/ PID.SUS-ANAK /2021/PN SMG)
Penelitian ini membahas mengenai penerapan sanksi pidana terhadap pelaku tindak
pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian oleh anak,
dengan fokus pada studi kasus Putusan Nomor: 28/Pid.Sus-Anak/2021/PN Smg.
Permasalahan kejahatan yang melibatkan anak sebagai pelaku semakin meningkat,
khususnya tindak pidana yang menimbulkan dampak berat seperti hilangnya nyawa
seseorang. Hal ini menimbulkan tantangan serius dalam sistem peradilan pidana,
khususnya ketika pelakunya masih berstatus sebagai anak yang secara hukum
berhak atas perlindungan khusus. Di satu sisi, anak yang melakukan kejahatan perlu
dibina dan dilindungi demi masa depannya. Di sisi lain, masyarakat dan keluarga
korban menuntut keadilan atas perbuatan yang telah dilakukan oleh pelaku.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam
menjatuhkan sanksi pidana terhadap anak pelaku tindak pidana pencurian dengan
kekerasan yang mengakibatkan kematian serta untuk mengidentifikasi kendalakendala
yang
dihadapi
hakim
dalam
proses
penjatuhan
putusan
tersebut.
Penelitian
ini
menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi putusan pengadilan.
Objek penelitian difokuskan pada satu perkara di Pengadilan Negeri Semarang
yang melibatkan anak sebagai pelaku kejahatan berat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam menjatuhkan putusan
mempertimbangkan berbagai aspek, seperti usia dan kondisi psikologis pelaku,
motif dan cara tindak pidana dilakukan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap
korban. Hakim juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang
Sistem Peradilan Pidana Anak yang mengedepankan prinsip keadilan restoratif,
namun tetap mempertimbangkan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.
Dalam putusan tersebut, anak dijatuhi pidana penjara selama lima tahun dan
ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).
Kendala yang dihadapi hakim antara lain terbatasnya sarana pembinaan bagi anak,
dilema antara rehabilitasi anak dan keadilan bagi korban, serta tekanan sosial yang
menuntut hukuman berat terhadap pelaku kejahatan. Penelitian ini
merekomendasikan perlunya penegakan hukum yang seimbang antara kepentingan
terbaik anak dan rasa keadilan masyarakat, serta penguatan sistem pembinaan anak
agar mampu menghindari pengulangan tindak pidana di masa depan.
Kata Kunci: Pencurian dengan Kekerasan, Anak, Pertimbangan Hakim,
Sanksi Pidana
PELINDUNGAN HUKUM KERAHASIAAN DATA PASIEN PADA APLIKASI SMART DOCTOR DI RUMAH SAKIT KELUARGA SEHAT PATI
Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 menjamin pelindungan data pribadi sebagai hak
masyarakat, maka dalam pelayanan kesehatan menjadi lebih penting dengan adanya
kewajiban menjaga kerahasiaan. Adanya revolusi digital, membuat rumah sakit
berkewajiban melaksanakan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang terintegrasi
dengan SIK nasional sesuai amanat Pasal 190 Undang-Undang Kesehatan. Terdapat
risiko kebocoran data pada penyelenggaraan SIK sehingga perlu adanya pencegahan.
Hal ini menjadi dasar dilaksanakannya kajian penelitian pelindungan hukum
kerahasiaan data pasien pada aplikasi Smart Doctor milik RS Keluarga Sehat Pati.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis dengan spesifikasi
deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder,
pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dan studi kepustakaan guna
memperoleh data yang dibutuhkan untuk penelitian yang akan dilakukan analisis
secara kualitatif
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan pelindungan
data pasien dalam aplikasi Smart Doctor dijamin dalam beberapa peraturan perundangundangan
antara
lain:
UUD
1945,
UU
Kesehatan,
UU
PDP,
Undang-
Undang
Nomor
1
Tahun 2024 dan peraturan pelaksanaanya. Namun demikian belum ada peraturan
yang secara khusus mengatur penggunaan aplikasi digital di bidang kesehatan.
Implementasi pelindungan kerahasiaan data pasien dilakukan melalui pelindungan
hukum preventif dengan: pengumpulan data pribadi dilakukan secara terbatas,
melindungi keamanan data pribadi dari pengaksesan yang tidak sah, dan pengubahan
yang tidak sah. Pelindungan juga diberikan dalam bentuk represif dengan menetapkan
sanksi bagi staf yang melanggar kebijakan Smart Doctor mulai dari sanksi tertulis
hingga sanksi terberat berupa pemberhentian kerja . Terdapat faktor yang menghambat
implementasi pelindungan hukum secara sosial tenaga medis lupa melapor jika ganti
perangkat (HP), faktor yuridis berupa tidak ada kebijakan nasional mengenai
penggunaan aplikasi kesehatan, faktor teknis berupa aplikasi Smart Doctor tidak dapat
diinstal pada IOS, terdapat faktor pendukung secara sosial tenaga medis bersedia
mengikuti pedoman, rumah sakit memiliki peraturan internal aplikasi Smart Doctor
dan tersedianya perangkat antivirus yang selalu update.
Kata kunci: pelindungan hukum, kerahasiaan data pasien, rumah sakit, aplikasi
Smart Docto
PEMBUKTIAN MALPRAKTIK MEDIS DALAM HUKUM PERDATA (STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN NO. 176/ Pdt.G/ 2021/PN.Blb)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis regulasi
malpraktik dan pembuktian malpraktik medis di Indonesia yang menghasilkan
perkara nomor 176/ Pdt.G/ 2021/ PN.Blb dapat dimenangkan oleh pihak rumah
sakit dan dokter tergugat walaupun gugatan malpraktik tersebut memperlihatkan
adanya fakta pasien yang meninggal pasca tindakan operasi kutil. Perbedaan
presepsi antara pasien dan dokter dalam hal malpraktik perlu ditinjau dari regulasi
dan cara pembuktiannya.
Metode Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan metode
pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) yakni dengan
menganalisis Undang-Undang Kesehatan yang berlaku pada saat kasus ini bergulir
dan Undang-Undang Kesehatan terbaru beserta regulasi turunannya, KUHPerdata
dan HIR dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Metode analisis data yang
digunakan adalah analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia sudah cukup
memberikan perlindungan dan pengaturan praktek medis bagi tenaga medis/tenaga
kesehatan dan pasien. Pada kasus malpraktik perdata tidak dimungkinkan
penerapan doktrin res ipsa loquitur (doktrin yang menyatakan bahwa fakta-fakta
mengenai kelalaian maupun kesalahan dapat dilihat secara jelas dan gamblang),
sehingga pembuktian secara medis (ilmu kedokteran) adalah syarat mutlak untuk
membuktikan adanya malpraktik. Hal ini menjadikan tinjauan keseuaian tindakan
medis dengan standar operasionalnya wajib dilakukan sebelum penggugatan
sebuah kasus malpraktik.
Saran Peneliti terhadap perumusan masalah yang diangkat adalah
masukan kepada profesi pengacara akan prosedur yang tidak boleh dilewatkan
perihal jenis gugatan keprofesian, seyogyanya dilakukan melalui jalur profesi
terlebih dahulu dan mendapatkan bukti mengenai kesalahan, kelalaian dan
kesembronoaan dari majelis disiplin profesi.
Kata Kunci: Studi Kasus, Pembuktian, Malpraktik Medi
HUBUNGAN SELF COMPASSION DAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Mahasiswa tingkat akhir menghadapi fase transisi krusial yang sarat tekanan
akademik dan sosial, sehingga berisiko mengalami penurunan kesejahteraan
psikologis (psychological well-being). Penelitian ini bertujuan untuk menguji
hubungan antara self-compassion dan psychological well-being pada mahasiswa
tingkat akhir Universitas Katolik Soegijapranata. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan dari 100
responden melalui teknik snowball sampling, menggunakan instrumen SelfCompassion
Scale–Short Form (SCS-SF) dan Ryff’s Psychological Well-Being
Scale–Short Form. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan
positif dan signifikan antara self-compassion dan psychological well-being (r =
0,373; p < 0,05), dengan kontribusi efektif sebesar 13,9%. Temuan ini
menunjukkan bahwa self-compassion merupakan salah satu faktor yang berperan
dalam mendukung kesejahteraan psikologis, meskipun sebagian besar variasinya
dipengaruhi oleh faktor lain. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya
pengembangan sikap welas diri sebagai strategi adaptif dalam menghadapi
tekanan akademik di masa akhir studi.
Kata kunci: self-compassion, psychological well-being, mahasiswa tingkat akhir,
skripsi