12755 research outputs found
Sort by
ANALISIS KESALAHAN PENGAKUAN NILAI ASET TETAP PADA SURATPEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN (SPT) TAHUNAN 2022 STUDI KASUS PT X
Dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Badan tahun 2022,
PT X, sebuah perusahaan manufaktur, terdapat kesalahan pengakuan nilai aset
tetap. Setelah audit Kantor Akuntan Publik pada tahun 2024, kesalahan ditemukan.
Audit tersebut menunjukkan bahwa nilai pengakuan aset tetap mobil berbeda di
laporan keuangan dan bukti pembelian yang sah. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dan teknik pengumpulan data digunakan
melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Menurut hasil penelitian, nilai aset
tetap mobil yang dilaporkan dalam SPT 2022 tidak sesuai dengan nilai sebenarnya.
Akibatnya, ada perbedaan antara harga perolehan, beban dan akumulasi
penyusutan, yang berdampak pada laporan keuangan dan kewajiban perpajakan
perusahaan. Kemudian, PT X melakukan jurnal penyesuaian dan pembetulan SPT
Tahunan secara online dengan menggunakan DJP Online. Temuan ini menekankan
betapa pentingnya mengakui aset tetap dengan hati-hati untuk menghindari
ketidaksesuaian akuntansi dan fiskal. Studi ini membantu wajib pajak badan,
otoritas pajak, dan akademisi memahami dampak dari kesalahan pengakuan aset
tetap dalam pelaporan pajak
TRANSLATION TECHNIQUES OF ANGER EXPRESSIONS IN TURNING RED MOVIE
Bahasa Inggris merupakan bahasa global dan bahasa asing di Indonesia. Bahasa ini menjadi
sarana komunikasi baik secara lisan maupun tulisan, termasuk dalam film. Film merupakan
karya sastra yang dinikmati oleh berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak. Oleh karena itu,
menerjemahan film menjadi tantangan tersendiri bagi para penerjemah untuk memastikan pesan
yang disampaikan tetap akurat dan alami. Untuk mencapai hal tersebut, para penerjemah
menerapkan berbagai teknik penerjemahan. Penelitian ini yang berjudul Translation Techniques
of Anger Expressions in Turning Red Movie bertujuan untuk mengidentifikasi teknik
penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan ekspresi marah pada film Turning Red.
Dengan menggunakan teori dari Molina dan Albir (2002) serta menggunakan metode kualitatif,
studi ini menemukan bahwa terdapat 11 teknik penerjemahan yang diterapkan pada 221 ekspresi
marah. Dari teknik-teknik tersebut, terjemahan harfiah merupakan teknik yang paling sering
digunakan, diikuti oleh modulasi dan peminjaman. Sebaliknya, amplifikasi, kalke dan variasi
merupakan teknik yang paling jarang digunakan karena keterbatasan waktu, potensi
menghasilkan terjemahan yang kaku, dan kebutuhan menjaga kosistensi gaya dan karakter.
"KANTOR PUSAT ESPORTS DI JAKARTA "
Tingginya pertumbuhan industri esports di Indonesia belum diimbangi dengan
ketersediaan fasilitas yang memadai untuk tim profesional. Saat ini, tim esports seringkali
menggunakan rumah tinggal atau gaming house yang dialihfungsikan sebagai pusat pelatihan,
namun dinilai kurang efektif karena keterbatasan fasilitas, tidak mencerminkan identitas tim,
dan tidak mendukung interaksi dengan komunitas penggemar. Kesenjangan ini mendasari
perancangan "Kantor Pusat Esports di Jakarta", sebuah fasilitas terintegrasi yang mewadahi
kebutuhan pelatihan, operasional, dan komunitas untuk memaksimalkan performa dan
kesejahteraan pemain serta mencapai efisiensi operasional bagi seluruh pengguna.
Perancangan ini menjawab dua permasalahan utama yakni bagaimana desain bangunan
dapat mengekspresikan karakteristik esports yang identik dengan kecepatan dan teknologi,
serta bagaimana menciptakan kenyamanan audio-visual yang optimal bagi pengguna, terutama
pemain profesional. Perencanaan bangunan ini menggunakan pendekatan arsitektur futuristik
dengan sub-tema teknologi audio-visual. Desain bentuk massa bangunan yang dinamis dan
ikonik, penerapan teknologi canggih dalam aspek pencahayaan dan akustik, serta penataan
ruang yang terintegrasi dan fleksibel bertujuan untuk memberikan identitas visual bangunan,
menciptakan lingkungan yang imersif, mendukung peningkatan fokus dan kenyamanan
pemain, serta merepresentasikan citra esports yang modern dan inovatif
“PUSAT OLAHRAGA DAN KEBUGARAN DI KABUPATEN SLEMAN”
Dalam era modern, meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gaya
hidup aktif, khususnya di kalangan Generasi Z dan Milenial, telah mendorong kebutuhan akan
fasilitas olahraga dan kebugaran yang representatif dan berkelanjutan. Kabupaten Sleman
sebagai wilayah dengan konsentrasi tinggi pelajar dan mahasiswa menjadi lokasi strategis
untuk pengembangan Pusat Olahraga dan Kebugaran. Berdasarkan berbagai survei nasional,
seperti CSIS (2017), Sport Development Index (2022), dan Alvara Research Center (2018),
diketahui bahwa cabang olahraga seperti sepak bola/futsal, bulutangkis, basket, dan lari
merupakan yang paling diminati generasi muda. Dalam perencanaan fasilitas olahraga ini, tidak
hanya fungsi dan minat olahraga yang menjadi pertimbangan, tetapi juga efisiensi energi
mengingat tingginya konsumsi energi dari fasilitas seperti sistem pencahayaan, pendingin
ruangan, dan peralatan gym. Untuk menjawab tantangan ini, konsep arsitektur berkelanjutan
diterapkan dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan serta strategi desain pasif
seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, dan penggunaan material lokal yang berkelanjutan.
Proyek ini bertujuan untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya fungsional dan estetis,
tetapi juga efisien secara energi dan berkontribusi positif terhadap lingkungan serta kebutuhan
generasi masa kini dan mendatang
EFEKTIVITAS PROGRAM REHABILITASI BAGI NARAPIDANA KASUS NARKOTIKA (STUDI PUTUSAN NOMOR: 94/PID.SUS/2023/PN.SMG)
Pengguna Narkotika harus menjalani rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial
agar para pengguna Narkotika bisa bebas dari pengaruh, dan efek dari penggunaan
Narkotika. Pengguna Narkotika perlu melakukan tahap, salah satunya tahap adalah
proses detoxifikasi, dalam proses ini seseorang pengguna Narkotika akan
dibiasakan untuk tidak menggunakan Narkotika atau mengurangi dosis Narkotika
yang biasanya sering digunakan, dalam tahap ini pengguna Narkotika akan sangat
berbahaya dan menyakitkan, oleh karena itu rehabilitasi sangat membantu agar
pengguna Narkotika tidak menggunakan Narkotika lagi di kemudian hari. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas program rehabilitasi
bagi Narapidana Kasus Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas
II A Kota Semarang, dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi keberhasilan program rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan
Perempuan Kelas II A Kota Semarang.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif yang menekankan
proses pemahaman peneliti atas perumusan masalah untuk mengonstruksikan
sebuah gejala hukum yang kompleks mengenai efektivitas program rehabilitasi bagi
narapidana kasus narkotika (studi putusan nomor: 94/Pid.Sus/2023/PN.Smg).
Berdasarkan hasil studi mengenai keberhasilan program rehabilitasi untuk
Narapidana Kasus Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A
Kota Semarang, terbukti bahwa program ini cukup efektif dalam menjalankan
rehabilitasi narkotika. Ada 2 (dua) faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal
merupakan faktor yang dominan dalam memengaruhi keberhasilan rehabilitasi di
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kota Semarang dikarenakan
sebaik apapun program rehabilitasi yang ada di Lembaga Pemasyarakatan
Perempuan Kelas II A Kota Semarang apabila narapidana tersebut tidak
melaksanakan program rehabilitasi dengan baik maka program rehabilitasi tersebut
tidak efektif.
Saran Penulis adalah bidan Pelaksana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas II Kota Semarang mempertahankan program-program rehabilitasi yang
sudah efektif agar dapat terus memberikan dampak positif untuk , seperti
meningkatnya angka kesembuhan narapidana dan narapidana yang sudah keluar
dari Lembaga Pemasyarakatan tidak kembali menggunakan narkotika, dan bidan
Pelaksana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Kota Semarang dalam
melaksanakan program rehabilitasi harus melibatkan keluarga narapidana dalam
proses rehabilitasi agar narapidana dapat mempertahankan pemulihan dari zat
adiktif
REAKSI PASAR TERHADAP HASIL QUICK COUNT PEMILU SERENTAK TAHUN 2024 (STUDI PADA INDUSTRI PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji reaksi pasar terhadap hasil Quick Count
Pemilu Serentak 2024 dengan mengamati perubahan reaksi pasar saham pada
sektor perbankan. Metode yang digunakan adalah event study dengan periode
jendela 14 hari (7 hari sebelum dan 7 hari sesudah peristiwa), serta pendekatan
market-adjusted model untuk menghitung expected return. Sampel dalam
penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI, dengan
teknik sensus berjumlah 47 perusahaan. Uji normalitas dilakukan menggunakan
Kolmogorov-Smirnov, dan analisis hipotesis menggunakan paired sample t-test.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara reaksi pasar
sebelum dan sesudah peristiwa dengan nilai signifikansi 0,030 (< 0,05). Nilai
abnormal return rata-rata berubah dari positif menjadi negatif, yang
mengindikasikan reaksi pasar yang pesimistis terhadap hasil Quick Count. Temuan
ini mendukung bentuk efisiensi pasar setengah kuat (semi-strong), dan memiliki
implikasi manajerial bagi investor untuk lebih waspada terhadap risiko politik
dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya di sektor perbankan
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA DI KOTA SEMARANG
Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada fenomena penggunaan
media sosial yang berlebihan dan adanya kecenderungan kecanduan media
sosial pada sebagian mahasiswa, yang menunjukkan bahwa salah satu
pengaruh kecanduan media sosial adalah kesepian. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecanduan media sosial
pada mahasiswa. Berdasarkan tujuan tersebut, hipotesis yang diajukan
adalah terdapat hubungan positif antara kesepian dan kecanduan media
sosial pada mahasiswa.Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif
korelasional yang melibatkan 156 mahasiswa dari beberapa universitas di kota
Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling
dengan instrument skala kesepian dengan kecanduan media sosial pada
mahasiswa. Hasil analisis data menggunakan Metode analisis Spearman Rho
yang menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara
kesepian dengan kecanduan media sosial pada mahasiswa, dengan nilai (p = 0.541, p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima, ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, maka semakin tinggi
pula tingkat kecanduan media sosial yang dialami mahasiswa, dan sebaliknya
HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DENGAN BURNOUT PADA WANITA ASN YANG BERKELUARGA
Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara work-life balance (WLB) dan burnout
pada 102 wanita Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkeluarga di Kota Batang. Data
dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan statistik non-parametrik
Spearman Rank Correlation, setelah uji normalitas dan linearitas tidak terpenuhi. Hasil
menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara WLB keseluruhan dan burnout (ρ =
-0,176, Sig. 1-tailed = 0,039, p < 0,05), mengindikasikan bahwa WLB yang lebih baik
berhubungan dengan tingkat burnout yang lebih rendah. Namun, korelasi antara masingmasing
aspek WLB (WIPL, PLIW, WEPL, PLEW) dengan burnout tidak signifikan secara
statistik (p > 0,05 untuk semua aspek), menunjukkan bahwa efek WLB lebih bersifat holistik.
Mayoritas responden berada pada kategori WLB sedang (76,47%) dan burnout sedang
(75,49%). Temuan ini menekankan urgensi WLB sebagai mekanisme krusial dalam
memitigasi burnout, terutama bagi wanita ASN berkeluarga yang menghadapi peran ganda.
Implikasi praktis menyoroti perlunya institusi mengembangkan kebijakan WLB yang suportif
untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA PERANTAU DI SEMARANG
Melalui beberapa survei dan wawancara, peneliti menemukan permasalahan
penyesuaian diri mahasiswa perantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara efikasi diri dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau di
Semarang. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan antara efikasi diri
dengan penyesuaian diri. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa perantau
angkatan 2024 di Semarang. Jumlah subjek yang berhasil terkumpul pada
penelitian ini adalah 100 partisipan, pengumpulan data partisipan didapat dengan
metode insidental sampling. Alat ukur yang digunakan yakni skala penyesuaian
diri dan skala efikasi diri umum. Analisis data yang digunakan adalah Spearman's
Rho yang menunjukan halis signifikan
HUBUNGAN FATHERLESS DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan
fatherless dengan remaja di Kota Semarang, lebih spesifik pada aspek afektif, kognitif,
evaluatif, dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional
dengan subjek 114 remaja berusia 13–20 tahun yang diperoleh melalui teknik
accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua skala Likert, yakni skala
konsep diri dan skala fatherless, yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman
karena data tidak berdistribusi normal. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: terdapat
hubungan negatif antara kondisi fatherless dengan pembentukan konsep diri remaja.
Semakin tinggi kondisi fatherless, maka semakin rendah konsep diri remaja, baik
secara keseluruhan maupun dalam aspek afektif, kognitif, evaluatif, dan sosial. Hasil
analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kondisi
fatherless dan dengan konsep diri total (r = -0,690, p < 0,001), serta dengan aspek
afektif (r = -0,685, p < 0,001), kognitif (r = -0,637, p < 0,001), evaluatif (r = -0,695, p <
0,001), dan sosial (r = -0,568, p < 0,001). Artinya, semakin tinggi kondisi fatherless
yang dialami remaja, semakin rendah tingkat konsep dirinya. Hipotesis diterima