Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Not a member yet
    349 research outputs found

    Temperature Dependence of Primary Species G(values) Formed from Radiolysis of Water by Interaction of Tritium β-Particles

    Full text link
    TEMPERATURE DEPENDENCE OF PRIMARY SPECIES G(VALUES) FORMED FROM RADIOLYSIS OF WATER BY INTERACTION OF TRITIUM β-PARTICLES. G(values) are important to understand the effect of radiolysis of Nuclear Power Plant (NPP) cooling water. Since direct measurements are difficult, hence modeling and computer simulation were carried out to predict radiation chemistry in and around reactor core. G(values) are required to calculate the radiation chemistry. Monte Carlo simulations were used to calculate the G(values) of primary species , H•, H2, •OH dan H2O2 formed from the radiolysis of tritium β low energy electron. These radiolytic products can degrade the reactor components and cause corrosion under the reactor operating conditions. G(values) prediction can indirectly contribute to maintain the material reliability. G(values) were calculated at 10-8, 10-7, 10-6 and 10-5 s after ionization at temperature ranges. The calculation were compared with the G(values) of g-ray 60Co. The work aimed to understand temperature effect on the water radiolysis mechanism by the tritium β electron. The results show that the trend similarity was found on the temperature dependence of G(values) of tritium β electron and g-ray 60Co. For tritium β electron, G(values) for free radical were lower than g-ray 60Co, but higher for molecular products as temperature raise at 10-8 and 10-7. The significant differences for these two type of radiations were on G(H2), G(•OH) and G(H•) at 10-6and 10-5 s above 200 oC

    Optimasi Aliran Daya pada Sistem Kelistrikan Opsi Nuklir Berdasarkan Multi-Objective Function: Fuel Cost dan Flat Voltage Profile

    Full text link
    Tujuan dari pengoperasian sistem tenaga listrik adalah untuk memasok daya dengan kualitas baik dan biaya pembangkitan seminimal mungkin. Kualitas yang baik membutuhkan biaya yang lebih besar, sehingga untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan optimasi dengan fungsi obyektif yang bertujuan untuk memaksimalkan kualitas sekaligus meminimalkan biaya. Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan kondisi aliran daya optimal atau optimal power flow (OPF) dari segi biaya pembangkitan maupun kualitas tenaga listrik di suatu sistem kelistrikan dengan opsi nuklir pada waktu beban puncak dengan menggabungkan fungsi obyektif fuel cost dan flat voltage profile. Fungsi obyektif fuel cost bertujuan untuk meminimalkan biaya pembangkitan sedangkan fungsi obyektif flat voltage profile bertujuan untuk memaksimalkan kualitas dengan meminimalkan perbedaan/variasi tegangan dalam sebuah sistem. Penelitian dilakukan melalui studi literatur, penentuan fungsi obyektif optimasi, penggabungan fungsi objektif, simulasi menggunakan contoh kasus dan analisis sensitivitas. Contoh kasus menggunakan sistem IEEE 9 Bus yang telah ditambahkan fungsi bahan bakar PLTN, PLTU, dan PLTG. Simulasi menggunakan program bantu ETAP 12.6.0. Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan nilai pembobotan dari 0-100% untuk tiap fungsi obyektif. Hasil simulasi menunjukkan bahwa OPF dicapai pada faktor pembebanan 60% untuk fuel cost dan 40% untuk flat voltage profile. Biaya pembangkitan padakondisi optimal tersebut sebesar 7266 US$/jam dengan selisih tegangan maksimum minimumnya sebesar 2,85%. Pada sistem ini PLTU membangkitkan daya sebesar 133,2 MW + 22,1 MVar dan PLTG sebesar 80,7 MW + 13,8 MVar. Sedangkan PLTN membangkitkan daya sebesar 89,9 MW + 12,9 Mvar dan akan ekonomis jika membangkitkan daya kurang dari 90 MW

    Hal Muka JPEN 2016 Volume 18 Nomor 2 Desember

    No full text

    Kajian Probabilitas Jatuhnya Pesawat Terbang Di Area Tapak Reaktor Daya Eksperimental (RDE) PUSPIPTEK Serpong

    Full text link
    Telah dilakukan kajian probabilitas jatuhnya pesawat terbang di area tapak RDE di kawasan Puspiptek Serpong untuk keperluan perizinan tapak RDE. Tujuan penelitian untuk mengetahui probabilitas kejadian jatuhnya pesawat terbang di area tapak RDE. Metodologi penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data sekunder dan primer, identifikasi sumber potensi bahaya (bandara) di sekitar tapak RDE dan pemetaan sebarannya, penapisan awal menggunakan nilai Screening Distance Value (SDV) dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), serta perhitungan nilai probabilitas jatuhnya pesawat di area tapak. Penelitian dilakukan bulan Desember 2015 - Juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan di sekitar tapak RDE terdapat 7 lapangan terbang, yaitu Soekarno Hatta (Soetta), Halim Perdanakusuma, Atang Sendjaja, Budiarto, Pondok Cabe, Rumpin dan Pulau Panjang dengan jarak berkisar 11,72 – 79,641 km dari tapak RDE. Berdasarkan nilai SDV (bandara kecil 10 km &  besar 16 km) tapak RDE berada di luar radius SDV bandara. Namun demikian, berdasarkan KKOP (14,5 km), tapak RDE berada dalam radius KKOP dari 2 bandara yaitu Budiarto dan Pondok Cabe. Perhitungan probabilitas menunjukkan bahwa potensi jatuhnya pesawat terbang di area tapak RDE yang berasal dari Bandara Budiarto 0,0066 x 10-7 kejadian/tahun dan dari Pondok Cabe 0,0278 x 10-7 kejadian/tahun. Nilai probabilitas tersebut masih lebih rendah dibandingkan kriteria dalam laporan IAEA (10-7 kejadian/tahun) sehingga tapak RDE dikategorikan aman dari potensi jatuhnya pesawat terbang. 

    Physical Ageing of The Research Reactor Core Structural Materials Due To Neutron Irradiation Exposure: A Review

    Full text link
    A research reactor (RR) is a nuclear reactor that has function to generate and utilize neutron flux and radiation ionization for research purposes and industrial applications. More than 60% of current operating RRs have been operated for 30 years or more. As the time passes, the functional capabilities of structures, systems and components (SSCs) of those RRs deteriorate by physical ageing, which can be caused by neutron irradiation exposure such as irradiation induced dislocation and microstructural changes. To extend the lifetime and/or to avoid unplanned outages, ageing on the safety related SSCs of RRs need to be properly managed. An ageing management is a strategy to engineer, operate, maintenance, and control SSC degradation within acceptablelimits. The purpose of this study is to review physical ageing of the core structural materials of the RRs caused by neutron irradiation exposure. In order to achieve this objective, a wide range of literatures are reviewed. Comprehensive discussions on irradiation behaviors are limited only on reactor vessel and core support structure materials made from zirconium and beryllium as well as their alloys, which are widely used in RRs. It is found that the stability of the mechanical properties of zirconium and beryllium as well as their alloys was mostly affected by the neutron fluences and temperatures

    Rantai Pasok Industri Baja untuk Pembangunan PLTN di Indonesia

    Full text link
    RANTAI PASOK INDUSTRI BAJA UNTUK PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA. Dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dibutuhkan material baja untuk pembuatan komponen berat maupun material struktur untuk konstruksi sipilnya. Industri nasional diharapkan mampu memasok komponen baja PLTN khususnya untuk kebutuhan komponen non nuklir. Rantai pasok industri baja sangat diperlukan untuk mengetahui potensi industri baja dari hulu sampai hilir yang diharapkan dapat mendukung pembangunan PLTN tersebut secara berkelanjutan. Jenis baja yang dibutuhkan dalam konstruksi  PLTN adalah  baja struktur, rebar, pelat baja dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi rantai pasok industri baja dari industri hulu sampai hilir sehingga dapat melihat kemampuan industri nasional dalam memasok kebutuhan baja untuk pembangunan PLTN. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dan survei industri dengan cara purposive sampling test yakni mengirimkan kuesioner dan melakukan kunjungan teknis ke industri yang dianggap berpotensi  memasok komponen baja untuk konstruksi PLTN. Dari hasil analisis terhadap kuesioner dan survei telah diperoleh industri baja Indonesia yang mampu memasok baja untuk bahan konstruksi PLTN non nuklir, yaitu PT. Krakatau Steel, PT. Gunung Steel Group (PT. Gunung Garuda dan PT. Gunung Raja Paksi), PT. Cilegon Fabricators dan PT. Ometraco Arya Samanta. Sedangkan bahan baja untuk komponen utama dengan grade nuklir, seperti bahan baja untuk bejana reaktor dan bejana tekan, industri baja Indonesia belum mampu memasoknya, karena belum memenuhi persyaratan spesifikasi, kode dan standar grade nuklir Oleh karena itu, industri baja Indonesia harus meningkatkan kemampuan, baik dalam pengolahan bahan baku dan kemampuan fabrikasi agar dapat memenuhi persyaratan tersebut

    Hal Muka JPEN 2017 Volume 19 Nomor 1 Juni

    No full text

    Hal Belakang JPEN 2016 Volume 18 Nomor 2 Desember

    No full text

    Aplikasi Penginderaan Jauh Dalam Pemetaan Penggunaan Lahan Detil Tapak RDE, PUSPIPTEK Serpong

    Full text link
    Telah dilakukan pemetaan tutupan lahan dan perkembangannya dalam skala detil (1 : 5.000) dengan radius 5 km dari pusat tapak rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) di Kawasan Nuklir Serpong (KNS), PUSPIPTEK Serpong. Tujuan penelitian adalah untuk membuat database penggunaan lahan skala detil 1:5.000 sebagai persiapan dalam rencana pembangunan RDE dan melengkapi peta tutupan lahan skala 1: 10.000. Metode penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pengumpulandan pengolahan data citra, ground check lapangan, analisis penggunaan lahan radius 300-500 m, radius 1,2,3,4, dan 5 km dari tapak RDE, serta perubahan penggunaan lahan tahun 2014-2015. Pengolahan citra satelit dilakukan di Pusat Pemetaan dan Tataruang, Badan Informasi Geospasial (BIG). Pengolahan data menggunakan program ArcGis dan Er Mapper, sedangkan analisis data citra satelit menggunakan Image Analysis yang merupakan salah satu tool dalam ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan KNS setelah radius 3 km merupakan pemukiman yang padat di berbagai tempat. Perubahan penggunaan lahan pada tahun 201 4-201 5 menunjukkan bahwa terjadi perkembangan pesat pemukiman ditunjukkan dengan peningkatan luasan pemukiman di bagian Utara – Timur kawasan PUSPIPTEK

    Hal Belakang JPEN 2017 Volume 19 Nomor 1 Juni

    No full text

    224

    full texts

    349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇