Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PLC TRAINER SERBAGUNA UNTUK SIMULATOR SISTEM KESELAMATAN DAN KEANDALAN REAKTOR
PENGEMBANGAN PLC TRAINER SERBAGUNA UNTUK SIMULATOR SISTEM KESELAMATAN REAKTOR. PLCadalahsalah satu perangkat pengontrolan yang sangat penting di instalasi reaktor terkini yang berbasis sistem instrumentasi dan digitalcontrol.Beberapa penelitian telah mendemonstrasikan hasil yang menjanjikan termasuk implementasinya di reaktor riset RSG GAS.Namun analisis kehandalan dan keselamatan terhadap sistem berbasis PLC ini tidaklah dapat dilakukan dengan bebas pada sistem terpasang.Tujuan penelitian mengembangkan PLC trainermenggunakan PLC mikro OMRON CPM1A yang nantinya berguna untuk implementasi simulator berbagai topik sistem keselamatan reaktor.Metode yang digunakan meliputi dus pengujian fungsi untuk menunjukkan unjuk kerja PLC, yaitu pengujian aplikasi logika sistem proteksi reaktor RSG-GAS, dan aplikasinya dalam pengendalian level ketinggian air pada perangkat simulasi dua tangki. Hasil menunjukkan sistem PLC mampu mengidentifikasiurutan inisiator logika SCRAM sekaligus meresponnya seketika.Hasil aplikasi pengendalian level juga berhasil mendemonstrasikan kesederhanaan sistem pengoperasian dan desain dengan tetap menjamin unjuk kerja terbaiknya
PERHITUNGAN EKONOMI GTHTR 300 DENGAN MINI G4 ECONS SEBAGAI DASAR MENGHITUNG BIAYA PEMBANGKIT GTHTR 10 MWe
ABSTRAK PERHITUNGAN EKONOMI GTHTR 300 DENGAN MINI G4 ECONS SEBAGAI DASAR MENGHITUNG BIAYA PEMBANGKIT GTHTR 10 MWe. Rencana pemerintah membangun Reaktor Daya Eksperimen (RDE) membutuhkan kajian keekonomian yang terukur. Tujuan penelitian adalah menghitung kembali biaya pembangkit Gas Turbine High Temperature Reactor 300 MWe (GTHTR 300) dan membandingkan hasilnya dengan data referensi. Selanjutnya menghitung biaya pembangkit GTHTR 3, 5, dan 10 MWe yang menggunakan perhitungan factor skala. Metodologi yang digunakan meliputi perhitungan biaya pembangkitan dengan menggunakan model spread sheet Mini G4Econs yang dibuat oleh IAEA. Hasil verifikasi model menunjukkan hasil yang relatif sama, artinya hasil perhitungan model dapat digunakan untuk menghitung kasus lain yang sama. Selanjutnya dengan perhitungan faktor skala dapat dihitung biaya pembangkitan listrik PLTN daya kecil dan menengah (Small Medium Reactor, SMR). Disimpulkan bahwa biaya pembangkitan listrik PLTN SMR tipe HTR menggunakan load factor 90%, dan discount rate 10% untuk daya 3 MWe adalah sebesar 29,5 cets/kWh dan daya 10 MWe sebesar 16,17 cent/kWh dan 8,56 cent/kWh respectively. However, because the EPR is planning to be built as a non-commercial power reactors, then 5 % and 3 % of discount rate could be chosen, each of those discount rate will result electricity generation cost of 10.37 cents/kWh respectively. These result could be considered by the government for developing SMR type of HTR. Keywords: GTHTR, Generation Cost, Experimental Power Reactor
STUDI TEKNOLOGI DAUR BAHAN BAKAR DUPIC
ABSTRAK STUDI TEKNOLOGI DAUR BAHAN BAKAR DUPIC. Pada umumnya bahan bakar bekas masih mengandung bahan fisil dengan jumlah yang cukup signifikan. Kandungan bahan fisil yang terdapat pada bahan bakar bekas reaktor LWR (11,5% ) lebih besar dibanding kandungan bahan fisil yang terdapat pada uranium alam ( ± 0,71% ). CANDU merupakan jenis reaktor berpendingin dan bermoderator air berat (D20) serta dapat beroperasi dengan bahan bakar oksida dengan kandungan bahan fisil yang rendah (uranium alam). Kemampuan CANDU untuk beroperasi dengan kandungan bahan fisii yang rendah memberikan sinergisme antara reaktor LWR dan CANDU. Daur bahan bakar DUPIC (Direct Use of PWR spent fuel In CANDU) merupakan daur bahan bakar tertutup yang pengembangannya berbasis pada fleksibilitas daur bahan bakar CANDU. Pada daur bahan bakar DUPIC, bahan bakar bekas PWR dapat digunakan secara langsung hanya dengan proses mekanik-termal tanpa dilakukan pemisahan secara kimia, sehingga dipandang menguntungkan baik dari segi ekonomi rhaupun keamanan sehubungan dengan penggunaan plutonium untuk persenjataan nuklir. Namun demikian, tantangan yang harus dihadapi dalam fabrikasi bahan bakar DUPIC adalah disebabkan radioaktivitas yang tinggi dari bahan bakar bekas, sehingga semua proses fabrikasi harus dilakukan dalam hot cell. ABSTRACT Study of DUPIC fuel cycle technology. In general, nuclear spent fuel is significanly still contain fisille materials. The Content of fissile material in LWR spent fuel (± 1,5% ) is higher than in natural uranium that is 0,71%. CANDU reactors are heavy-water cooled and moderated and utilize natural uranium U02 as fuel. Ability of CANDU to operate with low-fissile content fuel suggests a unique synergism between light water reactor (LWR) and CANDU reactor. DUPIC (Dierect Use of PWR spent fuel In Candu) fuel cycle is closed fuel cycle that is developed from flexibility of CANDU fuel cycle. In DUPIC fuel cycle, PWR spent fuel can directly use only without chemical processing. It use dry process which is mechanic - thermal process, so it have some advantage in economic and safeguard in view of points due to plutonium for nuclear weapon. Otherwise, It have a chaliange because of high radioactivity, of spent fuel, therefore- DUPIC fuel fabrication has should be conducted in hot cell facility
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ENERGI DI KALIMANTAN UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN ENERGI DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI
ABSTRAK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ENERGI DI KALIMANTAN UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN ENERGI DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI. Berbagai macam sumber daya energi di Kalimantan, seperti batubara, minyak bumi, Coal Bed Methane (CBM), gas alam, dan nuklir tersedia cukup besar, sementara konsumsi energi listriknya masih rendah. Kondisi tersebut disebabkan karena tidak atau kurang adanya perencanaan energi yang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah dan kemampuan sumber daya energi untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka mendukung pertumbuhan industri di Kalimantan. Metodologi penelitian adalah pengumpulan data dan pengolahan data menggunakan Program MESSAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya energi mencukupi untuk mendukung kemandirian energi dan pertumbuhan industri di Kalimantan. Jumlah sumber daya batubara 34.814 juta ton dan konsumsi 835 juta ton, gas bumi 31.814 BSCF dan konsumsi 3.281 BSCF, minyak bumi 920 MMSTB dan konsumsi 4406 MMSTB, CBM 210 TCF dan konsumsi 2,1 TCF, nuklir (U3O8) 12.409 ton dan konsumsi belum ada, tenaga air dan biomassa masing-masing sebesar 256 dan 138 MWtahun, konsumsi maksimal setiap tahunnya adalah 183 dan 126 MWtahun. Data menunjukkan konsumsi minyak akan melebihi sumber daya minyak yang ada di Kalimantan sehingga diperlukan impor atau pengalihan ke sumber daya bahan bakar lain yang mempunyai sisa berlebih, seperti gas, CBM dan batubara. Potensi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi nuklir. Kata kunci: Sumber daya, energi, industri ABSTRACT KALIMANTAN ENERGY RESOURCE MANAGEMENT TO SUPPORT ENERGY INDEPENDENCE AND INDUSTRY GROWTH. There are a large number of energy resource in Kalimantan such as coal, oil, CBM, gas and nuclear. While the electricity consumption still low. That condition caused by the bad energy planning. The aim of the study are to know the number and the ability of energy resource to supply the energy demand that support the growth of Kalimantan industry. The metodology are collecting and processing data through calculation using MESSAGE Program. The result is energy resource in Kalimantan can support Kalimantan energy independence and industry growth in Kalimantan. The coal resource is 34,814 million ton consumption 835 million ton, gas resource is 31,814 BSCF consumption 3,281 BSCF, Oil resource is 920 MMSTB consumption 4406 MMSTB, CBM resource is 210 TCF consumption 2.1 TCF, U3O8 resource is 12,409 ton consumption zero. Whereas for hydro and biomass, the resource are 256 and 138 MWyr, the maximum consumption 185 and 126 MWyr every year. Oil consumption will exceed the resource so need import from other island or replaced by others energy that have large resource such as gas, CBM, or coal. Potency to make cleaner environtment can be done by used nuclear energy. Keyword: Resource, energy, industry
UJICOBA PENGUKURAN GAS RADON UNTUK AKTIVITAS PATAHAN DI DAERAH RAHTAWU-PATI
ABSTRAK UJICOBA PENGUKURAN GAS RADON UNTUK DETEKSI AKTIVITAS PATAHAN DI RAHTAWU MURIA PATI. Gas radon yang muncul dipermukaan dapat dimanfaatkan tidak saja untuk penelitian lingkungan tetapi juga untuk pengembangan ilmu kebumian terapan.Tanah/batuan yang bergerak mengakibatkan celah yang baik untuk keluamya gas Radon. Celah ini disebut retakan yang diakibatkan oleh gaya tekan yang bekerja menghasilkan patahan. Penelitian dilaksanakan di daerah Rahtawu Kabupaten Pati yang terletak sekitar 40 km di sebelah selatan Ujung Lemahabang. Tujuan penelitian adalah ujicoba menangkap gas radon untuk membuktikan adanya patahan N31 di Rahtawu. Alat yang digunakan adalah Radon meter tipe RDA200 dengan cara mencacah gas Radon yang keluar dari celah patahan. Hasil penelitian menunjukan niiai gas radon tertinggi 311 cpm dengan latar 18 cpm, sedangkan terendah adalah 0 cpm. Secara umum yang mempengaruhi nilai cacah yakni keadaan tanah, waktu pencacahan, kekerasan batuan, cuaca, porositas tanah/batuan dan posisi patahan. ABSTRACT MEASUREMENT TESTING OF RADON GAS FOR FAULT ACTIVITY DETECTION IN RAHTAWU MURIA, PATI. The Radon surface can be used to investigate not only for environment but also to be develop in an earth application. The investigation is carried out at the Rahtawu fault, that includes, to the Pati regency which is located 40 km South of ULA. The objective of study to measure the radon realesed from the fracture zone activities. RDA equipment is being used to measure the radon gas released. The result shown that the high value of radon is 311 cpm with the background of 18 cpm, whereas the low value falls at 0 cpm. The tatoo value are influenced by the soil condition, tatoo time, hardness, weather, soil/stone porocity and fault possession