Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Not a member yet
    349 research outputs found

    EVALUASI PREVALENSI PENYAKIT DI SEKITAR CALON TAPAK PLTN, SEMENANJUNG MURIA, JEPARA

    Get PDF
    ABSTRAK EVALUASI PREVALENSI PENYAKIT DI SEKITAR CALON TAPAK PLTN, SEMENANJUNG MURIA, JEPARA. Upaya pemantauan telah dilakukan terhadap prevalensi penyakit di lingkungan Ujung Lemahabang, Jepara. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data status kesehatan masyarakat yang berada di Puskesmas mencakup 4 (empat) kecamatan mulai tahun 1999 sampai 2003. Data yang didapat dikelompokkan berdasarkan jenis penyakit yang ditemukan pada pasien yang berobat di Puskesmas. Evaluasi dari data kesehatan yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat sepuluh (10) jenis penyakit yang ada, penyakit yang paling dominan adalah jenis penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).   ABSTRACT EVALUATION OF DISEASES PREVALENCY AT NPP’s CANDIDATE SITE, UJUNG LEMAHABANG, JEPARA. Monitoring of diseases at Ujung Lemahabang, Jepara has been done. The data collected of publics health are being done during the periode of 1999 to 2003. The data was grouped according to type of diseases found in the community which was reported as prosentage of diseases at the Public Health Center. Evaluation from the health data collected indicate that the Upper Respiratorytract Infection (URI) is a higher prevalence often (10) diseases

    Hal Muka JPEN 2010 Volume 12 Nomor 1 Juni

    No full text

    PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    ABSTRAK PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT. Dalam pemilihan tapak PLTN, IAEA (Safety Guide NS-R-3) dan BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5 tahun 2007) telah mengeluarkan pedoman yang berhubungan tentang evaluasi tapak untuk mendapatkan tapak PLTN yang aman dan menjamin keselamatan. Untuk mempersiapkan program PLTN di Kalimantan Barat, BATAN telah melakukan penelitian di sepanjang pesisir Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk mendapatkan tapak terpilih. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan tapak potensial PLTN di wilayah pesisir kabupaten Ketapang dan Kayong Utara berdasarkan kriteria pembobotan dan pemodelan spasial dan SIG. Penentuan tapak potensial didasarkan pada beberapa kriteria, yaitu: kemiringan lereng, litologi, geologi, topografi, curah hujan, kerawanan bencana, jarak ke badan air, posisi daerah pemukiman, tataguna lahan, lahan gambut, hidrogeologi, dll. Berdasar hasil pembobotan dan skoring diperoleh 4 lokasi yang sesuai untuk dijadikan sebagai tapak potensial PLTN, diantaranya berada di wilayah pesisir yang terdapat di kecamatan Sukadana, Kendawangan, Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan. Kata kunci: tapak, potensial, PLTN, SIG.   ABSTRACT DETERMINATION OF POTENTIAL NPP SITE WITH GIS IN THE COASTAL PROVINCES WEST KALIMANTAN. In a NPP site selection, IAEA (IAEA Safety Guide NS-R-3) and BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5, 2007) has published guidance link of site evaluation forNPP site for ensuring program preparation safety of NPP that will built. NPP's in West Kalimantan, BATAN has conducted research throughout Ketapang and Kayong Utara coastal, West Kalimantan to get selected site. The aim of research is to get the potential site of NPP's plants in coastal areas Ketapang and Kayong Utara base criteria on weighting, spatial modeling and GIS. Criteria for determination of potential site based on several criteria: slope, lithology, geology, topography, rainfall, disaster vulnerability, proximity to water bodies, the position of residential areas, land use, peat, hydrogeology, etc. The results obtained by weighting and scoring four suitable sites serve as a potential site for a NPP's , which was located in coastal areas in the district Sukadana Kendawangan Matan Matan Hilir Utara and Matan Hilir Selatan. Keywords: site, potentially, nuclear power plants, GIS

    PERKIRAAN DESAIN BASIS CURAH HUJAN DI SEMENANJUNG MURIA

    Get PDF
    ABSTRAK PERKIRAAN DESAIN BASIS CURAH HUJAN DI SEMENANJUNG MURIA. Nilai desain basis diperlukan dalam memperhitungkan aspek kesalamatan PLTN. Perhitungan telah dilakukan terhadap parameter meteorologi curah hujan. Data curah hujan diperoleh dari stasiun pemantauan milik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dan PTPN IX untuk daerah Bangsri, Beji, Jatisari, keling dan Jepara. Data curah hujan maksimum dalam periode 24 jam memiliki unit mm/hari. Pada studi terdahulu, konsultan Newjec menggunakan data dari stasiun Ujung Watu dengan periode pemantauan selama kurang dari 2 tahun. Pada perhitungan ini digunakan paling sedikit data selama 19 tahun. Data diolah menggunakan dua pendekatan: statistik dan numerik, menggunakan persamaan Gumbel (Generalized Extreme Value distrbutions-GEV Type I). Dari data diperoleh rerata curah hujan sebesar 248 mm/hari (metode numerik) dan 258 mm/hari (metode statistik) perioda pengulangan (return period) 50 tahun. ABSTRACT PRECIPITATION DESIGN BASIS CALCULATION FOR MURIA PENINSULA. Design basis value is required as a requirement in the nuclear power plant safety analysis. Calculation was done for precipitation. Data was gathered from location close to the area e.g. in Bangsri, Beji, Jatisari, Keling, and Jepara, all within Muria peninsula, from the Department of Settlement and Region Infrastructure and PTPN IX, a state owned plantation. Maximum 24 hour precipitation data was gathered in the unit of mm/day. In previous study by Newjec consultant, data was obtained from Ujung Watu station covering less than 2 year period of observation. In this paper, the data includes at least 19 years of data. Analysis was done using two approaches: statistic and numeric, using Gumbel distribution function (Generalized Extreme Value distribution - GEV Type I). Average precipitation for 50 years of return period are 248 mm/day and 258 mm/day using the numeric and statistic approach respectively

    PERHITUNGAN BIAYA EKSTERNALITAS PLTGU GAS MUARA KARANG

    Get PDF
    ABSTRAK PERHITUNGAN BIAYA EKSTERNALITAS PLTGU GAS MUARA KARANG. Salah satu sasaran dari studi "Comprehensive Assessment of Different Energy Sources for Electricity Generation in Indonesia" adalah perhitungan biaya eksternalitas dengan menggunakan program Simpacts. Sasaran studi ini adalah mendukung perencanaan dan proses pengambilan keputusan energi dan listrik nasional dengan mempertimbangkan tekno-ekonomi, sosial, bijaksanaan, dan lingkungan. Salah satu pembangkit yang menjadi perhatian adalah PLTGU Muara Karang berbahan bakar gas dengan daya keluaran 500 MWe, yang berada di wilayah bagian utara Jakarta. Secara geografis wilayah ini sangat padat dengan penduduk dan di sekitarnya merupakan salah satu pusat bisnis dan industri di Indonesia. Hasil perhitungan menunjukkan besar dampak kesehatan yang terjadi sebanyak 51.400 kasus tiap tahun dengan 86,05% kasus yang terjadi adalah gangguan pernapasan tingkat rendah baik orang dewasa maupun anak- anak oleh polutan nitrat dan biaya kesehatan total yang dibebankan sebesar 1.830.000 US.S dengan 78,85% dari polutan nitrat dan 21,15% dari polutan N02. Biaya Eksternalitas yang diakibatkan oleh PLTGU Gas Muara karang selama tahun 2000 diperoleh sebesar 0,11 cent per kWh per tahun (berdasarkan data pada tahun 2000).   ABSTRACT CALCULATION OF EXTERNALITY COST FOR MUARA KARANG GAS COMBINED-CYCLE. One of study objectives on "Comprehensive Assessment of Different Energy Sources for Electricity Generation in Indonesia" is to calculate externality cost by using Simpacts Program. The goal of this study is to support planning and decision making for energy and electricity development by taking into account the techno-economic, social, policy and environment. Muara Karang Gas Combined-Cycle Plant with 500 MWe capacity. It is one of power plants in Jawa-Bali System, which lies in a highly populated area of northern Jakarta and close to the central area of bussiness and industrial activities. The result of calculation indicated that the health impact reaches 51.400 cases per year with 86.05 % of which is asthma for adults and children due to nitrate and total damage cost expended is around 1.830.000 US.$ with 78.85% of Nitrate and 21.15% of N02. The externality cost of Muara Karang Gas Combined-Cycle is 0.11 cent per kWh per year (based on data in year 2000)

    Hal Belakang JPEN 2013 Volume 15 Nomor 2 Desember

    No full text

    IDENTIFIKASI KUALITAS UDARA AMBIEN DI WILAYAH CALON TAPAK PLTN MURIA

    Get PDF
    ABSTRAK IDENTIFIKASI KUALITAS UDARA AMBIEN DI WILAYAH CALON TAPAK PLTN MURIA. Kualitas udara ambien di wilayah tapak PLTN perlu diketahui untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat terhadap pencemaran udara dari sumber lain terutama dengan akan beroperasinya PLTU Tanjung Jati. Analisis kualitas udara telah dilakukan di wilayah calon tapak PLTN Muria untuk mengidentifikasi baseline data kualitas udara. Pengukuran mencakup 8 titik lokasi pengamatan yang telah mempertimbangkan aspek meteorologis dan lokasi PLTU Tanjung Jati. Parameter yang diukur meliputi S02l N02, CO, H2S, Ox, Hidro Karbon, TSP, PM-10, Pb, Cd, dan kebisingan. Metode pengukuran yang dilakukan sesuai dengan parameter yang diukur. Hasil pemantauan kualitas udara di lokasi PTPN IX Ujung Lemahabang, Pantai Bayuran, PLTU Tanjungjati, Margokerto, Krajan, Jenggotan, Beji Barat, dan Kedung Penjalin tidak melampaui batas kadar maksimum yang ditetapkan dalam kriteria kualitas udara ambien untuk wilayah di Propinsi Jawa Tengah dan berada dalam kategori baik sampai sedang.   ABSTRACT IDENTIFICATION OF AMBIENT AIR QUALITY IN THE REGION OF MURIA NPP SITE. Air quality in the region of NPP site was needed to avoid public misunderstanding of air pollution coming from other sources, in addition, Tanjung Jati coal fired plant will be operated. Analysis of air quality have been conducted in the region of Muria NPP site to obtain baseline data on air quality. The investigation cover 8 location points taking into account the meteorological aspect and their location to Tanjung Jati coal fired plant. Parameters measured are the concentration of S02, N02, CO, H2S, Ox, Hydro Carbon, TSP, PM-10, Pb, Cd, and noise. Measurement method used are properly corresponding with the parameter measured. The result of measurement shows air quality in PTPN IX Ujung Lemahabang, Bayuran Beach, Tanjungjati coal fired plant, Margokerto, Krajan, Jenggotan, Beji Barat, and Kedung Penjalin still lower than maximum limit of ambient air quality as stipulated by the Government of Central Java Province. Air quality in the region are categorized as aither good and moderate

    PEMODELAN PEMISAHAN ZIRKONIUM DAN HAFNIUM MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI ANULAR

    Get PDF
    ABSTRAK PEMODELAN PEMISAHAN ZIRKONIUM DAN HAFNIUM MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI ANULAR. Zirkonium derajat nuklir  dalam bentuk paduan logam merupakan material utama untuk kelongsong bahan bakar PLTN. Zirkonium juga digunakan sebagai bahan pelapis kernel UO2 dalam bentuk ZrC  sebagai pengganti SiC  pada elemen bahan bakar Reaktor Suhu Tinggi (RST). Hafnium sulit dipisahkan dari zirkonium karena mempunyai banyak kemiripan dalam sifat kimianya. Kromatografi anular adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk pemisahan zirkonium dan hafnium hingga diperoleh zirkonium derajat nuklir. Oleh karena itu diperlukan pemodelan matematis yang dapat mendiskripsikan pemisahan zirkonium dan hafnium pada kromatografi anular yang berisi bahan isian resin anion dowex-1X8. Tujuan penulisan ini adalah melakukan simulasi pemisahan menggunakan model kesetimbangan dan koefisien perpindahan massa hasil penelitian. Pada penelitian ini digunakan Zr dan Hf dalam umpan, masing-masing  26 dan 1 g/l. Parameter tinggi resin (L), kecepatan sudut (ω) dan laju alir aksial (uz) divariasi untuk mengetahui pengaruh masing-masing parameter terhadap pemisahan Zr dan Hf. Hasil simulasi menunjukkan bahwa zirkonium dan hafnium dapat dipisahkan menggunakan  kromatografi anular dengan tinggi resin (panjang bed) 50 cm, kecepatan alir superfisial 0,001 cm/det, kecepatan  putaran 0,006 rad/menit dan  diameter anular  20 cm. Pada kondisi tersebut diperoleh hasil zirkonium 10.303,226 g/m3 dan hafnium 12,324 g/m3 (ppm). Kata kunci: zirkonium, hafnium, resin anion dowex-1X8, kromatografi anular. ABSTRACT MODELLING OF zirconium and hafnium separation  using CONTINUOUS annular chromatography. Nuclear degrees of zirconium in the form of a metal alloy is the main material for fuel cladding of NPP. Zirconium is also used as sheathing UO2 kernel in the form of ZrC as a substitute of SiC in the fuel elements of High Temperature Reactor (HTR). Difficulty separating hafnium from zirconium because it has a lot of similarities in the chemical properties of Zr and Hf. Annular chromatography is a device that can be used for separating of zirconium and hafnium to obtain zirconium nuclear grade. Therefore, it is necessary to construct the mathematical modelling that can describe the separation of zirconium and hafnium in the annular chromatography containing anion resin dowex-1X8. The aim of research is to perform separation simulation by using the equilibrium model and mass transfer coefficient resulted from research. Zr and Hf feed used in this research were 26 and 1 g/l, respectively. Height of resin (L), angular velocity (ω) and the superficial flow rate (uz) was varied to determine the effect of each parameter on the separation of Zr and Hf. By using Kd and ​​Dv values resulted previous research. Simulation results showed that zirconium and hafnium can be  separated using a continuous annular chromatography with high resin (long bed) 50 cm, superficial flow rate of 0.001 cm/s, the rotation speed of 0.006 rad/min and 20 cm diameter annular. In these conditions the results obtained zirconium concentration of 10,303.226 g/m3 and hafnium concentration of 12.324 g/m3 (ppm). Keywords: zirconium, hafnium, dowex-1X8 anion resin, annular chromatograph

    APLIKASI KOGENERASI NUKLIR UNTUK DEKOMPOSISI AIR PADA KONVERSI CO2 MENJADI PUPUK UREA

    Get PDF
    APLIKASI KOGENERASI NUKLIR UNTUK DEKOMPOSISI AIR PADA KONVERSI CO2 MENJADI PUPUK UREA. Telah dilakukan studi aplikasi kogenerasi nuklir untuk dekomposisi air pada konversi CO2 menjadi pupuk urea. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Tujuan studi adalah menganalisis kemungkinan aplikasi kogenerasi nuklir untuk dekomposisi air pada konversi CO2 menjadi pupuk urea sebagai teknologi alternatif produksi pupuk urea. Hasil studi menunjukkan bahwa proses kogenerasi nuklir untuk dekomposisi air dimungkinkan untuk diaplikasikan guna mengkonversi CO2 menjadi pupuk urea. Metode ini tidak memerlukan lagi penggunaan gas alam sebagai bahan baku, sumber energi panas, kukus dan listrik. Produksi dengan kapasitas sebesar 1725 ton pupuk urea per hari, mampu menghemat gas alam sebesar 21,25 juta MMBTU per tahun yang setara dengan pengurangan laju emisi CO2 sebesar 1,24 juta ton per tahun. Selain itu dapat memanfaatkan emisi CO2 sebesar 596357 ton per tahun yang berasal dari PLTU batubara dengan daya sebesar 90 MWe, sebagai bahan baku untuk proses pembentukan urea. Pasokan energi panas, kukus dan listrik yang bersumber dari reaktor HTGR dengan daya 2×600 MWt dapat memenuhi kebutuhan proses produksi, dengan kelebihan listrik sebesar 140 MWe. Di samping produksi pupuk sebesar 1725 ton per hari, juga dihasilkan energi listrik tanpa emisi CO2 yang berasal dari PLTU baubara (90MWe) dan HTGR (140MWe) dengan total sebesar 230 MWe yang dapat disambungkan ke jaringan. Kata kunci: kogenerasi nuklir, dekomposisi air, konversi CO2, pupuk urea, emisi CO

    PERBANDINGAN HARGA ENERGI DARI SUMBER ENERGI BARU TERBARUKAN DAN FOSIL

    Get PDF
    ABSTRAK PERBANDINGAN HARGA ENERGI DARI SUMBER ENERGI BARU TERBARUKAN DAN FOSIL. Transportasi biaya rendah untuk orang dan barang sangat penting untuk kesejahteraan ekonomi bangsa. Hingga kini jika harga minyak naik, biaya transportasi otomatis akan mengikuti dan sebagian rakyat menderita akibat melambungnya harga makanan dan barang-barang lainnya. Hampir 100 persen kebutuhan energi transportasi negara Indonesia didukung oleh minyak. Sementara biaya di sektor energi terutama listrik, di negara maju yang juga berperan signifikan untuk mendukung transportasi, jauh lebih stabil dan dapat diprediksi. Kebutuhan energi yang begitu tinggi di sektor transportasi cenderung memaksa manusia untuk mengupayakan sumber dan sarana energi dalam bentuk  lain seperti listrik atau hydrogen yang dapat menyamai atau melebihi kinerja bahan bakar minyak. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan keekonomian harga energi dari sumber EBT dan fosil untuk melihat sejauh mana peluang keekonomian beberapa jenis energi dapat memainkan peran signifikan di sektor transportasi dan dampak selanjutnya di dalam sistem energi. Metodologi yang digunakan adalah penelusuran pustaka dan perhitungan langsung pada bahan atau sumber energi terkait. Dari hasil analisis diperoleh bahwa akan semakin dibutuhkan peran energi nuklir dan energi tertentu lainnya sebagai sumber energi listrik menimbang aspek keekonomiannya yang relatif lebih baik. Kata kunci: perbandingan, harga energi, bahan bakar, transportasi   ABSTRACT ENERGY PRICE COMPARISON OF NEW, RENEWABLE AND FOSSIL ENERGY SOURCES. Low cost transportation for people and goods is essential to the economic well-being of the nation. Until now, if the oil prices rise, the cost of transportation will automatically follow and most of the people suffering due to soaring prices of food and other items. Almost 100 percent of Indonesian transportation energy demand is supported by oil. Supply disruption - or even the threat of disruption - in the Middle East or elsewhere may lead to a shift in consumer prices and the cost of the industry in significant numbers. While costs in the energy sector, especially electricity in developed countries that also contribute significantly to support the transport sector, is much more stable and predictable. Energy requirements are so high in the transport sector tends to force people to seek the source and means of energy in other forms such as electricity or hydrogen that can match or exceed the performance of fuel oil. This paper aims to analyze the economics of energy price comparison to see the extent of the economic opportunities some kind of energy to play a significant role in the transport sector and the subsequent impact on the energy system. From the results obtained by the analysis that will be increasingly necessary role of nuclear energy and other specific energy as a source of electrical energy considering its economical aspects are relatively better. Keywords: comparison, price of energy, fuel, transportatio

    224

    full texts

    349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇