Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
Korelasi Antara Kecepatan Gelombang Geser dan NSPT di Area Pulau Nuklir, Tapak RDE Serpong
Karakteristik gerakan tanah akibat gempabumi dipengaruhi oleh variasi nilai kecepatan gelombang geser (Vs). Ketersediaan nilai Vs suatu daerah belum tentu lengkap dan siap, hal ini disebabkan oleh penyelidikan langsung guna memperoleh nilai Vs memerlukan waktu relatif lama dan biaya yang tidak sedikit. Selain itu juga dipengaruhi oleh tingkat keterjangkauan suatu daerah pengujian. Berbeda halnya dengan data jumlah pukulan (N) dari uji Standard Penetration Test (NSPT) yang lebih banyak tersedia. Dewasa ini telah banyak dilakukan penelitian persamaan korelasi nilai Vs dari data NSPT, meskipun demikian tingkat keandalan antara satu dengan lainnya tidaklah sama. Studi ini bertujuan mengembangkan korelasi yang reliabel antara Vs dan NSPT untuk kategori semua jenis tanah. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan dan menganalisis data hasil pengujian geofisika dan geoteknik kemudian melakukan analisis regresi non-linear. Dari hasil perhitungan diperoleh korelasi Vs = 98,759NSPT0,3101 untuk kategori semua jenis tanah di area pulau nuklir Tapak RDE, Serpong. Korelasi ini mampu memprediksi Vs dengan cukup baik dan cepat, tanpa harus melakukan pengukuran yang memerlukan biaya lebih banyak dan waktu lebih lama
Kajian Kualitas Air Laut dan Dosis Cesium 137 Pada Biota di Pantai Gosong, Kalimantan Barat Sebagai Calon Tapak PLTN
KAJIAN KUALITAS AIR LAUT DAN DOSIS CESIUM 137 PADA BIOTA DI PANTAI GOSONG, KALIMANTAN BARAT SEBAGAI CALON TAPAK PLTN. Kondisi awal lingkungan di Pantai Gosong sebagai calon tapak PLTN di Kalimantan Barat sebelum pembangunan dan pengoperasian PLTN penting untuk dilakukan. Salah satu deskripsi lingkungan yang diperlukan namun belum tersedia adalah data radionuklida Cs-137 dan besarnya dosis radiasi Cs-137 terhadap biota laut di perairan laut Pantai Gosong. Penelitian ini bertujuan menentukan kualitas air termasuk konsentrasi radionuklida Cs-137 di perairan Pantai Gosong dan dosis radiasi Cs-137 terhadap biota lautnya. Penentuan lokasi penelitian didasarkan dengan metode purposive sampling. Metode penelitian meliputi pengendapan Cs-137, pemisahan, pengeringan dan pencacahan dengan spectrometer gamma. Selanjutnya dilakukan simulasi dosis radiasi terhadap biota laut menggunakan perangkat lunak Erica Tools. Parameter kualitas air lainnya diukur menggunakan Water Qulity Mater. Hasil pengukuran empat parameter yang diukur seperti pH, suhu, salinitas dan TDS mempunyai nilai yang serupa dengan penelitian lain pada lokasi yang berdekatan dan tidak terjadi perubahan kualitas lingkungan. Dari aspek radioekologi yang diwakili olah nuklida Cs-137, didapatkan bahwa aktivitasnya di perairan Pantai Gosong hampir sama nilainya dengan penelitian serupa di perairan Indonesia yang sumbernya berasal dari fallout. Dosis radiasi Cs-137 pada biota laut yang berada di perairan Pantai Gosong lebih rendah dari tingkat dosis skrining level
Rancang Bangun Heater Element Segment pada Rangkaian Sistem Reactor Cavity Cooling RDNK
RANCANG BANGUN HEATER ELEMENT SEGMENT PADA RANGKAIAN SISTEM REACTOR CAVITY COOLING RDNK. Proses pendinginan secara pasif menjadi perhatian khusus sejak kecelakaan PLTN Fukushima dan TMI-2, kecelakaan tersebut diakibatkan oleh gagalnya sistem pendingin aktif dimana pompa tidak berfungsi. Kemudian, aliran sirkulasi alam sebagai prinsip kerja sistem pendingin pasif juga digunakan pada model pendinginan di celah antara dinding luar Reactor Pressure Vessel (RPV) reactor High Temperature Gass Cooled Reactor (HTGR) dan beton penopang RPV. Riset terkait reactor cavity cooling system berbasis pendingin pasif dilakukan dengan membuat Untai Uji Reactor Cavity Cooling System-Reaktor Daya Non Komersial (RCCS-RDNK), namun saat dilakukan komisioning fungsi pemanasannya tidak optimal, temperatur yang ingin dicapai yaitu 300oC – 400oC pada permukaan simulator RPV HTGR tidak tercapai, sehingga dilakukan modifikasi pada sistem pemanas dengan heater element segments (HES) berbasis proses radiasi. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan analisis pada pengujian pemanasan HES hasil konstruksi hingga mencapai temperatur optimal. Metode eksperimen dilakukan dengan menghidupkan heater dan merekam perubahan temperatur pada titik pengukuran di bagian permukaan insulator brick (BRICK), permukaan dalam RPV (RPVD), permukaan luar RPV (RPVL) dan udara luar. Hasil pengujian menunjukkan, secara umum capaian maksimal temperatur pada bagian permukaan RPV sekitar 400oC, dengan temperatur permukaan brick sekitar 700oC. Hal ini menunjukkan bahwa, konstruksi pemanas HES dapat beroperasi optimal dan memenuhi kriteria simulasi pendingin pada RCCS HTGR
Koreksi Geometrik Pemetaan Tataguna Lahan di Sekitar Calon Tapak PLTN Kalimantan Barat
Lahan yang diusulkan untuk PLTN kemungkinan tidak sesuai, sehingga studi kesesuaian tataguna lahan dan air untuk penetapan tapak prototipe PLTN perlu dilakukan. Penggunaan citra satelit sebagai salah satu jenis data hasil penginderaan jauh telah banyak dilakukan dalam analisis kesesuaian lahan atau tataguna lahan. Sebagai langkah awal yang penting untuk mempersiapkan citra satelit resolusi tinggi (CSRT) seperti citra pleiades 1A yang digunakan pada penelitian ini adalah proses Koreksi Geometrik dengan data masukan utama adalah koordinat GCP hasil survei dan pengukuran di lokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rektifikasi (pembetulan) atau restorasi (pemulihan) citra agar koordinat citra sesuai dengan koordinat geografis. Pengolahan data CSRT menggunakan beberapa metode, yaitu assemble, mosaik, dan pansharp serta koreksi geometrik on-screen. Uji akurasi proses pengolahan data CSRT menggunakan persamaan root mean square error (RMSE) atau circular error. Data raster terkoreksi geometrik yang dihasilkan memiliki RMSE sebesar 1,53 serta ketelitian geometrik horisontal sebesar 2,32, sehingga dapat memenuhi standar untuk digunakan dalam pembuatan peta dasar tataguna lahan dengan skala 1:5000
Analysis of Severe Accident in Complex System Reactor Using Moving Particle Semi-Implicit (MPS) Method
The very complex structure of nuclear reactors is one aspect of the cause of severe accidents in nuclear reactors. To prevent serious accidents, analysis is needed on the reactor design before the reactor is built. Reactor accident analysis can be done using the Moving Particle Semi-Implicit method. The Moving Particle Semi-Implicit method is excellent in simulating the movement of liquid fuel in a reactor because it can analyze the free surface flow of an incompressible liquid without using a mesh grid. Simulations were carried out using three types of fluids with different viscosities and densities such as water, oil, and wax. The simulation results show that the water takes the fastest time to drain all the particles and the oil takes the longest time. From the simulation results, it can be determined that the kinematic viscosity of a liquid affects its flow velocity
Perbandingan Hidrograf Satuan Sub-DAS Cisadane untuk Analisis Banjir Tapak RDNK Serpong
Perhitungan resiko banjir dalam melakukan perencanaan pembangunan suatu bangunan sipil tidak terkecuali fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir sangat penting dilakukan. Dengan perhitungan dan perencanaan debit banjir yang tepat akan mengurangi resiko kegagalan bangunan. Studi ini dilakukan dalam rangka menjamin keselamatan tapak termasuk fasilitas Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) dan membandingkan berbagai hidrograf satuan yang dapat menggambarkan kondisi karakteristik tapak. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik Sub DAS daerah aliran sungai Cisadane. Pemodelan hidrologi dilakukan dengan menggunakan Hec-GeoHMS (processing) dan HEC HMS. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik DAS, model hirograf snyder dan SCS serta perbandingan nilai debit puncak hidrograf terukur dengan kedua model hidrograf tersebut. Hidrograf Snyder memiliki nilai debit puncak 1148,8 m3/dt yang mendekati nilai hidrograf terukur sebesar 1153,0 m3/dt dibandingkan dengan metode SCS yaitu 1186,8 m3 /s. Berdasarkan hal ini maka hidrograf satuan Snyder mempunyai nilai akurasi yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan dibandingkan dengan hidrograf satuan SCS
Konfigurasi Batuan Dasar Daerah Sekitar Rencana Pembangunan Reaktor Daya Eksperimental Serpong
Proses pemilihan tapak diperlukan informasi geologi bawah permukaan yang merupakan aspek penting terutama berkaitan dengan daya dukung lapisan/tanah. Informasi kondisi batuan dasar yang ditunjukkan oleh nilai kecepatan gelombang geser diperlukan untuk penempatan pondasi bangunan. Penerapan kombinasi metode mikrotremor array dan single station adalah untuk mengetahui kedalaman batuan dasar lebih rinci secara lateral berdasarkan nilai frekuensi resonan yang dilakukan untuk memodelkan kondisi bawah permukaan daerah Puspiptek Serpong. Tujuan penelitian adalah memodelkan batuan bawah permukaan di tapak RDE berdasarkan profil kecepatan gelombang geser secara vertikal dengan 10 titik ukur. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Geopsy dan validasi data mikrotremor array menggunakan data N-SPT di tapak. Hasil perhitungan menunjukkan hingga kedalaman 64 m diperoleh model dua lapis batuan dengan nilai kecepatan bervariasi secara lateral maupun vertikal. Lapisan permukaan mempunyai kisaran nilai kecepatan gelombang geser antara 150 m/detik hingga 360 m/detik pada kedalaman sekitar 19 m, sedangkan lapis kedua yang dianggap sebagai batuan dasar di daerah ini mempunyai kecepatan gelombang geser berkisar antara 365 m/detik hingga 900 m/detik pada kedalaman sekitar 60 m