Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
Analisis Risiko Proyek PLTN Kalbar Dengan Pendekatan Model AHP dan PMBOK
Indonesia berencana membangun PLTN di Kalimantan Barat. Sebagai mega proyek, pembangunan PLTN memiliki kompleksitas yang tinggi dan risiko yang besar. Sebelum PLTN dikonstruksi, tahapan penting yang harus dijalankan adalah melakukan analisis risiko proyek PLTN. Secara umum analisis risiko proyek terdiri dari analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Dalam penelitian ini dilakukan analisis risiko kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kombinasi model AHP dan model PMBOK. Model AHP digunakan untuk menentukan bobot masing-masing faktor risiko sedangkan model PMBOK digunakan untuk menetapkan nilai kuantitatifnya. Dengan kombinasi model ini maka akan dapat menentukan nilai risiko biaya, waktu, lingkup proyek dan kualitas dan pada sisi lain dapat ditelusuri kontribusi masing-masing faktor risiko terhadap risiko proyek total. Analisis risiko ini akan sangat membantu proyek dalam memetakan ketidakpastian dan menyususn mitigasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan studi kasus proyek PLTN dengan model kontrak EPC. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko finansial memberikan kontribusi yang besar pada kenaikan biaya dan waktu pelaksanaan proyek, dan menurunkan kemampuan pada pencapaian lingkup proyek dan kualitas proyek. Lingkup proyek menjadi parameter yang paling terpengaruh oleh adanya risiko sedangkan kualitas merupakan parameter yang paling kecil terpengaruh oleh risiko. Adanya risiko menyebabkan kenaikan biaya proyek antara 10% - 20%, kenaikan waktu (durasi) pelaksanaan 5% - 10%
The Evaluation of the High Temperature Gas Cooled Reactor Safety to Fulfill the Requirement of the Next Generation Nuclear
High temperature gas cooled reactor (HTGR) has been considered to be the most promising option to meet energy demands in the future. It has also been selected as the next generation nuclear plant. The primary safety requirement of the next generation nuclear plant design is to limit radioactive material releases to practically eliminate the need for public evacuation or sheltering beyond the exclusion area boundary. The purpose of this study is to evaluate the safety design of HTGRs in order to fulfill the requirement of the next generation nuclear plant. To achieve this objective, inherent safety features, fundamental safety functions, and confinement functions realized into the design of HTGRs are comprehensively evaluated. It is found that design provisions of HTGRs can fulfill the intention of keeping radionuclides at their original sources. The layers of the coated fuel particles are very robust to retain nuclear fission products for all foreseeable reactivity events. There will be no possibility of radioactive materials to be released even though related safety systems and operator intervention are not involved in the recovery actions. This design has complied with the requirement of the next generation nuclear plant, which is to practically eliminate the need for public evacuation or sheltering beyond the exclusion area boundary
Komparasi Stasiun Meteorologi Calon Tapak RDNK dengan Kawasan Nuklir Serpong sebagai Upaya Memperkaya Data Pemantauan Cuaca dalam Proses Perizinan
Kajian aspek meteorologi dalam rencana pembangunan Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) merupakan salah satu hal penting dalam proses perizinan tapak, tahap konstruksi, komisioning dan operasi. Dalam rangka pemenuhan aspek tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) membangun stasiun meteorologi di tapak RDNK pada tahun 2018. Hasil evaluasi data cuaca pada stasiun meteorologi RDNK kurang representatif karena pengamatan data dilakukan dalam rentang waktu yang pendek sehingga perlu pengumpulan data cuaca dari stasiun meteorologi lain, yaitu stasiun meteorologi di tapak Kawasan Nuklir Serpong (KNS). Penelitian ini bertujuan membandingkan data cuaca hasil pengukuran dari kedua stasiun meteorologi di tapak KNS dan tapak RDNK sehingga dapat dijadikan justifikasi dalam proses evaluasi tapak RDNK, serta kegiatan evaluasi lanjutan dalam proses perizinan. Parameter cuaca yang diamati dalam penelitian ini meliputi temperatur, tekanan, kelembaban relatif, radiasi matahari dan curah hujan selama satu tahun. Data cuaca yang telah lolos penyaringan dibandingkan pada waktu yang sama. Data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif, box-plot, korelasi Pearson, Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), analisis regresi linier dan analisis kecenderungan. Hasil kajian menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat dan kecenderungan yang sama dari waktu ke waktu antara parameter cuaca di kedua stasiun meteorologi tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tapak RDNK memiliki karakteristik meteorologi yang sama dengan tapak KNS
Analisis Kejadian pada Sistem Pendingin Primer Reaktor Menggunakan Functional Modeling
Selama waktu operasi reaktor, struktur, sistem dan komponen (SSK) reaktor, misalnya sistem pendingin primer, akan mengalami penuaan atau keusangan yang akan mempengaruhi kinerja dan operasi selamat dari reaktor tersebut. Hal ini juga berlaku pada Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) yang usianya lebih dari 30 tahun. Oleh karena itu program manajemen penuaan harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah dengan melakukan penapisan komponen kritis sistem pendingin primer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan tersebut menggunakan model multilevel flow modeling (MFM) pada sistem pendingin primer RSG-GAS. MFM adalah salah satu metode functional modeling yang mengubah sistem kompleks menjadi struktur fungsi-fungsi yang saling terhubung dengan hubungan sebab akibat. Metode yang dilakukan adalan dengan menerapkan beberapa skenario kejadian kecelakaan loss of flow accident (LOFA) yang terdapat pada Laporan Analisis Keselamatan (LAK) RSG-GAS pada model MFM tersebut. Dampak dari kejadian tersebut dapat dianalisis menggunakan aturan jalur perambatan (influence propagation). Hasil investigasi berupa komponen-komponen yang terdampak, yaitu katup isolasi, pompa primer dan alat penukar panas, dikelompokkan sebagai komponen kritis dan harus mendapat perhatian untuk penanganan lebih lanjut. Jika komponen-komponen tersebut mengalami keusangan atau kerusakan maka harus dilakukan perawatan atau penggantian sehingga kinerja reaktor dapat dipertahankan dan reaktor dapat tetap beroperasi dengan aman dan selamat
Analisis Ancaman Orang Dalam dan Strategi Intrusi Sistem Proteksi Fisik Fasilitas Nuklir dengan Pendekatan Stokastik
Model Estimate of Adversary Sequence Interruption (EASI) adalah sebuah model analisis satu jalur intrusi yang menghitung nilai probabilitas interupsi (PI) dari sebuah sistem proteksi fisik fasilitas tertentu untuk mencegah tindak pencurian ataupun sabotase dari musuh. Evaluasi sistem proteksi fisik diperlukan untuk memastikan sistem proteksi fisik mampu menanggulangi musuh dengan ragam atribut, karakteristik, dan kapabilitas serta kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam. Makalah ini menunjukkan metode evaluasi sistem proteksi fisik menggunakan model EASI yang sudah dikembangkan dengan pendekatan stokastik, serta memperhitungkan variasi strategi intrusi musuh dan keterlibatan orang dalam
Analisa Hasil Pengelasan Baja SA333 Grade 6 Untuk Aplikasi PLTN
Baja SA333 Gr-6 merupakan baja karbon rendah (C-Mn) yang sering digunakan dalam struktur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena memiliki sifat yang menguntungkan seperti konduktivitas termal yang lebih tinggi dan ekspansi termal yang lebih rendah. Baja ini digunakan sebagai pipa utama pengangkutan panas (primary heat transport) untuk reaktor air berpendingin gas (Heavy Water Gas Cooled Reactor, HWGCR) dan pipa pada reactor pressure vessels (RPv) dalam sistem PLTN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kekuatan mekanis pada hasil lasan pada baja SA A333 grade 6 menggunakan metode SMAW. Baja yang telah dilas diuji merusak (uji tarik dan bending) dan tidak merusak (mikrostruktur) untuk mengetahui kualitas hasil sambungan las. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya retak pada sambungan las terutama pada permukaan las akibat beban bending. Disimpulkan bahwa baja SA 333 Gr 6 yang dilas dengan metode SMAW belum memenuhi kriteria penerimaan uji menurut ASME IX dan ASME III sehingga belum bisa diterapkan di pembangkit listrik tenaga nuklir
Impact Analysis of NPP Construction on National Economy Using Empower Model
The Nuclear Power Plant (NPP) could be one of the generation technology options to fulfill the mandate of Government Regulation No. 79 of 2014 which targeted the New Renewable Energy (NRE) portion in the national energy mix amounted to 23% by 2025 and 31% by 2050, while the realization of NRE until year 2019 is 12,6%. Any implementation of a new project or industry will have an impact on both national and region economy, and NPP project is no exception. This study aims to analyze the impact of nuclear power plant development on the national economy sector. The economic parameters analyzed in this study focused on gross domestic product (GDP) and employment. The analysis was done by using Input Output model with EMPOWER(An Extended Input-Output Model for Impact Assessment of Nuclear Power Plants) model released by IAEA as a tool. Construction period for 2 units of NPP 1000 MWe is assumed 10 years including site preparation. The results of the analysis showed that NPP construction has a significant impact on GDP and employment absorption. Each of module (A, AB, ABC and ABCD) had an impact of GDP increase of 0.021%, 0.033%, 0.040% and 0.040% respectively when compared to the GDP gained without any NPP construction. As for the amount of employment creation in module A, AB, ABC and ABCD respectively equal to 66,083, 107,693,86,081 and 85,449.It is can be concluded that according to the analysis provided by the EMPOWER, the construction of a NPP has positive impacts on the national economy