Jurnal Kultur Demokrasi
Not a member yet
    299 research outputs found

    Efektivitas Ruang Henti Khusus dalam Menciptakan Tertib Lalu Lintas di Kota Bandar Lampung

    Get PDF
    This study aims to know and explain how the effectiveness of exclusive stopp space (ESP) in creating ordered traffic in Bandar Lampung City. In this study the author used quantitative descriptive method. The research population was Traffic Police Directorate of Lampung Police with samples taken were 25% from number of population that was 201 respondent. data collection used wasquestionnaire and its supporting technique were interview and questionnaire. The results of this study indicate that the effectiveness of exclusive stop space in Bandar Lampung City is ineffective. This can be seen from the result of understanding, responses, and expectations of the police in the Directorate of Lampung Police on the application of exclusive stop space. the citizen considers that the Exclusive Stop space of two-wheeled vehicles does not work effectively in overcoming traffic congestion problem in Bandar Lampung City.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana efektivitas ruang henti khusus (RHK) dalam menciptakan tertib lalu lintas di Kota Bandar Lampung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. populasi penelitian ini adalah Polisi Lalu Lintas Direktorat Polda Lampung dengan sampel yang diambil sebanyak 25% dari jumlah populasi yaitu 201 responden. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan teknik penunjangnya adalah wawancara dan angket. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa efektivitas ruang henti khusus di Kota Bandar Lampung adalah tidak efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil pemahaman, tanggapan, dan harapan pihak polisi di Direktorat Polda Lampung terhadap penerapan ruang henti khusus. Masyarakat menganggap bahwa Ruang Henti Khusus kendaraan roda dua tidak berfungsi dengan efektif dalam mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di Kota Bandar Lampung.Kata kunci: efektivitas, ruang henti khusus, lalu linta

    Peranan Guru dalam Menanamkan Kedisiplinan dan Kegiatan Belajar Siswa Penderita Tuna Rungu

    No full text
    The purpose of the research is to explain the teachers role in instilling the value of discipline and learning activities of deaf students in Extraordinary School PKK Bandarlampung 2016.This research used qualitative method, the subject of this research are teachers in Extraordinary School PKK Bandarlampung totaling 2 peoples. The technique of collecting data using triangulation and the data analysis using observation, interview, and documentation.The result of the research there is a teachers role in instilling the value of discipline and learning activities of deaf students in Extraordinary School PKK Bandarlampung. This shows that the higher teachers role in Extraordinary School PKK Bandarlampung it will be the better in instilling the value of discipline and learning activities of deaf students.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan Peranan Guru dalam Menanamkan Kedisiplinan dan Kegiatan Belajar Siswa Penderita Tuna Rungu di Sekolah Luar Biasa PKK Bandarlampung Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, subjek penelitian ini adalah guru di Sekolah Luar Biasa PKK Bandarlampung yang berjumlah 2 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi dengan analisis data menggunakan observasi, wawancara kemudian dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa: terdapat peranan guru dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan kegiatan belajar siswa penderita tuna rungu di Sekolah Luar Biasa PKK Bandarlampung. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi peran guru di Sekolah Luar Biasa PKK Bandarlampung maka akan semakin baik pula dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan dalam kegiatan belajar siswa penderita tuna rungu.Kata kunci : kedisiplinan, peranan guru, tuna rung

    Implementasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Proses Upacara Pernikahan Adat Lampung Saibatin

    No full text
    This purpose of this research was to describe Implementation of Local Wisdom in the Process of Traditional Wedding Ceremony in Lampung Saibatin Village Umbul Buah District Kota Agung East. this research method was descriptive qualitative with research subject that is the society of Lampung Saibatin tribe that exist in village Umbul Buah.. Data collection using interview technique, observation and documentation.The result of this research is part of Lampung Saibatin society that exist in Umbul Buah village of Lampung traditional ceremony still done by some society and there are a value of the value which is enclosed in a traditional ceremony that is religious value, beauty value of kinship value and unity value. The obstacles in the implementation of this ceremony is the problem of cost, lack of understanding, a very long time sera requires a lot of energy in the implementation.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adat pernikahan Lampung Saibatin di Desa Umbul Buah Kecamatan Kota Agung Timur. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu masyarakat Lampung Saibatin yang ada di Desa Umbul Buah Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagian masyarakat Lampung Sai Batin yang ada di Desa Umbul Buah masih melakukan pernikahan adat Lampung Saibatin dan paham mengenai nilai dan makna ,namun sebagian masyarakat dalam melaksanakan upacara adat sudah disederhanakan tidak menggunakan upacara adat secara lengkap, adapun kendala dalam pelaksanaan ini adalah masalah biaya, tidak mengatahui rangkaian prosesi adat serta waktu yang panjang dan tenaga.Kata kunci : lampung saibatin, pernikahan, upacara adat

    Persepsi Masyarakat Terhadap Faktor Penyebab Kenakalan Remaja Di Dusun IV Kampung Nambahdadi

    No full text
    The purpose of this study to analyze and explain the perception society against factors causing juvenile delinquency. The research method used is a descriptive quantitative method. Subjects in this study were 33 people of Dusun IV Kampung Nambahdadi who have teenagers. To collect data in this research using questionnaires and comprehension tests as basic techniques, while supporting techniques are interviews and documentation. The results showed that the factors causing juvenile delinquency are the family circumstances that are less supervising and less guiding their teenage children. Besides, the factor of school condition that less enforce the discipline and society that is less concerned about the surrounding environment caused juvenile delinquency. This is indicated by as many as 24 respondents or 72.7% of people fall into the category of disagreeing. A total of 7 respondents or 26.2% of people fall into the category of less agree, and as many as 2 respondents or 6.1% of people fall into the category agree.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan persepsi mayarakat terhadap faktor penyebab kenakalan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 33 orang masyarakat Dusun IV Kampung Nambahdadi yang mempunyai anak remaja. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan tes pemahaman sebagai teknik pokok, sedangkan teknik penunjangnya adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kenakalan remaja adalah keadaan keluarga yang kurang mengawasi dan kurang membimbing anak remajanya. Disamping itu faktor keadaan sekolah yang kurang menegakkan disiplin dan masyarakat yang kurang perduli terhadap lingkungan sekitar menyebabkan kenakalan remaja. Hal ini ditunjukkan dengan sebanyak 24 responden atau 72,7% masyarakat masuk dalam kategori tidak setuju. Sebanyak 7 responden atau 26,2% masyarakat masuk dalam kategori kurang setuju, dan sebanyak 2 reponden atau 6,1% masyarakat masuk dalam kategori setuju.Kata kunci: kenakalan remaja, masyarakat, persepsi

    Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Persepsi Orang Tua Terhadap Lulusan Perguruan Tinggi

    No full text
    The purpose of this research to analyze and define the connection education level with perception parents to a graduate of a college in the village Gadingrejo Utara Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu .Research methodology used in this research descriptive correlational to the subject research parents were 84 people. Technique data collection use chief , interview , documentation and observation from the analysis data using chi square.The results of the study is that there the relationship between the education level with perception parents to a graduate of a college, that is, the number high levels of education the good old the perception of a graduate of a college, this is also in contrast when the lower levels of education the more bad the perception old to a graduate of a college.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan hubungan tingkat pendidikan dengan persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi di Desa Gadingrejo Utara Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif korelasional dengan subyek penelitian orang tua berjumlah 84 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi dengan analisis data menggunakan Chi Kuadrat. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi, yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin baik persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi, hal tersebut juga sebaliknya apabila semakin rendah tingkat pendidikan maka semakin buruk persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi.Kata kunci: lulusan perguruan tinggi, orang tua, persepsi, tingkat pendidika

    Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi Terhadap Minat Baca Peserta Didik di Perpustakaan

    Get PDF
    The aim of this research is to describe the development of technology information and communication towards the students reading interest at eleven grade in Teladan senior high school library, way jepara. The method used was descriptive analysis in which the design used eas quantitative design. Instrument used during the research was questionnaire whom 30 participants involved during the collecting the data. The participants were students from eleventh grade students of teladan senior high school, Way Jepara. It was found that there were strong effect between the information and technology development toward the students reading interest in library which means that the further the development of the technology information and communication the lower students reading interest in library.Tujuan penelitian ini untuk medeskripsikan perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi terhadap minat baca peserta didik kelas XI di perpustakaan SMA Teladan Way Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 responden dan menggunakan sampling jenuh sehingga sampelnya adalah seluruh populasi yang merupakan peserta didik Kelas XI SMA Teladan Way Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap minat baca peserta didik di Perpustakaan. Artinya disini terlihat bahwa Semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi maka minat baca peserta didik di perpustakaan semakin rendahKata kunci: minat baca, peserta didik, teknologi informasi dan komunikas

    Persepsi APINDO Lampung Terhadap Amnesti Pajak Menurut UU Nomor 11 Tahun 2016

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pengurus APINDO cabang Lampung terhadap program amnesti pajak menurut undang undang nomor 11 Tahun 2016 di Sekretariat APINDO cabang Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua, pengurus, dan pengusaha. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pengurus APINDO cabang Lampung terhadap program amnesti pajak adalah bersifat positif dan menguntungkan pengusaha meski dampaknya tidak begitu dirasakan oleh pengusaha yang taat pajak.This study aimed to describe the perception of APINDO board of Lampung branch to the tax amnesty program according to law number 11 of 2016 at APINDO Secretariat Lampung branch. This study used a descriptive qualitative method. Subjects in this study were chairman, board, and businessman. Techniques of collecting data used interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicated that the perception of APINDO board of Lampung branch to the tax amnesty program is positive and beneficial to entrepreneurs although the impact is not so perceived by tax-abusive entrepreneurs.Kata kunci: amnesti, APINDO, Lampung, pajak, pengurus, pengusaha

    Sikap Siswa SMP Perintis 1 Terhadap Nilai Nasionalisme Dari Pelestarian Seni Budaya Lokal

    No full text
    The objective of this research is to explain about students' attitude in Junior High School Perintis 1 Bandar Lampung toward nationalism value of preserving local art and culture. This research used descriptive method. Population of this research is students of Junior High School Perintis 1 Bandar Lampung that has 184 students, and sample of this research is 18 students. Meanwhile, data gathering technique of this research used questionnaire, interview, observation, and documentation. Lastly, data analysis technique of this research used interval formula and percentage. The result of the research showed that students' comprehension indicator from 7 respondents or 38,9% gave agree responses that showed students have understood about preserving local art and culture is the responsible of young generation. Appreciation indicator from 8 respondents or 44,4% gave agree responses toward nationalism value from preserving local art and culture because the students have a role in keeping an eye of national stability with preserving local art and culture. However, tendency of act indicator from 7 respondents or 38,9% gave disagree responses because the students were in doubt if they got involved directly in preserving local art and culture. In the end, the results above proved that nationalism value from preserving local art and culture is hard to be founded, although the students have already known the function of art and culture. Therefore, parents and school have a role in supporting the action of preserving local art and culture in order to construct nationalism value for students.Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan sikap siswa SMP Perintis 1 Bandar Lampung terhadap nilai nasionalisme dari pelestarian seni budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Perintis 1 Bandar Lampung yang berjumlah 184 siswa dengan sampel 18 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus interval dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pemahaman siswa dari 7 atau 38,9% responden termasuk kategori setuju yang menunjukkan bahwa siswa telah memahami pelestarian seni budaya lokal merupakan tanggung jawab generasi muda. Indikator penghargaan dari 8 atau 44,4% responden termasuk kategori setuju terhadap nilai nasionalisme dari pelestarian seni budaya lokal karena siswa memiliki peranan menjaga kestabilan nasional dengan melestarikan seni budaya lokal. Indikator kecenderungan bertindak dari 7 atau 38,9% responden termasuk kategori kurang setuju dikarenakan siswa masih ragu jika terlibat langsung dalam upaya pelestarian seni budaya lokal. Sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa nilai nasionalisme dari pelestarian seni budaya lokal masih sulit ditemukan walaupun siswa sudah memahami fungsi dari seni budaya lokal tersebut, oleh karena itu orang tua dan sekolah memiliki peran dalam mendukung kegiatan pelestarian seni budaya lokal demi terciptanya nilai nasionalisme dalam diri siswa.Kata kunci: nilai nasionalisme, pelestarian, seni buday

    Pengaruh Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Formal dan Lingkungan Tempat Tinggal Terhadap Pekerja Anak

    No full text
    This research aimed to describe the influence of parents perception of formal education and living environment on child labor in Pidada Sub District, Panjang Bandar Lampung. There search method which was used was descriptive quantitative method. The sample in this research was taken by 10% error. The data collection technique which was used was a questionnaire. Data analysis using SPSS 17. The analysis results of the research data processing was found that there was a negative significant effect between parents perception of formal education on child labor. There was a negative significant effect between parents perception of living environment on child labor.And there was a negative significant effect between parents perception of formal education and living environment on child labor. More better parents perception of formal education and living environment so child labor will decrease more.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh persepsi orang tua tentang pendidikan formal dan lingkungan tempat tinggal terhadap pekerja anak di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan tingkat kesalahan 10%. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Analisis data menggunakan SPSS17.Hasil analisis dari pengolahan data penelitian diketahui ada pengaruh negatif signifikan antara persepsi orang tua tentang pendidikan formal terhadap pekerja anak. Ada pengaruh negatif signifikan antara persepsi orang tua tentang lingkungan tempat tinggal terhadap pekerja anak. Serta ada pengaruh negatif signifikan antara persepsi orang tua tentang pendidikan formal dan lingkungan tempat tinggal terhadap pekerja anak. Semakin baik persepsi tua tentang pendidikan formal dan lingkungan tempat tinggal maka pekerja anak akan semakin menurun.Kata kunci : lingkungan, pekerja anak, pendidikan formal, orang tu

    Hubungan Kompetensi Sosial Guru dengan Gaya Mengajar Guru

    No full text
    The purpose of this research to explain the relationship of social competence of teachers with teaching style of teachers in YP Unila High School in the academic year 2016/2017. The method used in this research is descriptive correlation method with quantitative approach with population of 60 responded. The main techniques of data collection by using questionnaires and their supporting techniques Is an interview. The independent variable in this study is the teacher's social competence while the dependent variable is the teacher's teaching style. Based on result of data analysis, it can be concluded that the relation of teacher social competence with teacher teaching style at YP Unila Senior High School in the academic year 2016/2017 in high category. Based on the results of data analysis test conducted, there is a very close and positive relationship between teacher social competence and teacher teaching style in YP Unila Senior High School academic year 2016/2017.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan kompetesi sosial guru dengan gaya mengajar guru di SMA YP Unila tahun pelajaran 2016/2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasi dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi berjumlah 60 respnden. Teknik pokok pengumpulan data dengan menggunakan angket serta teknik penunjangnya. Adalah wawancara. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi sosial guru sedangkan variabel terikatnya adalah gaya mengajar guru. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa hubungan kompetensi sosial guru dengan gaya mengajar guru di SMA YP Unila tahun pelajaran 2016/2017 dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji analisis data yang dilakukan, maka terdapat hubungan yang sangat erat dan positif antara kompetensi sosial guru dengan gaya mengajar guru di SMA YP Unila tahun pelajaran 2016/2017.Kata kunci: kompetensi sosial, gaya mengajar, guru

    123

    full texts

    299

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kultur Demokrasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇