BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Not a member yet
521 research outputs found
Sort by
KOMPARASI ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR DENGAN EUCLIDEAN DISTANCE DAN MANHATTAN DISTANCE UNTUK KLASIFIKASI STUNTING BALITA (Studi Kasus : Puskesmas Kelurahan Parit Mayor)
Salah satu permasalahan serius di bidang kesehatan balita yang dihadapi Indonesia kini adalah stunting. Stunting adalah kondisi ketika balita mengalami gagal tumbuh disebabkan kekurangan gizi kronis, mengakibatkan balita sangat pendek dibandingkan balita normal seusianya. Berdasarkan standar WHO, prevalensi stunting harus dibawah 20%. Sementara di Indonesia pada tahun 2022, angka balita stunting mencapai 21,6%. Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat berbagai penelitian mengenai stunting balita yang salah satunya dengan analisis statistik. Pengolahan data berjumlah besar dapat dilakukan menggunakan pengklasifikasian dengan algoritma tertentu, sehingga hasil diperoleh dengan cepat dan akurat untuk memprediksi bahwa balita tersebut masuk dalam status penderita stunting atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode K-Nearest Neighbor yang bertujuan membandingkan jarak Euclidean dan Manhattan untuk memperoleh pengukuran jarak yang baik pada klasifikasi stunting balita di Kelurahan Parit Mayor, Kota Pontianak. Hasil pemeriksaan status gizi balita tahun 2019 pada Kecamatan Pontianak Timur, kasus tertinggi yaitu di Kelurahan Parit Mayor sebesar 33,5%. Sampel yang digunakan yaitu data status gizi balita berusia 24-59 bulan dengan jumlah 385 data yang dimana pada data aktual terdapat 32 balita terdeteksi stunting. Diperoleh hasil pengukuran jarak terbaik menggunakan k = 3. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa Manhattan distance memberikan performa yang baik dalam klasifikasi stunting balita di Kelurahan Parit Mayor pada kunjungan Februari 2023 dengan nilai akurasi 97,39% lebih tinggi daripada Euclidean distance yang memiliki akurasi sebesar 95,65% dengan selisih 1,74%.Kata Kunci : stunting, klasifikasi, k-nearest neighbor, Euclidean, Manhatta
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI PULAU KALIMANTAN MENGGUNAKAN REGRESI LINIER MULTILEVEL
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat yang dapat menghambat proses pembangunan ekonomi. Maka dari itu perlu untuk dikaji karena kemiskinan yang masih ada dan terus meningkat terutama di Pulau Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan estimasi parameter dalam model regresi linier multilevel dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persentase penduduk miskin di Pulau Kalimantan berdasarkan model regresi linier multilevel. Analisis regresi linier multilevel dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan data yang terstruktur secara hierarki (data yang mempunyai struktur data bertingkat atau berjenjang) yang merupakan pengembangan dari regresi biasa untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi penduduk miskin di Pulau Kalimantan pada tahun 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Persentase Penduduk Miskin , Tingkat Pengangguran Terbuka (X1), Indeks Pembangunan Manusia (X2) Penduduk Merokok (X3) dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (Z2) Hasil estimasi parameter model regresi linier multilevel adalah Y=21,74-0,17X3-0,96Z2 menunjukkan adanya pengaruh signifikan dan faktor yang mempengaruhi yaitu Indeks Pembangunan Manusia dan Laju Pertumbuhan Ekonomi. Kata Kunci : multilevel, hierarki, leve
MENENTUKAN LINTASAN DENGAN WAKTU TEMPUH TERCEPAT UNTUK RUTE PENGIRIMAN IKAN ARWANA (Studi Kasus: CV. Argo Mega Arwana)
Penentuan rute dengan waktu tempuh tercepat terhadap pengiriman ikan arwana oleh CV. Argo Mega Arwana merupakan implementasi dalam kasus lintasan pada graf. Pemilihan rute pengiriman tercepat direkomendasikan agar dapat menghindari risiko ikan kelelahan dan mati. Permasalahan tersebut direpresentasikan ke dalam graf dengan simpul awal pada graf merepresentasikan titik keberangkatan yaitu CV. Argo Mega Arwana, simpul akhir merepresentasikan titik tujuan yaitu Bandara Supadio Pontianak dan simpul-simpul lainnya merepresentasikan persimpangan antar ruas jalan. Sementara busur pada graf yang menghubungkan antar simpul merepresentasikan ruas-ruas jalan. Bobot pada sisi merupakan waktu tempuh suatu jalan yang diperoleh dari penelitian dilapangan. Waktu tempuh pada suatu jalan dapat berbeda-beda atau tidak dapat dipastikan dengan jelas karena dipengaruhi oleh padatnya kendaraan. Hari kerja dan sekolah di Pontianak mempengaruhi padatnya kendaraan. Ketidakjelasan dalam waktu tempuh ini yang masuk kedalam konsep fuzzy. Konsep fuzzy yang digunakan pada penelitian ini yaitu bilangan fuzzy segitiga. Waktu dalam bilangan fuzzy segitiga direpresentasikan kedalam kondisi cepat, sedang dan lama. Algoritma dengan konsep bilangan fuzzy segitiga yang digunakan dalam penelitian ini yaitu algoritma Chuang-Kung. Algoritma Chuang-Kung menggunakan derajat kesamaan tertinggi yang dimiliki suatu lintasan dari lintasan-lintasan yang mungkin dilalui dalam menentukan lintasan dengan waktu tempuh tercepat. Berdasarkan perhitungan menggunakan algoritma Chuang-Kung diperoleh rute dengan waktu tempuh tercepat untuk pengiriman ikan arwana dari CV. Argo Mega Arwana dengan tujuan Bandara Supadio Pontianak adalah melewati Jln. Adi Sucipto, Jln. Sungai Raya Dalam, Jln. Arteri Supadio, dan Jln. Bandara Supadio dengan waktu tempuh tercepat yaitu 9 menit 1 detik dan waktu tempuh terlama yaitu 21 menit 41 detik. Kata Kunci : Graf, Lintasan Terpendek, Bilangan Fuzzy Segitig
ANALISIS STATISTIK DALAM PENGUKURAN PROBABILITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROFITABILITAS
Setiap perusahaan mempunyai laporan keuangan yang disusun untuk menganalisis ada atau tidaknya keuntungan perusahaan. Data laporan keuangan digunakan untuk menganalisis profitabilitas perusahaan, dengan mengukur seberapa besar laba yang diperoleh oleh perusahaan. Laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menghitung probabilitas kebangkrutan, yaitu kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang dapat menyebabkan kebangkrutan pada suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh probabilitas kebangkrutan dan profitabilitas terhadap manajemen laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2022. Dalam penelitian ini, model Merton digunakan untuk menghitung probabilitas kebangkrutan, sementara manajemen laba diukur menggunakan Discretionary accrual. Populasi penelitian mencakup 57 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI, dengan sampel sebanyak 46 perusahaan atau 138 sampel penelitian yang dipilih melalui metode purposive sampling. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linear berganda untuk menilai pengaruh probabilitas kebangkrutan dan profitabilitas terhadap manajemen laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probabilitas kebangkrutan yang diperoleh sangat kecil yaitu sebesar 0,0478 serta variabel probabilitas kebangkrutan dan profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan perbankan yang diteliti. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat profitabilitas dan probabilitas kebangkrutan baik tinggi maupun rendah tidak mempengaruhi manajemen laba pada perusahaan perbankan tersebut.Kata Kunci: Laporan Keuangan, Manajemen Laba, dan Model Merton
PENGGUNAAN FUNGSI RESPON HOLLING TIPE III PADA ANALISIS KESTABILAN MODEL PREDATOR-PREY DUA SPESIES
Ilmu biologi memiliki beberapa cabang salah satunya yaitu ekologi, ekologi membahas mengenai interaksi atau hubungan antara makhluk hidup, salah satu bentuk interaksi dari hubungan ini adalah ketika dua atau lebih makhluk hidup bersaing merebutkan kebutuhan hidup yang sama, sehingga hal ini sering terjadi lingkungan sekitar. Salah satunya yaitu permasalahan yang terjadi pada dua spesies predator dan prey, dalam hal ini harus dibentuk sebuah model dari sistem agar ekosistem dari predator dan prey stabil. Model predator prey masih belum bisa menjadi solusi yang tepat dalam menganalisis masalah kestabilan sehingga perlu ditambah dengan Holling tipe III. Fungsi respon Holling tipe III adalah keadaan yang terjadi ketika predator akan cenderung mencari populasi prey lain ketika populasi yag dimakan mulai berkurang, sehingga tingkat pertemuan antara predator dan prey menjadi dua. Penelitian ini membahas mengenai pembentukan sebuah model dari predator prey, kemudian menganilisis kestabilan model tersebut serta mencari hasil simulasi numerik menggunakan metode Runge Kutta Fehlberg. Dengan beberapa batasan diperoleh hasil penelitian yang berbentuk model matematika yang memiliki tiga titik ekuilibtium. Pada titik pertama diperoleh trayektori sadle point, kemudian untuk titik ekuilibrium kedua diperoleh trayektori node point stabil dan sadle point tidak stabil, Sedangkan untuk titik ekuilibrium ketiga diperoleh trayektori tidak stabil dimana nilai diskriminan lebih dari nol dan juga merupakan trayektori stabil dengan nilai diskriminannya kurang dari nol. Kata Kunci: kestabilan ekosistem, titik ekuilibrium, simulasi numerik
PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR PENENTUAN BIDANG MINAT PROGRAM STUDI STATISTIKA FMIPA UNTAN
Program Studi (PS) Statistik Universitas Tanjungpura (Untan) memberikan pilihan bidang minat yang nantinya dipilih oleh mahasiswa agar kedepannya bisa sesuai dengan lapangan pekerjaan yang akan ditekuni. Terdapat tiga pilihan bidang minat yang ada di program studi yaitu, bidang minat bisnis dan keuangan, sosial dan industri, serta lingkungan dan kebencanaan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan responden mahasiswa PS Statistik Untan. Terdapat 30 responden dengan rincian 10 responden tiap bidang minat. Penelitian ini menggunakan metode Certainty Factor dengan tujuan untuk membantu mahasiswa dalam menentukan pilihan bidang minat pada PS Statistik Untan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Proses metode analisis certainty factor dimulai dengan menentukan mata kuliah dan nilai bobot untuk tiap mata kuliah. Selanjutnya penentuan nilai bobot dari nilai huruf yang diperoleh pada mata kuliah. Sebagai ilustrasi digunakan nilai hasil 11 mata kuliah pada semester 3 dan 4 dari seorang mahasiswa A sehingga diperoleh nilai CF user. Kemudian dihitung nilai setiap faktor kriteria kombinasi (CF Kombinasi) di tiap klasifikasi bidang minat. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh bahwa mahasiswa tersebut direkomendasikan memilih bidang minat Sosial dan Industri karena memiliki nilai CF kombinasi tertinggi dibandingkan minat lainnya yaitu sebesar 65,62%.Kata Kunci: Bidang minat, Sistem Pakar, Certainty Facto
IMPLEMENTASI ALGORITMA EDMOND-KARP PADA PENCARIAN ALIRAN MAKSIMUM
Penerapan teori graf, salah satunya dapat membantu memecahkan masalah-masalah terkait Network Flow, termasuk pencarian aliran maksimum. Aliran maksimum penting untuk menentukan batas maksimum pada aliran dalam sebuah sistem jaringan. Penelitian ini menggunakan contoh kasus pencarian aliran maksimum dalam dua konteks: jaringan listrik kota X dan pengangkutan muatan kendaraan kelapa sawit dari pabrik A ke pabrik H. Tujuan penelitian adalah memastikan bahwa jaringan listrik dan pengangkutan muatan kendaraan kelapa sawit tidak melampaui batas maksimumnya. Dalam penelitian ini, algoritma Edmond-Karp dipilih untuk memperoleh aliran maksimum. Algoritma Edmond-Karp dikenal sebagai algoritma yang efektif untuk menentukan aliran maksimum, dengan menggunakan algoritma Breadth First Search (BFS) untuk menemukan lintasan penambah yang optimal Tahap-tahap dalam pencarian aliran maksimum yaitu mengkontruksikan jaringan listrik atau muatan kendaraan ke bentuk graf, tahap kedua menginisiasi dengan menyatakan kapasitas yang mengalir pada sisi , tahap ketiga mengidentifikasi lintasan penambah dengan menggunakan Algoritma Breadth First Search, tahap keempat menentukan kapasitas residu pada lintasan penambah yang telah diperoleh, jika masih terdapat lintasan penambah yang lain maka diulangi lagi tahap ketiga. Namun jika tidak terdapat lintasan penambah, dilanjutkan tahap selanjutnya menghitung sisa kapasitas pada setiap lintasan penambah sehingga diperoleh nilai aliran maksimum pada jaringan listrik kota X diperoleh 1500 A dengan 5 lintasan penambah dan pada muatan kendaraan kelapa sawit dari pabrik A ke pabrik H sebesar 24 Ton dengan 5 lintasan penambah. Kata Kunci: Graf, Aliran Maksimum, Algoritma Edmond-Karp
PENERAPAN METODE MULTI ATTRIBUTE UTILITY THEORY TERHADAP KEPUTUSAN PENERIMAAN MAHASISWA SNMPTN (Studi Kasus: Program Studi Statistika Universitas Tanjungpura)
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa pada Perguruan Tinggi Negeri yang menekankan pada nilai akademis tanpa melalui ujian tertulis. bagai salah satu Sistem Pendukung Keputusan (SPK), Metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) dapat digunakan sebagai alat bantu dalam memberikan alternatif keputusan terhadap kelulusan SNMPTN, dengan output berupa pemeringkatan melalui analisis alternatif keputusan. Kelebihan metode MAUT yaitu memiliki proses perhitungan yang cukup cepat dan sederhana, mampu mengolah data multi kriteria, dan bersifat fleksibel. Penelitian ini melibatkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan dalam proses penentuan bobot kriteria. Penelitian ini bertujuan memperoleh hasil keputusan pada penentuan penerimaan mahasiswa SNMPTN pada Program Studi Statistika Universitas Tanjungpura. Kriteria yang digunakan yaitu status pemilihan pada Program Studi Statistika Untan (C1), prestasi tingkat nasional (C2), prestasi tingkat provinsi (C3), rata-rata nilai rapor dari semester 1 sampai dengan 5 untuk mata pelajaran Matematika (C4), Fisika (C5), Kimia (C6), Biologi (C7), Bahasa Indonesia (C8), dan Bahasa Inggris (C9). Sampel penelitian diperoleh melalui metode Slovin yaitu sebanyak 37 mahasiswa angkatan 2021 di Prodi Statistika FMIPA Untan yang selanjutnya menjadi alternatif pada penelitian ini. Kuota penerimaan mahasiswa SNMPTN Program Studi Statistika FMIPA Untan tahun 2021 sebanyak 20 mahasiswa. Hasil penelitian ini berupa rekomendasi 20 mahasiswa dengan kemungkinan tertinggi akan dinyatakan lulus SNMPTN berdasarkan kriteria penelitian yang diteliti. Hasil tersebut memiliki akurasi sebesar 65%. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya beberapa kriteria lain yang mempengaruhi penerimaan SNMPTN tahun 2021. Kata Kunci : sistem pendukung keputusan, bobot, peringka
PENGENDALIAN PRODUKSI KARET SIR-20 DI PT XYZ DENGAN PARTIAL BACKORDER ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY MODEL
PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri crumb rubber dengan produksi utama Standard Indonesian Rubber (SIR) 20. Dalam proses produksinya, PT XYZ kesulitan dalam memperoleh bahan baku karet untuk kegiatan produksi SIR-20 dikarenakan perusahaan tidak mempunyai persediaan yang mencukupi sehingga proses produksi terhambat. Selain itu, timbulnya biaya-biaya lain yang disebabkan perusahaan mengalami kekurangan persediaan (stockout) yaitu kehilangan penjualan, biaya pemesanan dan transportasi, biaya tenaga kerja, biaya mesin yang menganggur dan meningkatnya biaya utang lancar. Dengan demikian, salah satu model yang dapat diterapkan dalam masalah pengendalian persediaan yaitu model Economic Production Quantity (EPQ) yang bertujuan untuk menentukan kuantitas persediaan dengan biaya produksi yang minimum. Pada model EPQ tidak diperbolehkan adanya kekurangan persediaan ataupun kekosongan persediaan (stockout). Namun, pada kenyataannya sering terjadi kekurangan persediaan ataupun kekosongan persediaan dalam proses produksi pada perusahaan. Dengan kondisi seperti ini, perusahaan menawarkan kepada konsumen untuk menunggu pesanan terpenuhi. Apabila konsumen yang bersedia menunggu pesanan terpenuhi maka perusahaan memungkinkan untuk stockout dan memenuhi pesanan yang menunggu dengan cara melakukan pemesanan ulang (backorder). Oleh karena itu dikembangkan model EPQ menjadi model EPQ backorder partial dengan mempertimbangkan kondisi stockout dimana model ini dapat menentukan kuantitas persediaan optimal, siklus pemesanan, tingkat pengisian persediaan dalam meminimumkan total biaya persediaan. Berdasarkan perhitungan menggunakan model EPQ backorder parsial diperoleh kuantitas persediaan optimal SIR-20 sebanyak 387.294,78 kg dalam setiap putaran produksi dengan total biaya persediaan sebesar Rp 7.502.536.885.622 per tahun. Kata Kunci: persediaan, pengendalian persediaan, produksi optimal, biaya produksi.
PERBANDINGAN HASIL PREDIKSI KURS JISDOR MENGGUNAKAN METODE FUZZY TIME SERIES MODEL CHEN DAN LEE
Fuzzy time series adalah metode peramalan dengan menggunakan data historis untuk memprediksi kondisi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan prediksi kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang menggunakan model fuzzy time series, yaitu model Chen dan model Lee. Data yang dianalisis mencakup kurs JISDOR dari 3 Maret 2023 hingga 25 Mei 2023. Proses penelitian dimulai dengan menentukan himpunan semesta, lalu jumlah dan lebar interval. Selanjutnya, dibentuk himpunan fuzzy, serta ditentukan Fuzzy Logical Relationship (FLR) dan Fuzzy Logical Relationship Group (FLRG) untuk kedua model tersebut. Setelah itu, dilakukan defuzifikasi dengan mencari nilai tengah dari kelas interval untuk mendapatkan hasil peramalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Average Forecasting Error Rate (AFER) untuk model Chen adalah 0,004900, sedangkan untuk model Lee adalah 0,002848. Dengan demikian, model Lee lebih akurat dibandingkan model Chen karena memiliki nilai AFER yang lebih rendah. Kata Kunci : FTS, Kurs, Chen dan Le