BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Not a member yet
521 research outputs found
Sort by
PEMODELAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED LOGISTIC REGRESSION DALAM PENENTUAN STATUS GIZI BURUK BERDASARKAN PROVINSI DI INDONESIA
Gizi merupakan suatu proses penggunaan makanan yang dikonsumsi yang dibutuhkan oleh anak khususnya balita dalam jumlah banyak. Gizi buruk merupakan tingkat keparahan terjadinya kekurangan gizi yang terjadi setiap tahun. Upaya penanganan gizi buruk tidak dapat dilakukan di setiap provinsi karena banyak faktor yang berpengaruh, salah satunya faktor geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model terbaik dalam penentuan status gizi buruk berdasarkan provinsi di Indonesia dengan menggunakan GWLR. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu variabel dependen (Y) dan variabel independen (X). Variabel independen yang digunakan adalah Cakupan Imunisasi, Bayi mendapat ASI, Pemberian Vitamin A, Sanitasi yang layak, Penduduk Miskin, Air Minum Layak, Balita dipantau pertumbuhan dan Perkembangan, dan Kunjungan Neonatal. Variabel dependen yang dianalisis adalah status gizi balita. Hasil Penelitian yaitu analisis global dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap gizi buruk pada balita di Indonesia. Variabel-variabel tersebut adalah cakupan bayi yang mendapatkan ASI, balita yang dipantau tumbuh kembangnya, dan cakupan kunjungan neonatal lengkap. Sedangkan secara lokal menggunakan GWLR dengan pembobot Adaptive Tricube Kernel, terdapat 34 model yang terbagi lima kelompok berdasarkan variabel yang berpengaruh. Model GWLR dengan pembobot Adaptive Tricube Kernel memiliki ketepatan klasifikasi sebesar 94,1% adalah model terbaik dibandingkan dengan model regresi logistik yang memiliki ketepatan klasifikasi sebesar 82,4%.Kata Kunci: GWLR, Fungsi Kernel, Malnutris
PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN INDIKATOR KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DENGAN ALGORITMA K-MEANS++
Pemerataan kesejahteraan masyarakat masih menjadi salah satu fokus bagi pemerintah Indonesia hingga sekarang. Kesejahteraan masyarakat merupakan suatu konsep yang mencakup berbagai aspek kehidupan, sehingga menjadi salah satu indikator dalam mengukur kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, analisis cluster diperlukan untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan indikator kesejahteraan masyarakat. Analisis cluster merupakan metode pengelompokan objek berdasarkan karakteristik objek tersebut. Algoritma K-Means++ digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji pengelompokan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan indikator kesejahteraan masyarakat. Selain itu, untuk menganalisis jumlah cluster optimal yang terbentuk digunakan silhouette coefficient. Data dalam penelitian ini merupakan data 10 indikator kesejahteraan masyarakat tahun 2022. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh jumlah cluster optimal yaitu 3 cluster dengan nilai silhouette coefficient terbesar, yaitu 0,2777. Cluster 1 merupakan cluster dengan tingkat kesejahteraan masyarakat menengah dan terdiri dari 27 provinsi. Cluster 2 terdiri dari 3 provinsi dan merupakan cluster dengan tingkat kesejahteraan masyarakat rendah. Dan cluster 3 yaitu cluster dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan terdiri dari 4 provinsi. Kata Kunci : kesejahteraan, analisis cluster, kemiskinan, silhouette coefficien
ANALISIS KESTABILAN DAN SIMULASI MENGGUNAKAN PYTHON PADA MODEL MATEMATIKA PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR DENGAN VAKSINASI
Pandemi global telah memperkuat urgensi pengembangan strategi vaksinasi sebagai langkah preventif pengendalian penyakit menular. Model matematika penyebaran penyakit menular dengan strategi vaksinasi yang dikembangkan dalam penelitian ini membagi populasi menjadi empat sub-populasi: rentan (S), terinfeksi (I), tervaksinasi (V), dan sembuh (R). Studi ini menggunakan Matriks Generasi Selanjutnya untuk menghitung bilangan reproduksi dasar (R_0). Berdasarkan model yang dibentuk diperoleh dua titik ekuilibrium, yaitu titik ekuilibrium bebas penyakit (E_0) yang stabil asimtotik lokal pada saat R_01. Diberikan parameter yaitu, μ adalah tingkat kelahiran dan kematian alami di setiap sub-populasi, α adalah tingkat vaksinasi, ω adalah tingkat kematian akibat penyakit, β_1 adalah tingkat infeksi dari sub-populasi rentan ke sub-populasi terinfeksi, β_2 adalah tingkat infeksi dari sub-populasi tervaksinasi ke sub-populasi terinfeksi, γ_1 adalah tingkat kesembuhan alami, dan γ_2 adalah tingkat rata-rata individu untuk mendapatkan kekebalan penyakit. Hasil analisis dan simulasi numerik menggunakan python dengan metode Runge-Kutta Orde 4 pada pustaka odeint menghasilkan R_0=3.09 dengan parameter μ=0.1, β_1=0.85, β_2=0.7150, α=0.01, γ_1=0.095, γ_2=0.05, ω=0.02 menunjukkan sistem stabil asimtotik lokal pada titik ekuilibrium E^* yang mengindikasikan bahwa penyakit akan selalu ada pada populasi. Sebagai pembanding, diberikan parameter μ=0.1, β_1=0.011, β_2=0.00045, α=0.1, γ_1=0.1, γ_2=0.3, ω=0.02 sehingga diperoleh R_0=0.025, menunjukkan sistem stabil asimtotik lokal pada titik ekuilibrium E_0 yang mengindikasikan bahwa penyakit akan hilang pada populasi. Hasil simulasi dengan tingkat vaksinasi berbeda menunjukkan bahwa strategi vaksinasi efektif untuk mengurangi individu yang terinfeksi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika penyebaran penyakit dan perumusan rekomendasi kebijakan vaksinasi untuk pengendalian penyebaran penyakit menular.Kata Kunci : Model SVIR, Kestabilan Lokal, Bilangan Reproduksi Dasar, Simulasi Numeri
ANALISIS KUALITAS LAYANAN RITEL DARI PERSEPSI PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE RSQS, CSI DAN IGA (Studi Kasus: Indomaret di Desa Balai Sebut, Kabupaten Sanggau)
Industri ritel menyediakan produk dan jasa bernilai tambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Indomaret merupakan ritel modern yang mempermudah masyarakat melakukan proses jual beli agar lebih efisien sehingga memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan mengidentifikasi atribut yang menjadi prioritas perbaikan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menyebarluaskan kuesioner sebanyak 28 atribut yang diisi oleh masyarakat Desa Balai Sebut yang pernah berbelanja di Indomaret dan berusia minimal 17 tahun. Pengambilan sampel menggunakan metode Linier Time Function (LTF) yang berjumlah 48 responden. Data dianalisis menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dengan tahapan menghitung nilai Mean Importance Score (MIS), Mean Satisfaction Score (MSS), Weighted Factor (WF), Weight Score (WS) dan CSI. Setelah dilakukan tahapan tersebut diperoleh nilai CSI sebesar 69,92% yang mengindikasikan bahwa pelanggan merasa puas terhadap kualitas kinerja pihak Indomaret. Analisis selanjutnya menggunakan metode Improvement Gap Analysis (IGA) yang dimulai dengan menghitung nilai Average Expected Statisfaction with Functional Question (AESFQ), Average Expected Statisfaction with Disfunctional Question (AESDQ), Average Current Statisfaction (ACS) dan Improvement Gap (IG) sehingga diperoleh hasil kuadran IGA terdapat 7 atribut yang perlu untuk dilakukan perbaikan, yaitu x1.2 (fasilitas fisik di Indomaret menarik), x1.3 (bahan-bahan yang berhubungan dengan layanan Indomaret menarik (seperti tas belanja dan katalog)), x2.2 (Indomaret menyediakan layanannya pada waktu yang dijanjikan), x3.9(karyawan Indomaret memperlakukan pelanggan dengan sopan melalui telepon), x4.1(Indomaret bersedia menangani pengembalian dan penukaran), x5.3 (Indomaret memiliki jam operasional yang nyaman untuk semua pelanggan), dan x5.5 (Indomaret menawarkan kartu kreditnya sendiri).Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Ritel, Pelayanan
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MEMINIMUMKAN PRODUK CACAT PADA RISOL AKA MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL
Kualitas dari suatu produk itu penting untuk dapat bersaing dan produsen diharuskan untuk memuaskan konsumen lebih baik atau setara dengan produk pesaingnya. Pengendalian kualitas bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, kepuasan konsumen, dan meminimumkan biaya proses produksi, sehingga keuntungan menjadi maksimal. Risol AKA merupakan industri rumahan yang bergerak dibidang pangan yaitu industri yang menghasilkan produk risol. Sebagai salah satu industri yang tidak memiliki sistem pengendalian kualitas produksi, risol AKA terus memproduksi banyak produk cacat atau rusak. Metode yang digunakan dalam pengendalian kualitas yaitu, Statistical Quality Control (SQC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perangkat penelitian pengendalian kualitas statistik dengan diagram pareto, diagram kendali , dan diagram sebab akibat dan menganalisis data produksi kue risol. Langkah pertama, data ditampilkan dalam Check Sheet yang didapatkan melalui observasi langsung dan wawancara kepada owner risol AKA. Selanjutnya, diagram pareto menunjukkan cacat sobek merupakan jenis cacat terbesar dengan nilai persentase kecacatannya yaitu . Berdasarkan diagram kendali p menunjukkan terdapat dua titik yang berada di luar batas kendali atas dengan nilai dan batas kendali bawah dengan nilai yang artinya produksi risol mengalami penyimpangan, sehingga harus melakukan perbaikan. Dalam diagram Sebab Akibat, faktor manusia dan metode menjadi dua faktor paling dominan yang menjadi penyebab kecacatan terjadi pada produk risol AKA dibandingkan bahan baku dan mesin produksi. Oleh karena itu, kita harus lebih memperhatikan faktor manusia dan metode untuk mengurangi produk cacat tanpa menimbulkan cacat besar pada setiap produksi.Kata Kunci : cacat, check sheet, diagram pareto, diagram kendali , diagram sebab akiba
PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA BERDASARKAN INDIKATOR PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) MENGGUNAKAN METODE SELF ORGANIZING MAP
Pembangunan ekonomi mencakup serangkaian inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan individu, mengurangi tingkat pengangguran, dan mengurangi kesenjangan pendapatan dalam masyarakat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berfungsi sebagai indikator yang berharga untuk mengevaluasi perekonomian daerah dengan mempertimbangkan kinerja berbagai sektor usaha. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengelompokkan Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat berdasarkan nilai PDRB agar dapat diketahui pengelompokan apa saja yang memiliki kesamaan karakter yang paling tepat sehingga dapat diketahui daerah-daerah yang memiliki tingkat perekonomian rendah untuk membantu pemerintah dalam memprioritaskan kebijakan pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode Self Organizing Map, menghasilkan 3 klaster berdasarkan nilai ideal validasi internal dalam indeks dunn, indeks silhouette dan indeks connectivity. Klaster 1 terdiri dari Kota Pontianak, yang merupakan cluster yang menunjukkan tingkat dominasi ekonomi tertinggi di hampir semua industri. Klaster 2 terdiri dari empat kabupaten: Sanggau, Sambas, Ketapang, dan Kubu Raya. Klaster ini mempunyai pengaruh paling besar di industri pertanian dan pertambangan. Klaster 3 memiliki 9 kabupaten, yakni Bengkayang, Melawi,Landak, Sintang, Mempawah, Sekadau, Kapuas Hulu, Kayong Utara, dan Kota Singkawang. Klaster ini termasuk dalam kategori ekonomi paling rendah karena nilainya berada di bawah rata-rata setiap indikator PDRB. Kata Kunci: Indeks Dunn, Indeks Silhouette, Indeks Connectivit
PENERAPAN FUNGSI TRANSPOSISI MODULO TERHADAP PERPINDAHAN NADA DASAR PADA TANGGA NADA DIATONIS MAYOR
Musik adalah bunyi yang diatur sedemikian rupa sehingga menyenangkan atau menarik untuk didengarkan. Suara manusia terbagi dalam beberapa jenis yaitu sopran, mezzosopran, alto, tenor, bariton dan bass. Jenis suara menentukan range nada atau tangga nada yang dapat dijangkau. Untuk dapat menyanyikan lagu dengan baik dapat dilakukan transposisi nada dasar agar suara penyanyi dan akor yang dimainkan seimbang. Tujuan transposisi adalah menaiktkan dan menurunkan nada atau menentukan nada dasar sebuah lagu agar akor yang dimainkan pada alat musik iringan dapat sesuai sesuai dengan jangkauan nada penyanyi. Tangga nada yang biasa dimainkan ialah tangga nada diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor. Tangga nada diatonis mayor memiliki 7 nada pokok (C, D, E, F, G, A, B) dengan interval 1 1 ½ 1 1 1 ½ . Penelitian ini bertujuan mentransposisikan nada dasar pada lagu diatonis mayor, mencari akor baru terhadap perpindahan nada dasar pada tangga nada menggunakan fungsi transposisi modulo, dan menyusun akor-akor yang sudah ditransposisi. Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengubah nada ke dalam bentuk bilangan bulat (integer model of pitch), misalnya nada C diubah ke dalam bentuk integer model of pitch menjadi bilangan 0. Selanjutnya menerapkan fungsi transposisi modulo untuk mentransposisikan nada dasar dan mencari susunan akor yang baru. Langkah selanjutnya melakukan transposisi nada dasar pada lagu Haec Dies yang memiliki nada dasar G#. Dari penelitian ini dihasilkan perpindahan nada dasar dari G# ke nada dasar A, A#, dan B beserta susunan akor yang baru sesuai nada dasar. Kata Kunci: akor, diatonis minor, integer model of pitc
PERAMALAN CURAH HUJAN DENGAN METODE FUZZY TIME SERIES MARKOV CHAIN
Fuzzy Time Series Markov Chain merupakan kombinasi antara metode Fuzzy Time Series dan Markov Chain. Kombinasi antara untuk kedua metode tersebut dapat digunakan untuk menentukan peluang terbesar, penentuan ini dengan menggunakan matriks peluang transisi. Tujuan penelitian ini untuk meramalkan curah hujan satu periode kedepan. Data penelitian yang digunakan merupakan data curah hujan bulanan Kota Pontianak bulan Januari 2017 – Maret 2022. Pada proses penelitian ini, penentuan banyaknya interval kelas menggunakan metode Sturges. Hasil analisis yang diperoleh curah hujan di Kota Pontianak bulan April 2022 sebesar 175,01 mm. Ukuran ketepatan hasil peramalan dengan menggunakan MAPE sebesar 31,56%. Hal ini menunjukkan bahwa peramalan dengan menggunakan metode Fuzzy Time Series Markov Chain cukup baik untuk meramalkan curah hujan di Kota Pontianak. Kata Kunci: Matriks Peluang Transisi, Sturges, Mean Absolute Percentage Error
MENENTUKAN INVERS MOORE-PENROSE DENGAN METODE DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR DAN DEKOMPOSISI QR
Invers Moore-Penrose, yang disimbolkan sebagai , adalah invers matriks dari yang memenuhi empat persamaan Penrose. Invers Moore-Penrose ada untuk setiap jenis matriks, termasuk matriks persegi yang singular dan matriks yang non-persegi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami metode Dekomposisi Nilai Singular dan Dekomposisi QR dalam menentukan invers Moore-Penrose. Pada metode SVD membagi matriks awal menjadi tiga matriks yaitu matriks ortogonal , matriks diagonal , dan matriks ortogonal . Proses dekomposisi SVD melibatkan perhitungan nilai-nilai singular dan vektor-vektor singular dari matriks awal. Sedangkan pada metode Dekomposisi QR membagi matriks awal menjadi dua matriks yaitu matriks ortogonal dan matriks segitiga atas . Proses dekomposisi QR melibatkan perhitungan matriks orthogonal dan matriks segitiga atas melaluli langkah-langkah proses Gram-Schmidt. Menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode SVD dengan rumus dan menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode Dekomposisi QR dengan rumus . Kata Kunci: Matriks Ortogonal, Nilai Singular, Proses Gram-Schmidt
PENERAPAN MODEL DCC-MGARCH PADA DATA RETURN KURS JUAL DOLAR DAN YUAN
Kurs merupakan nilai tukar harga mata uang suatu negara terhadap mata uang negara asing. Kurs seringkali memiliki perubahan volatilitas bervariasi yg tidak konstan (heteroskedastisitas) dari waktu ke waktu sehingga asumsi varians konstan tidak dapat digunakan. Model yang biasanya digunakan untuk mengatasi heteroskedastisitas adalah model GARCH. Namun untuk menganalisis data time series dengan melibatkan lebih dari satu variabel yang conditional varians dan conditional correlation bergantung terhadap waktu, maka dapat menggunakan model Dynamic Conditional Correlation MGARCH. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat korelasi dinamis antara return kurs jual dolar dan yuan dan memperoleh model terbaik yang sesuai untuk mengestimasi return kurs menggunakan model DCC-MGARCH. Langkah-langkah pemodelan DCC-MGARCH adalah pembentukan model ARMA dilanjutkan dengan pemodelan GARCH lalu pemodelan MGARCH untuk mendapatkan model DCC-MGARCH. Data yang digunakan adalah data return kurs harian terhadap dolar dan yuan dari tanggal 5 Maret 2019 hingga 6 April 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi dinamis sebesar 0,976345 antara nilai return kurs dolar dan yuan, ini menunjukkan bahwa perubahan return kurs dolar memberikan pengaruh terhadap perubahan return kurs yuan, begitu pula sebaliknya. Model GARCH(1,1) yang telah dibentuk diterapkan sebagai dasar pemodelan multivariat, oleh karena itu model multivariat yang dihasilkan adalah model DCC-MGARCH(1,1). Model DCC-MGARCH(1,1) dianggap baik digunakan untuk memodelkan nilai return kurs dolar dan yuan dengan nilai MAPE return kurs dolar sebesar 10% dan yuan 18%. Kata Kunci: DCC- MGARCH, return, kurs, korelasi dinamis