Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences
Not a member yet
    164 research outputs found

    Peran Kalium dan Kalsium Pada Peningkatan Kualitas dan Masa Simpan Tomat (Lycopersicum esculentum var. servo)

    No full text
    Tomat memiliki karakteristik mudah mengalami kerusakan. Kerusakan fisiologis pada produk buah tomat dapat disebabkan oleh kualitas dalam buah dan atribut sensorik yang kurang baik sehingga rentan terjadi kerusakan. Kehilangan produksi tomat saat panen di negara-negara berkembang mencapai 50% karena lamanya distribusi tomat. Varietas servo banyak diminati oleh petani karena memiliki beberapa keunggulan yaitu, produktivitasnya yang tinggi dan bobot buah yang besar. Kekurangan varietas servo tomat adalah umur simpan buah yang singkat, yaitu hanya 7 hari setelah panen. Umur simpan yang singkat dipengaruhi oleh ketebalan daging buah dan kelunakan buah. Dalam meningkatkan kualitas dan umur simpan tomat, nutrisi kalium (K) berperan dalam translokasi fotosintesis, memperkuat dinding sel dan terlibat dalam proses lignifikasi jaringan sklerenkim. Tomat merupakan produk yang memiliki tingkat respirasi tinggi yang dipengaruhi oleh etilen. Produksi etilen dapat dihambat oleh aplikasi kalsium (Ca) secara eksogen dengan memperkuat mekanisme dinding sel dan dapat meningkatkan sensitivitas terhadap kerusakan fisiologis. Berdasarkan perlakuan penelitian ini, kualitas dan varietas tomat meningkat.Tomat memiliki karakteristik mudah mengalami kerusakan. Kerusakan fisiologis pada produk buah tomat dapat disebabkan oleh kualitas dalam buah dan atribut sensorik yang kurang baik sehingga rentan terjadi kerusakan. Kehilangan produksi tomat saat panen di negara-negara berkembang mencapai 50% karena lamanya distribusi tomat. Varietas servo banyak diminati oleh petani karena memiliki beberapa keunggulan yaitu, produktivitasnya yang tinggi dan bobot buah yang besar. Kekurangan varietas servo tomat adalah umur simpan buah yang singkat, yaitu hanya 7 hari setelah panen. Umur simpan yang singkat dipengaruhi oleh ketebalan daging buah dan kelunakan buah. Dalam meningkatkan kualitas dan umur simpan tomat, nutrisi kalium (K) berperan dalam translokasi fotosintesis, memperkuat dinding sel dan terlibat dalam proses lignifikasi jaringan sklerenkim. Tomat merupakan produk yang memiliki tingkat respirasi tinggi yang dipengaruhi oleh etilen. Produksi etilen dapat dihambat oleh aplikasi kalsium (Ca) secara eksogen dengan memperkuat mekanisme dinding sel dan dapat meningkatkan sensitivitas terhadap kerusakan fisiologis. Berdasarkan perlakuan penelitian ini, kualitas dan varietas tomat meningkat

    Pengaruh Pupuk Organik Cair Babadotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Akar Hanjeli (Coix lacrima Jobi)

    No full text
    Tanaman hanjeli (Coix lacryma Jobi L) merupakan tanaman pangan serealia yang memiliki kandungan protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan jagung dan padi, sehingga tanaman ini memiliki potensi sebagai makanan pangan alternatif. Pertumbuhan tanaman hanjeli tergantung pada pemberian pupuk dan penyerapan unsur hara oleh akar. Akar berperan penting dalam penyerapan unsur hara, akar yang sehat, proses fotosintensis akan optimal dan mendapatkan pertumbuhan tanaman hanjeli yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif akar tanaman hanjeli menggunakan pupuk organik cair Ageratum conyzoides. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu dosis pupuk organik cair A. conyzoides yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu P0 (kontrol), P1 (2.5 ml/tanaman), P2 (5 ml/tanaman), P3 (10 ml/tanaman), P4 (20 ml/tanaman), dan P5 (40 ml/tanaman) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. parameter pengamatan yaitu jumlah akar, panjang akar terpanjang, volume akar, berat basah akar, berat basah pupus, berat kering akar, berat kering pupus, dan nisbah pupus akar. Data akan dianalisis menggunakan ANOVA apabila berbeda nyata akan dilanjut dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian pada perlakuan P0 pada parameter jumlah akar tanaman hanjeli berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya. Pemberian pupuk organik cair A. conyzoides memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan akar tanaman hanjeli yaitu menekan pertumbuhan akar, tetapi akar tanaman hanjeli masih dapat tumbuh pada pemberian dosis 40 ml/tanaman pupuk organik cair.Tanaman hanjeli (Coix lacryma Jobi L) merupakan tanaman pangan serealia yang memiliki kandungan protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan jagung dan padi, sehingga tanaman ini memiliki potensi sebagai makanan pangan alternatif. Pertumbuhan tanaman hanjeli tergantung pada pemberian pupuk dan penyerapan unsur hara oleh akar. Akar berperan penting dalam penyerapan unsur hara, akar yang sehat, proses fotosintensis akan optimal dan mendapatkan pertumbuhan tanaman hanjeli yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif akar tanaman hanjeli menggunakan pupuk organik cair Ageratum conyzoides. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu dosis pupuk organik cair A. conyzoides yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu P0 (kontrol), P1 (2.5 ml/tanaman), P2 (5 ml/tanaman), P3 (10 ml/tanaman), P4 (20 ml/tanaman), dan P5 (40 ml/tanaman) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. parameter pengamatan yaitu jumlah akar, panjang akar terpanjang, volume akar, berat basah akar, berat basah pupus, berat kering akar, berat kering pupus, dan nisbah pupus akar. Data akan dianalisis menggunakan ANOVA apabila berbeda nyata akan dilanjut dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian pada perlakuan P0 pada parameter jumlah akar tanaman hanjeli berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya. Pemberian pupuk organik cair A. conyzoides memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan akar tanaman hanjeli yaitu menekan pertumbuhan akar, tetapi akar tanaman hanjeli masih dapat tumbuh pada pemberian dosis 40 ml/tanaman pupuk organik cair

    Pengaruh Metode dan Lama Pengeringan Kotak Sari Terhadap Pembentukan Buah dan Biji Cabai Merah Hibrida (Capsicum annum L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi media pengeringan dan waktu pengeringan serbuk sari untuk pembentukan buah dan biji pada pemuliaan cabai. Penelitian ini dilakukan di PT. Aditya Sentana Agro, Malang. Diaplikasikan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media pengeringan dengan 3 level yaitu suhu kotak pengering suhu 30 °C (M1), suhu rumah kaca suhu 32 °C (M2) dan suhu pengeringan matahari suhu 34 °C (M3). Faktor kedua adalah waktu pengeringan, yaitu 3 jam (W1), 6 jam (W2), dan 9 jam (M3). Interaksi antara pengering kotak sebagai pengeringan sedang dan waktu pengeringan 3 jam (M1W1) dapat menghasilkan prosentase pembentukan buah hingga 98%, berat fruti 12,91 g, panjang buah 13,34 cm, diameter buah 17,47 mm , jumlah biji per buah buah 66,06, dan berat biji per buah 1,26 g per biji.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi media pengeringan dan waktu pengeringan serbuk sari untuk pembentukan buah dan biji pada pemuliaan cabai. Penelitian ini dilakukan di PT. Aditya Sentana Agro, Malang. Diaplikasikan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media pengeringan dengan 3 level yaitu suhu kotak pengering suhu 30 °C (M1), suhu rumah kaca suhu 32 °C (M2) dan suhu pengeringan matahari suhu 34 °C (M3). Faktor kedua adalah waktu pengeringan, yaitu 3 jam (W1), 6 jam (W2), dan 9 jam (M3). Interaksi antara pengering kotak sebagai pengeringan sedang dan waktu pengeringan 3 jam (M1W1) dapat menghasilkan prosentase pembentukan buah hingga 98%, berat fruti 12,91 g, panjang buah 13,34 cm, diameter buah 17,47 mm , jumlah biji per buah buah 66,06, dan berat biji per buah 1,26 g per biji

    Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffeacanephorasp.) Asal Setek dengan Penambahan Pupuk Hayati Mikoriza Arbuskula

    No full text
    Kopi merupakan komoditi penting dalam dunia perkebunan. Tanaman kopi yang baik dapat menghasilkan biji kopi terbaik. Pemberian perlakuan pupuk hayati Mikoriza Arbuskula diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kopi pada lahan kering. Penelitian ini dilakukan untuk mencari dosis terbaik dan yang paling efektif dalam pertumbuhan bibit tanaman kopi dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2018 hingga Februari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang digunakan yaitu perbedaan dosis pupuk hayati Mikoriza Arbuskula 5 g/tanaman (P1), 10 g/tanaman (P2), 15 g/tanaman (P3), dan kontrol (P0), dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk hayati Mikoriza Arbuskula pada bibit kopi Robusta tidak berbeda nyata pada seluruh parameter pengamatan. Hal tersebut dapat terjadi karena Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dapat bekerja secara optimal pada media yang kering dan miskin hara, sedangkan pada penelitian ini media yang digunakan cukup air dan kandungan hara.Kopi merupakan komoditi penting dalam dunia perkebunan. Tanaman kopi yang baik dapat menghasilkan biji kopi terbaik. Pemberian perlakuan pupuk hayati Mikoriza Arbuskula diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kopi pada lahan kering. Penelitian ini dilakukan untuk mencari dosis terbaik dan yang paling efektif dalam pertumbuhan bibit tanaman kopi dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2018 hingga Februari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang digunakan yaitu perbedaan dosis pupuk hayati Mikoriza Arbuskula 5 g/tanaman (P1), 10 g/tanaman (P2), 15 g/tanaman (P3), dan kontrol (P0), dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk hayati Mikoriza Arbuskula pada bibit kopi Robusta tidak berbeda nyata pada seluruh parameter pengamatan. Hal tersebut dapat terjadi karena Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dapat bekerja secara optimal pada media yang kering dan miskin hara, sedangkan pada penelitian ini media yang digunakan cukup air dan kandungan hara

    Perbedaan Komponen Vegetatif dan Generatif Pada Lima Aksesi Padi Hitam (Oryza sativa L.) di Kecamatan Indihiang Tasikmalaya Jawa Barat

    Get PDF
    Padi hitam merupakan pangan fungsional yang baik dikonsumsi bagi penderita penyakit degeneratif karena kandungan antosianin dan antioksidannya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter agronomi pada 5 aksesi (PH3, PH4, PH5, PH7, dan PH8) padi hitam asal Tasikmalaya. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu aksesi padi hitam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa aksesi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, panjang daun bendera, jumlah gabah isi, dan jumlah gabah hampa. Aksesi PH5 (asal Indihiang) memiliki keragaan terbaik dari aksesi lainnya yaitu memiliki panjang daun bendera 29.9 cm, umur panen 104 hari setelah tanam dan jumlah gabah total 215 butir per malai dibandingkan dengan varietas Inpari 32 dan SitubagenditPadi hitam merupakan pangan fungsional yang baik dikonsumsi bagi penderita penyakit degeneratif karena kandungan antosianin dan antioksidannya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter agronomi pada 5 aksesi (PH3, PH4, PH5, PH7, dan PH8) padi hitam asal Tasikmalaya. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu aksesi padi hitam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa aksesi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, panjang daun bendera, jumlah gabah isi, dan jumlah gabah hampa. Aksesi PH5 (asal Indihiang) memiliki keragaan terbaik dari aksesi lainnya yaitu memiliki panjang daun bendera 29.9 cm, umur panen 104 hari setelah tanam dan jumlah gabah total 215 butir per malai dibandingkan dengan varietas Inpari 32 dan Situbagendi

    Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Cekaman Salinitas (NaCl)

    Get PDF
    Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) dengan menggunakan karakter varietas yang toleran. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Agustus sampai Desember 2017 di desa Kreongan, kecamatan Patrang, Kabupaten Jember . Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non factorial (RAK) dengan 1 faktor dan 4 ulangan. Perlakuan varietas yang digunakan adalah Inpari 42 (V1), IPB 3S (V2), IR64 (V3), Ciherang (V4), Mekongga (V5), IR66 (V6), Sintanur (V7). Hasil penelitian pada tanah yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) 5303,45 ppm menunjukkan bahwa karakter kualitatif semua varietas sesuai dengan deskripsi varietas sedangkan karakter kuantitatif menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata pada tinggi tanaman vegetatif, dan berpengaruh sangat nyata pada tingkat toleransi tanaman, tinggi tanaman generatif, panjang daun bendera, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah bernas, bobot 1000 butir, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, produksi per hektar, potensi hasil per hektar, daya berkecambah, kecepatan tumbuh serta keserempakan tumbuh benih. Hasil menunjukkan bahwa Varietas Sintanur menunjukkan hasil terbaik pada produksi per hektar, potensi hasil dan kualitas benih. Inpari 42, IPB 3S, IR64, Ciherang, mekongga, Sintanur adalah varietas toleran dan IR66 cukup toleran.Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) dengan menggunakan karakter varietas yang toleran. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Agustus sampai Desember 2017 di desa Kreongan, kecamatan Patrang, Kabupaten Jember . Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non factorial (RAK) dengan 1 faktor dan 4 ulangan. Perlakuan varietas yang digunakan adalah Inpari 42 (V1), IPB 3S (V2), IR64 (V3), Ciherang (V4), Mekongga (V5), IR66 (V6), Sintanur (V7). Hasil penelitian pada tanah yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) 5303,45 ppm menunjukkan bahwa karakter kualitatif semua varietas sesuai dengan deskripsi varietas sedangkan karakter kuantitatif menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata pada tinggi tanaman vegetatif, dan berpengaruh sangat nyata pada tingkat toleransi tanaman, tinggi tanaman generatif, panjang daun bendera, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah bernas, bobot 1000 butir, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, produksi per hektar, potensi hasil per hektar, daya berkecambah, kecepatan tumbuh serta keserempakan tumbuh benih. Hasil menunjukkan bahwa Varietas Sintanur menunjukkan hasil terbaik pada produksi per hektar, potensi hasil dan kualitas benih. Inpari 42, IPB 3S, IR64, Ciherang, mekongga, Sintanur adalah varietas toleran dan IR66 cukup toleran

    Isolasi dan Identifikasi Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Tiga Pusat Lokasi Tanaman Jagung di Kabupaten Jember

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk Mengisolasi dan Mendapatkan Isolat Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Tiga Pusat Lokasi Tanaman Jagung Di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Kegiatan Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Jember dan Laboratorium Jurusan Hama Penyakit Univeristas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan 3 lokasi dan 3 kedalaman untuk pengambilan sampel yaitu Kecamatan Arjasa, Kecamatan Bangsalsari, dan Kecamatan Kencong dengan kedalaman 10 cm, 20 cm dan 30 cm dari permukaan tanah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi jenis Cendawan Mikoriza Arbuskular yang sudah di isolasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Cendawan Mikoriza Arbuskular dari rhizosfer tanaman jagung dapat di identifikasi sebagai jenis Cendawan Mikoriza dari genus Glomus sp dan Acaulospora delicata yang memiliki karakteristik warna coklat dan memiliki bentuk bulan sampai dengan lonjong. Genus Glomus sp memiliki tingkat adaptasi yang lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada kedalaman tanah 10 cm dengan jumlah spora 75. Genus Acaulospora delicata memiliki adaptasi lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada Kedalaman 20 cm dengan jumlah spora 111.Penelitian ini bertujuan untuk Mengisolasi dan Mendapatkan Isolat Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Tiga Pusat Lokasi Tanaman Jagung Di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Kegiatan Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Jember dan Laboratorium Jurusan Hama Penyakit Univeristas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan 3 lokasi dan 3 kedalaman untuk pengambilan sampel yaitu Kecamatan Arjasa, Kecamatan Bangsalsari, dan Kecamatan Kencong dengan kedalaman 10 cm, 20 cm dan 30 cm dari permukaan tanah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi jenis Cendawan Mikoriza Arbuskular yang sudah di isolasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Cendawan Mikoriza Arbuskular dari rhizosfer tanaman jagung dapat di identifikasi sebagai jenis Cendawan Mikoriza dari genus Glomus sp dan Acaulospora delicata yang memiliki karakteristik warna coklat dan memiliki bentuk bulan sampai dengan lonjong. Genus Glomus sp memiliki tingkat adaptasi yang lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada kedalaman tanah 10 cm dengan jumlah spora 75. Genus Acaulospora delicata memiliki adaptasi lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada Kedalaman 20 cm dengan jumlah spora 111

    Efikasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Penyakit Bercak Daun (Cercospora arachidicola) Pada Tanaman Kacang Tanah

    Get PDF
    Cercospora arachidicola merupakan patogen yang menyebabkan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah. Serangan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah dapat menurunkan hasil akibat patogen yang menyerang pada saat pengisian polong. Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian penyakit tanaman dapat menimbulkan efek residu yang membahayakan lingkungan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan upaya perlindungan tanaman dengan penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi ekstrak daun kemangi terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2017 sampai Februari 2018 di lahan percobaan Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember dan laboratorium perlindungan tanaman Politeknik Negeri Jember. Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial 5 perlakuan dengan (P0) fungisida sintetik 1 ml/liter, ekstrak daun kemangi 25 % (P1), ekstrak daun kemangi 50% (P2), ekstrak daun kemangi 75 % (P3), dan ekstrak daun kemangi 100 % (P4) . Hasil uji anova pada penelitian menunjukkan bahwa efikasi ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah tidak berbeda nyata pada parameter intensitas serangan, jumlah polong, berat basah polong, dan berat kering polong kacang tanah. Peningkatan serangan Cercospora arachidicola berdampak dalam pengurangan hasil panen kacang tanah pada uji korelasi.Cercospora arachidicola merupakan patogen yang menyebabkan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah. Serangan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah dapat menurunkan hasil akibat patogen yang menyerang pada saat pengisian polong. Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian penyakit tanaman dapat menimbulkan efek residu yang membahayakan lingkungan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan upaya perlindungan tanaman dengan penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi ekstrak daun kemangi terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2017 sampai Februari 2018 di lahan percobaan Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember dan laboratorium perlindungan tanaman Politeknik Negeri Jember. Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial 5 perlakuan dengan (P0) fungisida sintetik 1 ml/liter, ekstrak daun kemangi 25 % (P1), ekstrak daun kemangi 50% (P2), ekstrak daun kemangi 75 % (P3), dan ekstrak daun kemangi 100 % (P4) . Hasil uji anova pada penelitian menunjukkan bahwa efikasi ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah tidak berbeda nyata pada parameter intensitas serangan, jumlah polong, berat basah polong, dan berat kering polong kacang tanah. Peningkatan serangan Cercospora arachidicola berdampak dalam pengurangan hasil panen kacang tanah pada uji korelasi

    Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Menggunakan Sistem Hidroponik Dengan Perbedaan Sumber Nutrisi

    Get PDF
    Selada merupakan salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat. Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalapan. Peningkatan dan potensi budidaya selada menuntut adanya teknik budidaya yang efisien. Produksi suatu tanaman dengan sistem hidroponik erat kaitanya dengan ketersediaan larutan nutrisi. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada nutrisi berbeda secara hidroponik. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu jenis larutan nutrisi yaitu larutan nutrisi AB mix 1, larutan nutrisi AB mix 2 dan larutan nutrisi silika. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa larutan perbedaan sumber nutrisi memberikan pengaruh yang sangat nyata pada pertumbuhan tanaman dilihat dari karakter tinggi tanaman dan dan pengaruh nyata pada jumlah helai daun. Adanya pengamatan pH dan TDS menggambarkan ketersediaan hara yang dapat terserap pada sumber nutrisi yang digunakan. Penggunaan larutan nutrisi AB mix 1 dan larutan nutrisi AB mix 2 dinilai lebih efisen dialam mempegaruhi produksi selada dibandingkan penggunaan larutan nutrisi silika.Selada merupakan salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat. Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalapan. Peningkatan dan potensi budidaya selada menuntut adanya teknik budidaya yang efisien. Produksi suatu tanaman dengan sistem hidroponik erat kaitanya dengan ketersediaan larutan nutrisi. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada nutrisi berbeda secara hidroponik. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu jenis larutan nutrisi yaitu larutan nutrisi AB mix 1, larutan nutrisi AB mix 2 dan larutan nutrisi silika. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa larutan perbedaan sumber nutrisi memberikan pengaruh yang sangat nyata pada pertumbuhan tanaman dilihat dari karakter tinggi tanaman dan dan pengaruh nyata pada jumlah helai daun. Adanya pengamatan pH dan TDS menggambarkan ketersediaan hara yang dapat terserap pada sumber nutrisi yang digunakan. Penggunaan larutan nutrisi AB mix 1 dan larutan nutrisi AB mix 2 dinilai lebih efisen dialam mempegaruhi produksi selada dibandingkan penggunaan larutan nutrisi silika

    Induksi Tunas Kultur Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Var. H-382 Dengan Variasi Konsentrasi Kinetin

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh berbagai konsentrasi kinetin pada kultur tunas induksi Tembakau. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2018, di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan faktor variasi konsentrasi Kinetin pada media MS yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu 0 ppm (P1), 1 ppm (P2), 2 ppm (P3), 3 ppm (P4), 4 ppm (P5), 5 ppm (P6). Data hasil pengamatan penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA), apabila berbeda nyata maka dapat diuji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range test (DMRT) taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Kinetin berpengaruh nyata pada konsentrasi 3-5 ppm, dengan konsentrasi terbaik untuk kedinian tunas pada perlakuan 4 ppm dan 5 ppm yaitu 12.8 hari – 13.2 hari setelah inokulasi (HSI), eksplan bertunas 100%, tingkat kontaminasi 0%, rerata tinggi tunas 1.15 cm, dan rerata jumlah tunas 108 tunas.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh berbagai konsentrasi kinetin pada kultur tunas induksi Tembakau. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2018, di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan faktor variasi konsentrasi Kinetin pada media MS yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu 0 ppm (P1), 1 ppm (P2), 2 ppm (P3), 3 ppm (P4), 4 ppm (P5), 5 ppm (P6). Data hasil pengamatan penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA), apabila berbeda nyata maka dapat diuji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range test (DMRT) taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Kinetin berpengaruh nyata pada konsentrasi 3-5 ppm, dengan konsentrasi terbaik untuk kedinian tunas pada perlakuan 4 ppm dan 5 ppm yaitu 12.8 hari – 13.2 hari setelah inokulasi (HSI), eksplan bertunas 100%, tingkat kontaminasi 0%, rerata tinggi tunas 1.15 cm, dan rerata jumlah tunas 108 tunas

    66

    full texts

    164

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇