Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences
Not a member yet
    164 research outputs found

    Peningkatan Hasil Panen Melalui Aplikasi Berbagai Pupuk Kandang dan Perebahan Tanaman Kacang Tanah

    Get PDF
    Petani di Desa Jelbuk, Kabupaten Jember,  Propinsi Jawa Timur yang menanam kacang tanah pada umumnya menggunakan berbagai pupuk kandang dan merebahkan tanaman setelah tanaman berbunga. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Politeknik Negeri Jember pada 30 Oktober 2015 sampai tanggal 5 Febuari 2016. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan perebahan tanaman terhadap hasil panen kacang tanah. Penelitian menggunakan RAK Faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang terdiri atas empat taraf yaitu tanpa pupuk kandang, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah faktor perebahan terdiri atas dua taraf yaitu tanpa perebahan dan menggunakan perebahan tanaman. Kombinasi perlakuan diulang empat kali. Analisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara jenis pupuk kandang dengan perebahan tanaman kacang tanah terhadap bobot kering polong per plot, sedangkan  jumlah polong per sampel,  bobot basah polong per sampel,  bobot basah polong per plot, bobot kering polong per sampel dan bobot kering 100 biji menunjukkan berbeda tidak nyata.Petani di Desa Jelbuk, Kabupaten Jember,  Propinsi Jawa Timur yang menanam kacang tanah pada umumnya menggunakan berbagai pupuk kandang dan merebahkan tanaman setelah tanaman berbunga. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Politeknik Negeri Jember pada 30 Oktober 2015 sampai tanggal 5 Febuari 2016. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan perebahan tanaman terhadap hasil panen kacang tanah. Penelitian menggunakan RAK Faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang terdiri atas empat taraf yaitu tanpa pupuk kandang, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah faktor perebahan terdiri atas dua taraf yaitu tanpa perebahan dan menggunakan perebahan tanaman. Kombinasi perlakuan diulang empat kali. Analisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara jenis pupuk kandang dengan perebahan tanaman kacang tanah terhadap bobot kering polong per plot, sedangkan  jumlah polong per sampel,  bobot basah polong per sampel,  bobot basah polong per plot, bobot kering polong per sampel dan bobot kering 100 biji menunjukkan berbeda tidak nyata

    Mikropropagasi Tangkai Daun Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume) Secara In Vitro dengan Penambahan ZPT BAP dan NAA

    Get PDF
    Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan jenis tanaman umbi-umbian dari suku Araceaea yang bermanfaat untuk menjadi bahan diversifikasi pangan. Perbanyakan iles-iles membutuhkan waktu lama sehingga dibutuhkan alternatif perbanyakan dengan kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ZPT BAP dan NAA yang tepat untuk perbanyakan tangkai daun iles-iles. Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan sejak bulan Agustus 2016 sampai bulan Februari 2017. Penelitian ini dilaksanakan di Lab. Kuljar Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor, 9 kombinasi perlakuan, dan 6 ulangan. Faktor pertama yakni ZPT BAP terdiri dari 3 taraf yaitu 1; 2; dan 3 mg/l. Faktor kedua yakni ZPT NAA terdiri dari 3 taraf yaitu 0,1; 0,2; dan 0,3 mg/l. Data dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance lalu diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1 mg/l dan 2 mg/l BAP berpengaruh terhadap parameter kedinian terbentuknya kalus, kuantitas kalus dan kedinian terbentuknya akar. Perlakuan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter tinggi tunas umur 63 HST. Interaksi 1 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter jumlah tunas umur 63 HST dan tinggi tunas umur 63 HST. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan ZPT BAP dan NAA yang berbeda mampu memberikan pengaruh terhadap mikropropagasi tangkai daun iles-iles terutama pada pembentukan tunas.Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan jenis tanaman umbi-umbian dari suku Araceaea yang bermanfaat untuk menjadi bahan diversifikasi pangan. Perbanyakan iles-iles membutuhkan waktu lama sehingga dibutuhkan alternatif perbanyakan dengan kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ZPT BAP dan NAA yang tepat untuk perbanyakan tangkai daun iles-iles. Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan sejak bulan Agustus 2016 sampai bulan Februari 2017. Penelitian ini dilaksanakan di Lab. Kuljar Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor, 9 kombinasi perlakuan, dan 6 ulangan. Faktor pertama yakni ZPT BAP terdiri dari 3 taraf yaitu 1; 2; dan 3 mg/l. Faktor kedua yakni ZPT NAA terdiri dari 3 taraf yaitu 0,1; 0,2; dan 0,3 mg/l. Data dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance lalu diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1 mg/l dan 2 mg/l BAP berpengaruh terhadap parameter kedinian terbentuknya kalus, kuantitas kalus dan kedinian terbentuknya akar. Perlakuan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter tinggi tunas umur 63 HST. Interaksi 1 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter jumlah tunas umur 63 HST dan tinggi tunas umur 63 HST. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan ZPT BAP dan NAA yang berbeda mampu memberikan pengaruh terhadap mikropropagasi tangkai daun iles-iles terutama pada pembentukan tunas

    Aplikasi Paclobutrazol dan Pupuk Makro Anorganik Terhadap Hasil dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Ketersediaan pangan terutama padi terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas benih padi melalui aplikasi paclobutrazol dan pemupukan NPK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis Paclobutrazol sebagai faktor pertama terdiri dari 4 taraf dan NPK sebagai faktor kedua terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paclobutrazol tidak berpengaruh pada peningkatan hasil panen dan kualitas benih padi. Dosis NPK terbaik untuk meningkatkan hasil panen yaitu 450kg / ha Urea, 112,5kg / ha SP-36, 75kg / ha KCl (D3) dengan nilai 17,675 ton / ha dan dosis NPK terbaik untuk meningkatkan kualitas benih adalah 150 kg / ha Urea, 37,5 kg / ha SP-36, 25 kg / ha KCl (D1) dengan nilai sebesar 80,56% untuk daya perkecambahan dan 19,24% untuk jumlah kecepatan perkecambahan biji. Tidak ada interaksi antara aplikasi Paclobutrazol dan pemupukan NPK terhadap hasil panen dan benih kualitas beras.Ketersediaan pangan terutama padi terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas benih padi melalui aplikasi paclobutrazol dan pemupukan NPK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis Paclobutrazol sebagai faktor pertama terdiri dari 4 taraf dan NPK sebagai faktor kedua terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paclobutrazol tidak berpengaruh pada peningkatan hasil panen dan kualitas benih padi. Dosis NPK terbaik untuk meningkatkan hasil panen yaitu 450kg / ha Urea, 112,5kg / ha SP-36, 75kg / ha KCl (D3) dengan nilai 17,675 ton / ha dan dosis NPK terbaik untuk meningkatkan kualitas benih adalah 150 kg / ha Urea, 37,5 kg / ha SP-36, 25 kg / ha KCl (D1) dengan nilai sebesar 80,56% untuk daya perkecambahan dan 19,24% untuk jumlah kecepatan perkecambahan biji. Tidak ada interaksi antara aplikasi Paclobutrazol dan pemupukan NPK terhadap hasil panen dan benih kualitas beras

    Respon Seleksi Tanaman F3 Pada Beberapa Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian untuk mengetahui genotipe tanaman yang terseleksi dan nilai kemajuan heterosis genetik dari hasil persilangan tetua pada genotipe generasi F3. Penelitian ini dilakukan di lapangan Balitkabi Malang. Penelitian ini menggunakan lengkap random Rancangan dengan 16 genotipe, terdiri dari 4 orang tua (1) Dering, (2) Rajabasa, (3) Polije 2, (4) Polije 4 dan 12 genotipe berbakti 1.2; 1.3; 1.4; 2.1; 2.3; 2.4; 3.1; 3.2; 3.4; 4.1; 4.2 dan 4.3. Parameter terdiri dari umur bunga, usia panen, bobot 100 butir kedelai, berat biji masing-masing tanaman, dan produksi per Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil genetik tanaman yang lebih tinggi termasuk kategori tinggi dari hasil seleksi respon dari parameter tinggi tanaman, cabang tanaman, dan jumlah bibit. Dari hasil seleksi ini metode silsilah menunjukkan genotipe 2.4 dan 4.2 memiliki karakter panen cepat dan produksi yang tinggi. Hasil genotipe yang telah pilihan menunjukkan lebih baik dari tetua yang digunakan hasil heterosis.Tujuan dari penelitian untuk mengetahui genotipe tanaman yang terseleksi dan nilai kemajuan heterosis genetik dari hasil persilangan tetua pada genotipe generasi F3. Penelitian ini dilakukan di lapangan Balitkabi Malang. Penelitian ini menggunakan lengkap random Rancangan dengan 16 genotipe, terdiri dari 4 orang tua (1) Dering, (2) Rajabasa, (3) Polije 2, (4) Polije 4 dan 12 genotipe berbakti 1.2; 1.3; 1.4; 2.1; 2.3; 2.4; 3.1; 3.2; 3.4; 4.1; 4.2 dan 4.3. Parameter terdiri dari umur bunga, usia panen, bobot 100 butir kedelai, berat biji masing-masing tanaman, dan produksi per Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil genetik tanaman yang lebih tinggi termasuk kategori tinggi dari hasil seleksi respon dari parameter tinggi tanaman, cabang tanaman, dan jumlah bibit. Dari hasil seleksi ini metode silsilah menunjukkan genotipe 2.4 dan 4.2 memiliki karakter panen cepat dan produksi yang tinggi. Hasil genotipe yang telah pilihan menunjukkan lebih baik dari tetua yang digunakan hasil heterosis

    66

    full texts

    164

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇