144 research outputs found

    Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Active Dabate Tari Melalui Blended Learning

    Get PDF
    Keaktifan belajar siswa tentunya suatu tujuan dalam pembelajaran aktif dikelas, peneliti mengamati proses dan hasil pembelajaran seni budaya di SMPN 1 Margaasih dengan pembelajarannya siswa terlihat aktif menciptakan proses pembelajaran. hal tersebut pembelajaran yang diterapkan oleh guru memicu siswa agar aktif dan meningkatkan berkomunikasi secara baik. Model yang diterapkan guru seni budaya merupakan model stundent active dabate yang melatih siswa dalam mengemukakan pendapatnya yang disertai alasan serta belajar dalam menghargai perbedaan pendapat, pembelajaran tersebut diterapkan melalui blended learning. Tujuan dalam penelitian ini meningkatkan daya fikir dan keaktifan belajar siswa dalam mata pembelajaran seni budaya serta diharapkan dalam pembelajaran melalui blended learning siswa mampu mencari sumber referensi di internet untuk meningkatkan pengetahuaannya. Studi yang dilakukan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui proses dan hasil yang diimplementasikan oleh guru di SMPN 1 Margaasih. Temuan dalam penelitian ini menunjukan optimalnya kekatifan belajar siswa dalam materi yang disampaikan oleh guru seni budaya dan strategi cara mengajar guru mampu mengasah kemampuan analisa siswa dan berbica melalui perdebatan yang bersifat konstruktif tentang suatu topik atau masalah dengan aturan dan prosedur yang mendorongnya untuk memberikan pendapat terhadapnya terhadap argumen-argumen dengan kelompok yang dikemas dalam diskusi bersama melalui blended learning. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi dan alternatif untuk guru dalam menggunakan model pembelajaran untuk menciptakan kekatifan pembelajaran peserta didik dalam menggunakan informasi dan komunikasi dalam strategi pembelajarannya. dan sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar

    TARI OYAG KARYA ANJAR PURWANI DI SANGGAR SENI KUSUMA KECAMATAN TARUMA JAYA KABUPATEN BEKASI

    Get PDF
    Tari Oyag merupakan jenis tari kreasi baru. Tari Oyag di Sanggar Seni Kusuma Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi merupakan salah satu jenis tari kreasi baru yang diciptakan untuk merespon permasalahan yang terjadi dalam ranah berkesenian. Dalam penelitian ini, fokus utama terletak pada koreografi, rias dan busana serta properti yang digunakan dalam tarian tersebut untuk dideskripsikan, sehingga diperoleh suatu hasil kajian yang ilmiah dan empirik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koreografi didominasi oleh gerak pencak silat, jaipong dan mengambil dari intisari kesenian sisingaan. Rias dan busana pada Tari Oyag menonjolkan karakter laki-laki dalam tarian, seperti iket kepala, kaos, baju kampret, celana pangsi dan sarung.Tari Oyag merupakan jenis tari kreasi baru. Tari Oyag di Sanggar Seni Kusuma Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi merupakan salah satu jenis tari kreasi baru yang diciptakan untuk merespon permasalahan yang terjadi dalam ranah berkesenian. Dalam penelitian ini, fokus utama terletak pada koreografi, rias dan busana serta properti yang digunakan dalam tarian tersebut untuk dideskripsikan, sehingga diperoleh suatu hasil kajian yang ilmiah dan empirik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koreografi didominasi oleh gerak pencak silat, jaipong dan mengambil dari intisari kesenian sisingaan. Rias dan busana pada Tari Oyag menonjolkan karakter laki-laki dalam tarian, seperti iket kepala, kaos, baju kampret, celana pangsi dan sarung

    Tari Kadikusuraan Nyi Mas Gandasari

    Get PDF
    Tari Kadiksuraan Nyimas Gandasari menceritakan seseorang wanita yang menjadi legenda di Cirebon dengan latar belakang sejarah Nyi Ratu Mas Gandasari yang mengadakan sayembara untuk menentukan pendamping hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana ide penciptaan yang melatar belakangi terciptanya Tari Kadiksuraan Nyimas Gandasari, mendeskripsikan simbol dan makna gerak, rias, busana dari Tari Kadiksuraan Nyimas Gandasari di Sanggar Purbasari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Partisipan dari penelitian ini adalah koreografer Tari Kadiksuraan Nyi Mas Gandasari dan peserta didik dari Sanggar Purbasari. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literature. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tari Kadiksuraan Nyimas Gandasari ini memiliki makna dan simbol yang terdapat pada gerak, rias dan busananya. Gerak yang digunakan dalam tari ini adalah gerak-gerak kanuragan dan tari topeng Cirebon. Gerak tari memiliki beberapa makna dan simbol yaitu kecantikan, keindahan, keberanian, ketangguhan, dan kekuatan. Tata rias Tari Kadiksuraan Nyimas Gandasari memiliki makna kegagahan, kecantikan dan keberanian. Makna pada busananya yaitu melambangkan sebuah keberanian dan ketangguhan. Sebagai koreografer dari Tari Kadiksuraan Nyimas Gandasari agar terus berkarya memberikan inovasi-inovasi baru yang dapat menarik perhatian pemuda di era sekarang dan tidak meninggalkan ciri khas dari gaya tari yang melekat

    FUNGSI TARI MALAM TABUR DI SANGGAR KEMUNING BELINYU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi Tari Malam Tabur di Sanggar Kemuning Belinyu Kabupaten Bangka.Tari Malam Tabur ini merupakan salah satu tari kreasi baru yang ada di Sanggar Kemuning.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis.Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka.Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data dengan menyeleksi data-data yang telah didapatkan oleh peneliti secara lansung terjun kelapangan.Berdasarkan hasil analisis peneliti bahwa Tari Malam Tabur diangkat dari cerita ritual Suku Lom yang dilakukan oleh ketua adat setiap satu tahun sekali sebelum pesta Nuju Jerami atau setelah masa panen diselenggarakan. Tari Malam Tabur mengalami perubahan fungsi pada tahun 2013 sebagai pertunjukan dan di tahun 2014 hingga saat ini berfungsi sarana hiburan

    CERITA PANJI DALAM PROSES PENCIPTAAN TARI CANDRA KIRANA KARYA BAEDAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ide penciptaan tari Candra Kirana karya Baedah di Sanggar Purbasari Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sumber data meliputi ide penciptaan, struktur koreografi, foto, audio, dan video tari Candra Kirana karya Baedah. Berdasarkan hasil analisis tari Candra Kirana karya Baedah merupakan tari kreasi baru yang terinspirasi dari ceritera Panji yang menggambarkan Galuh Candrakirana yang menyamar menjadi seorang ksatria dalam mencari kekasihnya Raden Panji atau Inu Kertapati. Penggambaran karakter Candrakirana dipertegas dengan penggunaan topeng atau kedok. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari Candra Kirana merupakan tari kreasi baru yang tak lepas dari unsur-unsur tari topeng Cirebon

    KONSTRUKSI LAKI LAKI SUNDA DALAM TARI PENCUG BOJONG KARYA GUGUM GUMBIRA

    Get PDF
    Tari “Pencug Bojong” merupakan tari yang diciptakan Gugum pada tahun 1986 akhir dan awal tahun 1987 untuk penari laki – laki menggambarkan laki – laki Sunda,  memperlihatkan nilai – nilai estetika kekayaan dan khasanah budaya Sunda. Gerak koreografi pada tari “Pencug Bojong” lebih banyak diadaptasi dari gerak Pencak Silat, yakni 24 rangkaian gerak, termasuk kepada 4 kategori gerak yaitu locomotion, pure movement, gesture dan baton signal. Pendekatan penelitian digunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi serta studi pustaka dan analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tari “Pencug Bojong” memiliki karakter gagah dan memiliki kesulitan tersendiri baik dalam teknik, ketepatan, keunikan, kecepatan serta dalam penjiwaannya yang memperlihatkan sifat yang teladan tidak mudah menyerah, memperlihat kesederhanaan laki – laki Sunda yang secara tidak langsung mengungkapkan salah satu bentuk konsep laki – laki Sunda yang disampaikan melalui gerak, kostum dan rias pada Tari Pencug Bojong, dibentuk dan diekspresikan karakter Laki-Laki Sunda yang energik dan atraktif dan musik yang digunakan yaitu pola tabuh Tablo Naek Gendu

    TARI JAIPONG KIDUNG SILAYUNG SEBAGAI MATERI AJAR DI SANGGAR RENGGA

    Get PDF
    Sanggar seni merupakan salah satu pendidikan nonformal yang biasanya didirikan secara mandiri atau perorangan. Dasar pemikiran yang menjadi suatu masalah dalam penelitian yang diteliti ini adalah proses pembelajaran tari pada anak dan hasil akhir dari proses pembelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran tari yang ada di Sanggar Rengga Madya Kabupaten Garut. Metode analisis deskriprif pendekatan kualitatif digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini yaitu pelatih sanggar Rengga Madya menggunakan metode latihan (drill), metode demonstrasi, dan metode melatih teman sebaya. Evaluasi sanggar tidak dilaksanakan karena Covid-19, dari semua murid yang ada di sanggar tersebut hanya dua orang yang bisa menarikan tari Jaipong Kidung Silayung dengan memahami 3 unsur tari yakni wiraga, wirahma, dan wirasa.

    TARI CAMPAK DI SANGGAR DHARMA HABANGKA KABUPATEN BANGKA SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Tari Campak di Sanggar Dharma Habangka  Kabupaten Bangka Selatan”. Permasalahan dan tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis sejarah, struktur koreografi, rias serta busana yang ada di dalam tari Campak. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan teori koreografi,busana dan tata rias. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa sejarah tari Campak muncul dari seseorang yang bernama Nek Campak yang datang dari Riau, Kata Campak dari Kesenian Tari Campak Darat berasal dari nama Nek Campak sendiri, sosok Nek Campak digambarkan sebagai seorang penari yang berparas cantik dan awet muda. Struktur koreografi yang terdapat pada tari ini terbagi menjadi empat klasifikasi diantaranya delapan gerak pokok, satu gerak khusus, satu gerak peralihan dan tiga gerak unsur. Busana yang dikenakan pada Tari Campak di Sanggar Dharma Habangka  merupakan busana modifikasi yang tidak lepas dari nilai-nilai kebudayaan Melayu Bangka  namun tak sepenuhnya busana yang dikenakan hanya dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu Bangka  saja, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya Portugis dikarenakan tari Campak darat berkembang pada masa pendudukan Portugis di pulau Bangka . Tata rias  pada tari ini lebih diperuntukan kepada penari wanita agar dapat menonjolkan tokoh wanita yang digambarkan yaitu seorang wanita yang masih muda dengan wajah yang cantik dan pribadi yang riang dan anggun, sedangkan penari laki-laki tidak menggunakan riasan wajah yang mencolok

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Bandung. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang terjadi di sekolah, yakni rendahnya kecerdasan interpersonal siswa khususnya dalam pembelajaran tari. Rumusan masalah yang ingin ditemukan jawabannya, meliputi 1) bagaimana kecerdasan interpersonal siswa sebelum diterapkannya model kolaboratif tipe STAD, 2) bagaimana proses penerapan model kolaboratif tipe STAD, dan 3) bagaimana pengaruh model kolaboratif tipe STAD untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa pada pembelajaran tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pre-experimental design dengan pola one-group pretest-posttest, peneliti menggunakan 16 siswa dalam satu kelas sebagai sampel dalam penelitiannya dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik studi literatur. Hasil penelitian ini dapat dibuktikan dengan menggunakan uji paired sample t-test dengan alat bantu program SPSS versi 22.0, dimana thitung ttabel, yaitu dengan nilai thitung = 32, 384 dan ttabel = 2,131. Kesimpulan penelitian ini, penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD pada pembelajaran seni tari dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 4 Bandung

    PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA SMP NEGERI 26 BANDUNG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BEROKAN DALAM PEMBELAJARAN TARI

    No full text
    Masalah yang melatar belakangi dalam penelitian ini yaitu kurangnya motivasi, apresiasi siswa pada pembelajaran seni tari sehingga dibutuhkan pemanfatan dan inovasi penggunaan media pembejaran seni tari yang lebih menarik. Penelitian ini menganalisis perancangan, penerapan, dan hasil dari penggunaan berokan sebagai media pembelajaran tari yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa di SMP Negeri 26 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode pre-exsperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pedoman wawancara, observasi, dan angket merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti. Peningkatan kreativitas siswa pada pembelajaran seni tari dengan mengguunakan berokan sebagai media pembelajaran tari merupakan tujuan dari penelitian ini. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan berokan sebagai media pembelajran tari dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaraan seni tari dilihat dari nilai analisis hasil pre-test dan post-tes yang menunjukan adanya penigkatan

    127

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ringkang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇