JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
    179 research outputs found

    Upaya Identifikasi Perilaku Safety Driving Pada Pengemudi Aggressive Driving

    No full text
    Surveys were carried out on efforts to identify safe driving behavior for drivers using the Pejagan - Pemalang toll road. This is done to determine patterns of driving behavior, especially to identify the effect of understanding safe driving on aggressive driving behavior. The research method used is a quantitative descriptive method with accidental sampling with the independent variable safe driving and the dependent variable aggressive driving. The roughness value for the Pejagan – Pemalang toll road was obtained > 0.33 µm and the unevenness value was 4.95, Tegal access. Data on maximum speed (v) and 85th percentile speed for class I vehicles, i.e. 166.09 km/hour and 115.68 km/hour. Out of 100 respondents, 77% of respondents understood safe driving, but in driving behavior 89% showed aggressive driving behavior. This means that it is necessary to practice safe driving behavior, especially when going through the toll road. From the results of the interviews, it was found that the stretches of toll roads are monotonous, silent, and to overcome drowsiness are the reasons for drivers to drive above 100 km/hour, which shows that the driver is behaving aggressive when driving.Telah dilakukan penelitian terhadap upaya identifikasi perilaku safety driving pada pengemudi yang melalui ruas jalan tol Pejagan – Pemalang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pola perilaku berkendara terutama mengidentifikasikan pengaruh pemahaman safety driving terhadap perilaku aggressive driving. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan accidental sampling dengan variabel bebas safety driving dan variabel terikat aggresive driving. Diperoleh nilai kekesatan jalan Tol Pejagan – Pemalang > 0,33 µm dan nilai ketidakrataan adalah 4,95, akses Tegal. Data kecepatan (v) tertinggi dan kecepatan persentil 85 pada kendaraan golongan I yakni, 166,09 km/jam dan 115,68 km/jam. Dari 100 responden, 77% responden paham akan safety driving namun pada perilaku berkendara 89% menunjukkan perilaku aggressive driving. Ini berarti perlu adanya pembiasaan perilaku safety driving terutama pada saat melewati tol. Dari hasil wawancara diperoleh bahwa ruas jalan tol yang monoton, sepi, dan untuk mengatasi rasa kantuk menjadi alasan pengemudi dalam berkendara diatas kecepatan 100 km/jam, yang mana hal ini menunjukkan bahwa pengemudi menunjukkan perilaku aggressive driving

    Profil Rumah Tradisional Minangkabau di Perkampungan Adat Balai Kaliki Kota Payakumbuh Propinsi Sumatera Barat

    Full text link
    Rumah tradisional Minangkabau atau sering disebut rumah gadang adalah cagar budaya yang bernilai budaya dan sejarah di Sumatera Barat. Perkampungan Adat Balai Kaliki Kota Payakumbuh merupakan kawasan yang memiliki banyak bangunan rumah adat minangkabau yang masih terpeliharan dengan baik. Kawasan ini diresmikan sebagai perkampungan adat minangkabau tahun 2019 oleh pemerintah sebagai kawasan yang memiliki cagar budaya yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Penelitian ini mengidentifikasi profil bangunan rumah gadang di Balai Kaliki. Pengumpulan data dilakukan melalui survey lapangan terhadap 16 bangunan rumah gadang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik ditemukan 93,7 persen kondisi bangunan rumah gadang masih terpelihara dengan baik dan 75.0 persen diataranya ditempati oleh pemilik sebagai tempat tinggal. Untuk memelihara kelestarian bangunan rumah gadang didapati 87,5 persen bangunan rumah gadang sudah direnovasi oleh pemiliknya dalam bentuk atap dan dinding

    Pengaruh Penggunaan Kapur Sebagai Penambahan Filler Pada Campuran Aspal AC-BC

    Full text link
    Kebutuhan akan prasarana jalan untuk memudahkan dalam kegiatan transportasi membuat penelitian terhadap perkerasan jalan semakin meningkat, hal itu merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas jalan sehingga meminimalisir kerusakan akibat beban kendaraan yang terjadi atau overload. Penggunaan kapur sebagai Penambahan filler 10% merupakan upaya yang dilakukan dalam menemukan bahan Alternatif sebagai penambahan filler dengan campuran variasi kadar aspal yaitu 4%,4,5%,5%,5,5%,6%, bertujuan untuk mencari nilai KAO yang dihasilkan melalui kadar aspal yang digunakan dengan klasifikasi Bina Marga 2018 Revisi 1. Hasil yang didapatkan bahwa nilai Stabilitas dan Flow dan parameter pengujian marshall lainnya seperti VMA, VFWA dan VITM. Nilai yang di peroleh pada kadar aspal 6% memenuhi semua klasifikasi yang ditetapkan Bina Marga 2018 Revisi 1 dengan nilai stabilitas 3144,97 kg, nilai flow 3,060 mm, nilai MQ 1104,819 kg/mm, dan nilai VITM mencapai 4,366%, VMA dengan nilai 16,820% dan nilai VFWA dengan nilai 74,788%. Dengan nilai yang diperoleh melalui pengujian dan perhitungan maka diketahui bahwa pengunaan filler kapur 10% pada pembuatan aspal beton (laston) AC-BC

    Identification of Risk Factors for The Implementation Stage of Toll Road Construction in Public-private Cooperation Using the BOT (Build Operate Transfer) System

    Full text link
    One type of infrastructure that falls under the jurisdiction of the government is toll roads. Government restrictions provide investors with opportunities to collaborate in the construction of toll road infrastructure, one of which is the BOT (Build Operate Transfer) system. For investors, there are numerous risks associated with the deployment of toll roads with the BOT system. With research limitations at the construction implementation stage, the goal of this study is to pinpoint variables that could end up becoming hazards for investors during the toll road development process. In this study, observation, interviews, and questionnaires for the targeted target respondents were the methods employed. Quantitative statistical analysis is used in data analysis to create categories in the shape of quadrants. The research's findings identified 17 risk factors that are broken down into three risk sub-categories. According to the results of the quadrant charting, 1 variable (inflation factor) was at moderate risk, 2 factors (field conditions and predicted construction costs) were deemed to be high risk, 7 variables were at substantial risk, and 7 variables were low risk.Jalan tol merupakan salah satu infrastruktur dimana pemerintah bertanggung jawab untuk menyelenggarakannya. Adanya keterbatasan pemerintah membuka peluang bagi investor untuk bekerja sama dalam penyediaan infrastruktur jalan tol, salah satunya adalah dengan sistem BOT (Build Operate Transfer). Namun pada penyelenggaraan jalan tol dengan sistem BOT ini pada implementasinya mengandung banyak risiko bagi investor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi menjadi risiko bagi investor selama pengembangan jalan tol, dengan pembatasan penelitian pada tahap pelaksanaan konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan pemberian kuesioner untuk target responden yang dituju. Analisis data menggunakan analisis statistik secara kuantitatif yang nantinya akan menghasilkan kategori dalam bentuk kuadran. Dari hasil penelitian terdapat 17 variabel risiko yang terbagi dalam 3 sub-kategori risiko. Dari hasil plotting kuadran, diperoleh 2 variabel (faktor kondisi lapangan dan estimasi biaya konstruksi) berisiko tinggi, 1 variabel (faktor inflasi) berada pada risiko moderate dan 7 variabel berada pada risiko signifikan dan 7 variabel risiko rendah

    Analisa Produktivitas Tenaga Kerja dan Harga Satuan Pekerjaan Pada Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan

    Full text link
    Pembangunan suatu proyek konstruksi di Indonesia dapat meningkatkan perkembangan di bidang insfrastruktur. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tenaga kerja dalam melaksanakan suatu proyek. Dalam menyelesaikan suatu proyek agar sesuai dengan waktu, biaya, dan mutu maka diperlukan maka dibutuhkan produktivitas untuk mengukur kinerja para tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga kerja pada proyek pembangunan Rumah Tinggal oleh PT. TukangBangun serta untuk memperbandingkan produktivitas tenaga kerja paada pekerjaan dinding bata merah dan bata ringan pada proyek tersebut. Produktivitas tenaga kerja pekerjaan dinding dipengaruhi beberapa faktor antara lain : jenis bahan, alat yang digunakan, keahlian tenaga kerja, serta bentuk dan letak dinding. Manfaat pada penelitian ini untuk menjadikan referensi tentang perbandingan produktivitas pekerjaan pasangan dinding bata merah dan bata ringan di lapangan serta memberikan informasi atau pengetahuan terkait perbandingan produktivitas pekerjaan pasangan dinding bata merah dan bata ringan di lapangangan. Penggunaan material dalam proses konstruksi secara efektif sangat bergantung pada desain yang dikehendaki dari suatu bangunan. Bata ringan memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan yang bervariasi 8-10 cm. Bahan atau acian yang biasanya digunakan adalah semen instan atau semen khusus

    Predicting Stiffness Asphalt Natural Rubber Latex Modulus Value Using Multiple Linear Regression Analysis

    Full text link
    Every year, population growth increases, which causes a rise in the number of drivers. The road may become damaged as a result of this condition, necessitating repairs. Deformation and cracks in the pavement structure are the main contributors to damaged road conditions. Using natural rubber materials, such as natural rubber latex, is one of the modified asphalt methods that can solve this issue. The stiffness modulus is the asphalt's reaction to a load applied to it; this reaction can be used to evaluate the asphalt's rheological characteristics. While there was only an equation describing the stiffness modulus of oil asphalt up until now, and no research on the stiffness modulus model of rubber asphalt, the suggested study examines the prediction of the stiffness modulus model of latex natural rubber asphalt. The factors taken into consideration are natural rubber latex content, penetration, and softening point. Multiple linear regression analysis has been performed on the data, and the model validation results show an average error of 3.28% with a data distribution that is similar to the linear line with an R2 value of 0.9917

    Pengaruh Penambahan MasterGlenium ACE® 8595 dengan Pengurangan Kadar Air 37.5% dan Kadar Semen Rencana 409.80 kg/m3 Terhadap Kuat Tekan Beton

    Full text link
    MasterGlenium ACE® 8595 is a Type F chemical that serves to reduce the amount of mixing water, improve workability and improve concrete quality. The purpose of this study was to find out the effect of adding MasterGlenium ACE® 8595 with a reduction in water content of 37.5% and a plan cement level of 409.80 kg / m2. The research was conducted in the laboratory using the DOE (Department of Environment) method in accordance with SNI 03-2834-2000 with a test object in the form of a concrete cylinder diameter of 150 mm and a height of 300 mm. MasterGlenium ACE® 8595 tested on concrete age 7 days 3 sample, and 28 days 5 sample. Variations in the dose of addition of MasterGlenium ACE® 8595 used 0.54%, 0.81%, 1.08%, 1.35%, 1.62%, 1.89% and 2.16% of cement weight. The test results of a strong concrete press normal at 28 days amounted to 29.77 MPa.  The test results of a strong concrete press normal at 28 days amounted to 29.77 MPa.  The results of the test are strong concrete press with the addition of MasterGlenium ACE® 8595 amounting to 51.61 MPa, 53.53 MPa, 45.95 MPa, 49.80 MPa, 41.25 MPa, 40.80 MPa, and 39.27 MPa. Based on the results of the test, the use of MasterGlenium ACE® 8595 in concrete will increase the strength of the press, workability, and age coefficient

    Analisis Keterlambatan Proyek Konstruksi di PT. PLN (Persero) UIP Sumbagut

    Full text link
    Project delays are the main contribution to project cost overruns. The research intends to determine the main factor that cause delays in construction projects at PT. PLN (PERSERO) UIP Sumbagut. In this research, there were 31 variables which were grouped into 6 categories. The research is done by distributing questionnaires to 20 respondents from the owner who also handles the project. The data analysis used a comparison of the percentage, rank mean and standard deviation which were analyzed with Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Based on the results of data analysis, it was found that the main factor causing delays in construction projects at PT. PLN (PERSERO) UIP Sumbagut is a shortage of manpower to complete a project. In addition, there are several other dominant factors, namely labor qualifications that do not meet standards; difficulties in financial cash flow and project funding from contractors; scheduling conflicts with sub-contractors and suppliers in the completion of work; security disturbances during the project

    ANALISA DAMPAK LALU LINTAS DARI PEMBANGUNAN FLY OVER PERLINTASAN JALAN REL KERETA API DI MRANGGEN

    Full text link
    Perlintasan jalan rel kereta api di Mranggen menyebabkan kemacetan, oleh karena itu perlu adanya pembangunan flyover di Mranggen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja lalu lintas jalan Semarang Purwodadi sebelum pembangunan flyover, saat konstruksi flyover dan setelah pembangunan flyover selesai. Penelitian menggunakan metode survei dan analisa kinerja jalan berdasarkan MKJI 1997. Jumlah sampel yang diambil 3 hari yaitu di hari senin, jumat dan sabtu. Hasil analisis kondisi sebelum pembangunan diperoleh derajat kejenuhan maksimal sabtu pagi dari Grobagan ke arah Semarang yaitu 0,90864 termasuk tingkat pelayanan jalannya E, tingkat kejenuhan maksimal saat ada pembangunan Fly Over pada senin pagi dari Grobagan ke arah Semarang yaitu 1,023177 termasuk tingkat pelayanan jalannya F, tingkat kejenuhan maksimal setelah pembangunan Fly Over Mranggen pada jumat pagi dari Grobagan ke arah Semarang didapatkan angka 0,793675 termasuk tingkat pelayanan jalannya jalannya C, sehingga efek positif setelah konstruksi flyover selesai yaitu arus lalu lintas menjadi lancar karena tidak melewati pasar tumpah Ganefo dan juga tidak melewati rel kereta api tiga jalur yang sering macet karena lalu lintas kereta api hampir disetiap 30 menit

    KAJIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL JALAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENUJU KAWASAN WISATA KALIURANG

    Full text link
    Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam wisata diantaranya Wisata Kaliurang. Untuk menuju kawasan wisata Kaliurang terdapat rute terpendek yang bisa dilewati yaitu rute Yogyakarta-Kaliurang dan Yogyakarta-Pulowatu. Maka, perlu kajian standar pelayanan minimal jalan agar kondisi jalan menuju Kaliurang memenuhi standar yang sesuai dengan peraturan. Metode pengumpulan data yaitu pengumpulan data primer dan sekunder kemudian analisis kapasitas ruas jalan, kondisi eksisting ruas jalan, dan kondisi ruas jalan dengan adanya pembebanan lalu lintas pengunjung wisata Kaliurang. Dari hasil analisis didapatkan Jalan Yogyakarta-Kaliurang dengan lebar 7 meter, kapasitas 2264 smp/jam, jumlah volume lalu lintas 2353 smp/jam, dan derajat kejenuhan yaitu 1. Ruas ini memiliki rambu dan apill yang baik, keadaan kekasaran jalan yang sedang dan memiliki derajat kejenuhan >1 setelah ditambahkan dengan pembebanan lalu lintas pengunjung wisata Kaliurang. Sedangkan, ruas Jalan Yogyakarta-Pulowatu dengan lebar 6 meter. memiliki kapasitas jalan sebesar 2037 smp/jam, jumlah volume lalu lintas 1882 smp/jam, dan derajat kejenuhan yaitu 0,82. Ruas ini memiliki rambu dan apill yang baik, keadaan kekasaran jalan baik dan memiliki derajat kejenuhan >1 setelah ditambahkan pembebanan lalu lintas pengunjung wisata Kaliurang

    153

    full texts

    179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇