JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
179 research outputs found
Sort by
Analysis of Green Open Space Needs in Bogor City
The availability of green open space (GOS) especially in urban areas, is very important considering the large benefits obtained from GOS. GOS is a land (area) overgrown with green plants and plays an important role in maintaining natural ecosystem balance in urban areas. The area used as GOS can be a park, field, or green path on the side or in the middle of the road. This study aims to determine acreage of GOS changes and its adequacy based on population and area in Bogor City. The scope of this study is the South, Central and East Bogor Districts. The analysis technique used is spatial analysis using ArcGIS 10.3 software. The results showed that in 2009 the GOS in South, Central and East Bogor Districts was 1982,23 Ha and 1197,49 Ha in 2021 or it was a decline at about 784,74 Ha during the period. Based on population number in 2021 South, Central and East Bogor Districts needs GOS of 809,05 Ha
Analisis Kebutuhan Parkir Pasar Tradisional Horas Di Kota Pematang Siantar
Parkir merupakan salah satu unsur fasilitas yang tidak dapat dipisahkan dari sistem lalu lintas jalan secara keseluruhan. Bertambahnya jumlah penduduk perkotaan maka akan terjadi peningkatan kebutuhan parkir karena Pasar Tradisional Horas merupakan pusat perdagangan dan posisi ditengah pusat kota. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kebutuhan parkir dan karakteristik parkir dengan metode kuantitatif yang dapat didefinisikan sebagai suatu proses menemukan pengetahuan dengan menggunakan data berupa angka analisa menggunakan perhitungan akumulasi parkir, volume parkir, kapasitas ruang parkir, turnover, indeks parkir, durasi parkir dan kebutuhan parkir. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan kebutuhan parkir untuk roda 2 memiliki luas sebesar 1308,98 m² dapat menampung kendaraan karena hasil perhitungan luas kebutuhan ruang parkir 748,5 m2 pada 499 kendaraan dalam akumulasi maksimal. Untuk kendaran roda 4 jenis angkutan umum, memperoleh luas kebutuhan ruang parkir 812,5 m2 dengan jumlah petak parkir 65 kendaraan pada akumulasi maksimal. Sementara untuk kendaraan roda 3 jenis becak memperoleh kebutuhan ruang parkir 98,70 m2 dengan jumlah petak parkir 19 kendaraan pada akumulasi maksimal.Parkir merupakan salah satu unsur fasilitas yang tidak dapat dipisahkan dari sistem lalu lintas jalan secara keseluruhan. Bertambahnya jumlah penduduk perkotaan maka akan terjadi peningkatan kebutuhan parkir karena Pasar Tradisional Horas merupakan pusat perdagangan dan posisi ditengah pusat kota. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kebutuhan parkir dan karakteristik parkir dengan metode kuantitatif yang dapat didefinisikan sebagai suatu proses menemukan pengetahuan dengan menggunakan data berupa angka analisa menggunakan perhitungan akumulasi parkir, volume parkir, kapasitas ruang parkir, turnover, indeks parkir, durasi parkir dan kebutuhan parkir. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan kebutuhan parkir untuk roda 2 memiliki luas sebesar 1308,98 m² dapat menampung kendaraan karena hasil perhitungan luas kebutuhan ruang parkir 748,5 m2 pada 499 kendaraan dalam akumulasi maksimal. Untuk kendaran roda 4 jenis angkutan umum, memperoleh luas kebutuhan ruang parkir 812,5 m2 dengan jumlah petak parkir 65 kendaraan pada akumulasi maksimal. Sementara untuk kendaraan roda 3 jenis becak memperoleh kebutuhan ruang parkir 98,70 m2 dengan jumlah petak parkir 19 kendaraan pada akumulasi maksimal.
Kata Kunci: Parkir; Kebutuhan Parkir; Karakterisitik Parkir
Analisis Sistem Jaringan Drainase di Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa
Kecamatan Langsa Barat merupakan kawasan yang sering terjadi banjir genangan, pada musim penghujan. Hal ini disebabkan karena kondisi drainase eksisting tidak dapat menampung limpasan air hujan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah aliran drainase, tinggi muka air banjir dan mengetahui kondisi eksisting jaringan drainase. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif, pembobotan dan cluster random sampling. Hasil identifikasi menunjukan kondisi pola aliran lahan sudah sesuai dengan elevasi. Secara pola jaringan drainase, kawasan penelitian berbentuk grid iron. Tinggi muka air banjir tertinggi berada pada Desa Paya Bujok Teungoh dengan tinggi 50 cm dan tinggi muka air banjir terendah berada pada Desa Matang Seulimeng dengan tinggi 17 cm. Kondisi eksisting drainase wilayah penelitian, berdasarkan survey lapangan dan berdasarkan hasil penilaian kuesioner memiliki nilai yang baik atau layak. Akan tetapi, masih saja mengalami genangan yang di akibatkan oleh sedimentasi dan sampah yang relatif besar serta tidak memadainya pemeliharaan drainase di wilayah penelitian.Kecamatan Langsa Barat merupakan kawasan yang sering terjadi banjir genangan, pada musim penghujan. Hal ini disebabkan karena kondisi drainase eksisting tidak dapat menampung limpasan air hujan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah aliran drainase, tinggi muka air banjir dan mengetahui kondisi eksisting jaringan drainase. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif, pembobotan dan cluster random sampling. Hasil identifikasi menunjukan kondisi pola aliran lahan sudah sesuai dengan elevasi. Secara pola jaringan drainase, kawasan penelitian berbentuk grid iron. Tinggi muka air banjir tertinggi berada pada Desa Paya Bujok Teungoh dengan tinggi 50 cm dan tinggi muka air banjir terendah berada pada Desa Matang Seulimeng dengan tinggi 17 cm. Kondisi eksisting drainase wilayah penelitian, berdasarkan survey lapangan dan berdasarkan hasil penilaian kuesioner memiliki nilai yang baik/layak. Akan tetapi, masih saja mengalami genangan yang di akibatkan oleh sedimentasi dan sampah yang relatif besar serta tidak memadainya pemeliharaan drainase di wilayah penelitian
Dampak Finansial Akibat Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Kontruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terjadi keterlambatan proyek yang mengakibatkan kenaikan biaya investasi dari perkiraan semula Rp 85 triliun (USD 5,66 miliar) akan menjadi sekitar Rp 117 triliun (USD 7,46 miliar) pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis terhadap kelayakan finansial dari sebelum dan sesudah terjadinya kenaikan biaya investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta bagaimana evaluasi finansial proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung agar layak secara finansial. Penelitian ini menggunakan parameter NPV dan IRR dengan 5 skenario dimana skenario 1 menggunakan data biaya investasi, biaya operasional dan maintenance, jumlah penumpang dan biaya tarif berdasarkan FS, sedangkan untuk skenario 2,3,4 dan 5 menggunakan data biaya investasi, biaya operasional dan maintenance, biaya tarif, berdasarkan kondisi eksisting sekarang, dimana jumlah penumpang menggunakan 3 skenario optimis, moderate, pesimis, dan analisis senstivitas. Adapun berdasarkan hasil yang diperoleh terhadap parameter-parameter kelayakan yang dipakai menunjukkan pada analisis finansial berdasarkan FS KCIC sebelum adanya keterlambatan proyek dan terjadi kenaikan biaya investasi nilai IRR sebesar 13.27% > MARR yang digunakan oleh KCIC sebesar 12.89%. nilai NPV bernilai positif sebesar Rp1,021,139 (miliar). Sedangkan dalam perjalanan proyek terjadi keterlambatan proyek yang berakibat kenaikan biaya sehingga nilai IRR menjadi 11.13% < MARR dan NPV menjadi -Rp5,041,876 (miliar). Berdasarkan hasil nilai analisis sensitivitas kelayakan finansial, Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk menjadi layak finansial maka jumlah penumpang harus meningkat minimal 25% per tahun dengan skenario optimis. Untuk skenario moderate dan pesimis belum menjadi layak finansial meskipun jumlah penumpang meningkat sampai dengan 30% per tahun.Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terjadi keterlambatan proyek yang mengakibatkan kenaikan biaya investasi dari perkiraan semula Rp 85 triliun (USD 5,66 miliar) akan menjadi sekitar Rp 117 triliun (USD 7,46 miliar) pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis terhadap kelayakan finansial dari sebelum dan sesudah terjadinya kenaikan biaya investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta bagaimana evaluasi finansial proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung agar layak secara finansial. Penelitian ini menggunakan parameter NPV dan IRR dengan 5 skenario dimana skenario 1 menggunakan data biaya investasi, biaya operasional dan maintenance, jumlah penumpang dan biaya tarif berdasarkan FS, sedangkan untuk skenario 2,3,4 dan 5 menggunakan data biaya investasi, biaya operasional dan maintenance, biaya tarif, berdasarkan kondisi eksisting sekarang, dimana jumlah penumpang menggunakan 3 skenario optimis, moderate, pesimis, dan analisis senstivitas. Adapun berdasarkan hasil yang diperoleh terhadap parameter-parameter kelayakan yang dipakai menunjukkan pada analisis finansial berdasarkan FS KCIC sebelum adanya keterlambatan proyek dan terjadi kenaikan biaya investasi nilai IRR sebesar 13.27% > MARR yang digunakan oleh KCIC sebesar 12.89%. nilai NPV bernilai positif sebesar Rp1,021,139 (miliar). Sedangkan dalam perjalanan proyek terjadi keterlambatan proyek yang berakibat kenaikan biaya sehingga nilai IRR menjadi 11.13% < MARR dan NPV menjadi -Rp5,041,876 (miliar). Berdasarkan hasil nilai analisis sensitivitas kelayakan finansial, Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk menjadi layak finansial maka jumlah penumpang harus meningkat minimal 25% per tahun dengan skenario optimis. Untuk skenario moderate dan pesimis belum menjadi layak finansial meskipun jumlah penumpang meningkat sampai dengan 30% per tahu
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Plesteran Dinding Proyek Masjid Mibas
Tenaga kerja yang berkualitas diperlukan dalam proyek konstruksi untuk mencapai hasil yang diinginkan karena produktivitas pekerja yang tinggi, khususnya dalam proyek konstruksi, memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil proyek. Plesteran dan acian dinding adalah salah satu pekerjaan yang menuntut pekerja produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui koefisien produktivitas pekerjaan plesteran dan membandingkannya dengan SNI 2837-2008. Penelitian ini dilakukan di lapangan melalui observasi langsung. Pengamatan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi primer yang dibutuhkan untuk menghitung produktivitas pekerjaan plesteran yang dilakukan pada proyek pembangunan Masjid MIBAS. 66,06 m2/hari untuk mandor, 6.60 m2/hari untuk tukang, dan 13,47 m2/hari untuk pembantu tukang merupakan hasil rata-rata dari analisis koefisien produktivitas plesteran dinding dan acian pada proyek pembangunan Masjid MIBAS. Hasil produktivitas SNI yaitu 45,45 m2/hari untuk mandor, 50 m2/hari untuk kepala tukang, 5 m2/hari untuk tukang, dan 2,5 m2/hari untuk pembantu tukang. Hasilnya, selisih bagian mandor +20,61 m2/hari, bagian kepala tukang +16,06 m2/hari, bagian tukang +4,10 m2/hari, dan bagian pembantu tukang +8,47 m2/hari. Bila ada tanda plus, berarti hasilnya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh SNI 2837 – 2008
PEMBUATAN APLIKASI JASA PENYEWAAN TRUCK BERBASIS ANDROID (SELVARU TRUCK)
Logistik merupakan bagian penting dari manajemen rantai pasokan dan mencakup kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan proses pemindahan barang, penyimpanan barang, serta pengelolaan transportasi. Selain itu, kata logistik juga merujuk pada proses distribusi yang mana adalah proses pemindahan produk atau bahan dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu pelaksanaan kegiatan logistik dan distribusi barang adalah kegiatan pengiriman barang via darat dengan menggunakan truk sebagai alat angkut perpindahan barang tersebut. Penerapan dari kegiatan pengiriman barang menggunakan truk tersebut adalah tersedianya jasa penyewaan truk yang memfasilitasi pengiriman barang atau muatan dari suatu tempat ke tempat lain, yang diperlukan oleh pemilik usaha maupun perseorangan yang memerlukan jasa tersebut. Dan di era teknologi seperti sekarang ini, salah stau realisasi yang mendukung jasa penyewaan truk tersebut adalah adanya aplikasi yang dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses memakainya. Aplikasi Selvaru Truck dirancang sebagai salah satu solusi yang hadir dalam permasalahan pengiriman barang yaitu sebagai jasa yang menyediakan armada truk untuk pengiriman barang berbasis aplikasi android.Logistics is an important part of supply chain management and includes activities such as planning, executingand controlling the process of moving goods, storing goods, and managing transportation. In addition, the wordlogistics also refers to the distribution process which is the process of moving products or materials from oneplace to another. One of the implementation of logistics activities and distribution of goods is the activity ofsending goods via land by using trucks as a means of transporting the movement of these goods. The applicationof goods delivery activities using trucks is the availability of truck rental services that facilitate the delivery ofgoods or cargo from one place to another, which is needed by business owners and individuals who need theseservices. And in today's technological era, one of the realizations that supports the truck rental service is theexistence of an application that can make it easier for people to access and use it. The Selvaru Truck applicationis designed as a solution to the problem of shipping goods, namely as a service that provides a fleet of trucks forshipping goods based on Android applications.
Analisis Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan Ditinjau Dari Audit Keselamatan Jalan (Studi Kasus : Kec. Latambaga, Kab. Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara)
Latambaga District as part of the Kolaka Regency, in between 2019 to 2021 based on data from the Kolaka Police departement there were 69 accident cases, this is considered a quite significant increase considering that based on BPS data for 2015 the number of reported accidents in the entire Kolaka district was only 93 case. This study aimed to determining accident-prone locations using the Upper Control Limit (BKA) and Upper Control Limit (UCL) calculation methods in Latambaga sub-district and recommend treatment based on the relationship between the characteristics of the causes of accidents and the results of road safety audits. The results then showed that the characteristics of accidents in Latambaga sub districts were dominated by drivers with an age range of 16-25 years, namely 47.17%, based on the age characteristics of the victims, 43.54% were also dominated by the age range of 16-25 years. When accidents occur, 63% occur at night, at 18:00-24:00. Accident-prone locations in Latambaga sub-district, based on the results of blacksite & blackspot analysis, are in segment 1 (coordinates -4.037839,121.564658), segment 4 (coordinates -4.040031,121.564984) and segment 5 (coordinates: -4.055727,121.591074.). As for the priority treatment recommendations for accident-prone locations, for segment 1 it is recommended to complete intersection markings and signs. For segment 4, it is recommended to prioritize the installation of signs, street lights, safety thresholds, clarify the road median and make improvements to the road pavement. For segment 5 it is recommended to prioritize, improve road drainage to prevent puddle and improve road pavement conditions.Kecamatan Latambaga sebagai bagian dari Kabupaten Kolaka, pada rentang tahun 2019 hingga tahun 2021 berdasarkan data dari Polres Kolaka terjadi 69 kasus kecelakaan, hal ini dianggap sebagai peningkatan yang cukup signifikan mengingat berdasarkan data BPS tahun 2015 jumlah kecelakaan yang terlapor di seluruh kabupaten kolaka hanya sebesar 93 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaaan lokasi rawan kecelakaan dengan menggunakan metode perhitungan Batas Kontrol Atas (BKA) dan Upper Control Limit (UCL) pada kecamatan Latambaga dan merekomendasikan penanganan berdasarkan hubungan antara karakteristik penyebab kecelakaan dan hasil audit keselamatan jalan. Hasil penelitian menunjukkan, karakteristik kecelakan pada kecamatan lembaga didominasi oleh pengendara dengan rentang usia 16-25 tahun yakni sebesar 47.17%, berdasarkan karakteristik usia korban 43.54% juga didominasi rentang usia 16-25 tahun. Waktu kejadian kecelakaan, 63% terjadi pada malam hari, direntang waktu 18:00-24:00. Untuk lokasi rawan kecelakaan pada kecamatan latambaga berdasarkan hasil analisis blacksite & blackspot berada pada segmen 1 (koordinat -4.037839,121.564658), segmen 4 ( koordinat -4.040031,121.564984) dan segmen 5 (koordinat: -4.055727,121.591074.). Adapun rekomendasi prioritas penanganan untuk lokasi rawan kecelakaan, untuk segmen 1 direkomendasikan untuk melengkapi marka dan rambu persimpangan. Untuk segmen 4, direkomendasikan untuk memprioritaskan pemasangan rambu, lampu jalan, ambang batas pengaman, memperjelas median jalan dan melakukan perbaikan terhadap perkerasan jalan. Untuk segmen 5 direkomendasikan untuk memprioritaskan, perbaikan drainase jalan untuk mencegah genangan dan memperbaiki kondisi perkerasan jalan
Analisis Daya Dukung Pondasi Dalam Pada Tanah Granural Overpass STA 13+250 Jalan Tol Tebing – Siantar
Every building that is built requires a foundation to transmit loads to the surrounding land, therefore the foundation must be designed properly so that the load transferred by the foundation to the ground is not greater than the soil's capacity Deep foundations built on granular soils have different calculation methods compared to ordinary soils. There are several methods that can support the resistance carrying capacity in granular soils. In this study, Mayerhoff and Briaud et al. method used. which will be verified by PDA test results. In this study the efficiency value of the pile group was also calculated using the Los Angeles Group – Action Formula and Conversion – Labarre methods. The purpose of this research is to find out from several analytical methods that are often used, which method is the most effective in use in the field. From the results of the analysis it is known that the carrying capacity with the Mayerhoff - Labarre conversion method is 392,984, the difference is 2,984 tons or 0.77% from the PDA test results of 390 tons, Mayerhoff - Los Angles Action is 296,129 tons, the difference is -24.07%, the conversion of Briaud et Al - Labarre of 294.674 tons with a difference of -24.44% and the conversion of Briaud et Al - Los Angles Action of 222.049 tons with a difference of -43.06%. So it can be concluded that the Mayerhoff method with pile group efficiency using the Labarre conversion method is closer to the results of field observations (PDA test), which is equal to 0.77%.Setiap bangunan yang dibangun membutuhkan pondasi untuk mentransfer beban ke tanah sekitarnya, karena itu pondasi harus didesain dengan benar sehingga beban yang diteruskan pondasi ke tanah tidak lebih besar dari kemampuan tanah dalam menahan beban tersebut. Pondasi dalam yang dibangun pada tanah granular memiliki perbedaan dalam metode perhitungan dibandingkan tanah umumnya. Terdapat beberapa metode yang untuk memprediksi daya dukung pondasi dalam pada tanah granular. Pada penelitian ini digunakan metode Mayerhoff dan Briaud et al. yang akan diverifikasi dengan hasil PDA test. Pada penelitian ini nilai efisiensi kelompok tiang pancang juga diperhitungkan dengan metode Los Angeles Group – Action Formula dan Conversi – Labarre. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dari beberapa metode analitis yang sering digunakan, metode yang manakah yang paling efektif digunakan di lapangan. Dari hasil analisis didapat daya dukung dengan metode Mayerhoff - Conversi Labarre sebesar 392,984 selisih 2,984 ton atau 0,77 % dari hasil PDA test 390 ton, Mayerhoff - Los Angles Action sebesar 296,129 ton selisih -24,07%, Briaud et Al - Conversi Labarre sebesar 294,674 ton selisih -24,44% dan Briaud et Al - Los Angles Action sebesar 222,049 ton selisih -43,06%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode mayerhoff dengan efisiensi group tiang menggunakan metode conversi labarre lebih mendekati hasil observasi lapangan (PDA test) yaitu sebesar 0,77%
PERBANDINGAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI KENDARAAN ANGKUTAN UMUM DENGAN KENDARAAN PRIBADI : Case Study: City of Sibolga-District of Sibabangun Tapanuli Tengah
Transportation is a process of moving people or goods from one place to another. Sibolga City and Central Tapanuli Regency are areas that are always crowded with people from both those areas and from, therefore these places are always crowded with people. Formulation of the problem: Examining the comparison of the choice of public transportation modes with private vehicles from Sibolga City to Sibabangun District. The aim is to find out the comparison of transportation costs for public transport and private vehicles. This research method is quantitative. The results of the research on public transportation are much cheaper than private vehicles with a comparison (0.468 : 0.210). The safety of using private vehicles is much safer than public transportation in comparison (0.309: 0.905). Accessibility level of public transportation is much easier to get access than private vehicles in comparison (0.516 : -0.075). Conclusion: Comparison of the cost of public transportation with private vehicles is equal to (0.468 : 0.231) (46.8% : 23.1%). The cost of using public transport is relatively cheap compared to private vehicles. The safety ratio is (0.309 : 0.905) (30.9% : 90.5%). This means that private vehicles are much safer than public transportation. Comparison of accessibility (ease level) (0.516 : -0.075) (51.6% : -7.5%), meaning that public transportation is much easier to access than private vehicles.Transportasi merupakan suatu proses perpindahan manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan daerah yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat baik dari daerah tersebut maupun dari, oleh karena itu tempat-tempat tersebut selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Rumusan masalah: Meneliti perbandingan pemilihan moda transportasi angkutan umum dengan kendaraan pribadi dari Kota Sibolga menuju Kecamatan Sibabangun. Tujuan mengetahui perbandingan biaya transportasi angkutan umum dan kendaraan pribadi. Metode penelitian ini kuantitatif. Hasil penelitian transportasi angkutan umum jauh lebih murah dibandingkan kendaraan pribadi dengan perbandingan (0,468 : 0,210). Keselamatan menggunakan kendaraan pribadi jauh lebih aman dibandingkan angkutan umum dengan perbandingan (0,309 : 0,905). Tingkat aksesibilitas angkutan umum jauh lebih mudah mendapatkan akses dibandingkan kendaraan pribadi dengan perbandingan (0,516 : -0,075). kesimpulan: Perbandingan biaya angkutan umum dengan kendaraan pribadi yaitu sebesar (0,468 : 0,231) (46,8% : 23,1%). Biaya menggunakan angkutan umum jauh relatif murah dibandingkan kendaraan pribadi. Perbandingan keselamatan yaitu (0,309 : 0,905) (30,9 % : 90,5%). Artinya kendaraan pribadi jauh lebih aman dibandingkan angkutan umum. Perbandingan aksesibilitas (tingkat kemudahan) (0,516 : -0,075) (51,6% : -7,5%), artinya angkutan umum jauh lebih mudah mendapatkan akses dibandingkan kendaraan pribadi
ANALISA PERILAKU MEKANIK KAYU MANGGA
Kayu mangga merupakan kayu yang mudah didapatkan, hampir masyarakat menanam pohon mangga di pekarangan rumah. Kayu mangga memiliki tingkat kekerasan yang medium untuk pohon mangga yang sudah tua dapat dipotong , selanjutnya digunkan sebagai material pada konstruksi rumah. Untuk mengecek nilai kuat tekan kuat tarik kayu mangga maka perlu dilakukan pengujian di Laboratorium. Serta mengklasifikasikan kayu mangga ke kelas kayu 1-4. Dan aplikasi konstruksi yang tepat untuk kayu mangga. Menginggat kayu mangga memiliki proses pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan pohon lainnya. Proses pengujian karakteristik mekanik kayu mangga di laboratorium Bahan Bangunan dan Struktur Universitas Semarang. Pengujian kayu mangga meliputi kadar lengas kayu, uji tarik kayu, uji tekan kayu. Untuk mendapatkan nilai kuat tekan dan kuat lentur kayu mangga. Serta pengaplikasikan pada konstruksi rumah. Kayu mangga memilik kadar air rata rata sebesar 45% dengan berat jenis 0.014 gr/mm3 .Untuk Modulus elastisitas Kayu mangga sebesar 50848,59 kg/cm2 untuk modulus of repture sebesar 482,67 kg/cm2 .Dapat disimpulkan kayu mangga masuk dalam klasifikasi kayu kelas III.Kayu mangga merupakan kayu yang mudah didapatkan, hampir masyarakat menanam pohon mangga di pekarangan rumah. Kayu mangga memiliki tingkat kekerasan yang medium untuk pohon mangga yang sudah tua dapat dipotong , selanjutnya digunkan sebagai material pada konstruksi rumah. Untuk mengecek nilai kuat tekan kuat tarik kayu mangga maka perlu dilakukan pengujian di Laboratorium. Serta mengklasifikasikan kayu mangga ke kelas kayu 1-4. Dan aplikasi konstruksi yang tepat untuk kayu mangga. Menginggat kayu mangga memiliki proses pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan pohon lainnya. Proses pengujian karakteristik mekanik kayu mangga di laboratorium Bahan Bangunan dan Struktur Universitas Semarang. Pengujian kayu mangga meliputi kadar lengas kayu, uji tarik kayu, uji tekan kayu. Untuk mendapatkan nilai kuat tekan dan kuat lentur kayu mangga. Serta pengaplikasikan pada konstruksi rumah. Kayu mangga memilik kadar air rata rata sebesar 45% dengan berat jenis 0.014 gr/mm3 .Untuk Modulus elastisitas Kayu mangga sebesar 50848,59 kg/cm2 untuk modulus of repture sebesar 482,67 kg/cm2 .Dapat disimpulkan kayu mangga masuk dalam klasifikasi kayu kelas III