JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
    179 research outputs found

    Analisis Kinerja Simpang Jalan Pecangaan Damaran - Jalan KHR. Asnawi, Menara Kudus

    Full text link
    Kabupaten Kudus merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Kudus yang terletak di pesisir Timur Laut Jawa Tengah di antara kota Semarang dan Surabaya. Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan saat ini akan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Banyak kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, becak, dan ojek yang membawa jemaah haji melewati jalan ini dan parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas melambat. Aktivitas ekonomi masyarakat Kudus dan kepadatan penduduk juga meningkat. Selain itu ada juga wisata religi yaitu Sunan Kudus di Desa Kauman, Sunan Muria di Desa Colo, dan Sunan Kedu di Desa Gribig. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pergerakan lalu lintas terhadap kinerja simpang Jalan Pecangaan Damaran – Jalan KHR. Asnawi, Menara Suci. Metode yang digunakan adalah survei dalam pengumpulan data primer. Metode analisis menggunakan MKJI, 1997, dengan hasil diperoleh nilai DS sebesar DS > 0,75. Hal itu menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian di masa pandemi Covid-19 tidak berdampak pada permasalahan di persimpangan jalan.Kabupaten Kudus merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Kudus yang terletak di pesisir Timur Laut Jawa Tengah di antara kota Semarang dan Surabaya. Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan saat ini akan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Banyak kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, becak, dan ojek yang membawa jemaah haji melewati jalan ini dan parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas melambat. Aktivitas ekonomi masyarakat Kudus dan kepadatan penduduk juga meningkat. Selain itu ada juga wisata religi yaitu Sunan Kudus di Desa Kauman, Sunan Muria di Desa Colo, dan Sunan Kedu di Desa Gribig. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pergerakan lalu lintas terhadap kinerja simpang Jalan Pecangaan Damaran – Jalan KHR. Asnawi, Menara Suci. Metode yang digunakan adalah survei dalam pengumpulan data primer. Metode analisis menggunakan MKJI, 1997, dengan hasil diperoleh nilai DS sebesar DS > 0,75. Hal itu menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian di masa pandemi Covid-19 tidak berdampak pada permasalahan di persimpangan jalan

    Compressive Strength of Coconut Fiber Concrete Using Sea Water as a Solvent

    Full text link
    Concrete is a mixture of Portland cement or other hydraulic cement, fine aggregate, coarse aggregate and water or without additives to form a solid mass. The researcher aims to find out how much influence the compressive strength of coco fiber concrete has with sea water as a solvent. The method used in this study was an experimental method, cylindrical concrete was printed with a size of 15x30 cm by adding coconut fiber to the concrete mixture with fc' quality of 22.5 MPa and as a comparison the researchers made samples of coconut fiber concrete with fresh water as a solvent. The results of this study with the addition of 1% fiber by weight of cement at the age of 3 days the compressive test reached 10.02 MPa for fresh water concrete and 6.51 MPa for sea water coir concrete. At the age of 7 days, fresh water concrete was 15.76 MPa, while coconut coir concrete was 7.42 MPa. For 28 days the fresh water concrete is 23.78 MPa, while the sea water coconut coir concrete is 14.72 MPa. The conclusion obtained in this research is that the use of sea water as a solvent in coconut coir concrete has decreased in strength by 23.53% compared to coconut coir concrete with fresh water as a solvent for 28 days of age.Beton adalah campuran antara semen porland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. Peneliti bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kuat tekan beton serat sabut kelapa dengan air laut sebagai pelarutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, beton selinder dicetak dengan berukuran 15x30 cm dengan menambahkan serat serabut kelapa pada campuran beton dengan mutu fc’ 22,5 MPa dan sebagai pembanding peneliti membuat sampel beton sabut kelapa dengan air tawar sebagai pelarut. Hasil penelitian ini dengan penambahan serat 1% dari berat semennya pada umur 3 hari uji tekan amencapai 10,02 Mpa untuk beton air tawar dan beton sabut air laut sebesar 6,51 MPa. Pada umur 7 hari beton air tawar sebesar 15,76 Mpa sedangkan beton sabut kelapa air laut sebesar 7,42 MPa. Untuk umur 28 hari pada beton air tawar sebesar 23,78 MPa, sedangkan beton sabut kelapa air laut sebesar 14,72 Mpa. Kesimpulan yang diperoleh pada penilitian ini bahwa pemakaian air laut sebagai bahan pelarut pada beton sabut kelapa mengalami penurunan kekuatan yakni sebesar 23,53% dibandingkan dengan beton sabut kelapa dengan air tawar sebagai pelarut untuk umur 28 hari

    Dampak Stres, Supervisi dan K3 Terhadap Produktivitas Pekerja Proyek Konstruksi

    Full text link
    Perusahaan konstruksi menghadapi dinamika industri yang kompleks karena setiap proyek memiliki permintaan khusus dan melibatkan para profesional yang berinteraksi. Ini untuk mencapai tujuan proyek tertentu. Kinerja proyek ditentukan oleh pihak-pihak yang terlibat dan produktivitas yang lebih tinggi dapat dicapai dengan membentuk dan memberdayakan tenaga kerja terampil sehingga efektivitas tercapai sesuai dengan harapan perusahaan. Ada aspek teknis, manusia, dan manajerial dalam merencanakan dan mempertimbangkan pengembangan produktivitas pekerja. Hal ini menjadi tantangan bagi setiap perusahaan konstruksi tentang bagaimana memantau proses kerja, mengidentifikasi gangguan dan hambatan kerja serta menerapkan kebijakan yang menjamin keselamatan pekerja. Penelitian ini bermaksud untuk mengamati dampak stres, supervisi, dan program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap pembentukan produktivitas para pekerja bangunan tersebut. Pengamatan dilakukan pada beberapa perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek konstruksi di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Ada 13 proyek konstruksi yang menjadi obyek dan terkumpul 213 responden. Studi telah menemukan bahwa stres memiliki efek yang signifikan dan negatif terhadap produktivitas pekerja. Pengawasan memberikan peran yang efektif dan nyata dalam membentuk produktivitas. Hal ini juga terjadi pada variabel K3 sebagai prioritas pelaksanaan proyek konstruksi. Studi telah menemukan bahwa stres memiliki efek yang signifikan dan negatif terhadap produktivitas pekerja. Pengawasan memberikan peran yang efektif dan nyata dalam membentuk produktivitas. Hal ini juga terjadi pada variabel K3 sebagai prioritas pelaksanaan proyek konstruksi. Studi telah menemukan bahwa stres memiliki efek yang signifikan dan negatif terhadap produktivitas pekerja. Pengawasan memberikan peran yang efektif dan nyata dalam membentuk produktivitas. Hal ini juga terjadi pada variabel K3 sebagai prioritas pelaksanaan proyek konstruksi

    PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DENGAN BETON CAMPURAN FIBERGLASS

    Full text link
    Kebutuhan infrastruktur terus mengalami peningkatan seperti bangunan gedung, jembatan, jalan, bendungan dan lain sebagainya. Biasanya bangunan tersebut menggunakan beton sebagai bahan utama, sehingga memiliki ketahanan yang baik. Di era modern yang semakin meningkat yang di iringi oleh perkembangan teknologi, banyak di temukan beberapa bahan yang dapat di manfaatkan sebagai salah satu campuran beton. Salah satunya dengan menambahkan serat Fiberglass ke dalam campuran beton dengan komposisi tertentu. Beton menggunakan serat (fiber) merupakan beton dengan penambahan campuran potongan-potongan fiber yang di masukan ke dalam campuran beton tersebut. dapat di ketahui bahwa penambhan serat fiberglass dapat mengakibatkan pengurangan lekatan antar butiran agregat yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton tersebut.Penurunan kuat tekan beton dapat di lihat dari hasil pengujian kuat tekan beton dengan campuran serat fiber 1% dalam usia 28 hari memiliki nilai kuat tekan yang paling tinngi dengan nilai 22,01 Mpa, sedangkan beton dengan campuran 2% memiliki kuat tekan yang paling rendah dengan hasil 18,35 MPa.Kebutuhan infrastruktur terus mengalami peningkatan seperti bangunan gedung, jembatan, jalan, bendungan dan lain sebagainya. Biasanya bangunan tersebut menggunakan beton sebagai bahan utama, sehingga memiliki ketahanan yang baik. Di era modern yang semakin meningkat yang di iringi oleh perkembangan teknologi, banyak di temukan beberapa bahan yang dapat di manfaatkan sebagai salah satu campuran beton. Salah satunya dengan menambahkan serat Fiberglass ke dalam campuran beton dengan komposisi tertentu. Beton menggunakan serat (fiber) merupakan beton dengan penambahan campuran potongan-potongan fiber yang di masukan ke dalam campuran beton tersebut. dapat di ketahui bahwa penambhan serat fiberglass dapat mengakibatkan pengurangan lekatan antar butiran agregat yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton tersebut.Penurunan kuat tekan beton dapat di lihat dari hasil pengujian kuat tekan beton dengan campuran serat fiber 1% dalam usia 28 hari memiliki nilai kuat tekan yang paling tinngi dengan nilai 22,01 Mpa, sedangkan beton dengan campuran 2% memiliki kuat tekan yang paling rendah dengan hasil 18,35MPa

    Analisis Dampak Lalu Lintas PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia di Kabupaten Bantaeng

    Full text link
    PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia dapat mempengaruhi pergerakan lalu lintas yang disebabkan oleh adanya pembebanan lalu lintas yang terdapat di sekitar bangunan, sehingga diperlukan adanya analisis dampak lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja ruas jalan dan simpang yang terdampak pada masa sekarang dan masa 5 tahun mendatang pasca operasi, melakukan penanganan permasalahan dan konflik lalu lintas dengan melakukan simulasi model tanpa penanganan (Do Nothing) dan dengan penanganan (Do Something) serta melakukan pemodelan matriks asal tujuan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif yang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Hasil analisis tingkat pelayanan pada ruas Ruas Jl. Poros Bantaeng - Bulukumba dalam kondisi cukup baik dengan nilai LoS A sampai B dan nilai DS 0,12 – 0,21 dengan kecepatan tempuh 40,01 – 50,21 km/jam, sedangkan kinerja jalan pada simpang Jl. Poros Bantaeng Bulukumba – Akses Pabrik memiliki nilai LoS A sampai B dengan nilai DS 0,03 – 0,27 dan waktu tundaan 4,08 detik/smp sampai 7,35 detik/smp, baik pada kondisi eksisting 2022 maupun proyeksi 5 tahun pasca operasi tahun 2028. Hasil analisis matriks asal tujuan menunjukkan volume puncak pergerakan terjadi pada sore hari dengan total volume perjalanan sebesar 750 smp/jam.PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia dapat mempengaruhi pergerakan lalu lintas yang disebabkan oleh adanya pembebanan lalu lintas yang terdapat di sekitar bangunan, sehingga diperlukan adanya analisis dampak lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja ruas jalan dan simpang yang terdampak pada masa sekarang dan masa 5 tahun mendatang pasca operasi, melakukan penanganan permasalahan dan konflik lalu lintas dengan melakukan simulasi model tanpa penanganan (Do Nothing) dan dengan penanganan (Do Something) serta melakukan pemodelan matriks asal tujuan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif yang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Hasil analisis tingkat pelayanan pada ruas Ruas Jl. Poros Bantaeng - Bulukumba dalam kondisi cukup baik dengan nilai LoS A sampai B dan nilai DS 0,12 – 0,21 dengan kecepatan tempuh 40,01 – 50,21 km/jam, sedangkan kinerja jalan pada simpang Jl. Poros Bantaeng Bulukumba – Akses Pabrik memiliki nilai LoS A sampai B dengan nilai DS 0,03 – 0,27 dan waktu tundaan 4,08 detik/smp sampai 7,35 detik/smp, baik pada kondisi eksisting 2022 maupun proyeksi 5 tahun pasca operasi tahun 2028. Hasil analisis matriks asal tujuan menunjukkan volume puncak pergerakan terjadi pada sore hari dengan total volume perjalanan sebesar 750 smp/jam

    The The mathematical Model Predicting the proportion of resources in multistory building construction

    No full text
    Proporsi biaya sumberdaya proyek konstruksi berbeda-beda karena proyek konstruksi mempunyai sifat ketidakpastian yang tinggi. Oleh karena itu model proporsi setiap sumber daya manusia, material dan peralatan perlu ditetapkan. Penelitian ini mencoba membuat model matematis proporsi biaya setiap sumber daya bangunan bertingkat terhadap anggaran biaya, durasi dan jumlah lantai. Tujuan penelitian ini untuk membuat model matematis yang menghubungkan variabel terikat setiap sumber daya manusia (y1), material (y2) dan peralatan (y3) terjadap variabel bebas anggaran biaya (x1), durasi (x2) dan jumlah lantai (x3). Pengumpulan data 44 pekerjaan konstruksi yang sudah selesai dilakukan. Data yang dikumpulkan anggaran biaya, durasi, jumlah lantai, biaya sumber daya, material dan peralatan. Proporsi setiap sumber daya dihitung. Berdasarkan pengolahan data menggunakan spss versi 26 diperoleh model matematika proporsi sumber daya manusia, material dan peralatan. Proporsi rata-rata sumberdaya manusia 51,104%, material 26.35% dan peralatan 13.19%. Implementasi penelitian, pelaku konstruksi mengetahui perkiraan biaya setiap sumber daya pada pekerjaan bangunan gedung.The proportion of construction project resource costs varies because construction projects are highly uncertain. Therefore a model of the proportions of each human resource, material, and equipment must be established. This study tried to create a mathematical model of the ratio of the cost of each multistory building resource to the cost budget, duration, and number of floors. The purpose of this study is to create a mathematical model that connects the dependent variables of each human resource (y1), material (y2), and equipment (y3) to the variables free of cost budget (x1), duration (x2) and number of floors (x3). Data collection of 44 completed construction works. The collected data were budget costs, time, number of floors, cost of resources, materials, and equipment. The calculated proportion of each resource using the spss version 26 obtained the model proportion of human resources, material, and equipment. The average proportion of human resources is 51.104%, materials 26.35%, and equipment 13.19%. Implementation of research, construction actors know the estimated cost of each resource on building wor

    Model Probabilitas Penggunaan Moda Angkutan Antar Jemput Antar Provinsi Dalam Usaha Peningkatan Pelayanan (Studi Kasus: Rute Denpasar – Surabaya) : Studi Kasus: Rute Denpasar – Surabaya

    No full text
    Timbulnya tarikan dalam perjalanan yang besar diakibatkan oleh meningkatnya jumlah sekolah, perguruan tinggi, serta tempat perbelanjaan tradisional ataupun modern. Akibat dari penarikan perjalanan yakni peningkatan frekuensi penggunaan kendaraan bermotor menuju ke Denpasar. Pada suatu mobilitas kota satu dengan kota yang lain, aspek pemilihan moda pemegang peranan yang utama. Riset ini memakai studi kasus rute Denpasar – Surabaya dengan mempertimbangkan variabel biaya perjalanan, durasi tempuh perjalanan serta keberangkatan, tujuan perjalanan, faktor keamanan dan kenyamanan. Data Primer diperoleh melalui kuesioner kepada pengguna angkutan umum darat rute Denpasar – Surabaya. Dilakukan survei pendahuluan pada saat menciptakan desain penelitian yang kemudian dipakai sebagai pedoman guna menentukan data sampling yakni dengan mendistribusikan kuesioner pada pengguna moda angkutan umum. Digunakan metode analisis regresi logistic untuk perhitungan pengolahan data. Berdasarkan hasil olah data menunjukkan bahwa kemungkinan pemakaian angkutan penumpang antar jemput antar provinsi dari arah Denpasar menuju Surabaya dipengaruhi oleh faktor keamanan dan kenyamanan. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna angkutan penumpang antar jemput antar provinsi dengan arah Denpasar menuju Surabaya ialah memperhatikan aspek pengeluaran perjalanan contohnya yakni keterjangkauan biaya, aspek durasi perjalanan & keberangkatan dengan metode durasi tempuh yang dipercepat memakai rute alternatif serta aspek maksud perjalanan yakni dengan metode pemenuhan tujuan serta keperluan dari penumpang.Timbulnya tarikan dalam perjalanan yang besar diakibatkan oleh meningkatnya jumlah sekolah, perguruan tinggi, serta tempat perbelanjaan tradisional ataupun modern. Akibat dari penarikan perjalanan yakni peningkatan frekuensi penggunaan kendaraan bermotor menuju ke Denpasar. Pada suatu mobilitas kota satu dengan kota yang lain, aspek pemilihan moda pemegang peranan yang utama. Riset ini memakai studi kasus rute Denpasar – Surabaya dengan mempertimbangkan variabel biaya perjalanan, durasi tempuh perjalanan serta keberangkatan, tujuan perjalanan, faktor keamanan dan kenyamanan. Data Primer diperoleh melalui kuesioner kepada pengguna angkutan umum darat rute Denpasar – Surabaya. Dilakukan survei pendahuluan pada saat menciptakan desain penelitian yang kemudian dipakai sebagai pedoman guna menentukan data sampling yakni dengan mendistribusikan kuesioner pada pengguna moda angkutan umum. Digunakan metode analisis regresi logistic untuk perhitungan pengolahan data. Berdasarkan hasil olah data menunjukkan bahwa kemungkinan pemakaian angkutan penumpang antar jemput antar provinsi dari arah Denpasar menuju Surabaya dipengaruhi oleh faktor keamanan dan kenyamanan. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna angkutan penumpang antar jemput antar provinsi dengan arah Denpasar menuju Surabaya ialah memperhatikan aspek pengeluaran perjalanan contohnya yakni keterjangkauan biaya, aspek durasi perjalanan & keberangkatan dengan metode durasi tempuh yang dipercepat memakai rute alternatif serta aspek maksud perjalanan yakni dengan metode pemenuhan tujuan serta keperluan dari penumpang

    Evaluasi Perencanaan Pondasi Sumuran Pada Jembatan Bo’u Lahomi Nias-Barat

    Full text link
    Jembatan Bo’u Lahomi-Nias Barat adalah jembatan yang berbentang 11,80 m. Bangunan bawah jembatan terdiri dari abutment dan pondasi. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui daya dukung pondasi sumuran dan faktor keamanan  terhadap beban yang bekerja. Selain data-data lapangan, analisis ini memerlukan uji parameter tanah di laboratorium. Parameter yang di uji adalah berat jenis (Gs), analisa saringan kadar air, density, kuat geser (directshear) tanah di lapangan. Berdasarkan hasil analisis daya dukung pada pondasi sumuran di dapatkan bahwa nilai kapasitas daya dukung tiang kelompok pondasi sumuran 2510,78 Ton dan beban maksimal yang bekerja pada pondasi 1550,40 Ton, dengan hasil analisis tulangan yang di gunakan pada pile cap didapatkan tulangan lentur 10 D 22, tulangan bagi 15 Ø 13, dan tulangan geser pada arah X Ø 10 – 140 dan Y Ø 10 – 100 dan analisis penulangan pada pondasi sumuran di dapatkan tulangan pokok 35 D 19-250 dan tulangan spiral Ø 12 – 50 dengan kuat kolom sebesar 7654,153 Ton > Pu = 1550,40 Ton, dengan demikian daya dukung pondasi sumuran pada jembatan bo’u memenuhi syarat dan aman terhadap beban yang di terimaKata kunci: Pondasi, Daya Dukung, Abutment

    Pemodelan Estimasi Biaya Elemen Struktur Bangunan Rumah Toko Dengan Variasi Lebar Bentang

    No full text
    The development of construction will affect work methods in construction, design and materials. Changes in design, materials and work methods in the construction of a construction project will affect the costs that must be incurred by the owner and the time required to construct a building. Conceptual cost estimation is needed as a reference or guide in determining the policies used to determine the amount of investment that must be implemented. Planning is the initial stage in construction development activities. Effective and efficient project planning is needed in carrying out a project. Along with the need for efficiency, the cost estimation model at the early stages of project planning must be accurate so that the results can be accounted for. This study aims to obtain an estimate of the structural cost of a shop house building with several span variations. Variations in the width of the shop house are 5 m, 6.67 m and 8 m. The research results obtained that the cost of the structure on the 8 m span is Rp. 2,352,485,387, the 8 m span is the span that has the largest cost compared to other spans. The difference between the span of 8 m and the span of 6.67 m and 5 m is Rp. 93,480,110 and Rp. 13,740,263, respectively. Based on these results it was concluded that the larger the span, the greater the costs required. This is influenced because there are differences in the dimensions and specifications of the structures used in each span.The development of construction will affect work methods in construction, design and materials. Changes in design, materials and work methods in the construction of a construction project will affect the costs that must be incurred by the owner and the time required to construct a building. Conceptual cost estimation is needed as a reference or guide in determining the policies used to determine the amount of investment that must be implemented. Planning is the initial stage in construction development activities. Effective and efficient project planning is needed in carrying out a project. Along with the need for efficiency, the cost estimation model at the early stages of project planning must be accurate so that the results can be accounted for. This study aims to obtain an estimate of the structural cost of a shop house building with several span variations. Variations in the width of the shop house are 5 m, 6.67 m and 8 m. The research results obtained that the cost of the structure on the 8 m span is Rp. 2,352,485,387, the 8 m span is the span that has the largest cost compared to other spans. The difference between the span of 8 m and the span of 6.67 m and 5 m is Rp. 93,480,110 and Rp. 13,740,263, respectively. Based on these results it was concluded that the larger the span, the greater the costs required. This is influenced because there are differences in the dimensions and specifications of the structures used in each span

    Kajian Standar Pelayanan Minimal Jalan Provinsi DIY Pendukung Aksesibilitas Kawasan Pantai Selatan Gunungkidul

    Full text link
    Visitors to the southern coast of Gunungkidul tend to increase every year. The Gading – Saptosari and Wonosari – Baron routes need to be supported by transportation infrastructure that complies with the Road Minimum Service Standards (MSS). After analyzing the performance of the existing road sections and the next 10 years by considering the growth rate of vehicles and the increase in tourist visits, an evaluation of the fulfillment of Road MSS criteria is carried out. Furthermore, recommendations to improve the performance of road sections to meet the standards are analyzed. The existing degree of saturation on both routes is still <0.85, but only the Paliyan – Saptosari section meets the requirements in 2032 for all growth rates. None of the segments met all the MSS criteria evaluated in this study. The alternative of widening the road towards the primary collector standard with land optimization shows a significant increase in performance in 2032. Widening the road and shoulders towards compliance with the MSS does not provide a significant increase compared to the first alternative.Pengunjung kawasan pantai selatan Gunungkidul cenderung meningkat setiap tahunnya. Rute Gading – Saptosari dan Wonosari – Baron untuk mengakomodasi wisatawan menuju kawasan tersebut, perlu didukung prasarana transportasi yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan. Setelah menganalisis kinerja ruas jalan eksisting dan 10 tahun mendatang dengan mempertimbangkan laju pertumbuhan kendaraan dan peningkatan kunjungan wisata, dilakukan evaluasi pemenuhan kriteria SPM Jalan. Selanjutnya, menganalisis rekomendasi untuk meningkatkan kinerja ruas jalan agar memenuhi standar. Derajat kejenuhan eksisting di kedua rute masih <0,85, namun hanya ruas Paliyan – Saptosari yang memenuhi syarat di tahun 2032 untuk seluruh laju pertumbuhan. Tidak ada ruas yang memenuhi seluruh kriteria SPM yang dievaluasi dalam penelitian ini. Alternatif pelebaran jalan menuju standar kolektor primer dengan optimalisasi lahan menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan di tahun 2032. Pelebaran jalan dan bahu menuju kesesuaian dengan SPM tidak memberikan peningkatan signifikan dibandingkan alternatif pertama

    153

    full texts

    179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇