JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
179 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN JALUR KERETA API SEMARANG – YOGYAKARTA VIA MAGELANG
Dalam RIPNAS 2018, Kementerian Perhubungan bersama dengan Direktorat Jendral Perkeretaapian membuat perencanaan untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api yang pernah ada, salah satunya adalah jalur kereta api Semarang – Yogyakarta via Magelang. Sehingga tujuan dari penulisan tesis ini adalah untuk memberikan alternatif trase terbaik, merancang geometri jalan rel yang sesuai dengan PM No. 60 Tahun 2012, dan juga menganalisa kelayakan finansial dan ekonomi untuk pembangunan jalur kereta api tersebut. Perencanaan trase jalan rel dibuat dengan menggunakan Google Earth Pro dengan memperhatikan keadaan lingkungan disekitarnya. Dibuat tiga buah alternatif trase yang kemudian dibandingkan dari beberapa kriteria dan dipilih satu trase yang paling baik dengan metode pembobotan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan diperoleh alternatif trase pertama sebagai trase terpilih. Kemudian dibuat perencanaan geometri dengan menggunakan AutoCad Civil 3D dengan trase terpilih sepanjang 108,85 km, dengan klasifikasi kelas jalan I, kecepatan 120 km/jam, dengan lebar jalan rel 1067 mm. Trase tersebut direncanakan memiliki 28 jumlah tikungan horizontal yang terdiri dari 18 lengkung Spiral-Circle-Spiral (SCS) dan 10 lengkung Full Circle (FC). Kelandaian maksimum sebesar 2,88% dengan 7 alinyemen vertikal cembung, dan 12 alinyemen vertikal cekung. Total estimasi biaya yang diperlukan dalam pembangunan trase ini adalah sebesar Rp 22.932.642.264.394 dengan biaya pemeliharaan tiap tahun sebesar Rp 62.956.190.250.Dalam RIPNAS 2018, Kementerian Perhubungan bersama dengan Direktorat Jendral Perkeretaapian membuat perencanaan untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api yang pernah ada, salah satunya adalah jalur kereta api Semarang – Yogyakarta via Magelang. Sehingga tujuan dari penulisan tesis ini adalah untuk memberikan alternatif trase terbaik, merancang geometri jalan rel yang sesuai dengan PM No. 60 Tahun 2012, dan juga menganalisa kelayakan finansial dan ekonomi untuk pembangunan jalur kereta api tersebut. Perencanaan trase jalan rel dibuat dengan menggunakan Google Earth Pro dengan memperhatikan keadaan lingkungan disekitarnya. Dibuat tiga buah alternatif trase yang kemudian dibandingkan dari beberapa kriteria dan dipilih satu trase yang paling baik dengan metode pembobotan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan diperoleh alternatif trase pertama sebagai trase terpilih. Kemudian dibuat perencanaan geometri dengan menggunakan AutoCad Civil 3D dengan trase terpilih sepanjang 108,85 km, dengan klasifikasi kelas jalan I, kecepatan 120 km/jam, dengan lebar jalan rel 1067 mm. Trase tersebut direncanakan memiliki 28 jumlah tikungan horizontal yang terdiri dari 18 lengkung Spiral-Circle-Spiral (SCS) dan 10 lengkung Full Circle (FC). Kelandaian maksimum sebesar 2,88% dengan 7 alinyemen vertikal cembung, dan 12 alinyemen vertikal cekung. Total estimasi biaya yang diperlukan dalam pembangunan trase ini adalah sebesar Rp 22.932.642.264.394 dengan biaya pemeliharaan tiap tahun sebesar Rp 62.956.190.250.
Kata Kunci: Kereta api; AutoCad Civil 3D; geometri jalan rel; jalur kereta api Semarang-Yogyakarta via Magelang
Perbandingan Arus Kepadatan Jalan Pada Jalan Mastrip (ONE WAY-ANOVA)
Penelitian ini fokus pada analisis kepadatan lalu lintas di Kota Jember, sebuah daerah dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama di Jalan Mastrip. Tingkat kepadatan ini memicu kemacetan lalu lintas, menghambat mobilitas penduduk dan memerlukan solusi efektif. Tujuan penelitian adalah menganalisis titik-titik kemacetan kritis dengan mengumpulkan data penting, yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistik One Way Anova. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Data primer dikumpulkan secara langsung di lapangan pada tahun 2023 di Jalan Mastrip, sebuah wilayah dengan arus lalu lintas yang padat di pusat kota Kota Jember. Pengolahan data menggunakan uji normalitas dan One Way Anova pada perangkat lunak SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepadatan arus lalu lintas di tiga jalur yang diuji (Jalan Mastrip ke Jalan Patrang, Jalan Kalimantan ke Jalan Mastrip, Jalan Mastrip ke Jalan Danau Toba) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Uji normalitas mengonfirmasi distribusi data yang normal, dan Uji Anova memberikan nilai signifikansi >0,05, menandakan ketidakberbedaan yang signifikan antara kelompok jalur. Penelitian ini juga melibatkan Uji Homogenitas dan Uji Lanjut (Post Hoc Test), yang mendukung temuan bahwa kepadatan arus lalu lintas di setiap jalur cenderung sama-sama padat. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan bahwa upaya untuk mengatasi kemacetan di Jalan Mastrip perlu mempertimbangkan strategi pengendalian lalu lintas dan evaluasi sistem transportasi. Penelitian ini mengonfirmasi kesesuaian dengan temuan sebelumnya dan memberikan rekomendasi kepada pengendara untuk mempertimbangkan alternatif transportasi atau rute untuk mengurangi dampak kemacetan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas dan mobilitas di Kota Jember.Penelitian ini membahas tentang kepadatan arus jalan yang ada di jalan mastrip yangada pada Kota Jember. Tujuanya untuk mengetahui apa penyebab wilayah tersebut selalu mengalami kemacetan dan juga untuk mencari solusi atau alternatif lain agar jalan tersebut tidak mengalami kemacetan. Kota Jember merupakan salah satu Kota yang termasuk dalam tapal kuda. Kota jember ini merupakan Kota yang bisa dibilang tingkat kepadatanya cukup tinggi dibanding Kota sekitarya. Sehingga perlunya dilakukan penelitian, dengan metode Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode uji kuantitatif dalam SPSS yaitu dilakukan uji normalitas dan uji One Way Anova yang digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan kepadatan arus lalulintar pada setiap simpangnya. Hasil dari penelitian secara langsung dilapangan pada simpang 4 mastrip ini menghasilkan kesimpulan bahwa kepadatan disetiap jalurnya tidak memiliki perbedaan secara signifikan, pada saat dilakukan Uji Analysis Of Varian didapatkan hasil signifikansi 1,000 nilai tersebut <0,05 artinya pada setiap jalurnya memiliki kepadatan yang sama-sama padat sehingga menimbulkan daampak kemacetan
The Utilization of HuberRegressor Machine Learning Model to Predict Carbon Monoxide Concentration in Surabaya City
Carbon monoxide (CO) is one of the pollutant gases whose concentration currently continues to increase due to an increase in population and population activities, especially those that occur in the city of Surabaya, East Java. The purpose of this study is to make a prediction of CO gas concentration in Surabaya City in 2022. CO concentration air quality data was obtained from MERRA-2 Reanalysis through NASA's Giovanni platform. CO concentration data processing is carried out by Machine Learning methods using the Google Colaboratory platform with the HuberRegressor model. The results of the data processing carried out were obtained with details of MASE worth 0.6218, RMSSE worth 0.3657, MAE worth 0.0280, RMSE worth 0.0314, MAPE worth 0.0836, and SMAPE worth 0.0876. From the results of the evaluation of the model, it can be concluded that the HuberRegressor model can make a prediction of CO gas concentration in the city of Surabaya quite well.Karbon monoksida (CO) adalah salah satu gas polutan yang saat ini konsentrasinya terus meningkat akibat peningkatan populasi dan aktivitas penduduk terutama yang terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat prediksi konsentrasi gas CO di Kota Surabaya tahun 2022. Data kualitas udara konsentrasi CO diperoleh dari MERRA-2 Reanalysis melalui platform Giovanni milik NASA. Pemrosesan data konsentrasi CO dilakukan dengan metode Machine Learning menggunakan platform Google Colaboratory dengan model HuberRegressor. Hasil dari pemrosesan data yang dilakukan diperoleh hasil dengan rincian MASE senilai 0.6218, RMSSE senilai 0.3657, MAE senilai 0.0280, RMSE senilai 0.0314, MAPE senilai 0.0836, dan SMAPE senilai 0.0876. Dari hasil evaluasi model tersebut, dapat dikatakan bahwa model HuberRegressor dapat membuat prediksi konsentrasi gas CO di Kota Surabaya dengan cukup baik
THE EVALUATION BLACK SPOT LOCATION AND ACCIDENT RISK OF COT PAYA INTERSECTION ACEH BESAR DISTRICT
As the population continues to increase each year, it leads to an increasing demand for transportation, indirectly raising the risk of traffic issues. Simpang Cot Paya, situated on the Laksamana Malayahati road section in the Baitussalam District of Aceh Besar Regency, serves as a secondary arterial road that connects the regency to the city of Banda Aceh and is consistently congested with traffic. According to the Traffic Division of the Banda Aceh City Police from 2018 to 2022, there were 233 reported traffic accidents in this area. This research aims to identify the factors causing these accidents and propose measures to reduce the accident rate at this accident-prone location. Primary data was gathered through field observations and measurements, while secondary data consisted of accident records provided by the Banda Aceh City Police, which were analyzed using the Accident Equivalent Number (AEK) method, Upper Control Limit (BKA), and the Safety Index (SI) method. Additionally, a road safety audit was conducted at the accident-prone location to identify issues that may contribute to traffic accidents and to suggest measures to reduce the risk of accidents. An overall analysis indicates that the highest accident vulnerability occurred in 2018 with the highest AEK value of 126, the highest BKA reaching 2.36, and an SI of 2.36. However, the highest material losses were recorded in 2020, amounting to Rp. 26,600,000. This increase in losses was due to a rise in the number of accidents in 2020, totaling 27, and a higher number of minor injuries, amounting to 29 individuals. In other words, if a location has a Safety Index (SI) greater than 1, it is considered a black spot for accidents. The audit revealed several issues, including fading road markings and a lack of road signs and other road infrastructure. Proposed solutions to address these issues include repainting faded road markings and adding road signs and necessary road infrastructure to improve road functionality
Analisis Struktur Balok pada Proyek Gedung Kampus STIE dan STIKOM Yayasan Pelita Indonesia Kota Pekanbaru-Riau
Efisiensi struktur mencakup tujuan desain struktur yang relatif lebih ekonomis. Efisiensi diperlukan sebagai pedoman perencanaan agar proses perencanaan dapat menghasilkan hasil yang efektif dan efisien. Pada penelitian ini penulis melakukan efisiensi struktur balok pada Proyek Pembangunan Gedung Kampus STIE dan STIKOM Kota Pekanbaru-Riau, dengan tujuan untuk mengetahui struktur balok yang dibangun sudah efisien. Data material yang digunakan penulis sama dengan data yang digunakan pada proyek tersebut. Metode yang digunakan dalam analisa struktur balok ini menggunakan program SAP2000v14, dan program Matchad sebagai alat bantu perhitungan tulangan. Proses studi efisiensi struktur mengikuti SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013, dan SNI 1727-1989. Hasil perbandingan persentase luas penampang balok rata-rata 34,6%, dan luas tulangan rata-rata 37,57%, dimana hasil analisis ini lebih kecil dari perhitungan perencana. Penulis menghitung Rencana Anggaran Biaya untuk struktur balok lantai satu sampai lantai tiga, diperoleh total biaya dan sudah termasuk dengan nilai PPN 10% adalah Rp 2.395.156.000,00.Efisiensi struktur mencakup tujuan desain struktur yang relatif lebih ekonomis. Efisiensi diperlukan sebagai pedoman perencanaan agar proses perencanaan dapat menghasilkan hasil yang efektif dan efisien. Pada penelitian ini penulis melakukan efisiensi struktur balok pada Proyek Pembangunan Gedung Kampus STIE dan STIKOM Kota Pekanbaru-Riau, dengan tujuan untuk mengetahui struktur balok yang dibangun sudah efisien. Data material yang digunakan penulis sama dengan data yang digunakan pada proyek tersebut. Metode yang digunakan dalam analisa struktur balok ini menggunakan program SAP2000v14, dan program Matchad sebagai alat bantu perhitungan tulangan. Proses studi efisiensi struktur mengikuti SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013, dan SNI 1727-1989. Hasil perbandingan persentase luas penampang balok rata-rata 34,6%, dan luas tulangan rata-rata 37,57%, dimana hasil analisis ini lebih kecil dari perhitungan perencana. Penulis menghitung Rencana Anggaran Biaya untuk struktur balok lantai satu sampai lantai tiga, diperoleh total biaya dan sudah termasuk dengan nilai PPN 10% adalah Rp 2.395.156.000,00
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SHEAR WALL TERHADAP SIMPANGAN STRUKTUR GEDUNG AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI 1726-2012: Studi Kasus : Universitas Atmajaya – Tangerang
Gempa bumi merupakan ancaman serius di Indonesia, terletak di Jalur Lingkar Api Pasifik yang rentan terhadap aktivitas seismik. Bangunan tinggi di daerah ini memerlukan perhatian khusus terkait kekuatan struktural mereka terhadap gaya lateral yang dapat menyebabkan keruntuhan. Dalam konteks ini, penggunaan dinding geser (Shear Wall) menjadi salah satu metode umum untuk meningkatkan kekakuan struktural dan menahan gaya lateral. Penelitian ini bertujuan membandingkan simpangan struktural pada gedung perkuliahan Kampus III Universitas Atmajaya sebelum dan sesudah penambahan dinding geser. Fokus utama adalah mempertimbangkan desain dan posisi shear wall yang efektif. Dua konfigurasi letak shear wall dievaluasi untuk menentukan pengaruhnya terhadap simpangan struktural dan kemampuan menanggapi gaya lateral. Metode penelitian menggunakan permodelan tiga dimensi dengan perangkat lunak ETABS. Analisis melibatkan dua konfigurasi letak shear wall yang berbeda. Hasil analisis memperlihatkan peningkatan signifikan dalam kemampuan struktur menyerap gaya gempa setelah penambahan shear wall. Konfigurasi letak shear wall model 2 terpilih sebagai yang paling efektif, mengatasi torsi besar pada mode 3 yang dimiliki oleh model 1. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan shear wall secara efektif meningkatkan kinerja struktural dan mengontrol simpangan struktur. Konfigurasi letak shear wall model 2 menjadi pilihan optimal, memberikan daya dukung terbaik terhadap gaya lateral gempa. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman praktis tentang efektivitas penggunaan shear wall untuk meningkatkan kekakuan struktural di daerah gempa-prone seperti Indonesia.Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap bencana gempa, Hal ini yang mengakibatkkan bangunan yang ada diatasnya bisa mengalami kerusakan bahkan keruntuhan. Dalam merancang struktur bangunan bertingkat ada prinsip utama yang harus diperhatikan yaitu meningkatkan kekuatan struktur terhadap gaya lateral.
Penggunaan Shear Wall merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekauan struktur dalam menahan gaya-gaya lateral. Untuk meninjau pengaruh penambahan dan letak posisi shear wall telah dicoba 2 model dengan posisi shear wall berbeda. Berdasarkan hasil perhitungan didapat perbandingan bangunan sebelum di tambahkan shear wall dan setelah ditambahkan shear wall. Sebelum ditambahkan shear wall bangunan menyerap gaya gempa sebesar 16,58% arah X dan 9,25% arah Y. Setelah ditambahkan shear wall pada model 1 bangunan menyerap gaya gempa sebesar 47,86% arah X dan 56,31% arah Y. Sedangkan pada model 2 bangunan menyerap gaya gempa sebesar 27,02 arah X dan 16,07% arah Y. Ini menunjukan bahwa penggunaan shear wall dan posisi shear wall pada bangunan berpengaruh dalam meningkatkan kekakuan lateral struktur
THE ANALYSIS OF THE PRIVATE GREEN OPEN SPACE REQUIREMENTS IN KUPANG CITY: (Case Study at The Area of Hatta to Sudirman Street)
Increasing population and development will decrease land availability, specifically green open space. This phenomenon is also seen in the Hatta Street to Sudirman Street area, one of the critical arterial roads in Kupang City. In this highly developed area, there has been a decrease in the green open space area, possibly the driver of the decrease in the thermal comfort level. This study aims to determine the condition of the existing private green open space in the research location and to analyze its adequacy to the requirement. The objectives of this study are to (a) describe the conditions of the private green open space, (b) analyze the level of thermal comfort of residents, and (c) analyze the requirement for private green open space based on Oxygen (O₂) requirement. The method of this study is quantitative descriptive with data collection techniques through survey and descriptive data analysis. This study found that the thermal comfort in the study area can be categorized as "uncomfortable". It also concludes that there is a shortage of private green open space. The green open space requirement is 15.84% of the total area (5.29 Ha), while the existing green open space is only 2.73 Ha or 0.5% of the entire study area, which means there is a shortage of 2.56 hectares. This deficiency would worsen as the human and vehicle population increase over time. By 2030, the requirement for private green open space will be estimated to increase to 6.42 Ha.Increasing population and development will decrease land availability, specifically green open space. This phenomenon is also seen in the Hatta Street to Sudirman Street area, one of the critical arterial roads in Kupang City. In this highly developed area, there has been a decrease in the green open space area, possibly the driver of the decrease in the thermal comfort level. This study aims to determine the condition of the existing private green open space in the research location and to analyze its adequacy to the requirement. The objectives of this study are to (a) describe the conditions of the private green open space, (b) analyze the level of thermal comfort of residents, and (c) analyze the requirement for private green open space based on Oxygen (O₂) requirement. The method of this study is quantitative descriptive with data collection techniques through survey and descriptive data analysis. This study found that the thermal comfort in the study area can be categorized as "uncomfortable". It also concludes that there is a shortage of private green open space. The green open space requirement is 15.84% of the total area (5.29 Ha), while the existing green open space is only 2.73 Ha or 0.5% of the entire study area, which means there is a shortage of 2.56 hectares. This deficiency would worsen as the human and vehicle population increase over time. By 2030, the private green open space requirement will be estimated to increase to 6.42 Ha
Developing Conceptual Design of Slab Structure Parametric Variations Shophouses using Value Engineering Concept
Along with the development of technology, the decision in choosing the implementation method is the main key in construction projects. This is because the implementation method will affect the elements of construction, namely cost, time and quality or what is known as the triple constraint theory. Therefore, the development of construction projects is required to realize construction methods that are economical in terms of cost and efficient in terms of work. This research was carried out by structural analysis to obtain the design or planning of various variations of the optimal structure. Next, calculate the cost of floor slab work using the components of the work volume and the unit price of the work. Time analysis was carried out to determine the duration of the overall implementation of each construction method using the PDM (Precedence Diagram Method) scheduling method with Microsoft Excel tools. From the results of the analysis, it was found that the cheapest floor slab cost was a variation of three types of bondek slabs with an efficiency of 14% compared to variations of one type of conventional slab. Meanwhile, the fastest floor slab work execution time is a variation of three types of hollow core slabs with an efficiency of 31% compared to variations of one type of conventional slab.Seiring dengan berkembangnya teknologi, keputusan dalam pemilihan metode pelaksanaan menjadi kunci utama dalam proyek konstruksi. Hal ini dikarenakan metode pelaksanaan akan mempengaruhi elemen konstruksi yaitu biaya, waktu dan mutu atau yang dikenal dengan teori triple constrain. Maka dari itu perkembangan proyek konstruksi dituntut untuk mewujudkan pembangunan yang ekonomis dari segi biaya dan efisien dari segi metode kerja. Penelitian ini dilakukan dengan analisis struktur untuk mendapatkan desain atau perencanaan dari berbagai variasi struktur yang optimal. Selanjutnya, menghitung biaya pekerjaan pelat lantai menggunakan komponen volume pekerjaan dan harga satuan pekerjaan. Analisis waktu dilakukan untuk mengetahui durasi pelaksanaan secara keseluruhan pada masing-masing metode konstruksi digunakan metode penjadwalan PDM (Precedence Diagram Method) dengan alat bantu Microsoft Excel.
Dari hasil analisis diperoleh biaya pelat lantai paling murah yaitu variasi tiga jenis pelat bondek dengan efisiensi 14% dibandingkan dengan variasi satu jenis pelat konvensional. Sedangkan, waktu pelaksanaan pekerjaan pelat lantai paling cepat yaitu variasi tiga jenis pelat hollow core dengan efisiensi 31% dibandingkan dengan variasi satu jenis pelat konvensional
Analisis Perbandingan Curah Hujan Observasi Dengan Curah Hujan Satelit Chrs Data Portal Terhadap Debit Andalan
The limitations of observational rainfall data hamper the research process as well as development progress in a region. As an alternative solution, it is necessary to use optimized technology to replace observational rainfall data. CHRS Data Portal is one of the sites providing satellite rainfall data with five types of data. However, this research uses four types of data analyzed, namely PERSIANN, PERSIANN-CCS, PERSIANN-CDR, and PDIR-Now. These data are estimated from remotely sensed using Artificial Neural Network (ANN) which has a resolution of dan . The PERSIANN system is based on geostationary infrared imagery. This research discusses the effect of satellite rainfall data type on the mainstay discharge by quantifying the validity of the model using the NSE statistical parameter. For the analysis of regional rainfall using the Thiessen Polygon method, while for the analysis of the mainstay discharge using HEC-HMS software version 4.10 with the SCS Unit Hydrograph (UH-SCS) method. The results of this study show that all types of PERSIANN daily rainfall data can provide excellent simulations. The largest NSE value is generated from PERSIANN-CDR.Keterbatasan data curah hujan observasi menjadi penghambat proses penelitian dan juga progres pembangunan dalam suatu daerah. Sebagai alternatif solusi diperlukan pemanfaatan teknologi yang dioptimalkan untuk menggantikan data curah hujan observasi. CHRS Data Portal adalah salahsatu situs penyedia data curah hujan satelit dengan lima jenis data. Namun untuk penelitian ini menggunakan empat jenis data yang dianalisis yaitu PERSIANN, PERSIANN-CCS, PERSIANN-CDR, dan PDIR-Now. Data-data tersebut diestimasi dari penginderaan jarak jauh (remotely sensed) dengan menggunakan Artificial Neural Network (ANN) yang memiliki resolusi dan . Sistem PERSIANN didasari pada citra inframerah geostasioner. Penelitian ini membahas pengaruh jenis data curah hujan satelit terhadap debit andalan dengan kuantifikasi keabsahan model menggunakan parameter statistik NSE. Untuk analisis curah hujan wilayah menggunakan metode Poligon Thiessen, sedangkan untuk analisis debit andalan menggunakan software HEC-HMS versi 4.10 dengan metode Hidrograf Satuan SCS (HS-SCS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua jenis data curah hujan harian PERSIANN dapat memberikan simulasi yang sangat baik. Nilai NSE terbesar dihasilkan dari PERSIANN-CDR
A Optimasi Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode CPM (Studi Kasus: Pembangunan Jalan Sungai Manggis, Kecamatan Sambutan, Samarinda): indonesia
Penjadwalan proyek merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek yang melibatkan pengaturan waktu kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dengan efisien. Adapun cara untuk mengatasi persoalan tersebut yaitu dengan menggunakan beberapa metode seperti Metode Critical Path Method (CPM) digunakan untuk menganalisis dan mengoptimalkan jadwal proyek. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa durasi penyelesaian proyek dengan metode CPM pada time schedule adalah 217 hari, pada percobaan percepatan 1 adalah 207 hari, pada percobaan 2 adalah 196 hari pada proyek pekerjaan jalan Sungai Manggis, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Sehingga dapat dilakukan percepatan 196 hari.Penjadwalan proyek merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek yang melibatkan pengaturan waktu kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dengan efisien. Adapun cara untuk mengatasi persoalan tersebut yaitu dengan menggunakan beberapa metode seperti Metode Critical Path Method (CPM) digunakan untuk menganalisis dan mengoptimalkan jadwal proyek.
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa durasi penyelesaian proyek dengan metode CPM pada time schedule adalah 217 hari, pada percobaan percepatan 1 adalah 207 hari, pada percobaan 2 adalah 196 hari pada proyek pekerjaan jalan Sungai Manggis, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Sehingga dapat dilakukan percepatan 196 hari.
Kata kunci: Penjadwalan proyek, Critical Path Method (CPM), analisi