JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
    179 research outputs found

    Perancangan Perletakan Elastomer berdasarkan Pedoman Perancangan Bantalan Elastomer untuk Perletakan Jembatan Tahun 2015

    Get PDF
    Sistim perletakan merupakan bagian penting dalam kostruksi jembatan. Jenis perletakan yang sering dipakai pada konstruksi jembatan adalah perletakan elastomer. Kesalahan dalam perhitungan perencanaan perletakan menimbulkan resiko keruntuhan pada kostruksi. Perancangan perletakan elastomer bertujuan untuk memahami perhitungan perancangan perletakan elastomer berdasarkan Pedoman Perancangan Bantalan Elastomer untuk Perletakan Jembatan Tahun 2015 dan mengetahui spesifikasi perletakan elastomer pada SNI 3967:2013. Perancangan perletakan elastomer disimulasikan pada Sungai Sei Tanjung pada proyek Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera bagian pekerjaan Jalan Tol Ruas Indrapura – Kisaran. Perletakan yang tinjau adalah perletakan bantalan elastomer (elastomer bearing pads) tipe berlapis dengan dimensi: panjang elastomer (L) = 500 mm, lebar (W) = 600 mm, tebal (H) = 109 mm, tebal cover (hrcover) = 7,5 mm, tebal lapisan internal (hrinternal) = 11 mm, Jumlah lapisan baja (Nlayer) = 7 buah, dan tebal pelat baja, hst = 4 mm. Hasil perhitungan kontrol pada pembahasan menunjukan perletakan elastomer yang dipakai memenuhi persyaratan: tebal lapisan, tegangan tekan, rotasi, defleksi tekan, deformasi geser dan stabilitas

    Penilaian Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pekerjaan Kolom, Balok dan Pelat Lantai (Studi Kasus Proyek Konstruksi Pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau)

    Get PDF
    The implementation of construction activities, especially building construction work, has a high risk of accidents because each stage of the work contains many potential hazards that can be detrimental. This study aims to determine the highest occupational accident risk and its control in column, beam and floor slab work. The research method was carried out through field observations as well as interviews and surveys from several sources. The results of this study are jobs that contain the highest risk value, namely in the steps of installing work and dismantling column formwork, installing scaffolding, and installing wooden beams on beam and floor slab work where each step of this work has a risk level value of 6, this has high level of risk . For hazard control, the contractor carries out several work programs with the aim of reducing the potential for work accidents. As for the program in the form of  Toolbox, Safety Patrol, Safety Weekly Meeting, Safety Talk, Fooging and Extrapuding

    Prediksi Penurunan Konsolidasi Tanah Lunak Dengan Metode Analitis Dan Metode Element Hingga

    Get PDF
    Penurunan tanah, pergerakan tanah dan pergeseran tanah adalah masalah yang paling sering dihadapi ketika membangun konstruksi diatas lapisan tanah lunak. Tanah dengan konsistensi lunak memiliki tingkat penurunan tanah yang tinggi. Terdapat banyak metode yang dikembangkan untuk memprediksi besar total penurunan konsolidasi yang terjadi, diantaranya metode analitis dengan menggunakan teori yang dikembangkan Terzaghi atau metode element hingga menggunakan software Plaxis 2D dan 3D. Sebagai pembanding kedua metode tersebut diperlukan data harian penurunan tanah yang terjadi di lapangan dicatat dari settlement plate yang dipasang di lapangan. Analisis ini bertujuan untuk memprediksi penurunan tanah yang terjadi di lapangan menggunkan metode Terzaghi dan  metode elemen hingga secara dua dimensi dan tiga dimensi. Melalui metode analitis Terzaghi diperoleh hasil prediksi penurunan tanah -6,218 meter, dengan metode elemen hingga menggunakan plaxis 2D adalah -6,404 meter dan plaxis 3D adalah -6,356 meter. Sedangkan penurunan yang terjadi menurut pengamatan settlement plate di lapangan adalah -6,320 meter. Sehingga dapat disimpulkan prediksi penurunan konsolidasi menggunakan pemodelan Plaxis 3D memberikan hasil yang lebih mendekati penurunan hasil observasi di lapangan dibandingkan pemodelan Plaxis 2D dan metode analitis Terzaghi

    Pengaruh Tanah Timbunan Terhadap Daya Dukung Pondasi Telapak (Square Footing)

    Get PDF
    The lower structure of a building construction consists of a foundation and a layer of soil to support the load of the upper construction. The condition of the soil under the structure is closely related to the behavior of the soil itself when it receives loads, for example failures that occur in the sub-grade of the embankment foundation, namely the foundation soil is too soft so that the carrying capacity of the soil to withstand the load of the embankment is small, as a result the settlement that occurs is too large. So the soil layer under the structure must be strong, stable, safe, so that it does not decrease, does not break, because it will be difficult to repair a foundation system. The purpose of this study was to determine the effect of embankment soil on a footing foundation and how much settlement was caused to the foundation. The Plaxis D2 V20 method is a finite element method that aims to analyze and design the geotechnical field. Soil samples were taken at the hospital. Wulan Windi, Medan City, using manual tools. The embankment soil investigation aims to determine the nature and characteristics of the embankment soil carried out at the Civil Engineering Laboratory of the Medan Area University and the Medan State Polytechnic laboratory. The results of the soil embankment research showed that the density of soil (Gs) = 2.63 gr, wet soil volume weight (γb) = 14.8512 kN/m3, dry soil volume weight (γd) = 0.3236 kN/m3, soil permeability ( K)= 12,929 cm/hour, shear stress (φ) = 23,610 . Soil cohesion (c) = 0.057 kg/cm2, Modulus of elasticity (E) = 2400 kN/m2 . Then from the results of the running plaxis, the deformation is 0.1601 meters, while that of the Steinbrenner method, the resulting decrease is 0.1232 m. which causes the plate footing of the tread foundation to fracture. The stress that occurs in the soil is 0.012 kN/m2 and from the analysis results obtained a safety factor of 1 (one)

    Tinjauan Terhadap Sifat Plastisitas Tanah Lempung Yang Distabilisasi Dengan Limbah Cangkang Kerang

    Get PDF
    Tanah lempung merupakan jenis tanah yang berbutir halus yang mempunyai nilai daya dukung yang rendah dan sangat sensitif terhadap perubahan kadar air yaitu mudah terjadi perubahan volume dan kembang susut. Tanah dapat diklasifikasi secara umum Hal tersebut tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah diperlukan perbaikan atau stabilisasi tanah lempung tanah dasar. Salah satu cara stabilisasi tanah lempung adalah dengan mencoba menambahkan bahan Cangkang Kerang bulu pada tanah lempung. Selama ini kulit kerang hanya dibuang dan sebagian dari beberapa jenis cangkang kerang yang biasanya digunakan untuk bahan.Penelitian ini dilakukan dengan mengambil tanah di daerah Sidomukti Kelurahan Sidomukti Kisaran Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dengan menambahkan suatu bahan aditif yaitu Cangkang Kerang. Dalam melakukan variasi penambahan Cangkang Kerang 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Sifat-sifat fisis tanah Daerah Sidomukti Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kisaran Barat didapat untuk nilai kadar air 25,87 %, berat isi tanah 1,946 gr/cm3, berat jenis (Gs) 2,68 gr/cm3, pengujian atterberg limit kadar air 49,09 % dan plastis indeks 21,53 %

    Pengaruh Penggunaan Plastik Low Linear Density Poly Ethylene Sebagai Pengganti Sebagian Aspal Pengikat Terhadap Campuran Aspal Beton (AC-WC)

    Get PDF
    Tahun 1999 Departemen Permukiman dan Pengembangan Wilayah mengeluarkan spesifikasi tentang Pedoman Perencanaan Campuran beraspal Panas Dengan Pendekatan Kepadatan Mutlak. Salah satu spesifikasi yang dikeluarkan adalah Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis aus ke-2 dalam lapisan jenis beton aspal merupakan lapisan yang paling atas dalam perkerasan lentur. Pada umumnya, aspal digunakan sebagai bahan pengikat, pada campuran AC-WC inimenggunakan LLDPE 5% dan 7% sebagai bahan pengganti sebagian aspal, guna peningkatan nilai stabilitasnya, sekaligus salah satu langkah kongkrit sebagai penanganan pengurangan sampah yang sulit terurai dengan peningkatan nilai fungsinya. Tahapan campuran aspal dengan LLDPE sebagai bahan pengganti sebagian aspal meliputi pengujian Aspal, Agregat halus, Agregat, Kasar dan pengujian Filler guna mengetahui karakterisitiknya terhadap Marshall Test. Prosentase tertinggi pada awal perendaman dimiliki Oleh campuran dengan kadar sampel murni, kemudian diikuti penambahan 5% dan7% penambahan LLDPE sebagai pengganti sebagian aspal. Hasil pengujian berat jenis pada agregat batu split adalah 2,576gr/cc. Kadar aspal rencana yang akan digunakan untuk sampel murni adalah 6,25% terhadap total campuran,di ikuti 6,25 dengan campuran LLDPE 5% dan 6,25 kadar aspal dengan campuran 7% LLDPE. Hasil Flow 5% adalah 3,70 dan 7% LLDPE 3,70%. Stability 5% dan7% LLDPE 925 Kg/cm2 dan 735 Kg/cm2 dan Marshall Quotient 5% dan7%  low linear density poly ehylene 255,00 kg dan 200,00 kg

    Pengaruh Pemeraman Terhadap Nilai Kuat Kuat Tekan Tanah Lempung Sungai Serdang Batang Kuis Deli Serdang Dengan Penambahan Abu Cangkang Sawit

    Get PDF
    Tanah lempung merupakan jenis tanah berbutir halus yang mempunyai daya dukung tanah yang rendah dan sensitif terhadap perubahan kadar air sehingga tanah bersifat labil. Maka untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan suatu perbaikan atau stabilisasi tanah lempung sebagai tanah dasar. Salah satu cara stabilisasi yaitu dengan menambahkan abu cangkang sawit pada tanah lempung. Tanah lempung yang diteliti berasal dari daerah Sungai Serdang Batang Kuis, Deli Serdang. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian pendahuluan untuk mendapatkan sifat fisis dan mekanis dari tanah asli dan pengujian lanjutan dengan penambahan abu cangkang sawit. Persentase kadar abu cangkang sawit yang digunakan adalah 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15%. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap kuat tekan (Unconfined Compression Test) dengan menggunakan kadar air optimum yang diperoleh dari uji pemadatan. Penambahan abu cangkang sawit 12% menghasilkan kuat tekan yang efektif pada pemeraman 7 sampai dengan 14 hari, dan dilihat dari sifat mekanis tanah tergolong sangat kaku, maka dengan penambahan abu cangkang sawit dapat memperbaiki sifat fisik dan  mekanis tanah.Â

    Pengaruh Faktor Resiko Terhadap Keterlambatan Penyelesaian Proyek Pembuatan 3 Unit Pergola Makam Sunan Drajat Lamongan

    Get PDF
    ABSTRACTService providers involved in a project generally expect the project to be carried out to run smoothly, the evaluation of risk factors for project delay is necessary. This study departs from the formulation of the problem are How to rank (factors) the factors that influence the delay in the completion of the construction work project making 3 units of pergola (Tomb of SunanDrajat). And this study aims to determine the risk factors affect the delay in completion of the project of making 3 units of pergola (Tomb SunanDrajat). The method of study is quantitative research by using field observation research methods and also data collection using people who are experts on the project. The data collected is based on the answers from respondents distributed to 20 respondents taken at random. The data analysis in this study using the Validity and Reliability Test using SPSS 22 is valid and relable and then the data were analyzed using the F test and T test. The results showed an F test of 9,337 and a t-test (2,661) for financial risk variables ( X1), tcount (2.258) for resource risk variables (X2) and tcount (3.132) for design risk variables (X3)

    Spasi Baut Optimal Untuk Kuat Geser Baut Pada Sambungan Pelat Baja

    Get PDF
    Sistim sambungan merupakan bagian penting dalam kostruksi baja. Kesalahan merencanakan spasi baut mengakibatkan daya dukung sambungan menjadi berkurang sehingga menimbulkan resiko keruntuhan pada kostruksi. Perencanaan sambungan menggunakan alat sambung baut harus memenuhi ketentuan SNI 1729:2015. Menurut SNI 1729:2015, spasi antar baut tidak boleh kurang dari 2â…” kali diameter baut dan tidak boleh melebihi 14 kali tebal elemen tertipis atau 180 mm. Penelitian dengan topik pengaruh jarak antar baut terhadap kuat geser sambungan bertujuan mengetahui pengaruh jarak antara baut terhadap kuat geser sambungan baut ganda pada sambungan pelat baja. Penelitian dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan menggunakan mesin uji tarik dengan metode uji langsung kuat geser sistem sambungan baut ganda pada pelat. Nilai beban puncak hasil uji yang merupakan nilai kuat geser sambungan nilainya berfluktuasi. Kuat geser rata-rata sampel kelompok I (spasi baut 20 mm) 21962,5 N, kelompok II (spasi baut 40 mm) 23512,5 N, kelompok III (spasi baut 60 mm) 22925,0 N, kelompok IV (spasi baut 80 mm) 23725,0 N dan kelompok V (spasi baut 100 mm) 22975,0 N. Berdasarkan persamaan trendline diperoleh spasi optimal 69,746 mm dan nilai kuat geser rata-rata 23533,8

    Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) di Kawasan Gedung Kampus Universitas Prima Indonesia

    Get PDF
    Traffic Impact Analysis is a study of traffic impacts that occur due to changes in traffic arrangements due to a development or development in a particular region. To anticipate the influence of a large enough traffic, it is necessary to conduct a Traffic Impact Analysis. This research was conducted to determine the characteristics of the road network and move students to the UNPRI campus. Analyze how much new trip generation requires traffic engineering and traffic management. This research was conducted by quantitative descriptive method. The discussion is carried out by describing the problems that exist in sequence and then analyzed to get solutions to problems. Trip generation and attraction resulting from UNPRI Medan Faculty of Medicine campus building activities are predicted to generate trips of 183  smp /hour, and attract trips of 183 smp/hour. The road segment directly affected by the activities of the Medan Medical Faculty UNPRI is Jalan Gelas. Based on the results of the analysis conducted in the prediction of Jalan Gelas will experience changes in traffic performance. The worst performance of the 2019 basic road segment occurred in the segment 2 Ayahanda road with a Degree of Saturation of 0.73 or Level of Service D. While the performance of the road segment on a Gelas Road with a DS of 0.43 or Level of Service B

    153

    full texts

    179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇