JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
    179 research outputs found

    STUDI PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN PERKOTAAN

    Full text link
    Pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan mengakibatkan peningkatan titik-titik kemacetan khususnya di wilayah perkotaan. Di era modernisasi kemacetan telah melekat dengan perkotaan sehingga dianggap bahwa kemacetan tidak akan mungkin pernah dihilangkan namun dapat diturunkan. Salah satunya adalah dengan penerapan angkutan umum berbasis massal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja ruas jalan di Jalan Flamboyan Raya yang merupakan salah satu jalan yang sering mengalami kemacetan karena merupakan jalan yang berada di lokasi pusat jual beli yaitu Pasar Melati. Tingginya hambatan samping seperti pejalan kaki ataupun penyeberang jalan, serta kendaraan yang berhenti ataupun parkir turut menyumbang dampak terhadap kemacetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penelitian masih memiliki kinerja yang relatif baik yang dibuktikan dengan nilai Derajat Kejenuhan (DS) yaitu 0,26. Namun tidak menutup kemungkinan akan mengalami peningkatan di tahun-tahun berikutnya. Proyeksi pertumbuhan nilai Derajat Kejenuhan (DS) dilakukan dengan menggunakan nilai faktor pertumbuhan lalu lintas untuk jalan perkotaan yaitu 4% menujukkan akan terjadi peningkatan nilai Derajat Kejenuhan hingga tahun 2030

    PENERAPAN MANAJEMEN TRANSPORTASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA RUAS JALAN DI PERKOTAAN

    Full text link
    Permasalahan transportasi di kota-kota  besar yang ada di Indonesia  khususnya kota medan saat ini tidak terlepas dari pembangunan nasional yang berkembang cepat. Perubahan suatu kota dari kota agraris menjadi industri ataupun dari kota metropolitan menjadi megapolitan membuat perubahan juga terhadap sistem transportasi yang dipakai di kota  tersebut seperti kota medan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia ( PKJI )2014.dan OD-Matrik terhadap analisa kinerja ruas jalan Penelitian bertujuan  untuk mengetahui alternatif manajemen lalu lintas yang dapat mengurangi kemacetan pada  ruas jalan gatot subroto dan jalan Iskandar Muda . Data hasil survei asal-tujuan diolah menjadi model sebaran pergerakan, kemudian model pemilihan rutenya dibuat dengan bantuan software perencanaan transportasi dan dibebankan pada idealisasi jaringan jalan. Setelah itu, dilakukan analisis untuk menemukan alternatif manajemen lalu lintas yang menghasilkan kinerja jaringan jalan lebih baik daripada  kondisi  aktual.  Dari  sekian  alternatif  yang  dianalisis,  terdapat  empat  alternatif  yang memberikan  hasil  positif  terhadap  peningkatan  kinerja  jaringan  jalan  secara  umum.  Bahkan  ada alternatif yang mampu mengurangi nilai derajat kejenuhan lalu lintas hingga 17%. Pada akhirnya dipilih dua alternatif yang menghasilkan kinerja terbaik dan stabil selama jangka waktu perencanaan. Salah satu dari dua alternatif tersebut yaitu usulan membuat jembatan laying ( Fly over) dua tingkat untuk kendaraan yang ingin menyeberang dari Jalan Iskandar muda menuju Binjai dan sebaliknya. Sedangkan  alternatif  lainnya  yaitu  usulan  membuat  pelebaran  jalan  di beberapa ruas jalan ataupun larangan parkir dibadan jalan  untuk mengakomodasi kendaraan yang melakukan putar balik kiri langsung pada persimpangan

    STUDI HIDROLOGI SUNGAI DISKI KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG

    Full text link
    Sungai Diski adalah salah satu sungai dibawah wewenang pemerintahan provinsi Sumatera Utara yang melintasi beberapa kecamatan dari kota medan hingga melewati kecamatan Hamparaan Perak Kabupaten Deli Serdang dan bermuara di Sungai Belawan. Apabila dilihat fenomena pada sungai yang panjangnnya 16 km bahwa merupakan salah satu sungai yang berpotensiterjadi banjir pada beberapa titik. Sepanjang badan sungai Diski khususnya yang melewati di kecamatan Hamparan Perak telah dibangun tanggul konstruksi tanah pada sisi kiri dan kanan 1-3 meter.Analisis curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan 4 (empat) metode distribusi probabilitas curah hujan yang ditentukan salah satu distribusi probabilitas yang sesuai. Untuk menghitung debit banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayasu periode ulang 50 tahun. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum pada pos pengamatan curah hujan stasiun Secanggang, stasiun Tandem Hilir, dan stasiun Klumpang dari tahun 2011 – 2020. Untuk pengukuran debit aliran sungai dilakukan pengukuran langsung beberapa penampang melintang dan memanjang pada sungai Diski dan di kecepatan aliran dihitung dengan metode empiris yaitu rumus persamaan R. Manning. Dari hasil analisa, didapatkan bahwa luas daerah aliran sungai (DAS) Diski 56,5 km² dan rata-rata kemiringan dasar sungai adalah 1%. Debit banjir rencana untuk periode ulang 50 tahun berdasarkan metode HSS Nakayasu didapatkan 70,3 m³/det, dan kapasitas maksimum debit aliran sungai yaitu 48 m³/det. Artinya kapasitas penampang sungai eksisting belum mampu mengalirkan debit banjir rencana untuk periode 50 tahun

    Pemanfaatan Kulit Durian Sebagai Pengganti Sebagian Semen Dalam Pembuatan Beton K-300

    Full text link
    Concrete is one of the most widely used materials in the construction industry. The constituent materials of concrete are materials that are widely found in nature, including sand and gravel and cement. Therefore, the availability of these natural materials is increasingly running low. While there are many wastes that are not used optimally, one of them is durian skin. The purpose of this study was to determine the results of testing the compressive strength of concrete with the addition of durian skin by 3%, 6%, and 9%. The planned concrete quality is 24 MPa with an estimated age of 28 days. This study used a cylindrical specimen with a size of (15x30) cm, and the specimens made in this study were 4 specimens consisting of 3 variations. The conclusion of this study is that the greater the percentage of the mixture for durian peel as an added ingredient in reducing cement, the higher the compressive strength produced

    ANALISIS PENGARUH BAHAN TAMBAH STYROFOAM TERHADAP KUAT TEKAN, TARIK DAN LENTUR PADA DINDING PRECAST

    Full text link
    Banyak inovasi baru mengenai struktur dinding yang sebelumnya bersifat konvensional dari batu bata yang diubah menjadi materi yang lebih efektif, ringan dan ramah lingkungan. Salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan yaitu Styrofoam . Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur jika ditambahkan dengan campuran Styrofoam dengan persentase 0%, 10% dan 30% serta membandingkan perilaku mekanika campuran beton dengan Styrofoam dan tanpa Styrofoam serta menganalisis hasil pengujian tersebut sebagai beton ringan sesuai dengan SNI 03-2847-2002 lalu dapat didesain sebagai dinding pracetak yang digunakan untuk partisi pada gedung-gedung tinggi, yangmemenuhi syarat dalam proses penyelesaiannya (demolding). Dalam penelitian ini pengolahan dan analisis data dilakukan mengacu pada SNI 1974-2011, SNI 03-2491-2002 dan SNI 4431:2011. Dari hasil analisis didapat bahwa berat satuan beton Styrofoam 30% adalah sebesar 1633,45 kg/m3, sehingga dapat dikategorikan sebagai beton ringan yaitu lebih kecil dari 1900 kg/m3 (SNI 03-2847-2002). Nilai kuat tekan denganvolume Styrofoam 0%, 10% dan 30% rata-rata pada umur 28 hari berturun-turut adalah 26,76 MPa (328.668 kg/cm2), 11,96 MPa (146.955 kg/cm2) dan 10,02 MPa (123.100 kg/cm2). Nilai kuat tarik belah beton dengan volume Styrofoam 0%, 10% dan 30% rata-rata pada umur 28 hari berturut-turut adalah 4,23MPa, 3,45 MPa dan 2,68 MPa, penurunan maksimum terhadap beton normal sebesar 36,64% pada volume 30% Styrofoam . Nilai kuat lentur dengan volume Styrofoam 0%, 10% dan 30% rata-rata pada umur 28 hari berturut-turut adalah 7,00 MPa, 6,59 MPa dan 6,07 MPa serta proporsi penurunan fleksibel pada penambahan volume Styrofoam 10 % dan 30% terhadap beton normal berturut-turut sebesar 5,85% dan 13,28%. Sehingga semakin besar volume Styrofoam yang ditambahkan pada beton, maka semakin rendah kekuatan tekan, tarik belah dan lentur yang dihasilkan

    Analisis Kekuatan Tekan Beton Kolom Silinder Diperkuat Komposit Hibrid Laminat Jute E-Glass Epoksi

    Full text link
    Tujuan penelitian ini ialah analisis perubahan massa dan ukuran diameter rata-rata spesimen beton kolom silinder (BKS) yang dilapisi oleh komposit hibrid laminat jute glass (KHLJG), analisis jenis bahan yang dihasilkan berdasarkan grafik hasil uji tekan dan pola kerusakan specimen BKS yang dilapisi oleh selubung KHLJG, dan analisis kekuatan tekan struktur BKS yang diperkuat oleh KHLJG. Metode pembuatan specimen yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah metode vacuum baging. Hasil dari penelitian ini ialah pemberian selubung KHLJG menyebabkan peningkatan massa dan diameter spesimen BKS. Kenaikan tersebut adalah 15 dan 16 % untuk massa dan diameter secara berturut-turut. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan massa dan ukuran diameter awal spesimen BKS. Berdasarkan grafik yang dihasilkan tidak memperlihatkan adanya batas titik proporsional, luluh dan bahkan titik kepatahan/kerusakan yang jelas. Dengan demikian bahan yang dihasilkan digolongkan sebagai bahan getas. Kekuatan tekan maksimum rata-rata diperoleh pada selubung KHLJG dengan variasi jute-glass-jute (JGJ), yaitu 31 MPa atau mengalami peningkatan kekuatan tekan rata-rata hingga 120 % dibandingkan dengan spesimen tanpa selubung KHLJG. Dengan demikian, pemberian selubung KHLJG pada spesimen BKS mampu meningkatkan kekuatan tekannya secara signifikan

    Analisis Kekuatan Tekan Struktur Beton Kolom Silinder Diperkuat Komposit Laminat Hibrid Jute E-glass Epoksi Eksperimental dan ANOVA

    Full text link
    Tujuan dari penyelidikan ini ialah analisis kekuatan tekan struktur beton kolom silinder (BKS) diperkuat oleh mateial komposit hibrid laminate jute e-glass epoksi (KHLJG) secara eksperimental dan analisis signifikansi kekuatan tersebut pada BKS dengan menggunakan metode Anova. Dalam studi ini, pencetakan spesimen BKS berdasarkan standar uji ASTM C39. Pelapisan BKS dengan selubung KHLJG menggunakan metode vacuum bagging. Analisis data hasil uji menggunakan metode Analysis of Variance (Anova). Hasil studi ini ialah diperoleh kekuatan tekan maksimum rata-rata BKS dengan selubung KHLJG pada variasi JGJ, yaitu 31,13 MPa atau mengalami peningkatan hingga 100 % tehadap spesimen BKS tanpa selubung. Hasil analisis fungsi kerapatan variasi seluruh data uji menunjukkan bahwa data-data hasil eksperimental tersebut adalah terdistribusi secara normal pada interval sample. Berdasarkan hasil analisis Anova diperoleh nilai F0 hasil eksperimental adalah 0,998 atau jauh lebih kecil jika dibanding dengan nilai F-Distribusi dengan toleransi a = 5 %. Dengan demikian, pemberian selubung KHLJG pada spesimen BKS terbukti secara signifikan mempengaruhi peningkatan kekuatannya

    PENGARUH PENGGUNAAN PECAHAN KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA BETON NORMAL

    Full text link
     Penggunaan pecahan keramik pada beton Normal merupakan langkah untuk pemanfaatan bahan pecahan guna untuk menggantikan sebagai bahan pengisi atau agregat kasar pada campuran beton. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pecahan keramik sebagai pengganti sebagian agregat kasar pada beton normal, dengan membandingkan kekuatan antara beton normal dengan beton yang telah di campurkan sebagian pecahan keramik pada agregat kasarnya. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah dapat diketahui pengaruh penggunaan pecahan keramik sebagai pengganti sebagian agregat kasar pada beton normal, Pengujian meliputi uji kuat tekan. Mutu beton normal yang direncankan f’c = 22,5 Mpa. Dari hasil penelitian didapat nilai kuat tekan karakteristik Beton Normal sebesar f’c = 23,22 Mpa pada umur 28 hari dan beton dengan menggunakan pecahan keramik sebagai pengganti agregat kasar dengan variasi campuran 10% sebesar f’c = 16,44 Mpa pada umur 28 hari, variasi 20% sebesar f’c = 13,3 Mpa pada umur 28 hari, dan variasi 30% sebesar f’c = 11,3 Mpa pada umur 28 hari. Didapat hasil semakin besar variasi pecahan keramik mutu beton semakin turun.Â

    UJI PEMADATAN STANDAR DAN UJI PEMADATAN MODIFIED TERHADAP TANAH YANG DICAMPUR KAPUR

    Full text link
    Compaction in the laboratory produces the maximum dry volume weight achieved at a certain water content. Compaction test is very dependent on the type of soil, water content and effort given during compaction. The effort given (compaction energy) is very dependent on the number of layer collisions, number of layers, pounder weight, pounder fall height and mold volume. The higher the effort given, the higher the volume of dry volume achieved. In laboratory mechanics soil compaction can be done by two methods, namely compaction with Standard Proctor and Modified Proctor. This study aims to obtain comparison results of the value of maximum dry density and optimum moisture content by using the Standard Proctor and Modified Proctor methods on land from Jalan Pertahanan - Patumbak mixed with Lime. The results of the analysis of the experiments obtained from the Road of Pertahanan - Patumbak soil by passing No. 200 loss 40.06%, Liquid Limit (LL) 31.60%, Plastic Limit (PL) 16.87%, Plastic Index (PI) 14, 73%. According to the Unified Soil Classification (USCS) this land  is  included  in  the  CL-an  organic  symbol  with  low  to  moderate  plasticity,  while  according  to  the Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) this land is classified into group A-6 where  this  land  is  widely  available  and  is  often  used  as  embankment  material.  Results  of  compaction experiments using the ASTM D-698 Standard Proctor AASHTO T-99 test obtained maximum dry density of 1.931 gr / cm3, optimum moisture content of 11.90%. whereas, with the testing of Modified Proctor ASTM D-1557 AASHTO T-180, the maximum dry density was 1.946 gr / cm3, the optimum moisture content was 12.1%. The values obtained show that the use of the ASTM D-1557 AASHTO T-180 Modified Proctor method is higher than the ASTM D-698 AASHTO T-99 Standard Proctor metho

    Pengaruh Serbuk Abu Cangkang Kerang Sebagai Bahan Pengganti Filler Pada Campuran Aspal

    Full text link
    Asphalt is the main ingredient in road pavement. The specification of the Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixture refers to the Specifications of the Ministry of Public Works, Directorate General of Highways 2010 revision 1 (BM 2010). Marshall test includes: stability, flow, Marshall Quotient, Voids In Mixture (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), and Voids Filled by Asphalt (VFA). In the AC-WC mixture that uses fine aggregate, namely clam shell filler. The shells used are from the Tanjung Balai area. From the results of the study, the effect of partial replacement of oyster shell filler was 15% and 25% which showed a change in the stability value for 15% mixture of 1192 kg and 25% of 1245 kg while the Specifications of the Ministry of Public Works of the Directorate General of Highways 2010 revision 1 of 800 kg had met specification requirements

    153

    full texts

    179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇