JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Not a member yet
    179 research outputs found

    Analisis Sifat Mekanis Paving Block dengan Penambahan Limbah Plastik Jenis Polyethylene Terephthalate

    Full text link
    Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi masyarakat yang berakibat pada peningkatan produksi sampah. Untuk mengatasinya dalam dunia konstruksi dilakukan berbagai inovasi mengenai paving block menggunakan berbagai bahan tambah. Untuk mengurangi dampak limbah plastik yang sulit diuraikan. Botol plastik bekas PET (Polyethylene Terephthalate) dapat dimanfaatkan sebagai pengganti agregat halus dalam paving block. Paving block ini dibuat dengan metode konvensional, cetakan yang digunakan berukuran 20 cm x 10 cm x 8 cm. Pada penelitian ini dilakukan penelitian eksperimen dengan 8 variasi yang dibuat, yaitu variasi 0% PET dan 0% Akselerator, variasi 0% dan 2% Akselerator, variasi 0,5% PET dan 0% Akselerator, variasi 0,5% PET dan 2% Akselerator, variasi 1,5% dan 0% Akselerator, variasi 1,5% PET dan 2% Akselerator, variasi 2,5% PET dan 0% Akselerator, dan variasi 2,5% PET dan 2% Akselerator. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan PET dan Akselerator mempengaruhi kuat tekan dan kuat lentur paving block. Pada umur 28 hari, nilai kuat tekan rata-rata variasi normal adalah 10,49 MPa dan nilai kuat tekan rata-rata variasi 0,5% PET adalah 24,29 MPa. Kemudian pada umur 14 hari nilai rata-rata kuat lentur variasi normal 1,59 MPa dan variasi 0,5% PET adalah 2,97 MPa

    ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN SISTEM STRUKTUR OPEN FRAME DAN INFILLED FRAME

    No full text
    Dinding umumnya dianggap sebagai elemen nonstruktural dan beban dalam sebuah bangunan, namun memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan struktur rangka utama saat terjadi beban lateral. Penelitian ini menganalisis bangunan ruko empat lantai dengan dua pemodelan struktur yaitu struktur rangka terbuka (open frame) dan struktur rangka dengan dinding pengisi sebagai shell element (Infilled frame) menggunakan bantuan program aplikasi SAP2000. Parameter pembanding adalah simpangan antar tingkat dan gaya-gaya dalam struktur. Hasil analisis menunjukkan simpangan arah X dan Y pada struktur OF masing-masing 83% dan 93% lebih besar dibandingkan struktur IF. Nilai momen, gaya lintang dan gaya aksial struktur IF lebih kecil dibandingkan struktur OF. Dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan dinding pengisi dapat meningkatkan kekakuan dari struktur bangunan.Dinding umumnya dianggap sebagai elemen nonstruktural dan beban dalam sebuah bangunan, namun memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan struktur rangka utama saat terjadi beban lateral. Penelitian ini menganalisis bangunan ruko empat lantai dengan dua pemodelan struktur yaitu struktur rangka terbuka (open frame) dan struktur rangka dengan dinding pengisi sebagai shell element (infilled frame) menggunakan bantuan program aplikasi SAP2000. Parameter pembanding adalah simpangan antar tingkat dan gaya-gaya dalam struktur. Hasil analisis menunjukkan simpangan arah X dan Y pada struktur OF masing-masing 83% dan 93% lebih besar dibandingkan struktur IF. Nilai momen, gaya lintang dan gaya aksial struktur IF lebih kecil dibandingkan struktur OF. Dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan dinding pengisi dapat meningkatkan kekakuan dari struktur bangunan &nbsp

    Life Cycle Cost Gedung LPPM Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

    Full text link
    Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) dibangun pada tahun 2018 dan diresmikan pada tahun 2020. Untuk memastikan pengelolaan biaya yang efisien selama umur layan bangunan, perhitungan Life Cycle Cost (LCC) diperlukan. LCC adalah pendekatan yang mempertimbangkan seluruh biaya dari perencanaan, konstruksi, operasional, pemeliharaan, hingga pembongkaran bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis LCC pada gedung LPPM selama 50 tahun, dengan fokus pada biaya awal, biaya operasional, biaya pemeliharaan, dan biaya penggantian komponen. Metode yang digunakan adalah perhitungan LCC dengan simulasi biaya berdasarkan data aktual dan tingkat inflasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total LCC gedung LPPM selama 50 tahun mencapai Rp. 16.900.342.884, dengan komponen biaya pemeliharaan dan penggantian mencapai 56,67%. Pembahasan menunjukkan bahwa pemeliharaan rutin dan penggantian komponen gedung merupakan bagian terbesar dari biaya LCC. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar pengelola bangunan memprioritaskan perencanaan pemeliharaan yang efisien untuk mengurangi biaya jangka panjang.Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Veteran Bangun Nusantara merupakan gedung yang dibangun pada bulan Agustus 2018 dan mulai diresmikan bulan Februari 2020. Gedung LPPM diharapkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan fungsi dari bangunan itu sendiri. Setelah selesai, bangunan tersebut diharapkan dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan umur rencana yang diharapkan. Gedung LPPM ini mempunyai luas bangunan 588 m2 dengan nilai proyek sebesar Rp. 1.844.415.468. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya Life Cycle Cost Analysis (LCC) yang dikeluarkan pada gedung LPPM dari perencanaan hingga   umur masa layan bangunan selama 50 tahun. Perhitungan dilakukan dengan menguraikan komponen LCC yaitu biaya awal, biaya operasional, biaya pemeliharaan, dan biaya penggantian komponen. Biaya awal didapatkan dari biaya desain dan persiapan. Biaya operasional diperoleh dari wawancara pihak yang bersangkutan. Pemeliharaan didapatkan dari melihat umur layan komponen dan dihitung berdasarkan AHSP Kabupaten Sukoharho 2023. Melalui proses perhitungan menggunakan dasar LCC pada pekerjaan setiap item komponen LCC dengan umur layan 50 tahun. LCC pada gedung LPPM didapat total biaya sebesar Rp. 16.900.342.884: biaya awal (konstruksi) senilai Rp. Rp. 2.285.732.13,52 (13,52%), biaya operasional senilai Rp. 5.037.032.049 (29,80%), biaya pemeliharaan dan penggantian senilai Rp. 9.577.578.005 (56,67%)

    Perhitungan Simpang Empat Tidak Bersinyal BRI KC Kota Kandangan dengan Metode PKJI 2023

    No full text
    Simpang Empat BRI KC Kandangan yang terletak di Jalan Panglima Batur, Jalan S. Parman, dan Jalan Merah Johansyah merupakan salah satu simpang utama yang menjadi bagian dari jalur Trans Kalimantan. Berdasarkan pengamatan visual, sering terjadi kepadatan lalu lintas pada pagi, siang, dan sore hari akibat lokasinya yang berada di kawasan perkantoran, perbankan, pasar, dan sekolah, sehingga menyebabkan penurunan kecepatan kendaraan dan gangguan arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas, kapasitas simpang, derajat kejenuhan, tundaan, serta tingkat pelayanan Simpang Empat Tidak Bersinyal di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Data dikumpulkan melalui survei lapangan selama tiga hari pada jam sibuk, dengan metode pengolahan data berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor geometrik jalan, hambatan samping, dan karakteristik lingkungan simpang. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Kamis, 16 Mei 2024, pukul 16.45–17.45 WITA sebesar 262,80 SMP/jam, dengan kapasitas simpang sebesar 2.326,587 SMP/jam. Nilai derajat kejenuhan yang diperoleh adalah 0,381, sementara tundaan rata-rata kendaraan sebesar 8,786 detik/kendaraan. Berdasarkan parameter tersebut, tingkat pelayanan simpang dikategorikan dalam kelas B, yang menunjukkan bahwa kondisi lalu lintas masih dalam batas yang dapat diterima tanpa perlu adanya intervensi rekayasa lalu lintas lebih lanjut.Simpang Empat BRI KC Kandangan yang terletak pada Jalan Panglima Batur, Jalan S. Parman dan Jalan Merah Johansyah, berlokasi di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu simpang utama yang menjadi bagian dari jalur Trans Kalimantan. Dipilihnya lokasi tersebut karena berdasarkan pengamatan visual sering terjadi kepadatan arus lalu lintas pada pagi, siang dan sore hari, yang disebabkan karena simpang tersebut berada di kawasan perkantoran, perbankan, pasar dan sekolah sehingga berakibat pada penurunan kecepatan berkendara yang mengganggu arus lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung nilai volume lalu lintas, kapasitas simpang, derajat kejenuhan, tundaan dan menentukan tingkat pelayanan pada Simpang Empat Tidak Bersinyal pada Jalan Panglima Batur, Kandangan Kota, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Metodologi pengambilan data untuk penelitian ini adalah dengan cara pengambilan in site di lapangan untuk memperoleh data yang diperlukan dan kemudian dikalkulasi sehingga menghasilkan data yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan panduan dari Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023 bagian Bab Kapasitas Simpang. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Kamis, 16 Mei 2024 pukul 16.45 – 17.45 WITA sebesar 262,80 SMP/jam, dengan kapasitas simpang sebesar 2.326,587 SMP/jam, derajat kejenuhan sebesar 0,381 dan nilai tundaan didapat 8,786 detik/kendaraan dengan kriteria tingkat pelayanan adalah ”B”

    Seismic Performance Study of Multi-storey Building Structures with Nonlinear Time History Analysis Method

    Full text link
    Assessment of the structure of existing buildings is necessary, especially for multi-story buildings in risk category IV located in high seismicity areas such as Yogyakarta. If there are indications of weaknesses, immediate actions such as retrofitting and rehabilitation can be taken as disaster mitigation efforts. This study examines the seismic behavior and performance of buildings using the Nonlinear Time History Analysis method with modified real earthquake recordings through spectral matching processes to meet the target spectra. Deaggregation analysis shows that fault mechanism earthquakes with a magnitude range of 6.6-6.8 and a distance of 30-40 km are the most dangerous and potentially occurring. The selection of earthquake recordings based on deaggregation analysis results in five identical ground motions: Kobe, Imperial Valley, Friuli, and Northridge. Nonlinear time history analysis using these five ground motions, after spectral matching, shows that the largest base shear force and displacement along the x-axis of the building are influenced by the Imperial Valley earthquake, while along the y-axis by the Kobe earthquake. The performance of the structure against the Imperial Valley earthquake along the x-axis is at the Damage Control level, while the Kobe earthquake along the y-axis is at the Immediate Occupancy level. Plastic hinge analysis results indicate that most structural elements remain in good condition, with only a small potential for damage in the range of 2-5%. Shear walls have effectively functioned as energy dissipators, preventing damage to other structural elements, especially columns, and preventing the soft story effect. The Strong Column Weak Beam damage hierarchy pattern has been successfully achieved.Asesmen terhadap struktur bangunan gedung eksisting perlu dilakukan terutama pada bangunan bertingkat dengan kategori risiko IV yang terletak di daerah seismisitas tinggi seperti Yogyakarta. Jika terdapat indikasi adanya kelemahan dapat segera dilakukan tindakan seperti retrofitting maupun rehabilitasi sebagai upaya mitigasi kebencanaan. Penelitian ini melakukan studi perilaku dan kinerja seismik gedung menggunakan metode Nonlinear Time History Analysis menggunakan rekaman gempa asli yang telah dimodifikasi melalui proses spectral matching hingga sesuai dengan target spektra. Analisis deagregasi menunjukkan bahwa gempa mekanisme sesar dengan rentang magnitude 6,6-6,8 SR dan jarak 30-40 m merupakan paling berbahaya yang berpotensi terjadi. Pemilihan rekaman gempa berdasarkan analisis deagregasi menghasilkan 5 buah ground motion yang identik yaitu Kobe, Imperial Valley, Friuli, dan Northridge. Analisis nonlinear time history menggunakan kelima ground motion setelah melalui tahapan spectral matching menunjukkan bahwa gaya geser dasar dan simpangan terbesar pada arah sumbu x bangunan dipengaruhi oleh gempa Imperial Valley sedangkan arah y gempa Kobe. Kinerja struktur terhadap gempa Imperial Valley pada arah sumbu x  berada pada level Damage Control sedangkan akibat gempa Kobe pada arah sumbu y yaitu Immediate Occupacy. Hasil analisis sendi plastis menunjukkan bahwa sebagian besar elemen struktur masih berada dalam kondisi baik, hanya sedikit saja yang berpotensi mengalami kerusakan yaitu kisaran 2-5%. Dinding geser telah berperan dengan baik sebagai pendissipasi energi gempa yang mampu mencegah terjadinya kerusakan pada elemen struktur lain terutama kolom serta mencegah efek soft story. Pola hirarki kerusakan Strong Column Weak Beam  telah tercapai dengan baik

    Perbandingan Data Angin Metode Windrose di Kota Probolinggo dan Kota Banyuwangi dengan Independent Sample T-Test

    Full text link
    Angin, sebagai arah angin yang diukur dalam derajat, menjadi faktor penting dalam pemahaman iklim suatu wilayah. Mawar angin, sebagai representasi visual dari data angin pada suatu lokasi dan waktu tertentu, menjadi alat yang berguna dalam menganalisis pola angin. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi statistik berbasis Android khusus yang dapat digunakan untuk melakukan analisis uji T pada dua sampel independen, dengan fokus pada data angin kota Probolinggo dan Banyuwangi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angin selama satu bulan (Maret 2023) dari Stasiun Iklim Jawa Timur dan Stasiun Cuaca Banyuwangi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Metode pengumpulan data melibatkan aplikasi Microsoft Excel untuk pengolahan awal, dan kemudian data diintegrasikan ke dalam Statistical Package for Social Sciences (SPSS) untuk analisis uji Independent T-Test pada data angin menggunakan metode windrose. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pola angin di Kota Probolinggo dan Banyuwangi. Nilai signifikansi (sig) yang diperoleh dari uji T independen adalah sebesar 0,0003, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua dataset angin. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan menunjukkan bahwa aplikasi statistik Android dapat digunakan secara efektif untuk analisis perbandingan pola angin menggunakan berbagai metode, tidak hanya terbatas pada metode windrose. Temuan ini dapat membantu pemahaman lebih dalam terkait variabilitas angin antarlokasi, berpotensi mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan manajemen lingkungan.Angin adalah arah angin yang dinyatakan dalam derajat. Mawar angin adalah bagan peta yang merangkum semua informasi angin untuk lokasi tertentu pada waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi statistik berbasis Android khusus untuk analisis uji t dua sampel independen. Data yang digunakan adalah data angin 1 bulan untuk Kota Probolinggo dan Kota Banyuwangi. Diagram angin mawar merupakan diagram yang menyederhanakan arah angin pada suatu lokasi tertentu dalam kurun waktu tertentu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah BMKG dari Stasiun Iklim Jawa Timur dan Stasiun Cuaca Banyuwangi pada tanggal 1 sampai dengan 31 Maret 2023, serta Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel kemudian datanya dimasukkan ke dalam aplikasi Statistical Package for Social Sciences (SPSS) untuk mengetahui nilai signifikan pada uji Independent T-Test data angin metode windrose antara Kota Probolinggo dan Kota Banyuwangi. Sedangkan pengujian data melalui uji T independen diperoleh nilai sig (2-failed) adalah sebesar 0,0003 yang nilainya kurang dari 0,05 sehingga terdapat perbandingan yang signifikan antara data keduanya. Penelitian ini tidak hanya menggunakan data angin metode windrose saja melainkan juga bisa dengan metode lainnya. &nbsp

    ANALISIS MODIFIKASI STRUKTUR GALLERY & LEG EKSISTING CONVEYOR AKIBAT PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI BATUBARA: (Studi Kasus Proyek BLC Upgrade 2000 TPH Kalimantan Timur)

    Full text link
    Conveyor merupakan salah satu struktur penting dalam memfasilitasi perpindahan material secara massal dari satu tempat ke tempat lain, umumnya digunakan dalam berbagai sektor industri. Pada sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Kalimantan Timur, terdapat fasilitas penanganan material berupa conveyor CV-204 dengan kapasitas 1000 TPH (ton per jam) pada tahun 2019. Seiring dengan peningkatan target produksi batubara, dibutuhkan peningkatan kapasitas conveyor tersebut menjadi 2000 TPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural conveyor, khususnya pada bagian rangka gallery dan tiang leg, ketika kapasitas dinaikkan menjadi 2000 TPH. Analisis desain dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP.2000 V.14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada beban Walkway, beban Dust Suppression, dan beban Angin. Beban Carry Idler & Return Idler meningkat sebesar 37,83%, berdasarkan perhitungan Helix 2000 TPH. Beban Belt naik sebesar 7,74% dari perhitungan Helix 2000 TPH. Beban Cable meningkat sebesar 50% karena adanya penambahan komponen kabel listrik. Setelah dilakukan analisis dengan SAP2000, defleksi terbesar terjadi pada sambungan ke-149, dengan nilai defleksi -17,41 mm, yang masih memenuhi batasan defleksi yang diizinkan. Terdapat 15 batang yang berisiko mengalami kegagalan pada desain 2000 TPH, terdiri dari 10 batang dengan rasio tegangan 1,001-1,082 (warna merah) dan 5 batang dengan rasio tegangan 0,969-0,994 (warna oranye), namun batang-batang ini masih aman dari pengecekan tekuk (buckling). Penguatan dilakukan pada 15 batang Siku L70x70x7 dengan menambahkan profil yang sama, yaitu L70x70x7, yang dilas untuk membentuk penampang hollow 70x77x7. Rasio tegangan pada batang yang berisiko mengalami kegagalan mengalami penurunan sekitar 35,98% hingga 42,35% setelah penguatan, dengan nilai penurunan rata-rata sebesar 39,58%. Sebagai hasilnya, batang-batang tersebut kini aman dari pengecekan tekuk (buckling).Abstract Conveyor is one of the structures to move a material from one place to another in bulk which is often used in various types of industrial needs. One of coal mining company in East Kalimantan has material handling facilities a CV-204 conveyor with 1000 TPH (tons per hour) capacity in 2019. Due to the increasing demand for coal production targets, the conveyor needs to be upgraded to 2000 TPH. aims to determine the condition of the conveyor structure, especially in the gallery frame and leg poles when the capacity is increased to 2000 TPH. Design analysis used the SAP.2000 Version14 software.The results showed that changes in load values did not occur in Walkway loads, Dust suppression loads, and wind loads. Carry idler load & Idler return increased 37.83% from the Helix 2000 TPH calculation. Belt load increased 7.74% from the 2000 TPH helix calculation. Cable load increased by 50% due to the addition of electrical cable components. After run analysis with SAP2000, it was found that the largest deflection occurred at joint 149 with a deflection value = -17.41 mm and met the allowable deflection. The stems that experienced failure risk in the 2000 TPH design were 15 rods consisting of 10 rods with a stress ratio value of 1.001-1.082 (red color) and 5 rods with a stress ratio value of 0.969-0.994 (orange color), but these rods still safe from buckling check.Reinforcement was carried out on 15 L70x70x7 Elbow rods by adding the same profile as the existing profile, namely L70x70x7 which was welded to form a 70x77x7 hollow cross section. The stress ratio value of the bars that are at risk of failure in conditions before and after reinforcement has decreased about 35.98% to 42.35% with an average value is 39.58 and the bars are safe from buckling checks. . Keywords: Conveyor, SAP2000, Gallery Frames and Leg Poles. AbstrakConveyor adalah salah satu struktur untuk membantu perpindahan material dari satu tempat ke tempat yang lain secara massal yang sering digunakan dalam berbagai jenis kebutuhan industri. Di sebuah Perusahaan tambang batu bara di Kaltim memiliki fasilitas material handling berupa conveyor CV-204 dengan kapasitas 1000 TPH (ton per hour) pada tahun 2019. Karena adanya peningkatan kebutuhan target produksi batubara, conveyor tersebut perlu dilakukan upgrade kapasitas menjadi 2000 TPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur conveyor tersebut khususnya pada bagian rangka gallery dan tiang leg apabila kapasitas dinaikkan menjadi 2000 TPH. Analisa desain dilakukan dengan software SAP.2000 V.14.Hasil penelitian menunjukan bahwa Perubahan nilai beban tidak terjadi pada beban Walkway, beban Dust supression, dan beban angin. Beban Carry idler & return Idler meningkat 37,83% dari calculation Helix 2000 TPH. Beban Belt meningkat 7,74% dari calculation helix 2000 TPH. Beban Cable meningkat 50 % karena ada penambahan komponen cable electrical. Setelah dilakukan run analysis dengan SAP2000 didapatkan deflection terbesar terjadi pada titik joint 149 dengan nilai defleksi = -17,41 mm dan memenuhi defleksi ijin. Batang-batang yang mengalami resiko failure pada desain 2000 TPH berjumlah 15 batang yang terdiri dari 10 batang dengan nilai stress ratio 1,001-1,082 (warna merah) dan 5 batang dengan nilai stress ratio 0,969-0,994 (warna oranye), namun batang-batang ini masih aman dari pengecekan tekuk (buckling).Perkuatan dilakukan pada 15 batang Siku L70x70x7 dengan menambahkan profil yang sama dengan profil eksistingnya yaitu L70x70x7 yang di las sehingga membentuk penampang hollow 70x77x7. Nilai stress ratio dari batang batang yang beresiko failure pada kondisi sebelum dan setelah dilakukan perkuatan mengalami penurunan sekitar 35,98 % sampai 42,35 % dengan nilai rata-rata penurunan sebesar 39,58 dan batang-batang tersebut aman dari pengecekan tekuk (buckling). Kata Kunci: Conveyor, SAP2000, Rangka Gallery dan Tiang Leg

    EVALUASI KINERJA OPERASIONAL SARANA DAN PRASARANA ANGKUTAN PENYEBERANGAN LAUT TRADISIONAL DI PELABUHAN BIMA

    Full text link
    Penelitian ini mengevaluasi karakteristik dan kondisi infrastruktur transportasi maritim perahu tradisional di Pelabuhan Bima, dengan fokus pada keselamatan, kenyamanan penumpang, dan efisiensi waktu perjalanan. Metode penelitian empiris digunakan dengan mengandalkan data lapangan, wawancara, observasi, dan tinjauan literatur. Survei karakteristik angkutan perahu tradisional menghasilkan informasi rata-rata waktu tunggu, durasi perjalanan, dan jumlah penumpang pada rute Pelabuhan Bima - Soromandi. Ukuran sampel sebanyak 72 individu, ditentukan dengan rumus Slovin. Analisis menggabungkan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Important Performance Analysis (IPA). Nilai CSI menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas transportasi maritim, dengan skor 54,30% untuk fasilitas perahu dan 59,19% untuk dermaga. Namun, temuan IPA menyoroti fasilitas tertentu, seperti Denah Kapal, Ketersediaan Pelampung, Area Tunggu Penumpang, Tempat Parkir, dan Toilet, berada di bawah ambang batas kesesuaian 70%, menandakan kebutuhan perbaikan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang karakteristik unik transportasi maritim di Pelabuhan Bima. Rekomendasi perbaikan mencakup Denah Kapal, Ketersediaan Pelampung, dan fasilitas Dermaga, dengan tujuan memastikan kelengkapan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang. Meskipun skor CSI memuaskan, peningkatan kinerja fasilitas menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pengguna dan mendukung keberlanjutan transportasi maritim tradisional di Pelabuhan Bima. Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan strategi perbaikan infrastruktur angkutan perahu tradisional, memajukan pelayanan publik, dan meningkatkan keberlanjutan sistem transportasi maritim di wilayah tersebut.Angkutan penyeberangan laut tradisional di Kota Bima merupakan salah satu sarana yang sangat penting bagi aktivitas kehidupan masyarakat. Beberapa permasalahan yang dialami angkutan penyeberangan laut perahu tradisional di Pelabuhan Kota Bima, dimana kondisi sarana dan prasarana masih kurang memadai seperti dalam masalah keselamatan dan kenyamanan penumpang yang menaiki angkutan penyeberangan laut tersebut. Ketika masyarakat menggunakan jalur darat untuk perjalanan dari Pelabuhan Bima lokasi menuju tujuan yaitu Bajo, Sarita, Sai dan Sowa, Kec. Soromandi, Kabupaten Bima. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik serta kondisi sarana dan prasarana angkutan laut tradisional di Pelabuhan Bima. Metode Penelitian menggunakan Indeks Kepuasan Pelanggan dan Analisis Kinerja Penting berdasarkan indikator pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. HK.103/2/8/DJPL-17 tentang petunjuk kapal tradisional pengangkut penumpang. Nilai Indeks Kepuasan Pelanggan pada fasilitas perahu adalah 54,30 % sedangkan dermaga adalah 59,19 %. Penilaian keduanya menunjukkan masyarakat cukup puas terhadap sarana dan prasarana angkutan tradisonal yang ada di Pelabuhan Bima. Kemudian nilai Important Performance Analysis menunjukkan Denah kapal, Ketersediaan pelampung pada fasilitas perahu, serta tempat tunggu penumpang, tempat parkir, dan toilet pada fasilitas dermaga menunjukkan tingkat kesesuaian dibawah 70 Persen, kedua fasilitas tersebut perlu diperbaiki agar memenuhi kelengkapan, keamanan dan kenyamanan penumpang

    ANALISIS KECEPATAN RATA-RATA WAKTU DAN KECEPATAN RATA-RATA RUANG PADA JALAN ARTERI

    No full text
    Dr. Mansyur Street is a road that supports educational, office, and trade activities and traveled by passenger cars, motorbikes, large buses, and other heavy vehicles. When traffic volumes are high during rush hours, roads become transportation infrastructure that is clearly unable to accommodate the flow of traffic. Traffic jams result in limited vehicle movement, thereby reducing vehicle velocity. Because of the traffic congestion problems occurring on this road section, an analysis is needed to determine the actual speed. In this study, primary data is collected specifically for time mean speed and space mean speed. Based on the results of data processing's results and analysis on the Dr. Mansyur Road section, it can concluded that the time mean speed and space mean speed are not by the speed limits. The TMS and SMS values are below 30 kilometers per hour while the speed limits value according to the road function is 30 kilometers per hour. The traffic congestion that occurs results in limited vehicle movement thereby reducing vehicle speed.Jalan Dr. Mansyur merupakan jalan yang mendukung aktivitas pendidikan, perkantoran dan perdagangan yang banyak dilalui mobil penumpang, sepeda motor,bus besar dan kendaraan berat lainnya. Saat volume lalu lintas tinggi yang terjadi seperti pada jam-jam sibuk, ruas jalan menjadi prasarana transportasi yang secara nyata terlihat tidak mampu menampung arus lalu lintas. Kemacetan lalu lintas mengakibatkan kebebasan kendaraan bergerak terbatas sehingga akan mengurangi kecepatan lalu lintas. Oleh karena adanya permasalahan kemacetan lalu lintas yang terjadi ruas jalan ini diperlukan analisis untuk mengetahui kecepatan aktual. Pada penelitian ini, data primer akan dihitung kecepatan rata-rata waktu (time mean speed) dan kecepatan rata-rata ruang (space mean speed). Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa ruas Jalan Dr.Mansyur , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kecepatan rata-rata waktu (Time Mean Speed) dan kecepatan rata-rata ruang (Space Mean Speed) tidak sesuai dengan kecepatan rencana. Nilai TMS dan SMS di bawah 30 kilometer per jam sedangkan nilai kecepatan rencana sesuai dengan fungsi jalannya yaitu 30 kilometer per jam. Kemacetan lalu lintas yang terjadi mengakibatkan pergerakan kendaraan terbatas sehingga mengurangi kecepatan lalu lintas

    Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kecepatan Kendaraan di Daerah Pasar Tradisional

    No full text
    Side frictions are often found in traditional market areas on urban roadsides such as Padang Bulan and Tanjung Rejo Setia Budi Traditional Market. It is necessary to know the effect of side frictions on vehicle speed to reduce the impact of traffic jams. Therefore, a survey was conducted on the number of side frictions and speed of the passenger cars and motorbikes. The survey results were processed to determine the correlation coefficient using simple linear regression and determine the direction of the relationship between the influence of side frictions on vehicle speed. Vehicle stopping activity at the Padang Bulan Traditional Market has an interpretation value of 0.551 and 0.241 at the Tanjung Rejo Setia Budi Traditional Market for passenger car speed. Pedestrian activity at the Padang Bulan Traditional Market has an interpretation value of 0.349 and 0.143 for out and in vehicle activity at the Tanjung Rejo Setia Budi Traditional Market for motorbike speed. Based on the direction of the relationship, side frictions to out and in vehicles are the activities that have the highest influence on decreasing vehicle speed. It can concluded that this simple linear regression shows a relationship between side frictions and vehicle speed.Hambatan samping banyak ditemukan di daerah pasar tradisional pinggir jalan perkotaan seperti Pasar Tradisional Padang Bulan dan Tanjung Rejo Setia Budi. Pengaruh hambatan samping terhadap kecepatan kendaraan perlu diketahui untuk mengurangi dampak kemacetan. Oleh karena itu, telah dilakukan survei hambatan samping serta kecepatan kendaraan mobil penumpang dan sepeda motor. Hasil survei diolah untuk menentukan koefisien korelasi dengan regresi linier sederhana serta menentukan arah hubungan pengaruh hambatan samping terhadap kecepatan kendaraan. Aktivitas kendaraan berhenti pada Pasar Tradisional Padang Bulan memiliki nilai interpretasi 0.551 dan 0.241 pada Pasar Tradisional Tanjung Rejo Setia Budi untuk kecepatan mobil penumpang. Aktivitas pejalan kaki pada Pasar Tradisional Padang Bulan memiliki tingkat nilai interpretasi 0.349 dan 0.143 aktivitas kendaraan keluar masuk pada Pasar Tradisional Tanjung Rejo Setia Budi untuk kecepatan sepeda motor. Berdasarkan arah hubungan, hambatan samping kendaraan keluar dan masuk merupakan aktivitas yang paling tinggi memberi pengaruh kecepatan kendaraan menurun. Dapat disimpulkan bahwa regresi linier sederhana ini menunjukkan adanya hubungan hambatan samping terhadap kecepatan kendaraan

    153

    full texts

    179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇