Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
Not a member yet
229 research outputs found
Sort by
THE WISDOM OF WAQF TRADITION AS THE MANIFESTATION OF ISLAMIC BOARDING SCHOOL’S INDEPENDENCE: A CASE STUDY AT TEBU IRENG ISLAMIC BORADING SCHOOL JOMBANG AND DARUSSALAM GONTOR MODERN ISLAMIC BOARDING SCHOOL
Pesantren adalah sebuah jawaban dari panggilan agama dan atas dasar basis spiritual, mengembangkan ajaran-ajaran agama melalui pendidikan dalam makna yang lebih luas. Pesantren menerjemahkan nilai-nilai agama sebagai bingkai pendidikan yang berupa sebuah usaha untuk mensintesiskan dan menggabungkan idealitas, ilmu, dan praktis kehidupan. Salah satu model filantropi yang ditawarkan dalam Islam adalah institusi wakaf . Wakaf merupakan pola swadaya pesantren dalam pembangunan yang seakan-akan menjadi oase di tengah perjuangan dakwah pengembangan pesantren dengan tantangan modernitas yang menekankan pada perubahan sebagai sumber dinamika sosial. Pesantren merepresentasikan kekuatan tradisi wakaf hingga mampu menopang kemandirian pesantren itu sendiri. Pada penelitian ini difokuskan pada kajian wakaf untuk kemandirian pesantren itu sendiri yaitu Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang dan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang telah menjadikan wakaf sebagai kearifan tradisi. Pimpinan pondok adalah tauladan karena menjadi wakif pertama yang memberikan hartanya untuk kepentingan umat yaitu pesantren. Kearifan tradisi yang dicontohkan para pimpinan pondok ini menguatkan kapasitas kelembagaan pesantren dan kelembagaan pesantren wakaf yang sudah profesional dalam bentuk yayasan. Manajemen wakaf yang profesional dan bermanfaat berbasis kebutuhan riil pesantren sangat membantu pesantren untuk bisa mandiri dan menopang kebutuhan pesantren. Hasil wakaf yang disalurkan pada internal pesantren atau sekitar pesantren akan meneguhkan kemandirian pesantren dalam institusi wakaf. [Pesantren is an answer to religious vocation and on a spiritual basis, develops religious teachings through education in a broader sense. The pesantren translates religious values as an educational frame in the form of an effort to synthesize and combine ideality, science and practical life. One of the philanthropic models offered in Islam is the waqf institution. Waqf is a pattern of pesantren self-help in development that seems to be an oasis in the midst of the da'wah struggle for the development of pesantren with the challenges of modernity that emphasize change as a source of social dynamics. The pesantren represents the strength of the waqf tradition to be able to sustain the independence of the pesantren itself. This research focuses on the study of waqf for the independence of the pesantren itself, Tebu Ireng Islamic Boarding School, Jombang and Modern Darussalam Gontor Ponorogo, which have made waqf a traditional wisdom. The leadership of the boarding school is a role model because it became the first waqf to give his wealth to the interests of the people, the pesantren. The traditional wisdom exemplified by the leaders of the boarding school strengthens the institutional capacity of the pesantren and waqf pesantren institutions which are already professional in the form of foundations. Professional and useful waqf management based on the real needs of pesantren greatly helps pesantren to be independent and sustain the needs of pesantren. The results of the waqf distributed to the pesantren internally or around the pesantren will reinforce the independence of the pesantren within the waqf institution
PERAN WAKAF UANG DALAM MEMBERDAYAKAN PENDIDIKAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan yang sudah teralisasikan di beberapa lembaga wakaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wakaf uang sangat penting dalam memberdayakan pendidikan. Wakaf uang memberi peran terhadap beberapa lembaga wakaf dalam mendukung dan meningkatkan pendidikan secara materil. Peneliti memilih wakaf uang karena perlunya pendayagunaan wakaf uang yang memberi implikasi pada perkembangan pendidikan serta kurangnya sosialisasi pada masyarakat terhadap wakaf uang di Indonesia. Di sisi lain, peneliti ingin mendapat gambaran potensi wakaf uang dan gambaran strategi dalam upaya pengembangan ekonomi umat khususnya dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk menjelaskan pelaksanaan wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan. Ruang lingkup kegiatan penelitian, keterpaduan terbatas pada Lembaga Wakaf yang memaksimalkan wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan di Indonesia, serta bagaimana menyusun model pemberdayaan wakaf uang tunai yang bersinergi dalam bidang pendidikan oleh lembaga wakaf. Selain itu juga untuk mendapatkan penelitian lebih mendalam tentang wakaf uang dan juga mengoptimalkan ke bidang lainnya guna memberdayakan umat. [The purpose of this study was to determine the role of cash waqf in empowering education that has been realized in several waqf institutions. The results showed that the role of cash waqf is very important in empowering education. It gives a role to several waqf institutions in supporting and improving education. Researchers chose cash waqf to utilize cash waqf which implicate the development of education when there is a lack of socialization of it in the community in Indonesia. On the other hand, the researcher wants to get an overview of the potential of cash waqf and a description of the strategy to develop the economy, especially in education. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive analysis approach to explaining the implementation of cash waqf in empowering education. The scope of the research was limited on the integration of waqf institutions that maximize cash waqf in empowering education in Indonesia, as well as how to develop a model for empowering cash waqf that synergizes in education by waqf institutions. Also to get more in-depth research on cash waqf and optimize it into other fields to empower people.] Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan yang sudah teralisasikan di beberapa lembaga wakaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wakaf uang sangat penting dalam memberdayakan pendidikan. Wakaf uang memberi peran terhadap beberapa lembaga wakaf dalam mendukung dan meningkatkan pendidikan secara materil. Peneliti memilih wakaf uang karena perlunya pendayagunaan wakaf uang yang memberi implikasi pada perkembangan pendidikan serta kurangnya sosialisasi pada masyarakat terhadap wakaf uang di Indonesia. Di sisi lain, peneliti ingin mendapat gambaran potensi wakaf uang dan gambaran strategi dalam upaya pengembangan ekonomi umat khususnya dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk menjelaskan pelaksanaan wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan. Ruang lingkup kegiatan penelitian, keterpaduan terbatas pada Lembaga Wakaf yang memaksimalkan wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan di Indonesia, serta bagaimana menyusun model pemberdayaan wakaf uang tunai yang bersinergi dalam bidang pendidikan oleh lembaga wakaf. Selain itu juga untuk mendapatkan penelitian lebih mendalam tentang wakaf uang dan juga mengoptimalkan ke bidang lainnya guna memberdayakan umat
Praktik Reksadana Online Syariah pada Aplikasi Bibit dalam Tinjauan Hukum Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik reksadana online syariah pada aplikasi Bibit dalam tinjauan hukum Islam. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan normatif yang mendasarkan nash dan ijtihad para ulama sebagai upaya pemberian norma terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, praktik reksadana online syariah pada aplikasi Bibit sudah sama dengan DSN Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang pedoman pelaksanaan investasi untuk reksadana syariah. Dilihat dari fikih muamalat, juga telah memenuhi unsur dan syarat akad berupa para pihak, ijab dan kabul, objek akad dan tujuan akad. Transaksi dalam Bibit telah memenuhi beberapa asas akad seperti prinsip kesamaan (mabda’ at-tawazun fi a-mu’awadah), prinsip kebaikan dan prinsip dapat dipercaya. Adanya pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah dalam sistem tata kelola syariah (shariah governance) dan OJK yang mengevaluasi setiap 6 bulan terhadap Daftar Efek Syariah. Batasan Bibit terhadap maksimal rasio utang aset perusahaan sebesar 45%, penerapan prinsip Socially Responsible Investment (SRI), gratis biaya transfer, gratis biaya komisi, bebas pajak, bisa menambah atau mencairkan dana kapan saja merupakan suatu implementasi maqashid as-syariah. Namun perlu dievaluasi kembali terkait bank kustodian yang masih memakai bank konvensional atau non syariah. [This study aims to analyze the practice of sharia online mutual funds in the Bibit application in Islamic law review. This research is a descriptive analysis with a normative approach based on the texts and ijtihad of the Ulama as an effort to give norms to the object of research. The results showed that overall, the practice of sharia online mutual funds in Bibit application was in accordance with the DSN Fatwa Number 20/DSN-MUI/IV/2001 regarding the guidelines for implementing investments for Islamic mutual funds. Judging from the muamalat fiqh, it has also fulfilled the elements and conditions of the contract in the form of the parties, agreement , the object of the contract and the purpose of the contract. Transactions in Bibit have fulfilled several contractual principles such as the principle of balance (mabda' at-tawazun fi a-mu'awadah), the principle of benefit and the principle of mandate. There is supervision by the Sharia Supervisory Board in the sharia governance system and OJK which evaluates every 6 months the Sharia Securities List. The limit of seeds to the maximum debt ratio of company assets is 45%, the application of the principles of Socially Responsible Investment (SRI), free transfer fees, free commission fees, tax free, being able to add or withdraw funds at any time is an implementation of maqashid as-sharia. However, it needs to be re-evaluated regarding custodian banks that still use conventional or non-Islamic banks.]Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik reksadana online syariah pada aplikasi Bibit dalam tinjauan hukum Islam. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan normatif yang mendasarkan nash dan ijtihad para Ulama sebagai upaya pemberian norma terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, praktik reksadana online syariah pada aplikasi Bibit sudah sama dengan DSN Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang pedoman pelaksanaan investasi untuk reksadana syariah. Dilihat dari fikih muamalat, juga telah memenuhi unsur dan syarat akad berupa para pihak, ijab dan kabul, objek akad dan tujuan akad. Transaksi dalam Bibit telah memenuhi beberapa asas akad seperti prinsip kesamaan (mabda’ attawazun fi amu’awadah), prinsip kebaikan dan prinsip dapat dipercaya. Adanya pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah dalam sistem tata kelola syariah (shariah governance) dan OJK yang mengevaluasi setiap 6 bulan terhadap Daftar Efek Syariah. Batasan Bibit terhadap maksimal rasio utang aset perusahaan sebesar 45%, penerapan prinsip Socially Responsible Investment (SRI), gratis biaya transfer, gratis biaya komisi, bebas pajak, bisa menambah atau mencairkan dana kapan saja merupakan suatu implementasi maqashid as-syariah. Namun perlu dievaluasi kembali terkait bank kustodian yang masih memakai bank konvensional atau non syariah
THE RELATIONS OF SOCIAL ACTION AND RELIGIOUS DISCOURSES IN THE PHENOMENON OF TOLAK BALA "DISASTER PREVENTION" OF COVID-19 IN TINGGIRAN VILLAGE, BATOLA
Artikel ini membahas fenomena kegiatan pencegahan bencana atau “tolak bala” Covid-19 yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tinggiran Baru, Barito Kuala. Kegiatan ini diasumsikan oleh masyarakat sekitar dapat menghentikan dan menangkal virus Corona. Namun, hasil sebenarnya yang diperoleh dari kegiatan ini masih belum pasti. Oleh karena itu, menarik untuk mengetahui mengapa masyarakat di Desa Tinggiran melakukan ritual tolak bala untuk mencegah bencana covid-19. Untuk menjawab pertanyaan ini, kami menggunakan teori tindakan sosial yang disandingkan dengan wacana keagamaan dalam pandangan Max Weber dan mengumpulkan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, hasil penelitian ini mengarah pada beberapa poin: Pertama, peran narasi sejarah-tradisional, pandangan masyarakat desa terhadap kegiatan tolak bala terbentuk dari peristiwa sejarah yang berurutan bahwa tolak bala adalah hal yang biasa. aktivitas dan selalu menjadi alternatif untuk menghadapi situasi tersebut. Kedua, peran emosional-afeksi, dalam kegiatan tolak bala emosi merupakan salah satu faktor penentu yang mendukung keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan ini, Ketiga, peran tokoh agama dan kharismanya dalam struktur sosial desa Tinggiran Baru telah memperkuat narasi keagamaan dan mendorong masyarakat untuk mematuhi seruan kegiatan tolak bala. [This study discusses the phenomenon of disaster prevention activity or "tolak bala" of Covid-19 practiced by the villagers of Tinggiran Baru, Barito Kuala. The local people assume this activity can stop and ward off Coronavirus. However, the actual result obtained from this activity is still uncertain. Thus, it is exciting to know why people in Tinggiran village practice a tolak bala to prevent the covid-19 disaster. We use social action theory juxtaposed with religious discourse in Max Weber's view and collect the data with observation, interview, and documentation to answer this question. The results of this study lead to several points: First, the role of traditional-historical narrative, the view of villagers on tolak bala activity formed by the successive historical events that tolak bala is a common activity always becomes an alternative to deal with such situation. Second, the role of emotional-affectional in tolak bala activity is one of the determining factors that support the community's desire to do this activity. Third, the role of religious leaders and their charisma in the social structure of the village Tinggiran Baru has strengthened the sacred narrative and encouraged people to obey the call of tolak bala activity.
KEBIJAKAN ZAKAT PROFESI DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FIKIH ISLAM: ANALISIS PEDOMAN PELAKSANAAN ZAKAT PROFESI KEMENTRIAN AGAMA, MAJELIS ULAMA INDONESIA, DAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL
Di Indonesia kebijakan pembayaran zakat profesi diserahkan kepada tiga lembaga yaitu Kementrian Agama, Majelis Ulama Indonesia, dan Badan Amil Zakat berdasarkan tinjauan Fikih Islam. Aturan tertulis mengenai kewajiban zakat profesi ini tertuang dalam Fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Agama nomor 52 tahun 2014. Aturan tersebut diimplementasikan dalam pengumpulan zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Dengan menggunakan metode analasisis komparatif, kajian ini menemukan adanya perbedaan antara aturan pelaksanaan zakat profesi di Indonesia dengan pendapat ulama fikih secara umum pada penentuan nishab. Perbedaan tersebut terletak pada penghitungan nishab berdasarkan pendapatan dikurangi kebutuhan pokok pada pendapat para ulama fikih. Aspek inilah yang tidak diperhitungkan dalam pelaksanaan zakat profesi di Indonesia. Dengan demikian, ada potensi seorang yang belum dikategorikan wajib zakat menurut jumhur ulama fikih menjadi kategori muzakki berdasarkan fatwa MUI dan PMA. [In Indonesia, the policy of paying professional zakat is left to three institutions, namely the Ministry of Religion (KEMENAG), the Indonesian Ulema Council (MUI), and the Amil Zakat Agency (BAZNAS) based on a review of Islamic Jurisprudence. The written rules regarding professional zakat obligations are contained in the MUI Fatwa number 3 of 2003 and the Minister of Religion Regulation number 52 of 2014. These rules are implemented in the collection of zakat carried out by the National Amil Zakat Agency. By using a comparative analysis method, this study finds a difference between the rules for implementing professional zakat in Indonesia and the opinion of fiqh scholars in general in determining the nishab. The difference lies in the calculation of nishab based on income except basic needs in the opinion of fiqh scholars. This aspect is not taken into account in the implementation of professional zakat in Indonesia. Thus, there is the potential for someone who has not been categorized as obligatory for zakat according to the number of fiqh scholars to be categorized as muzakki based on the MUI and PMA fatwas.] Di Indonesia kebijakan pembayaran zakat profesi diserahkan kepada tiga lembaga yaitu Kementrian Agama, Majelis Ulama Indonesia, dan Badan Amil Zakat berdasarkan tinjauan Fikih Islam. Aturan tertulis mengenai kewajiban zakat profesi ini tertuang dalam Fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Agama nomor 52 tahun 2014. Aturan tersebut diimplementasikan dalam pengumpulan zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Dengan menggunakan metode analasisis komparatif, kajian ini menemukan adanya perbedaan antara aturan pelaksanaan zakat profesi di Indonesia dengan pendapat ulama fikih secara umum pada penentuan nishab. Perbedaan tersebut terletak pada penghitungan nishab berdasarkan pendapatan dikurangi kebutuhan pokok pada pendapat para ulama fikih. Aspek inilah yang tidak diperhitungkan dalam pelaksanaan zakat profesi di Indonesia. Dengan demikian, ada potensi seorang yang belum dikategorikan wajib zakat menurut jumhur ulama fikih menjadi kategori muzakki berdasarkan fatwa MUI dan PMA. [In Indonesia, the policy of paying professional zakat is left to three institutions, namely the Ministry of Religion (KEMENAG), the Indonesian Ulema Council (MUI), and the Amil Zakat Agency (BAZNAS) based on a review of Islamic Jurisprudence. The written rules regarding professional zakat obligations are contained in the MUI Fatwa number 3 of 2003 and the Minister of Religion Regulation number 52 of 2014. These rules are implemented in the collection of zakat carried out by the National Amil Zakat Agency. By using a comparative analysis method, this study finds a difference between the rules for implementing professional zakat in Indonesia and the opinion of fiqh scholars in general in determining the nishab. The difference lies in the calculation of nishab based on income except basic needs in the opinion of fiqh scholars. This aspect is not taken into account in the implementation of professional zakat in Indonesia. Thus, there is the potential for someone who has not been categorized as obligatory for zakat according to the number of fiqh scholars to be categorized as muzakki based on the MUI and PMA fatwas.
CONSUMER BEHAVIOR FOR LKMS-BMT MASLAHAH SIDOGIRI IN PASURUAN: INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELING APPROACH ANALYSIS STUDY
Perilaku Konsumen Lembaga Keuangan Mikro Sharia (LKMS)memiliki keunikan tersendiri terkait keputusan pemanfaatan produk jika dikaikan dengan lembaga keuangan sharia dan konvensional. BMT Maslahah (BMTM) Sidogiri Pasuruan merupakan salah satu Lembaga Keuangan Mikro Sharia (LKMS) yang menyediakan jasa keuangan yang berbasis sharia yang tidak lepas dari persepsi dan penilaian calon konsumen yang menggunakan produknya. Mesti secara kuantitatif telah terjadi peningkatan jumlah konsumen, BMT Maslahah belum melakukan identifikasi khusus terkait perilaku audience yang berpotensi menjadi tantangan di masa depan.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu análisis deskriptif dan Interpretative Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumen BMT Maslahah positif dalam penggunaan produk BMT Maslahah. Pemahaman dan sikap positif terhadap produk BMT Maslahah dilandasi oleh motif kebutuhan sehari-hari dan pengembangan usaha, disamping penerimaan nilai-nilai shariah berupa keberkahan dan keadilan ekonomi saat menggunakan produk BMT Maslahah. Upaya BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan dalam membangun perilaku konsumtif kepada konsumen BMT Maslahah dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan rasio pengawas dan disiplin pengawasan serta mengembangkan beberapa produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). [Consumer behavior The Sharia Micro Institution Institution (LKMS) has unique characteristics related to product utilization decision making when it is associated with Islamic and conventional financial institutions. BMT Maslahah (BMTM) Sidogiri Pasuruan is one of the LKMS that provides Sharia-based financial services that cannot be separated from the perceptions and assessments of potential consumers using their products. Even though quantitatively there has been an increase in the number of consumers, BMTM has not made specific identifications related to the behavior of the target audience which could potentially be a challenge in the future. This study uses a qualitative approach, namely descriptive analysis and Interpretative Structural Modeling (ISM). The results showed that consumer behavior in BMTM is positive in the utilization of BMTM products. Understanding and positive attitude towards BMTM products is based on the motives of daily necessities and business development, besides the factors of acceptance of sharia values in the form of blessing and economic justice when using BMTM products. The efforts of BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan in building consumer behavior to BMT by bringing services closer to the community, increasing the ratio of supervisors and discipline of supervision and developing several products according to community needs, as well as strengthening human resources.
VIRUS CORONA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PARIWISATA HALAL DUNIA
Wabah Covid-19menyebabkan dampak kerugian pada berbagai sektor ekonomi termasuk pariwisata halal. Larangan dari berbagai belahan dunia untuk keluar masuk telah menekan sumber pendapatan utama sektor pariwisata. Status waspada virus corona yang dinaikkan dari kuning menjadi merah, yang menandakan penyebaran virus corona sangat serius dan berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.Kerugian secara ekonomi ini terjadi karena banyaknya wisatawan dari berbagai negara di dunia yang membatalkan liburan mereka karena takut tertular Covid-19. Hal baru dari paper ini adalah kurangnya penelitian yang mencoba menghubungkan antara dampak virus corona terhadap pariwisata halal. Adapun tujuan dari paper ini adalah: 1. Mendeskripsikan hubungan kausalitas antara virus corona dan dampaknya terhadap pariwisata halal. 2. Meningkatkan efisiensi di sektor pariwisata halal melalui destinasi domestik. 3. Menganalisis dampak virus corona yang menekan pariwisata halal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data instrumen yang digunakan adalah data sekunder berupa dokumentasi. Temuan paper ini menunjukkan bahwa virus corona secara signifikan memengaruhi masa depan pariwisata halal di destinasi global, sehingga destinasi domestik adalah solusi dari dampak virus corona untuk mencegah kerugian yang lebih besar pada pariwisata halal. Virus coronavirus menyatukan aktor-aktor utama yang terkait dengan pariwisata halal: medis, kebijakan global dan domestik, akademisi, fasilitas, layanan elektronik, akomodasi dan penerbangan. [The Covid-19 outbreak has a detrimental impact on various economic sectors, including halal tourism. The prohibition from various parts of the world to go in and out has suppressed the main source of income for the tourism sector. The coronavirus alert status has been raised from yellow to red, which indicates the spread of the coronavirus is very serious and has a wide impact on public health. This economic loss occurred because many tourists from various countries in the world canceled their holidays for fear of contracting Covid-19. The novelty of this paper is the lack of research that tries to link the impact of the coronavirus on halal tourism. The objectives of this paper are 1. To describe the causal relationship between the coronavirus and its impact on halal tourism. 2. Increase efficiency in the halal tourism sector through domestic destinations. 3. Analyzing the impact of the coronavirus that suppresses halal tourism. This paper method uses qualitative methods and data used is secondary data in the form of documentation. The findings of this paper indicate that the coronavirus significantly affects the future of halal tourism in global destinations and domestic destinations is a solution to prevent greater losses in halal tourism. The coronavirus brings together the main actors related to halal tourism: medical, global and domestic policy, academia, facilities, electronic services, accommodation, and aviation.
ANALISISPENGARUH ISLAMIC CORPORATE GOVERNANCEMODEL STAKEHOLDERTERHADAP KINERJA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA DITINJAU DARI MAQASHID SYARIAH INDEKS
Tujuan bank syariah adalah untuk mewujudkan keadilan sosial, dan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan maqashid syariah. Agar bank syariah dapat mencapai kinerja yang baik berdasarkan pendekatan maqashid syariah dibutuhkan corporate governance yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan bank syariah, yaitu Islamic corporate governance model stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Islamic corporate governance model stakeholder terhadap kinerja Bank Umum Syariah berdasarkan maqashid syariah indeks. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Tekhnik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan dari tahun 2013-2018. Tekhnik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi. Metode analisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji t, uji F, dan koefesien determinasi (R2). Hasil penelitian ini 1) Jumlah dewan komisaris berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018 dengan arah positif, 2) Komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018, 3) Jumlah dewan pengawas syariah tidak berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018, 4) Jumlah komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018 dengan besarnya pengaruh 9,7% sedangkan sisanya sebesar 80,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. [The purpose of sharia banks is to realize social justice, and economic growth in accordance with sharia maqashid. In order for sharia banks to achieve good performance based on sharia maqashid approach, corporate governance is needed in accordance with the characteristics and objectives of sharia banks, namely Islamic corporate governance model of stakeholders. The purpose of this study is to analyze the influence of Islamic corporate governance stakeholder model on the performance of Sharia Commercial Banks based on sharia maqashid index. The research method used is quantitative research method. Sampling techniques using purposive sampling. The sample in this study is Sharia Commercial Bank registered with Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan from 2013-2018. Data collection techniques using documentation and observation. The analysis method uses descriptive statistics, classic assumption tests, multiple regression analysis, t-tests, F-tests, and determinant coeffesients (R2). The results of this study 1) The number of board of commissioners affects the performance of sharia commercial banks based on sharia maqashid index period 2013-2018 with a positive direction,2) Independent commissioners have no effect on the performance of sharia commercial banks based on sharia maqashid index period 2013-2018,3) The number of sharia supervisory boards has no effect on the performance of banks sharia general based on sharia maqashid index period 2013-2018,4) The number of independent commissioners has no effect on the performance of sharia commercial banks based on the sharia maqashid index for the period 2013-2018 with a magnitude of 9.7% while the remaining 80.3% other variables outside of this research model.]Tujuan bank syariah adalah untuk mewujudkan keadilan sosial, dan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan maqashid syariah. Agar bank syariah dapat mencapai kinerja yang baik berdasarkan pendekatan maqashid syariah dibutuhkan corporate governance yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan bank syariah, yaitu Islamic corporate governance model stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Islamic corporate governance model stakeholder terhadap kinerja Bank Umum Syariah berdasarkan maqashid syariah indeks. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Tekhnik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan dari tahun 2013-2018. Tekhnik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi. Metode analisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji t, uji F, dan koefesien determinasi (R2). Hasil penelitian ini 1) Jumlah dewan komisaris berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018 dengan arah positif, 2) Komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018, 3) Jumlah dewan pengawas syariah tidak berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018, 4) Jumlah komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja bank umum syariah berdasarkan maqashid syariah indeks periode 2013-2018 dengan besarnya pengaruh 9,7% sedangkan sisanya sebesar 80,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. [The purpose of sharia banks is to realize social justice, and economic growth in accordance with sharia maqashid. In order for sharia banks to achieve good performance based on sharia maqashid approach, corporate governance is needed in accordance with the characteristics and objectives of sharia banks, namely Islamic corporate governance model of stakeholders. The purpose of this study is to analyze the influence of Islamic corporate governance stakeholder model on the performance of Sharia Commercial Banks based on sharia maqashid index. The research method used is quantitative research method. Sampling techniques using purposive sampling. The sample in this study is Sharia Commercial Bank registered with Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan from 2013-2018. Data collection techniques using documentation and observation. The analysis method uses descriptive statistics, classic assumption tests, multiple regression analysis, t-tests, F-tests, and determinant coeffesients (R2). The results of this study 1) The number of board of commissioners affects the performance of sharia commercial banks based on sharia maqashid index period 2013-2018 with a positive direction,2) Independent commissioners have no effect on the performance of sharia commercial banks based on sharia maqashid index period 2013-2018,3) The number of sharia supervisory boards has no effect on the performance of banks sharia general based on sharia maqashid index period 2013-2018,4) The number of independent commissioners has no effect on the performance of sharia commercial banks based on the sharia maqashid index for the period 2013-2018 with a magnitude of 9.7% while the remaining 80.3% other variables outside of this research model.
SKENARIO PERTUMBUHAN EKONOMI PASCA COVID-19 DI TULUNGAGUNG
Dampak COVID-19 sangat terasa terlebih sektor ekonomi. Upaya pemerintah dalam menghadapi virus ini mulai pemberian stimulasi ekonomi hingga himbauan sosial dalam bentuk; social distancing, PSBB, larangan mudik, sampai new normal dimaksudkan agar keselamatan warga terjaga sekaligus sektor ekonomi tetap berjalan. Tulisan ini mengarahkan kajiannya pada bagaimana dampak ekonomi di Tulungagung dan langkah startegis apa yang seharusnya dilakukan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif berjenis library research dan bersifat inferential. Analisis data dilakukan dengan menggunakan content analysis. Literatur diambil dari berbagai sumber resmi, informasi, dan berita yang beredar secara online terkait ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Tulungagung masih belum bisa digambarkan secara pasti kondisi ekonomi setelah masa pandemi. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya, Tulungagung dapat mempertimbangkan dua skenario, skenario dengan PSBB dan tanpa PSBB. [The impact of COVID-19 is too felt especially in the economic sector. Government efforts in dealing with this virus began to provide economic stimulation to social appeals in the form of; social distancing, PSBB, prohibition of going home, until new normal poicy is intended so that the safety of citizens is maintained as well as the economic sector continuesly grows. This paper directs his study on how the economic impact in Tulungagung and what strategic steps should be taken. The approach in this research is qualitative research in library research type. Data analysis was performed using content analysis. The results showed that in Tulungagung still could not be described with certainty the economic conditions after the pandemic. However, to maintain economic growth, Tulungagung can consider two scenarios, a scenario with PSBB and without PSBB.]Dampak COVID-19 sangat terasa terlebih sektor ekonomi. Upaya pemerintah dalam menghadapi virus ini mulai pemberian stimulasi ekonomi hingga himbauan sosial dalam bentuk; social distancing, PSBB, larangan mudik, sampai new normal dimaksudkan agar keselamatan warga terjaga sekaligus sektor ekonomi tetap berjalan. Tulisan ini mengarahkan kajiannya pada bagaimana dampak ekonomi di Tulungagung dan langkah startegis apa yang seharusnya dilakukan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif berjenis library research dan bersifat inferentianl. Analisis data dilakukan dengan menggunakan content analysis. Literatur diambil dari berbagai sumber resmi, informasi, dan berita yang beredar secara online terkait ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Tulungagung masih belum bisa digambarkan secara pasti kondisi ekonomi setelah masa pandemi. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya, Tulungagung dapat mempertimbangkan dua skenario, skenario dengan PSBB dan tanpa PSBB
PENGARUH WAWASAN KEAGAMAAN DAN WAWASAN KEBANGSAAN TERHADAP PERILAKU RELIGIUS DAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI SMPN 2 TULUNGAGUNG DAN SMPN 1 KEDUNGWARU (JURNAL PENELITIAN ISLAM
Membentuk manusia berkarakter yang baik sangat penting pada zaman modern. Saat ini remaja di Indonesia banyak yang memiliki perilaku buruk, seperti: acuh atak acuh terhadap sesama, ketidak pedulian sesama, permusuhan, hamil diluar nikah, hilangnya sikap sopan santun, kurangnya rasa hormat dan berbagai permasalahan lain. Perilaku adalah bentuk aktivitas manusia, hal tersebut tentu tidak terjadi tanpa adanya pondasi setiap individu, orang yang berwawasan keagamaan dan kebangsaan baik, tentu akan berperilaku baik sesuai dengan wawasan yang dimilikinya. Adapun tata cara riset yang digunakan ialah tata cara kuantitatif dengan metode analisis diskripsi, uji asumsi klasik, product moment serta regresi berganda bantuan IBM SPSS 26. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 211 siswa. Instrumen penelitian berupa angket kuesioner, observasi, interview, dan dokumentasi. Tujuan riset ini yakni dapat diketahui pengaruh variabel independen dengan variabel dependen. Kesimpulan dari riset ini bahwa pengaruh wawasan keagamaan memiliki pengaruh sebesar 99,7% dan wawasan kebangsaan memiliki pengaruh sebesar 16,8%. Secara bersamaan terdapat interaksi yang positif dan signifikan antara wawasan keagamaan serta kebangsaan terhadap perilaku religius siswa sebesar 32,04%. [Forming good human character is very important in modern times. Currently, many teenagers in Indonesia have bad behavior, such as: indifferent to others, indifference to others, hostility, pregnancy out of wedlock, loss of manners, lack of respect, and various other problems. Behavior is a form of human activity, this certainly does not happen without the foundation of every individual, people who have good religious and national insight, will certainly behave well according to the insights they have. The research procedure used is a quantitative method with descriptive analysis method, classical assumption test, product-moment, and multiple regression assisted by IBM SPSS 26. The sample in this study amounted to 211 students. The research instruments were in the form of questionnaires, observations, interviews, and documentation. The purpose of this research is to know the influence of the independent variable on the dependent variable. This research concludes that the influence of religious insight influences 99.7% and national insight has an influence of 16.8%. Simultaneously there is a positive and significant interaction between religious insight and nationality on the religious behavior of students by 32.04%.]Wawasan keagamaan dan wawasan kebangsaan memeiliki pengaruh terhadap perilaku religius dan sosial siswa. Buruknya perilaku sosial dan perilaku religius akan berdampak pada lingkungannya. Hal tersebut bisa dicegah jika seseorang memiliki wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan yang luas dan baik. Hal demikian dapat didapatkan siswa tidak hanya dalam pembelajaran kewarganegaraan dan kegamaan namun dapat didapatkan dalam setiap pembelajaran yang ada dalam lingkungan sekolah melalui metode pembelajaran yang berbasis wawasan kebangsaan dan keagamann. Seseorang yang memiliki wawasan kebangsaan dan keagamaan yang luas dan baik tidak akan melakukan perilaku yang menyimpang dimasyarakat umum maupun luas. Justru mereka cenderung memandang bahwa perbedaan merupakan keberagaman dan tidak meyelesaikan masalah atau perbedaan dengan konflik dan emosi. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif path analysis dengan menggunakan desain penelitian exposfacto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportionate stratified random sampling dengan pengambilan sampel pada populasi yang heterogen. Instrumen penelitian berupa lembar angket kuesioner, observasi, interview, dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh secara langsung wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan pada peningkatan perilaku religius dan perilaku sosial siswa.Kata Kunci: Wawasan Kebangsaan, Wawasan Keagamaan, Perilaku Religius, Perilaku sosial