Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
Not a member yet
    229 research outputs found

    Metode Rasional dalam Memahami Islam (Metode seni dan Metode Filsafat)

    No full text
    Seni dan filsafat merupakan dua kata yang masing-masing memiliki akar kata tersendiri. Namun demikian, sejatinya seni dan filsafat adalah satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Bukan hanya dalam aspek keilmuan, dalam aspek penggunaan dalam kehidupan pun seni dan filsafat adalah dua hal yang selalu bersinggungan dengan kita. Tidak terkecuali dalam memahami Islam. Banyak dari cendekiawan kita yang luput dalam memahami Islam dari perspektif seni. Padahal pada realitasnya seni selalu ada dalam agama, mulai dari arsitektur, kaligrafi hingga syair. Pada penelitian ini penulis ingin menggali lebih dalam terkait metodologi seni dalam memahami agama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analitis kualitatif dengan berpaku pada literatur-literatur yang berkaitan dengan tema. Penelitian ini sendiri menghasilkan kesimpulan bahwa metode seni dan metode filsafat adalah dua jenis keilmuan yang saling melengkapi. Di dalam seni ada usaha filosofis seniman untuk mengaktualisasi ide-ide seninya. Begitu pun sebaliknya, dalam filsafat terdapat seni-seni untuk memahami serta menggali makna akan suatu hal yang sedang diteliti. [ Art and philosophy are two words, each of which has its own root. However, in fact art and philosophy are a unity that cannot be separated. Not only in the scientific aspect, in the aspect of use in life, art and philosophy are two things that always intersect with us. No exception in understanding Islam. Many of our scholars miss in understanding Islam from an artistic perspective. Whereas in reality art has always existed in religion, ranging from architecture, calligraphy to poetry. In this study, the author wants to dig deeper into the methodology of art and philosophy in understanding religion. The approach used in this study is a qualitative analytical approach by sticking to the literature related to the theme. This research itself concludes that the method of art and the method of philosophy are two types of science that complement each other. In art there is an artist's philosophical effort to actualize his artistic ideas. And vice versa, in philosophy there are arts to understand and explore the meaning of something that is being studied.] Keyword: Seni dan filsafat merupakan dua hal yang sering dianggap berbeda oleh mayoritas orang. Sejatinya seni dan filsafat adalah satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Bukan hanya dalam aspek keilmuan, dalam aspek penggunaan dalam kehidupan pun seni dan filsafat adalah dua hal yang selalu bersinggungan dengan kita. Tidak terkecuali dalam memahami Islam. Banyak dari cendekiawan kita yang luput dalam memahami Islam dari perspektif seni. Padahal pada realitasnya seni selalu ada dalam agama, mulai dari arsitektur, kaligrafi hingga syair. Pada penelitian ini penulis ingin menggali lebih dalam terkait metodologi seni dan filsafat dalam memahami agama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analitis kualitatif dengan berpaku pada literatur-literatur yang berkaitan dengan tema. Penelitian ini sendiri menghasilkan kesimpulan bahwa metode seni dan metode filsafat adalah dua jenis keilmuan yang saling melengkapi. Di dalam seni ada usaha filosofis seniman untuk mengaktualisasi ide-ide seninya. Begitu pun sebaliknya, dalam filsafat terdapat seni-seni untuk memahami serta menggali makna akan suatu hal yang sedang diteliti

    FENOMENA FLAXING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    No full text
    Fenomena perilaku pamer di media sosial yang dinamai kekinian yakni, “flexing”. Perilaku pamer ini erat kaitanya dengan materi melekat dengan individu sebagai pembentuk kelompok. Perilaku flexing penting untuk dikaji dalam pandangan Ekonomi Islam karena, fenomena pengendalian diri yang kurang sehingga konsumsi yang berlebihan dan tidak penting, bermudah-mudahan melakukan pamer, mental ingin cepat kaya, menepis batas halal dan haram dan jauh dari sifat seorang muslim. Adapun metode yang digunakan pada tulisan ini adalah kualitatif deskriptif, sumber-sumber kajian pada tulisan ini bersumber dari jurnal-jurnal, buku-buku, berita, pendapat, dapat pula dikatakan sebagai literatur review. Penelitian ini tidak menguji hipotesis melainkan mengkaji fenomena-fenomena yang sedang terjadi. Islam menjunjung tinggi kebermanfaatan dan sebisa mungkin menghindari sebaliknya. Walapun flexing juga sering digunakan untuk strategi marketing saat ini yang berguna untuk dunia pemasaran, namun flexing memberi dampak negatif beragam mendorong pasar yang minim manfaat, konsumsi yang tidak perlu untuk social climber dan ternyata adalah life trap, tidak terjaga dan terpeliharanya akal serta harta, jauh dari keseimbangan ekonomi skala individu, perusaahan bahkan negara jika meliputi sirkulasi perekonomian mikro dan makro.  Islam telah menentukan standar hidup setiap individu bahkan kelompok. Melebihi standar normatif yang diatur manusia itu sendiri. Karakter ekonomi Islam yang berbeda dengan sistem ekonomi di luar Islam, menjadikan ekonomi Islam sebagai jalan yang seharusnya ditempuh bukan sebagai alternatif. Islam adalah agama yang sempurna paripurna. Mengatur tatanan peradaban sampai pada perilaku individu. [The phenomenon of showing off behavior on social media is called the present, namely, "flexing". This showing off behavior is closely related to the material attached to the individual as a forming group. Flexing behavior is important to review in the view of Islamic Economics because, the phenomenon of lack of self-control results in excessive and unnecessary consumption, hopefully showing off, the mentality of wanting to get rich quickly, getting rid of the boundaries of halal and haram and far from the nature of a Muslim. The method used in this paper is descriptive qualitative, the sources of study in this paper come from journals, books, news, opinions, it can also be said as a literature review. This research does not test the hypothesis but examines the phenomena that are happening. Islam upholds usefulness and as much as possible avoids the opposite. Even though flexing is also often used for current marketing strategies that are useful for world marketing, flexing has various negative impacts, pushing markets that have minimal benefits, unnecessary consumption for social climbers and it turns out to be a life trap, not maintaining and maintaining reason and wealth, far from the economic balance of the individual, company and even the state scale if it includes micro and macro economic accountability. Islam has determined the standard of living of every individual and even group. Exceeding the normative standards that govern the man himself. The character of the Islamic economy, which is different from non-Islamic economic systems, makes Islamic economics a path that should be taken, not an alternative. Islam is a complete perfect religion. order of civilization order to individual behavior.]Abstrak:Manusia dan teknologi adalah perpaduan yang menghasilkan power yang mampu merubah tatanan peradaban. Artificial Intelligence, mobile computing, internet of things dan masih banyak lagi bentuk teknologi masa kini.  Manusia bersikap dan teknologi menjadi perantara yang bias. Adalah fenomena pamer di media sosial yang dinamai kekinian yakni, flaxing. Perilaku pamer yang memberi sensasi candu bagi yang melakukan dan yang menyaksikan. Perilaku pamer berevolusi seiring revolusi industri ke-4 (game changing). Perilaku pamer ini erat kaitanya dengan materi. Hal ini penting untuk melihat fenomena ini dari kacamata Ekonomi Islam. Jurnal ini memuat informasi yang dielaborasi dalam bentuk kualitatif deskriptif dan kajian literatur. Terutama ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis sebagai filosofi dasar Ekonomi Islam. Faxing bisa jadi sebab juga bisa jadi akibat. Mengapa demikian, sebab hal ini merupakan perilaku manusia. Sebenarnya Ekonomi merupakan bagian terkecil dari kehidupan manusia, namun ini penting tanpa mengesampingkan bidang lainnya. Itu disebut bijak dan membuka pikiran. Dalam jurnal ini juga membahas mengenai Maqashid Syari’ah sebagai pendekatan untuk membahas fenomena flaxing ini. Dalam pandangan Ekonomi Islam, seorang hamba harus paham perihal tujuan penciptaan kemudian bisa tahu langkah dan jalan mana yang harus dilalui. Mengerti aqidah Islam, mengenal diri sendiri, baik hubungan dengan sang pencipta yakni Allah yang Esa, serta benar dan baik interaksinya dengan sesama manusia. Karena aktivitas ekonomi merupakan satu dari banyak muamalah yakni hubungan manusia dengan manusia lainnya.  Kata Kunci: Flaxing,  Ekonomi Islam.

    THE EXISTENCE OF THE SHIDDIQIYAH ORDER OF KALIBAGOR KEBUMEN AND ITS SOCIO-RELIGIOUS INFLUENCE

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang kemunculan tarekat shiddiqiyyah di Desa Kalibagor Kabupaten Kebumen. Permasalahan yang akan dibahas adalah tentang sejarah, dinamika penyebaran, dan pengaruhnya dalam masyarakat. Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini tergolong penelitian sejarah yang secara metodologis dimulai dari pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi data dan historiografi. Adapun metode penggalian data adalah observasi, Interwiew dan dokumentasi dengan menitikberatkan pada sumber primer berupa buku tarekat shiddiqiyyah, Interwiew, dan penelitian terdahulu. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Tarekat Shiddiqiyyah Kalibagor dibawa oleh Kiai Ja’far Shodiq, seorang khodamul ulum sepulangnya dari Pesantren Shiddiqiyyah Ploso Jombang. Masa perkembangan tarekat dimulai dengan berdirinya pesantren MambÄ’ul MubasysyirÄ«n Majma’al Bahroin pada tahun 2001, yang menjadi pusat kegiatan shiddiqiyyah seperti kautsaran dan khalwat. Vonis tarekat ghoiru mu’tabar dan klaim sesat shiddiqiyyah di Kalibagor menjadi cair atas penjelasan dan bukti sanad tarekat. Eksistensi shiddiqiyyah Kalibagor mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial keagamaan seperti dalam pendidikan pesantren, rutinan dzikir kautsaran bersama dan kegiatan santunan anak yatim membawa pengaruh masyarakat lebih agamis. [This research discusses the emergence of shiddiqiyyah orders in Kalibagor Village, Kebumen Regency. The issues that will be discussed are history, the dynamics of its spread, and its influence on society. Based on existing problems, this research is classified as historical research that methodologically starts from topic selection, source collection, verification, interpretation, and historiography. While the method of extracting data through observation, interviews, and documentation by focusing on the primary source in the form of shiddiqiyyah order books, interviews, and previous research. This research resulted in the conclusion that the Kalibagor shiddiqiyyah order was brought by Kiai Ja'far Shodiq, a khodamul ulum, after returning from the Shiddiqiyyah Pesantren Ploso Jombang, the period of development of the order began the establishment of the MambÄ'ul MubasysyirÄ«n Majma'al Bahrain pesantren in 2001 which became the center of shiddiqiyyah activities such as kautsaran and khalwat, the verdict of the ghairu mu'tabar order and the false claims of shiddiqiyyah in Kalibagor became liquid on the explanation and evidence of the order sanad (transmission). The existence of shiddiqiyyah Kalibagor can have a positive impact on the development of religious society is realized in pesantren education, routine dhikr kautsaran together, and orphan compensation activities bring the influence of a more religious society.

    REFLECTION OF HUYULA TIAYO'S VALUE IN WAGE ACCOUNTING PRACTICES: ISLAMIC ETHNOMETHODOLOGY STUDY

    Full text link
    Refleksi Nilai Huyula Tiayo pada Praktik Akuntansi Upah: Studi Etnometodologi Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkonstruksi cara masyarakat Gorontalo mempraktikkan akuntansi upah. Paradigma yang digunakan adalah paradigma Islam, Etnometodologi Islam dipilih sebagai pendekatan penelitian Terdapat lima tahapan analisis data yaitu; amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis upah yang diterima oleh warga saat membantu dihajatan pernikahan, yaitu upah uang dan upah bukan uang. Upah uang diterima melalui cara diberikan langsung oleh pihak yang mengadakan hajatan. Upah bukan uang diterima melalui cara meminta kepada pihak yang mengadakan hajatan. Praktik akuntansi upah tersebut hidup dengan semangat tolong menolong pada pelaksanaan upacara pernikahan atau dalam kebudayaan masyarakat Gorontalo kegiatan tersebut dikenal dengan istilah atau nilai huyula ti’ayo. Nilai yang seirama dengan perintah-Nya dalam Quran Surat Al Maidah ayat 2. Penelitian ini memberikan kontribusi tentang hadirnya konsep praktik akuntansi upah berbasis nilai kearifan lokal masyarakat Gorontalo. [Reflection Of Huyula Tayo's Value In Wage Accounting Practices: Islamic Ethnomethodology Study. The purpose of this study is to construct the way the people of Gorontalo practice wage accounting. The paradigm used is Islam, with an Islamic ethnomethodology approach. There are five stages of data analysis; amal, ilmu, iman, informasi wahyu, and ihsan. The results showed that there were two types of wages received by residents when helping with celebrations; cash and non-monetary wages. Money-type wages are received by way of being given directly by the party holding the celebration. Non-monetary wages are received by asking the party holding the celebration. The practice of accounting for wages lives in the spirit of helping at the wedding ceremony (huyula ti’ayo). Values that are in tune with His commands in Q.S Al Maidah: 2. This research contributes to the existence of the concept of wage accounting practices based on the value of local wisdom of the Gorontalo community

    EFFECT OF GLOBALIZATION ON KOREAN CULTURE WAVE VERSUS ISLAMIC CULTURE: A CASE STUDY

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya Korea dapat berkembang begitu pesat di Indonesia, terutama di Kota Ponorogo dan kedua untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berdampak bagi mahasiswa Islam di Ponorogo setelah masuknya budaya korea ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan, kata-kata yang diucapkan, dan perilaku orang atau objek yang diamati. Data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya diperoleh dari responden beberapa instansi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Ponorogo yang sesuai dengan kriteria dan fokus penelitian ini, baik data wawancara maupun dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya Korea berkembang secara masif melalui komoditas hiburan yang pada akhirnya iklan produk di Indonesia banyak menggunakan artis Korea. Terdapat dampak negatif yang ditimbulkan oleh Korean wave karena mengurangi aktivitas keagamaan mahasiswa muslim, seperti menunda sholat. Lagipula, mereka melihat film Korea dan mengidolakan tokoh Korea secara berlebihan. Dapat disimpulkan dalam kategori sedang, jika kita persentase sekitar 60% dari total responden yang menjawab alasan faktor yang mempengaruhi mereka untuk menjadi penggemar Budaya Korea. [This study aims to analyze how Korean culture can develop so rapidly in Indonesia, especially in Ponorogo City and secondly to analyze what factors impact Islamic students in Ponorogo after the entry of Korean culture. The research method used is qualitative. Qualitative method is research that produces descriptive data in the form of writing, spoken words, and the observed behavior of people or objects. The data used in this study were all obtained from respondents from several institutions at the Islamic Religious College in Ponorogo who fit the criteria and focus of this research, both interview data and documents. The results of this study indicate that Korean culture developed massively through entertainment commodities, which in the end product advertisements in Indonesia used Korean artists a lot. There was a negative impact caused by the Korean wave because it reduced the religious activities of Muslim students, such as postponing prayers. After all, they watch Korean movies and idolize Korean characters excessively. It can be concluded in the medium category, if we take a percentage of around 60% of the total respondents who answered the reasons for the factors that influenced them to become fans of Korean culture.

    Qira'ah Muntijah: Tawaran Model Pembacaan Al-Qur'an Ala Nashr Hamid Abu Zayd

    Full text link
    Setiap populasi masyarakat terdapat tradisi dan budaya masing-masing yang biasa dilakukan dalam peraktek kehidupannya. Pedoman beragama pun sudah sering kali didengar dalam penyesuaiannya dengan budaya setempat itu sendiri, khususnya agama Islam. Dalam hal ini, Nashr Hamid memberikan tawaran model pembacaan Al-Qur’an yang produktif dalam masyarakat berbudaya. Pemahamannya berawal dari teks Al-Qur’an adalah muatan lokal dalam merespon budaya, tentu ini adalah bukti penyesuaiannya pada budaya setempat. Sehingga pembacaan produktif (Qira’ah Muntijah) pada Al-Qur’an juga dipengaruhi oleh budaya lokal yang mampu memberikan kemudahan bagi setiap masyarakatnya. Pembacaan ini memahami Al-Qur’an sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Dengan tujuan menjadikan teks Al-Alqur’an bisa diterima dari sisi budaya manapun. Berkaitan dengan hal tersebut, kajian ini menggunakan metode analisa diskriptif pada gagasan Nashr Hamid untuk review pemahaman teks. Sehingga review pemikiran Nashr Hamid tersebut mampu memberikan tawaran produktif dalam melihat fenomena masyarakat dalam mempraktikkan pembacaan dan pemahamannya pada teks al-Quran. [Each population has its own traditions and cultures that are commonly practiced in the context of their lives. Religious guidelines have often been heard in their adjustment to the local culture itself, especially Islam In that case, Nashr Hamid gives a model of reading the Qur'an productively in a cultured society. His understanding that the text of the Qur'an is a local content in response to culture, of course it is evidence of his adjustment to the local culture that is able to provide convenience for each society. So that the productive reading (Qira'ah Muntijah) in the Qur'an is also influenced by local culture that is able to provide convenience for each of its people. This reading will understand the Qur'an according to the needs of the surrounding environment. Related to the above, this study uses a method of discrete analysis of the idea of Nashr Hamid in the review of text comprehension. So that the review of Nashr Hamid's thinking is able to provide a productive offer in seeing the phenomenon of society in practicing its reading and understanding on the text of the Quran.]Sebuah populasi masyarakat memiliki tradisi dan budaya masing-masing untuk diamalkan dalam kehidupannya. Pedoman dalam beragama pun sudah sering kali didengar dalam penyesuaiannya pada budaya setempat itu sendiri, khususnya agama Islam. Dalam hal itu, Nashr Hamid Abu Zayd memberikan tawaran model pembacaan al-Qur’an yang sesuai. Pemahamannya yang berawal bahwa teks al-Qur’an adalah muatan lokal dalam merespon budaya, tentu itu adalah bukti penyesuaiannya pada budaya setempat. Sehingga pembacaan produktif (Qira’ah Muntijah) pada al-Qur’an juga dipengaruhi oleh budaya lokal yang mampu memberikan kemudahan bagi setiap masyarakatnya. Pembacaan ini akan memahami al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Terkait hal di atas, kajian ini menggunakan metode diskriptif atas gagasan Nashr Hamid pada pemahaman teks. Meskipun begitu, pendekatan konstruktif tersebut memiliki peran penting dalam melihat fenomena masyarakat dalam mempraktikkan pembacaan dan pemahamannya dalam memahami teks al-Quran

    AN ANALYSIS OF ISLAMIC BOARDING SCHOOL STRATEGY IN EMPOWERING THE ECONOMY OF THE SOCIETY DURING COVID 19 PANDEMIC: A STUDY AT RAUDHATUL ULUM SAKATIGA ISLAMIC BOARDING SCHOOL, SOUTH SUMATERA

    Full text link
    Kondisi pandemi Covid-19 yang meluas saat ini mengancam dan berdampak pada perekonomian masyarakat kelas bawah. Dimana harga pangan naik dan permintaan pasar meningkat dalam skala nasional. Pesantren dengan kegiatan pendidikan dipandang mampu memberikan nafas dan kehidupan bagi masyarakat sekitar, sehingga perlu mengkajinya agar dapat memperoleh manfaat melalui suatu kajian. Masalah yang diteliti adalah; 1) eksplorasi program pemberdayaan ekonomi Pondok Pesantren Raudhatul Ulum sebagai potensi pemulihan ekonomi 2) relevansi prinsip-prinsip pemberdayaan ekonomi syariah dalam program pemberdayaan pemulihan ekonomi di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum. Hasilnya adalah: 1) Program digulirkan; Wisata islami, penyediaan penginapan, laundry, pengadaan makanan, kerjasama penyediaan kantin, pelayanan outbond, penyediaan sarana olahraga berupa lapangan futsal dan gedung olah raga, pelaksanaan agribisnis, permodalan dan kerjasama di bidang pertanian, penyediaan air mineral. 2) Program-program tersebut relevan untuk dilaksanakan di lingkungan lembaga pendidikan sebagai pusat roda pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi covid 19. Program ekonomi adalah program yang dilandasi nilai-nilai keadilan, mas'uliyah atau tanggung jawab, dan takaful, dengan tujuan program ekonomi adalah pemulihan ekonomi, ekonomi kelembagaan yang sehat, dan masyarakat yang sejahtera. Kata kunci: Pesantren; Pemberdayaan ekonomi; Covid-19 Abstract:The current condition of the widespread Covid-19 pandemic threatens and has an impact on the economy of the lower class. Where food prices rise and market demand increases on a national scale. Islamic boarding schools with educational activities are seen as being able to provide breath and life for the surrounding community, so it is necessary to study them in order to obtain the benefits through a study. The problems studied are; 1) exploration of the economic empowerment program of the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School as a potential for economic recovery 2) the relevance of the principles of Islamic economic empowerment in the economic recovery empowerment program at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School. The results are: 1) The program is rolled out; Islamic tourism, provision of lodging, laundry, food procurement, cooperation in providing canteens, outbound services, provision of sports facilities in the form of futsal fields and sports halls, implementation of agribusiness, capital and cooperation in agriculture, provision of mineral water. 2) The programs is relevant to be implemented within educational institutions as the center of the community's economic recovery wheel during the covid 19 pandemic. The economic program is a program based on the values of justice, mas'uliyah or responsibility, and takaful, with the aim of the economic program being a recovering economy, a healthy institutional economy , and a prosperous society. Keywords

    DEVELOPING RELIGIOUS VALUES-BASED READING MATERIALS IN INTENSIVE COURSE FOR ISLAMIC HIGHER EDUCATION

    Full text link
    Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan bacaan berbasis nilai-nilai agama dalam mata kuliah intensif yang dapat diterapkan secara tepat bagi mahasiswa baru Jurusan Bahasa Inggris InstitutAgama Islam Negeri Ponorogo. Perlu penelitian, merancang bahan bacaan, validasi profesional, merevisi bahan, menguji bahan, dan merevisi bahan semuanya digunakan dalam laporan ini. Mahasiswa diberikan angket dan diwawancarai oleh dosen pengajar dalam melakukan studi kebutuhan. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa setuju untuk mengembangkan bahan bacaan berbasis agama yang sesuai dengan jurusannya dan menyusun bahan sesuai dengan tingkat kesulitannya. . Validasi ahli menunjukkan bahwa materi yang dikembangkan memiliki kekuatan dan keterbatasan tertentu dan bahwa materi yang kurang baik perlu diperbarui. Bukti yang diperoleh dari penggunaan bahan-bahan yang dikembangkan oleh siswa menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut secara efektif membantu siswa dalam mempelajari keterampilan membaca dan komponen bahasa. Bukti pengamatan menunjukkan bahwa siswa terlibat secara positif selama uji coba. Salah satu alasannya adalah bahwa tema yang diperdebatkan menarik dan relevan dengan bidang konten utama siswa. Selanjutnya, kegiatan siswa akan membantu mereka membuka kesadaran mereka tentang topik dan keterampilan bahasa mereka. Berdasarkan hasil uji coba, beberapa perubahan dilakukan pada materi untuk meningkatkan dan akhirnya memenuhi tuntutan siswa. [This research and development aim to develop religious values-based reading materials in an intensive course that can be appropriately applied for freshmen of English Department of InstitutAgama Islam NegeriPonorogo. Need research, designing reading materials, professional validation, revising the materials, testing out the materials, and revising the materials were all used in this report. Students were given questionnaires and interviewed by a college instructor in conducting a need study.The needs analysis shows that the vast majority of the students agree to develop religious-based reading materials suitable for their department and arrange the materials according to the degree of their difficulty. The expert validation shows that the developed materials have particular strengths and limitations and that the poor ones need to be updated. The evidence obtained from the students' use of the developed materials indicates that they effectively assist students in learning reading skills and language components. Observational evidence suggests that the students were positively engaged during the tryout. One reason is that the themes being debated are engaging and relevant to the students' main content areas. Furthermore, the students' activities will help them unlock their awareness of the topics and their language skills. Based on the trial results, some changes are made to the materials to improve and finally meet the students' demands.

    NILAI-NILAI AJARAN TASAWUF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

    No full text
    Kekerasan dalam rumah tangga diartikan sebagai tindak kejahatan yang konteksnya suatu hubungan yang intim. Baik kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, emosional, seksual ataupun terlantarnya anggota keluarga. Islam memerintahkan para suami agar memperlakukan istri dengan cara yang baik. Islam juga mengajarkan  etika dan moral serta dibenarkan oleh syar’i. Peneliti memfokuskan tentang nilai-nilai tasawuf sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, sehingga rumusan masalahnya antara lain: (1) Apa pengertian kekerasan dalam rumah tangga? (2) Apa saja faktor-faktor kekerasan dalam rumah tangga? (3) Bagaimana dampak kekerasan dalam rumah tangga? (4) Bagaimana nilai-nilai ajaran tasawuf sebagai pencegah kekerasan dalam rumah tangga?. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan (library research) dalam hal ini peneliti menentukan literatur-literatur yang ada korelasinya dengan peran tasawuf terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yakni penguraian secara teratur seluruh konsep yang ada masih berkaitan dengan pembahasan. Penerapan nilai-nilai tasawuf seperti muhasabah, qanaah, ridha, sabar dan syukur dalam kehidupan sehari-hari akan membuat rumah tangga kedalam keluarga yang baik dan menghindarkan dari pertikaian. [Domestic violence is defined as a crime in the context of an intimate relationship. Both violence in the form of physical, psychological, emotional, sexual or neglected family members. Islam commands husbands to treat their wives in a good manner. Islam also teaches ethics and morals and is justified by syar'i. The researcher focuses on the values of Sufism as an effort to prevent domestic violence, so that the formulation of the problem includes: (1) What is the meaning of domestic violence? (2) What are the factors of domestic violence? (3) What is the impact of domestic violence? (4) What are the values of Sufism as a deterrent to domestic violence? The type of research used in this study is library research, in this case the researcher determines the literature that has a correlation with the role of Sufism on domestic violence. This study uses a qualitative approach with the method used is descriptive analysis, namely the regular breakdown of all existing concepts that are still related to the discussion. The application of Sufism values such as muhasabah, qanaah, ridha, patience and gratitude in daily life will make the household into a good family and avoid conflict.]Kekerasan dalam rumah tangga diartikan sebagai tindak kejahatan yang konteksnya suatu hubungan yang intim. Baik kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, emosional, seksual ataupun terlantarnya anggota keluarga. Islam memerintahkan para suami agar memperlakukan istri dengan cara yang baik. Islam juga mengajarkan  etika dan moral serta dibenarkan oleh syar’i. Peneliti memfokuskan tentang nilai-nilai tasawuf sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, sehingga rumusan masalahnya antara lain: (1) Apa pengertian kekerasan dalam rumah tangga? (2) Apa saja faktor-faktor kekerasan dalam rumah tangga? (3) Bagaimana dampak kekerasan dalam rumah tangga? (4) Bagaimana nilai-nilai ajaran tasawuf sebagai pencegah kekerasan dalam rumah tangga?. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan (library research) dalam hal ini peneliti menentukan literatur-literatur yang ada korelasinya dengan peran tasawuf terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yakni penguraian secara teratur seluruh konsep yang ada masih berkaitan dengan pembahasan. Penerapan nilai-nilai tasawuf seperti muhasabah, qanaah, ridha, sabar dan syukur dalam kehidupan sehari-hari akan membuat rumah tangga kedalam keluarga yang baik dan menghindarkan dari pertikaian. [Domestic violence is defined as a crime in the context of an intimate relationship. Both violence in the form of physical, psychological, emotional, sexual or neglected family members. Islam commands husbands to treat their wives in a good manner. Islam also teaches ethics and morals and is justified by syar'i. The researcher focuses on the values of Sufism as an effort to prevent domestic violence, so that the formulation of the problem includes: (1) What is the meaning of domestic violence? (2) What are the factors of domestic violence? (3) What is the impact of domestic violence? (4) What are the values of Sufism as a deterrent to domestic violence? The type of research used in this study is library research, in this case the researcher determines the literature that has a correlation with the role of Sufism on domestic violence. This study uses a qualitative approach with the method used is descriptive analysis, namely the regular breakdown of all existing concepts that are still related to the discussion. The application of Sufism values such as muhasabah, qanaah, ridha, patience and gratitude in daily life will make the household into a good family and avoid conflict.

    PERSEPSI GURU TENTANG ISLAM RAHMATAN LIL ”˜ALAMIN DAN DAMPAKNYA TERHADAP NASIONALISME PELAJAR

    Full text link
    Guru merupakan salah satu faktor kunci dalam pembentukan pembentukan sikap pelajar. Corak pemahaman keislaman yang dimiliki guru, umumnya tidak hanya diekspresikan dalam praktik teologis, namun mempengaruhi sikap dirinya dalam berbangsa dan bernegara serta proses transmisi kepada pelajar. Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi guru di Jawa Barat terkait konsep Islam berwawasan rahmatan lil ”˜alamin serta dampak persepsi guru terhadap sikap nasionalisme pelajar di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui google form dan proses analisis data menggunakan analisis deskriptif. Responden guru dan pelajar berasal dari sekolah yang sama, berasal dari jenjang SMP dan SLTA di Jawa Barat. Penelitian terhadap persepsi guru terhadap konsepsi Islam berwawasan rahmatan lil alamiin dilihat  dari 3 aspek yaitu persepsi terhadap konsep teologis, urgensi penerapan dan manfaat. Adapun sikap nasionalisme pelajar dilihat dari tujuh indikator meliputi; bangga sebagai bangsa Indonesia, cinta tanah air dan bangsa, menerima dan menghargai kemajemukan, bangga pada budaya yang beraneka ragam, menghargaai jasa para pahlawan dan mengutamakan kepentingan bangsa. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa mayoritas guru memiliki pandangan positif terhadap konsepsi Islam berwawasan rahmatan lil alamiin dan berdampak terhadap sikap nasionalisme pelajar. [The teacher is one of the key factors in shaping student attitudes. The style of Islamic understanding that the teacher has is generally not only expressed in theological practice, but affects his attitude in the nation and state as well as the process of transmission to students. The research objective in this article is to describe the perceptions of teachers in West Java regarding the concept of Islam with the insight of rahmatan lil 'alamin and the impact of teacher perceptions on the nationalism attitude of students in West Java Province. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through google form and the data analysis process uses descriptive analysis. Teacher and student respondents come from the same school, come from the junior and senior high school levels in West Java. Research on teachers' perceptions of the Islamic concept with rahmatan lil alamin insight is seen from 3 aspects, namely perceptions of theological concepts, urgency of application and benefits. As for the attitude of student nationalism, seen from seven indicators, they are; proud to be the nation of Indonesia, love the country and the nation, accept and appreciate diversity, be proud of diverse cultures, value the services of heroes and put the interests of the nation first. The results of this study found that the majority of teachers have a positive view of the concept of Islam with the insight of rahmatan lil alamin and have an impact on the nationalism of students.

    202

    full texts

    229

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇