Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
Not a member yet
    229 research outputs found

    THE ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN HOMESCHOOLING: EXAMINING THE CURRICULUM, INTERACTION PATTERNS, AND LEARNING EVALUATION

    Full text link
    This paper investigates the implementation of Islamic religious education within the homeschooling environment, focusing on curriculum, interaction patterns, and evaluation. Homeschooling provides an alternative for parents to educate their children at home, allowing them to serve as primary educators, particularly in religious education, which is crucial for building a strong moral and spiritual foundation from an early age. This foundation is essential for shaping individuals who are morally grounded and prepared to face life's challenges. The paper employs a qualitative approach with a descriptive analytical method to gain a comprehensive understanding of how Islamic education is implemented in homeschooling settings. The findings reveal three key aspects: first, the Islamic religious education curriculum in homeschooling must be adapted from formal education models, requiring parents to customize it to their children's needs; second, effective interaction patterns between parents and children are essential for a supportive learning environment; and third, continuous evaluation is critical for assessing the effectiveness of the education, measuring goal achievement, and identifying areas for improvement. This research contributes to the field of education by providing a comprehensive understanding of how Islamic religious education can be effectively implemented in a homeschooling context. The study highlights the importance of fostering supportive interaction patterns and establishing robust evaluation methods to ensure the effectiveness of religious education at home

    Nilai-Nilai Keluarga Sakinah Dalam Tradisi Begalan Banyumasan

    Full text link
    This research is based on the belief of the Banyumasan people in the tradition in their marriage customs. In the marriage ceremony of this community is known the tradition of the first grandson or daughter-in-law. It is intended as a refusal for both brides in the future family life and as a counsel for both. The ball is played by Joko Sengkolo and Joko Kelheng, both of whom play the ball in a dialogue of humor, with the instrument of the ball as a medium of transformation of the symbolic values contained in it. From the sociological side of its meaning, this tradition has fulfilled the nine functions of the family: religious, biological, caring, education, economics, protection, socialization, recreation, and family status. If both brides can follow this long tradition, the family functions will go well and the family will be peaceful, happy, and prosperous. The focus of this research consists of two issues: 1) the process of implementation of the traditions of begal in the Bathroom marriage and its symbols; and 2) the analysis of the values of the family begal contained in the bathroom marital tradition

    THE MEMORISATION CURRICULA IN THE ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS

    Full text link
    Pertanyaan apakah menghafal itu penting atau tidak akhir-akhir ini mendapat perhatian besar. Pakar pendidikan telah mengajukan berbagai argumen, baik yang mendukung maupun menentang, namun pendapat para pendidik Islam belum didengarkan. Dengan menelusuri perkembangan teknik hafalan di lembaga pendidikan Islam sejak masa Ottoman hingga saat ini di Indonesia, tulisan ini berupaya untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Isu krusial kedua yang diangkat dari analisis literatur ini adalah terdepresiasinya penghafal Al-Qur'an akibat meningkatnya jumlah rumah tangga tahfidz di Indonesia belakangan ini. Ringkasnya, artikel ini mengemukakan tiga poin penting: Pertama, kurikulum pendidikan Islam kini memasukkan hafalan sebagai strategi pembelajaran dan akan selalu demikian. Kedua, menghafal tidak secara inheren mendiskualifikasi proses pemahaman. Pertentangan antara kedua konsep ini hanyalah salah satu contoh bagaimana cara berpikir kita dikaburkan oleh perbedaan ontologi sistem pendidikan Islam dan Eropa. Ketiga, cita-cita luhur seorang Muslim untuk mewujudkan Al-Qur'an dalam dirinya telah menjadi ciri khas lembaga pendidikan Islam selama berabad-abad dan terancam punah. Ketiga kesimpulan ini berkaitan dengan peningkatan setidaknya dua metodologi pengajaran dalam pendidikan Indonesia: kebutuhan untuk mempertahankan sistem pendidikan yang asli dari lembaga pendidikan Islam dan keberlanjutan tingkat pendidikan Islam.The question of whether memorizing things is essential or not has recently gained substantial attention. Education specialists have offered a range of arguments, both for and against, but Islamic educators' opinions have not been heard. By tracking the development of memorization techniques in Islamic educational institutions from the Ottoman era to the present day in Indonesia, this essay seeks to address this gap. The second crucial issue brought up by this literature analysis is the depreciation of memorizing the Qur'an as a result of the recent increase in tahfidz households in Indonesia. In summary, this article makes three crucial points: First, the Islamic educational curriculum now incorporates memorization as a learning strategy and always will. Second, memorization does not inherently disqualify the understanding process. The conflict between these two concepts is just one example of how our way of thinking is clouded by the divergent ontologies of the Islamic and European educational systems. Third, the lofty goal of a Muslim embodying the Qur'an inside himself or herself has been the hallmark of Islamic educational institutions for centuries and is in risk of disappearing. These three conclusions are pertinent to the promotion of at least two instructional methodologies in Indonesian education: the need to maintain an educational system that is native to the womb of Islamic educational institutions and the sustainability of Islamic educational levels

    ANALISIS KRITIS PERKEMBANGAN BSI PASCA MERGER

    Full text link
    Bank Syariah Indonesia is the result of a merger of 3 Islamic banks which aims to improve Sharia finance in Indonesia. This merger is expected to be able to provide a new choice of financial institutions for the community as well as being able to encourage market share growth in Islamic Banks. In addition, this bank is also expected to become a global player in Islamic banking considering that Indonesia has great potential in realizing this. After the merger has been running for less than 3 years, it is necessary to see the effectiveness of BSI's presence for the development of Indonesian Islamic banking. Both in terms of concrete steps to realize the motivation for the merger, as well as by looking at its financial performance. This research uses a descriptive qualitative method to describe the effectiveness of BSI for Islamic banking in Indonesia, with a library research analysis approach related to the study of the object of this research. The result of the research is within a period of 3 years BSI took various steps to realize the motivation for the bank merger, one of which was by increasing the products offered so that they could reach the Indonesian people more broadly. BSI's financial performance based on ROA and ROE ratio analysis can also be categorized as healthy, with fluctuating developments from the beginning of its establishment. This shows BSI's effective steps for the development of Islamic banking in Indonesia

    MERAWAT KEBERAGAMAN SOSIAL PESANTREN AL-ISLAM JORESAN MELALUI PERAN KONSULAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membahas urgensi konsulat yang terletak di pondok pesantren Al-Islam Joresan. Konsulat merupakan salah satu terobosan dalam menjaga keberagaman sosial pesantren yang mahasiswanya berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Pesantren merupakan aset pendidikan yang dapat bertahan hingga era modern ini. Sehingga pesantren selalu berusaha mempertahankan eksistensinya dan mentransformasi sistem untuk memberikan kehidupan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, yakni penelitian yang datanya dianalisis dengan memperbanyak informasi, mencari relasi dan menemukan pola berdasarkan data sesungguhnya tentang keragaman sosial pesantren dan keberadaan konsulat di Al-Islam Joresan. Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi di lokasi penelitian. Temuan dalam penelitian ini adalah keragaman sosial pesantren di Al-Islam Joresan, urgensi, fungsi dan dampak peran konsulat terhadap keragaman sosial pesantren Al-Islam Joresan

    HISTORIOGRAFI ISLAM KLASIK: METODOLOGI, SEJARAWAN DAN KARYANYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang metodologi yang digunakan oleh sejarawan Islam dalam mengembangkan kepenulisan sejarah Islam atau historiografi Islam pada masa klasik. Hasil penelitian didapatkan bahwa penulisan sejarah Islam klasik awalnya belum dipengaruhi oleh tradisi luar, seperti Persia atau Yunani. Setelah kedua kebudayaan tersebut tersebar dan menjadi suatu kebudayaan yang didukung oleh pihak khalifah, penulisan sejarah Islam klasik mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Beberapa tema penting yang diangkat dalam historiografi Islam klasik di antaranya maghazi, sirah, ansab, Tarikh al-alam, dan Futuhat. Sementara metodologi yang berkembang dan digunakan dalam penulisan sejarah Islam klasik yaitu riwayat, dirayat, hawliyat, dan maudhuiyat. Masing-masing metodologi memiliki coraknya tersendiri dengan basis landasan ilmiah, bahkan metodologi sejarah yang dikembangkan oleh para akademisi tidak terlepas dari pengaruh metodologi sejarah Islam

    MASA TADWIN ISLAM JAWA (Mengungkap Konstruksi Tadwin Islam Jawa Pada Masa Walisongo)

    Full text link
    Tadwin dalam ilmu Islam di Nusantara ini berlangsung sekitar awal abad ke 14. Tadwin itu mengusung satu konsep Islam, yang sering dinarasikan sebagai asli babak baru Jawa. Namun anehnya, peralihan itu justru menciptakan dominasi dari orang Campa ke pribumi. Dari persoalan ini, tulisan ini akan memfokuskan pada kekuasaan Islam. rumusan masalahnya antara lain Pertama, bagaimana problematika historis yang mengitari lahirnya karya-karya pemikiran masa sastra Islam yang menjadi pintu lahirnya masa tadwin era Islam Jawa? kedua, Bagaimana konstruksi tadwin Islam era Baru dalam babakan sejarah Jawa, yang telah dikonstruksi oleh Walisongo dalam sastra Islam? Tujuan pembahasannya pertama, mengungkap aspek problematika yang mengirinya lahirnya karya sastra Islam. pembahasan ini akan mengarahkan pada situasi politik yang ada pada masa itu.. Kedua, mengungkap tentang konstruksi ilmu-ilmu ke-Islaman sebagai masa peralihan dari masa Jawa ke Islam. Untuk pembahasannya kami akan menggunakan pendekatan Post-Kolonial Ashis Nandy

    ANALISIS SISTEM PERADILAN AGAMA DI NEGARA KUWAIT DAN PELAKSANAANYA

    Full text link
    AbstractKuwait is a country with a majority Muslim population and is one of the largest oil producing countries in the world. As a country rich in agricultural products. Kuwait is considered a strategic country so many foreign countries are trying to control Kuwait. The legal system in Kuwait currently is a combination of British common law, French civil law, Egyptian civil law and Islamic law (Shariah) by implementing Sharia Law for its civil law. This research aims to find out and understand the development of the justice system in the State of Kuwait. The method used in this research uses library research, which is a data collection technique by reviewing various library literature, including journals, books, magazines and other data sources, with the aim of connecting the results obtained from these various sources. The results of this research discussion are that, however, there are two separate legal systems in Kuwait. The first system is based on Sharia, or Islamic law originating from the Koran. Sharia courts handle family and personal matters, and laws are rarely codified. Within each of the three levels of courts, special boards or tribunals are created to adjudicate civil, criminal, commercial/financial, administrative, and personal status matters, and the courts may establish additional special councils or tribunals as needed.AbstrakKuwait termasuk negara dengan mayoritas penduduknya Muslim dan menjadi salah satu negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia. Sebagai negara yang kaya akan hasil bumi. Kuwait dianggap sebagai negara yang strategis sehingga banyak negara luar yang berupaya untuk menguasai Kuwait. Sistem hukum di negara Kuwait pada saat ini merupakan perpaduan British common law, French civil law, Egyptian civil law dan hukum Islam (Syariah) dengan menerapkan Undang-Undang Syari’at bagi hukum perdatanya. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui serta untuk pemahaman mengenai perkembangan sistem peradilan yang ada di Negara Kuwait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan Studi Kepustakaan (Library Research) yang merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap berbagai literatur-literatur pustaka diantaranya jurnal, buku, majalah,maupun sumber data lainnya, dengan tujuan menghubungkan hasil yang didapatkan dari berbagai sumber tersebut. Adapun hasil dari pembahasan penlitian ini yaitu Namun, ada dua sistem hukum yang terpisah di Kuwait. Sistem pertama didasarkan pada Syariah, atau hukum Islam yang bersumber dari Al- Qur'an. Pengadilan Syariah menangani masalah keluarga dan pribadi, dan hukum jarang dikodifikasi. Dalam masing-masing dari tiga tingkat pengadilan, dewan atau majelis khusus dibuat untuk mengadili masalah perdata, pidana, komersial/keuangan, administrasi, dan status pribadi, dan pengadilan dapat membentuk dewan atau majelis khusus tambahan sesuai kebutuhan

    INDIVIDUAL BEHAVIOUR FORMED BY ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN INDONESIA: ANALYSIS-DESCRIPTIVE STUDY

    Full text link
    This research will examine how organizational institutions influence the formation of individual behaviour, while many other studies emphasize how individual behaviour influences organizational culture. This research will provide a broader picture of the factors that influence the formation of individual behaviour, especially from the perspective of organizational institutions. The method used in this research is a literature study, which collects data through written sources such as relevant journals and books. Data analysis was done using descriptive analysis, looking for patterns and finding themes from the collected materials. This study concludes (1) Islamic educational institutions in Indonesia can shape the biographical character of moderate Indonesian Islam, (2) Islamic educational institutions in Indonesia seek to shape individual behaviour that has the expected abilities following Islamic teachings and principles, (3) Islamic educational institutions in Indonesia strive to form positive personalities, namely individuals who have integrity, professionalism, innovation, responsibility and exemplary. (4) The process of behaviour change that occurs in Islamic educational institutions in Indonesia can occur through social interaction, understanding of Islamic teachings, and the relationship between individual behaviour and the consequences it produces. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana institusi organisasi mempengaruhi pembentukan perilaku individu, sementara banyak penelitian lain yang menekankan bagaimana perilaku individu mempengaruhi budaya organisasi. Penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku individu, terutama dari sudut pandang institusi organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu pengumpulan data melalui sumber tertulis seperti jurnal dan buku yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, mencari pola dan menemukan tema dari bahan yang dikumpulkan. Penelitian ini menyimpulkan (1) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat membentuk karakter biografi Islam Indonesia yang moderat, (2) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia berupaya membentuk perilaku individu yang memiliki kemampuan yang diharapkan sesuai dengan ajaran dan prinsip Islam, (3) Pendidikan Islam institusi di Indonesia berupaya untuk membentuk pribadi-pribadi positif, yaitu individu-individu yang mempunyai integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. (4) Proses perubahan perilaku yang terjadi pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat terjadi melalui interaksi sosial, pemahaman ajaran Islam, dan hubungan antara perilaku individu dengan akibat yang ditimbulkannya

    INTERNALIZATION OF RELIGIOUS MODERATION VALUE THROUGH FATHUL KUTUB PROGRAM FOR 6 GRADE STUDENTS AT AL IMAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL PONOROGO

    Full text link
    Radikalisme dan ekstremisme bermula dari cara keagamaan yang eksklusif dan fanatisme dalam mazhab. Pesantren/pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia pun tak luput dari berbagai stigmatisasi karena dianggap sebagai tempat persemaian pemahaman agama yang tidak moderat. Pondok Pesantren Al-Iman yang berlokasi di Ponorogo, Jawa Timur, aktif melakukan internalisasi nilai moderasi beragama sebagai salah satu upaya menghilangkan stigma tersebut. Salah satunya dilaksanakan dengan program Fathul Kutub yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 KMI (setingkat aliyah kelas 3). Dengan menggunakan jenis penelitian lapangan dan penggalian data melalui wawancara, diperoleh dua kesimpulan. Pertama, pada program Fathul Kutub, mahasiswa dibiasakan mempelajari kasus-kasus kontemporer yang dikontekstualisasikan dengan menggunakan berbagai referensi buku, baik klasik maupun kontemporer. Agar santri terbiasa menyikapi perbedaan pendapat yang disebabkan oleh perbedaan referensi dan menekankan bahwa tidak ada kebenaran tunggal dalam madzhab. Kedua, tahapan analisis kajian pada program Fathul Kutub terdiri atas; seminar tentang metodologi interpretasi; analisa masalah; presentasi hasil analisis. Program tersebut merupakan bukti nyata kontribusi pesantren al-Iman dalam menghalau paham radikal dengan pendekatan Islam moderat. Dampak dari program tersebut, hingga saat ini belum ada satu pun alumni Pondok Pesantren al-Iman Ponorogo yang terafiliasi dengan organisasi transnasional radikal. Radicalism and extremism originated from an exclusive religious way and fanaticism in madhab. Pesantren/boarding school as the oldest educational institution in Indonesia has not escaped from various stigmatizations because it is considered a nursery for immoderate religious understanding. Al-Iman Islamic Boarding School located in Ponorogo, East Java, actively internalizes the value of religious moderation as one of the efforts to eliminate the stigma. One of them is carried out with Fathul Kutub program which must be followed by all students of 6th grade KMI (at the same level as 3rd grade aliyah). By using this type of field research and data mining through interviews, two conclusions were obtained. First, in Fathul Kutub program, students are accustomed to study contemporary cases that are contextualized using various book references, both classical and contemporary. So that students are accustomed to dealing with differences of opinion caused by differences in references and emphasizing that there is no single truth in madhhab. Second, the stages of study analysis in the Fathul Kutub program consist of; seminar on interpretation methodology; problem analysis; presentation of analysis results. The program is clear evidence of the contribution of al-Iman Islamic boarding school in dispelling radical understanding with a moderate Islamic approach. The impact of the program, until now there is not a single alumni of the al-Iman Ponorogo Islamic Boarding School affiliated with radical transnational organizations

    202

    full texts

    229

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇