Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
Not a member yet
229 research outputs found
Sort by
STUDENTS’ SCHEMATA ACTIVATION IN EXTENSIVE READING AT STAIN PONOROGO
This study was aimed at investigating the extent to which the lecturer employed strategy and occupied effective classroom language to assist students’ schemata activation on Extensive Reading class at English DepartmentSTAIN Ponorogo. To meet with the objectives, qualitative case study formed the methodological basis of this present research involving an extensive reading lecturer as the research subject with one of her respective classes consisted of 32 students of fourth semester. The data were derived from lecturer’s utterances (verbal) and body language (nonverbal). Those data were obtained from the transcripts of the recorded lecturer’s utterances during two periods of meeting, and notetaking taken from observations and interviews. The results revealed that the lecturer used to employ questioning technique to activate students’ schemata. Various strategies were predominantly occupied in lecturer’s questioning behaviors to engage students in questionanswer activities, such as probing, redirecting and reinforcement. Generally, those strategies were observed not only to provide motivation and focus students’ attention towards the topic being discussed, but also to give a wide chance of opportunity for them to recall their prior knowledge and ease them to predict the content of reading texts they were going to read. Besides, the language the lecturer used under this investigation was fairly fulfilled the requirements to be communicative as some communicative features of talks were utilized properly, such as referential questions, content feedback, and speech modification to optimize students’ participation and performance in the process of reading
HETEROGENEOUS PERUNDANG-UNDANGAN HUKUM PERKAWINAN NEGARA-NEGARA MUSLIM MODERN
Realitas perbedaan dalam menerapkan hukum Islam dalam konteks perundang-undangan hukum perkawinan di antara negara muslim modern tak terbantahkan bahkan ada yang bertolak belakang. Tunisia dan Turki misalnya, telah mempraktikkan hukum Islam dengan sangat liberal, hal ini tidak bisa dipisahkan dengan konteks historis perjalan an sejarah kedua negara dalam mengaplikasikan hukum dalam kehidup an masyarakat bangsa. Berbanding terbalik dengan dua negara di atas, Arab Saudi, Emirat Arab, Bahrain, masih memakai aplikasi hukum Islam sebagaimana yang ada dalam kitab fikih anutan mereka. Di tengah di antara dua arus itu muncul banyak negara yang men coba melakukan aplikasi hukum di negara masing-masing dengan men coba menjembatani antara kebutuhan anyar yang mendesak dan kekaya an diri yang masih ber fungsi, dan ini banyak dianut oleh negara bangsa muslim modern pada umumnya. Untuk itu, maka urgen meng kaji ke beragaman (heterogeneous) perundangundangan hukum keluarga negaranegara muslim modern ketika merespon arus atau isuisu modernisasi. Penelitian ini adalah penelitian literer atas perundangundangan hukum perkawinan, dengantiga metode yang digunakan, yaitu: metode talfiq, tahyir, dan siyasah syar’iyyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman perundangundangan hukum per kawinan di negaranegara muslim modern tak terbantahkan karena beberapa hal. Pertama, sebab keragaman dalam tujuan (proses) pem baruan hukum keluarga di tiap-tiap negara muslim. Kedua, sebab ke ragaman metode yang dipakai dalam merumuskan perundangundangan hukum keluarga di negara-negara muslim modern. Ketiga, sebab keragaman dalam aplikasi materi perundangundangan hukum keluarga negara muslim modern
SENGKETA KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH DI KABUPATEN PONOROGO
Fungsi dan manfaat tanah sangat penting bagi kehidupan manusia, hal ini dapat dilihat dari banyaknya sengketa tanah yang sejak dahulu telah menjadi realitas sosial dalam setiap masyarakat meskipun dalam bentuk dan identitasnya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan analisa data menggunakan model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan sengketa yang terjadi dimasyarakat bermacam-macam antara sengketa warisan, hibah dan jual beli tanah; faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya sengketa tanah secara umum di antaranya nilai ekonomis tinggi; kesadaran masyarakat meningkat; tanah tetap, penduduk ber tambah; kemiskinan. Penyelesaian sengketa dalam masyarakat secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua macam cara yaitu melalui melalui pengadilan (litigasi) dan di luar pengadilan (non litigasi). Penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang sering dilakukan masyarakat meliputi melibatkan dua atau lebih pihak yang berkepentingan (negoisasi), proses penyelesaian sengketa di mana para pihak yang berselisih memanfaatkan bantuan pihak ketiga yang independen sebagai mediator (penengah) dan melibatkan lebih dari dua pihak yang tugasnya membantu pihak yang berperkara dengan cara mencari jalan keluar secara bersama (fasilitasi)
TREND MASYARAKAT GLOBAL DALAM PEMILIHAN PASANGAN & PERKAWINAN ANTAR RAS PRESPEKTIF UMUM DAN ISLAM
Arus perkembangan teknologi termasuk informasi tak terbendung lagi. Seiring dengan arus informasi serta beragam kemudahan fitur yang diusungnya, ia membawa pada hal yang problematik yang tidak terpikirkan sebelumnya. Teknologi internet melalui fiturfitur layanan komunikasi sosial yang disediakan membawa pada hubungan sosial antar manusia dalam bentuk yang relatif baru dengan menyisihkan konsep jarak, ruang dan waktu. Facebook, email, situs layanan perjodohan, matrimonial telah membawa kelompok manusia berada di ruang geografis, ras, kebangsaan, serta keyakinan agama yang berbeda dalam sebuah komunikasi cukup intens dan hubungan sosial baru serta bertujuan tidak saja sekedar untuk berteman tetapi untuk mencari pasangan, bahkan berlanjut pada sebuah perkawinan antar ras baik dalam pengertian wilayah, fisik, biologis, linguistik, atau geografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan interdisipliner baik sains ataupun agama dengan menggunakan analisa diskriptif yang mencoba untuk mengeksplorasi seberapa besar (prosentasi) trend kecenderungan masyarakat global dalam memilih pasangan dan melakukan perkawinan
ANALISIS RENTABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
Rentabilitas bank merupakan salah satu faktor untuk menilai kinerja sebuah bank. Faktor ini bertujuan untuk melihat sejauh mana ke mampuan bank untuk menghasilkan laba. Artikel ini berusaha meng analis rentabilitas bank umum syariah di Indonesia pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan meneliti bank yang berjenis Bank Umum Syariah (BUS) dan yang di teliti adalah semua Bank Umum Syariah yang beroperasi pada tahun 2011 yang berjumlah 11 BUS. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata rasio NOM bank syariah pada tahun 2011 sebesar 1,90%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 3. Artinya, kemampuan aktiva produktif bank syariah dalam menghasilkan laba rata-rata cukup tinggi. Sementara pada komponen ROA, rata-rata rasio ROA bank syariah sebesar 1,81%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Arti nya, keberhasilan manajemen dalam meng hasilkan laba sangat tinggi.Di sisi lain, pada komponen REO, rata-rata rasio REO bank syariah sebesar 80,75%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, efisiensi kegiatan operasional bank syariah sangat tinggi. Sementara, pada komponen IGA, rata-rata rasio IGA bank syariah sebesar 92,48%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, aktiva bank syariah yang bisa meng hasilkan pendapatan sangat tinggi. Dan dari hasil analisis, semua bank umum syariah menempati peringkat 1 pada komponen ini. Pada komponen terakhir, diversifikasi pendapatan, rata-rata rasio diversifikasi pendapatan bank syariah sebesar 9,50%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 2. Artinya, kemampuan bank syariah dalam menghasilkan pen dapatan dari jasa berbasis fee tinggi
VALIDITAS, RELIABILITAS, DAN KEPRAKTISAN UJIAN MELALUI OBSERVASI DAN BENTUK LISAN BAGI KELAS BESAR PADA PRODI PAI FAKULTAS TARBIYAH DAN BAHASA IAIN SURAKARTA
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap pelaksana an ujian mandiri (non-terjadual)dosen pengampu matakuliah paralel (kelas besar/ lebih dari 30 mahasiswa dalam satu kelas) pada Prodi PAI semester genap tahun 2011/2012. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi kan validitas, reliabilitas dan kepraktisan soal dan penyelenggaraannya. Data diperoleh dari angket dan observasi terhadap mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Tingkat validitas soal ujian lisan dilihat dari butir-butir pertanyaan nya cukup meng ukur kompetensi mata kuliah yang direncanakan, namun sering kali di dapati soal yang sama pada beberapa mahasiswa untuk kelas paralel. Demikian pula dalam pelaksanaan ujian kecenderung an soal berkembang sesuai situasi dan kondisi Dosen pada waktu itu yang mengakibatkan mahasiswa kesulitan untuk men jawab pertanyaan yang diberikan karena lebih sulit dari materi yang telah diajarkan atau tidak konsisten terhadap kompetensi yang dituju. Tes lisan dengan cara tidak terjadwal serempak dan mandiri sangat baik untuk menanyakan perbedaan-perbedaan pendapat (judgment) perorangan terhadap kasus tertentu. Tetapi tes lisan tidak efektif untuk menanyakan kompetensi referensial dan normatif sebagaimana dalam buku sumber. b) Reliabilitassoal yang diujikan rendah hal ini dipengaruhi oleh tingkat subyektifitas dosen sangat tinggi karena kondisi psikologisnya dan respon mahasiswa terhadap soal yang di ujikan. c) Tingkat kepraktisan soal ujian lisan juga rendah, karena soal rawan bocor danuntuk menjawabnya memerlu kan waktu yang lebih longgar dari jadwal akademik yang telah ditentukan
KONTROVERSI KEPEMIMPINAN POLITIK PEREMPUAN PERIODE PERTENGAHAN: Kasus Pemerintahan Syajarat al-Durr Masa Dinasti Mamlûk
Kehidupan Syajarat al-Durr menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin politik sebagaimana laki-laki. Masyarakat yang mendukung pengangkatan Syajarat al-Durr me lihat bahwa Syajarat alDurr sebagai sosok yang memiliki kualitas dan kapabilitas untuk menjadi pemimpin. Adapun masyarakat yang menolak kepemimpinannya meyakini bahwa perempuan sama sekali tidak berhak menjadi pemimpin masyarakat karena ke pemimpinan nya tidak akan dapat sukses. Pemerintahan Syajarat al-Durr memberlakukan kebijakan utama untuk mengusir pasukan Salib dari kawasan Mesir sebab saat itu peristiwa perang Salib VII masih berlangsung. Nilai-nilai Islam (ideologi) jelas sekali merupakan pendorong yang amat kuat bagi umat Islam untuk meng halau pasukan Salib. Perang melawan pasukan Salib adalah jihâd fî sabîl Allâh (jihad di jalan Allah) yang diwajibkan oleh ajaran Islam karena manfaat yang dapat dipetik dari aktivitas jihad ber sifat umum dan dirasakan langsung oleh semua umat Islam. Kebijakan lainnya ialah memperkuat dukungan publik terhadap ke pemimpinan Syajarat al-Durr berupa pencetakan koin mata uang yang mencantumkan nama Syajarat al-Durr, pembacaan do’a dalam khutbah Jum’at untuk Syajarat alDurr, pembagian tanah-tanah negara kepada para petinggi Mamlûk dan peringanan beban pajak kepada masyarakat. Tetapi kebijakan tersebut ternyata tidak mampu melunakkan hati para penentangnya, sehingga akhirnya dia dilengserkan dari kekuasaannya
REORIENTASI KURIKULUM PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH IAIN SURAKARTA
Tulisan ini membahas dinamika pengembangan kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dan struktur kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sesuai dengan kompetensi lulusan nya. Dari dua permasalahn ini dapat disimpulkan bahwa dinamika pengembangan kurikulum di prodi KPI FUD IAIN Surakarta ber dasarkan 3 ranah yaitu ranah proses, ranah factor dan ranah dampak. Pada ranah proses dibagi pada 3 periode yaitu 1). Periode awal (early period), 2) periode menengah, (medium period)), 3)Periode dewasa ini (contemporary period). Pada Ranah Faktor dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sebagai berikut: 1). Faktor internal dan 2). Faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dosen maupun karyawan, tata dan budaya organisasi di STAIN Surakarta, input mahasiswa, alumni (output), dan sebagainya. Sedang kan faktor eksternal adalah faktor pasar tenaga kerja, tuntutan masyarakat, isu-isu dan trendlokal, nasional maupun internasional dan sebagainya. Faktor Dampak Pengembangan kurikulum akan menimbul kan beberapa dampak di antaranya adalah: 1). Dampak Material 2). Dampak Profesional dan, 3) Dampak Sosial Kultural. Struktur Kurikulum di prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Surakarta dalam menghadapi kompetensi lulusannya pada ke butuhan pangsa pasar mengalami perubahanperubahan mulai tahun 1998/1999, 1999/2000, 2002/2003, 2007/2008, 2009/2010, 2011/2012
UPAYA REFORMASI MATA KULIAH USHUL FIQH PADA PRODI MUAMALAH DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN EKONOMI SYARI’AH
Tulisan ini berusaha mengaplikasikan teori-teori ushul fiqh dalam bidang ekonomi Islam. Hal ini dilakukan karena melihat penting nya Ilmu Ushul Fiqh dalam memahami hukum-hukum syara’ dan men jawab persoalan kontemporer di satu sisi, dan adanya persoalan baru yang terus menerus muncul, khususnya yang berkaitan dengan masalah ekonomi Islam di sisi lain. Teori-teori ushul fiqih yang urgen dalam mengembangkan hukum dan menjawab persoalan-persoalan kontemporer adalah teori-teori istinbath hukum, di antaranya adalah qiyas, istihsan, maslahah mursalah, sadduz zari’ah, istishhab, dan uruf. Kajian tentang hukum syara’ dan metode istinbath hukum, tidak hanya dapat diaplikasikan dalam masalah ibadah se bagaimana umum nya dalam pembahasan-pembahasan ushul fiqih, namun dua kajian itu juga dapat diaplikasikan dalam masalah-masalah ekonomi Islam. Dengan demikian, sangat tepat, jika dalam perkuliahan ushul fiqih untuk program studi Mu’amalat dan Ekonomi Islam, teori-teori tersebut di aplikasikan dalam kasus-kasus ekonomi Islam agar mahasiswa lebih mudah memahaminya, dan memiliki dasar hukum yang kuat dalam memahami konsep-konsep ekonomi
PENGEMBANGAN KURIKULUM PRODI AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH KE ARAH KOMPETENSI SYARIAH DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT
Tulisan ini membahas Pengembangan Kurikulum Program Studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah Jurusan Syari’ah Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta ke Arah Kompetensi Syari’ah dan kebutuhan masyarakat dengan meng analisis pengembangan kurikulum Program Studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah. Model pengem bangan kurikulum yang dibutuhkan program studi al-Ahwal alSyakhshiyyah adalah pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi syariah. Saat ini, kurikulum dalam program studi ini ada yang mendukung ke arah kompetensi syari’ah dan kebutuhan masyarakat, tetapi ada juga kurikulum yang terdiri dari sebaran mata kuliah dan praktikum yang sama sekali tidak mendukung dua tuntutan tersebut. Kurikulum yang tidak mendukung hanya berupa ilmu pengetahuan bagi mahasiswa secara umum, bukan untuk mahasiswa program studi ini, misalnya mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Seharusnya sebaran mata kuliah dan praktikum yang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat harus diperkuat kembali dan ditambahkan sesuai visi dan misi program studi, serta mengurangi mata kuliah dan praktikum yang kurang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat. Misal nya, memperkuat mata kuliah perkawinan atau keperdataan Islam dengan bobot sks yang lebih, dosen yang kompeten, serta praktikum yang bersifat reguler bukan simultan