Kodifikasia : Jurnal Penelitian Islam
Not a member yet
229 research outputs found
Sort by
Rekonstruksi Wacana Modernis-Tradisionalis: Kajian Atas Pemikiran Keislaman Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Pasca Reformasi
Membincang mengenai Islam di Indonesia melalui telaah organisasi Islam Muhammadiyah dan NU merupakan cara yang sangat positif dan efektif, karena bangsa Indonesia mayoritas muslim. Dua organisasi Islam tersebut, melalui sejarah panjang bangsa Indonesia mampu bertahan di tengah-tengah gempuran eksternal maupun eksternal. Secara eksternal berhadapan dengan organisasi Islam yang punya jaringan Internasional semisal HTI, IM, Salafi, dan lain sebagainya. Secara internal NU dan Muhammadiyah, saling berhadapan secara ideologis, material, kultural maupun politik untuk punya pengaruh besar di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Embrional dari pertarungan tersebut menghasilkan perbedaan secara dikotomis dengan mengatakan Muhammadiyah lebih bercorak modernis sedangkan NU sebaliknya cenderung berperilaku tradisionalis. Dalam perjalanan sejarahnya, baik Muhammadiyah maupun NU mengalami pergeseran pemikiran dan identitas baru, seperti Liberalisme-Transformatif dan Islam Berkemajuan di Muhammadiyah, dan Post-Tradisonalis dan Islam Nusantara di NU. Identitas-identitas tersebut menjadi penanda pergeseran baik pada level pemikiran maupun sosiologis yang ada pada Muhammadiyah maupun NU. Berangkat dari ide di atas dan diiringi perubahan-perubahan sosiologis yang terjadi dalam pemikiran dan gerakan Islam Indonesia beserta pergeseran identitasnya, tulisan ini mencoba merambah pada ruang waktu pasca reformasi yang mengacu tumbangnya otoritarianisme Orde Baru sebagai arena eksplorasi rekonstruksi wacana dikotomi modernis-tradisionalis pada Muhammadiyah dan NU beserta pergeseran identitasnya
Building Fluency In Writing II Based On Micro And Macro Skills Of Writing By Using Peer Assessment
Writing is difficult for English Department students in Indonesia. Students commonly have low ability to write and have very limited time to practice this skill. To overcome students’ problems in writing, the use of peer assessment can be an appropriate way to improve fluency in writing since this research is held to: (1) elaborate the roles of peer assessment to build fluency in writing classes, (2) identify the types of activity in writing class by implementing peer assessment, (3) explore the strengths of peer assessment to build fluency in writing, and (4) to prove the effectiveness of peer assessment to build fluency in writing.This is a mixed method research. The subjects of this research are nine students of TI.B class in academic years 2016/ 2017. To collect the data, some instruments such as field note, observation, documentation and test were used. Interactive analysis and statistical analysis (t-test) were applied to analyze quantitative data. Furthermore, statistical analysis using SPSS 20 used to analyze quantitative data.The results of the research are: (1) the use of peer assessment minimizes students’ apprehension in writing, (2) constructive activities are important to lead students in conducting active and critical learning, (3) peer assessment is meaningful to build students to be authentic writers and readers, (4) peer assessment is effective to build students’ fluency in writing indicated by the result of hypothesis test
Rekonstruksi Metodologi Hadits Kontemporer ( Telaah Atas Metode Takhrij Kontekstual )
Mayoritas umat Islam telah sepakat bahwa hadits merupakan sumber ajaran agama kedua setelah al-Qur’an. Kedudukan hadits sebagai mashadirul ahkam tidak akan pernah berubah, akan tetapi pemahaman hadits bisa berubah karena ajaran Islam yang termaktub di dalam al-hadits dituntut untuk sesuai dengan perkembangan zaman (mashalih likulli zaman wa makan ). Tulisan ini bermaksud menawarkan metode baru dalam memahami hadits dengan cara merekonstruksi metodologi hadits menggunakan metode takhrij kontekstual, yaitu sebuah metode yang dapat digunakan sebagai usaha untuk meretas kebekuan kajian hadits dengan memahami hadits secara aktual dan kontekstual. Hadits yang selama ini dipandang shahih dan termaktub dalam shahih Bukhari-Muslim dipandang perlu untuk dikaji ulang dengan menggunakan beberapa pendekatan yaitu; pendekatan historis, sosiologis, antropologis, bahasa, psikologi, kultural dan pendekatan ilmu pengetahuan. Diharapkan tulisan berikut mampu merekonstruksi metode baru dalam memahami hadits sesuai dengan kontek kehidupan saat ini. Dengan menggabungkan antara analisis sanad, analisis matan dan reinterpretasi pemahaman serta menggunakan beberapa pendekatan diatas, diharapkan hadits lebih dapat dimaknai sesuai dengan konteks kekinian, sehingga lebih dapat memberikan pemahaman yang tepat sesuai dengan kebutuhan umat
Pendayagunaan Zakat Produktif Dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan Material Dan Kemiskinan Spiritual Berdasarkan Cibest Model ( Studi Kasus Pada Laz Umat Sejahtera Kabupaten Ponorogo)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif program dana zakat produktif dapat meningkatkan kesejahteraan material dan meningkatkan spiritualitas mustahik. Tempat penelitian di LAZ Umat Sejahtera. Penelitian ini mengambil sampel secara acak yang berada di dua kecamatan yaitu kecamatan kota dan kecamatan siman, dalam penelitian ini terdiri dari 25 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Serta menggunakan Model Center of Islamic Business and Economics Studies (CIBEST) untuk mengukur hal-hal yang bersifat material (Material Value) dan hal-hal yang bersifat spiritual (Spiritual Value). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ekonomi mandiri dari Masyarakat Ekonomi Sejahtera LAZ Umat Sejahtera dapat dikatakan berhasil. Karena dari 25 mustahik yang di teliti sebanyak 24 keluarga mengalami peningkatan baik dari sisi material maupun spiritual, dan hanya 1 keluarga yang tidak mengalami peningkatan baik dari sisi material maupun spiritual. Dengan Alasan karena harus bekerja secara berat.
Analisis Fator-Faktor yang Berpengaruh terhadap Return On Investment (Studi Pada Lembaga Keuangan Syariah “Kita” Desa Demangan Kecamatan Siman Ponorogo)
Krisis ekologi yang sampai saat ini berlangsung seolah menggambarkan betapa sistem ekonomi membutuhkan pemikiran dan tindakan nyata. beberapa langkah strategis telah ditempuh baik skala besar yaitu pada tingkat Negara maupun skala kecil yaitu pada lembaga-lembaga keuangan mikro setempat. Langkah nyata yang dilakukan adalah memperkecil faktor resiko dalam investasi melalui skema “Return On Investment”. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini akan membahas Faktor-faktor yang mempengaruhi Return On Investment pada Lembaga Keuangan Syariah “Kita” Desa Demangan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder yaitu dengan pemberian kuisioner kepada para responden dan pengolahan data dari laporan keuangan. Dari populasi sebanyak 90 masyarakat yang mengajukan pinjaman, yang disetujui sebanyak 58 nasabah maka sampel ditetapkan sebanyak 58 responden pada Lembaga Keuangan Syariah ”KITA”. Analisis selanjutnya didasarkan pada laporan akuntansi keuangan yang telah dibukukan dan diolah pada Lembaga Keuangan Syariah ”KITA” dengan variabel yang digunakan Sistem Pengendalian Internal (X1) dan etika bisnis (X2). Hasil temuan penelitian ini menyatakan bahwa sistem pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap Return on Investment, hal ini dikarenakan sistem pengendalian internal tidak berjalan dengan efektif, sehingga ROI tidak mampu dicapai. Sedangkan etika bisnis berpengaruh negative signifikan terhadap ROI, hal ini menunjukan bahwa semakin meningkat etika bisnis maka akan mengurangi kecenderungan kecurangan transaksi, sehingga ROI dapat tercapai. Sebaliknya semakin menurun etika bisnis maka akan meningkatkan kecenderungan kecurangan
Integrating Education Character Into Reading Materials In Tarbiyah And Teachers’ Training Faculty Of Iain Ponorogo
This research and development (RnD) aimed at developing reading materials in basic reading course for second semester students of English Department of IAIN Ponorogo. This study used ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model proposed by Florida State University. To collect the data, questionnaire, observation sheets, interview, and test applied. The need analysis conducted by distributing questionnaire to the students and delivering interview to the head of the English Department. The result of need analysis indicates that the students and the head of English department are agreed to integrate character education into reading materials. The education character that are integrated in the reading materials are religiosity, honesty, tolerance, discipline, creativity, curiosity, and fond of reading
Pengembangan E-Learning Berbasis Moodle Sebagai Media Pengelolaan Pembelajaran
Tujuan dari kajian ini adalah untuk mendiskripsikan pengembangan dan penggunaan e-learning berbasis moodle sebagai media dalam pengelolaan pembelajaran. Kajian ini menggunakan metode R&D dengan tahapan menggunakan model yang dikembangkan oleh Sugiyono yaitu; desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba skala kecil, revisi produk, ujicoba skala besar, revisi produk dan Produk final. Subjek kajian dalam pengembangan e-learning berbasis moodle ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tariyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik angket dan observasi sedangkan analisis datanya adalah dengan menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan analisis yang dilakukan, kajian ini menunjukkan bahwa, hasil validasi media dinyatakan layak dengan skor penilaian sebesar 79,53. Dan hasil validasi materi mendapat skor penilaian sebesar 76,34 dan dinyatakan layak. Pengembangan e-learning berbasis moodle dilakukan dengan cara menginstal secara online melalui cPanel dan kemudian setelah instalasi selesai dilanjutkan dengan mengatur tampilan serta mendesain menu serta aktifitas yang akan disediakan dalam e-learning berbasis moodle. Penggunaan e-learning berbasis moodle sebagai media untuk pengelolaan kegiatan pembelajaran dapat berupa; chatting, grup discussion, message, assiggment, dan quis yang kesemuanya terbingkai dalam tiga aktivitasi pengelolaan yaitu; perencanaan, pelaksanaan, pengevaluasian dan pengawasa
Kognisi Pembaca Berita Palsu (Fake News) Di Media Online
Perkembangan teknologi menjadikan media online sebagai preferensi untuk menyampaikan sebuah berita. Berita yang tersebar di media online sangatlah berpengaruh pada pola pikir dan kehidupan masyarakat, serta pada kondisi sosial ekonomi di suatu wilayah. Era baru ini telah mengubah kecenderungan masyarakat dalam memproduksi dan menyebarkan sebuah berita, sehingga sulit bagi masyarakat untuk memfilter informasi yang benar-benar valid. Hal ini berimplikasi pada tingginya potensi masyarakat untuk terjebak pada berita-berita palsu (fake news) yang tersebar secara massif di media online. Tulisan ini menunjukkan bahwa individu yang meyakini atau tidak meyakini kebenaran berita palsu di media online sangat berkaitan dengan cognitive abilities (kemampuan kognitif) individu tersebut, yakni kemampuan seseorang untuk berpikir secara rasional yang mencakup aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesa, dan evaluasi. Sebagaimana ditunjukkan dalam tulisan ini bahwa pada dasarnya berita palsu yang tersebar di media online tidak lain adalah propaganda yang dimaksudkan untuk memengaruhi dan menggiring pembaca pada opini tertentu yang sarat dengan kepentingan ekonomi politik. Tulisan ini mengemukakan bahwa sikap pembaca berita palsu di media online merupakan representasi dari cognitive abilities individu yang diindikasikan dengan tiga unsur penting yaitu kemampuan dalam membuat formasi konsep, kemampuan dalam menggunakan logika, serta kemampuan dalam mengambil keputusan. Tiga indikator ini merupakan representasi dari pemahaman, sikap, serta aktualisasi masing-masing individu sebagai pembaca berita palsu di media online
Pola Berfikir Reflektif Ditinjau Dari Adversity Quotient
Kemampuan berpikir seseorang menjadi salah satu tolak ukur untuk tercapainya tujuan pembelajaran matematika. Salah satu kemampuan berpikir yang mendukung keterampilan dalam belajar matematika adalah berpikir reflektif. Berfikir reflektif dapat terjadi ketika dalam proses menyelesaikan masalah matematika siswa mengalami kebingungan, kesulitan, dan keragu-raguan. Kemampuan berfikir reflektif merupakan kemampuan berfikir dengan menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam mencapai tujuan. Untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir reflektif siswa maka siswa perlu melakukan suatu aktivitas memecahkan masalah matematika, yang dalam prosesnya tidak hanya melibatkan proses berfikir reflektif saja namun dibutuhkan juga usaha keras dan ketangguhan (adversity quotient) dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan pola berfikir reflektif dalam memecahkan masalah matematika khususnya pada materi bangun datar ditinjau dari Adversity Quotient kategori climber yang dimiliki oleh siswa. Subjek yang dipilih yaitu siswa kelas 5 SD Tarbiyatul Islam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar angket ARP (Adversity Respon Profile), lembar tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara tes proses berpikir reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola berfikir reflektif pada siswa climber berada pada tingkatan reflektif karena dalam proses berfikirnya mampu melalui fase reacting, comparing, dan contemplating
Res Nullius Waqf: Dinamika Relasi Penguasaan Wilayah oleh Negara dan Pemilikan Aset Tanah Wakaf oleh Umat serta Ide Prospektif Penguatan Fungsi dan Daya Guna Wakaf
Konsep wakaf yang semestinya kekal, ternyata telah mengalami intervensi penguasa yang dikhawatirkan akan membawa terjadinya ketidak kekalan wakaf dengan cara res nullius, yaitu wakaf yang tak bertuan. Dalam konteks wakaf (waqf), semestinya tidak ada istilah wakaf tak bertuan (res nullius waqf) karena hakikat wakaf merupakan milik bersama seluruh umat Islam karena ia dihasilkan dari milik individu yang dikekalkan objeknya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan diwariskan agar diambil manfaat sebesar-besarnya untuk umat sesuai tujuan wakaf.Fenomena penggusuran masjid oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta terhadap masjid tua Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki untuk pembangunan demi kepentingan umum dan pengambilan tanah wakaf oleh pengembang di Riau untuk kawasan hunian telah menjadi fenomena yang mengusik sisi akademik, apakah negara berposisi sebagai pemilik atau penguasa terhadap aset umat ini, adakah milik umat pada objek yang sudah menjadi hak umum. Celah potensial proses res nullius pun perlu dilihat dari sisi kelemahan umat dari sisi administrasi dan manajemen pengelolaan aset wakaf pun dikritis