Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
Not a member yet
    136 research outputs found

    PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEBIJAKAN HUTANG TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

    Full text link
    This study aims to examine the effect of managerial ownership, institutional ownership, and debt policy either jointly or partially to Corporate Value. The sample in this research is Manufacturing Company listed in Indonesia Stock Exchange period 2014-2016, the total sample in this research are 46 manufacturing companies selected by purposive sampling method. This study uses secondary data, secondary data used in the form of financial statement data, annual report (annual report), sustainability reporting, and GCG report from sample companies period 2014-2016. The method of analysis used in this study is multiple linear regression. The results of this study indicate that; (1) managerial ownership, institutional ownership, and debt policy together affect to Corporate Value. (2) Managerial ownership partially does not have affect to Corporate Value. (3) Institutional ownership and Debt policy partially affect to Corporate Value.Keywords: Managerial Ownership, Institutional Ownership, Debt Policy, Corporate ValueAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kebijakan hutang baik secara bersama-sama ataupun parsial terhadap Nilai Perusahaan. Sampel pada penelitian ini adalah Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016, total sampel pada penelitian ini sebanyak 46 perusahaan manufaktur yang dipilih dengan purposive sampling method. Penelitian ini menggunakan data sekunder, data sekunder yang digunakan adalah berupa berupa data laporan keuangan, laporan tahunan (annual report), sustainability reporting, dan GCG report dari perusahaan sampel periode tahun 2014-2016. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kebijakan hutang secara bersama berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (2) kepemilikan manajerial secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (3) kepemilikan institusional dan kebijakan hutang secara parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan.Kata kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Hutang, Nilai Perusahaa

    PENGARUH PERSEPSI NILAI DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP MINAT MENABUNG SERTA DAMPAKNNYA KEPADA KEPUTUSAN MENABUNG PADA PERBANKAN SYARIAH DI BANDA ACEH

    No full text
    Abstract:This study aims to determine the effect of the value perception, and knowledge of the community on the interest of saving as well as its impact on saving decisions in the Islamic banks in Banda Aceh. This research was conducted in the city of Banda Aceh. The object of research is the saving society in Islamic banks in Banda Aceh 155 respondents. This study used the SEM analysis model using AMOS sofware.Direct influence between independent variables that exist in this research that perception value (X1) of the dependent variable, namely Decision saving (Z), is smaller than its influence through an intervening variable interest when saving (Y). The direct effect between X and Z is 0.060. While its indirect effect through the larger Y is 0.1008. Direct influence between independent variables Knowledge (X2) on the dependent variable, namely Decision saving (Z), is smaller than its influence through an intervening variable interest when saving (Y). The direct effect between X and Z is 0.220. While its indirect effect through the larger Y is 0.4536. Due to the direct effect is smaller than the indirect effect that memalui mediating variable is the variable interest savings, then the variable interest savings also called partial intervening variables. It is said partial intervening, because this variable minimize the influence of independent variables on the dependent variable.Keywords: Perception of value, Knowledge, saving interest and Saving decisionAbstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Persepsi nilai, dan pengetahuan masyarakat terhadap minat menabung serta dampaknya terhadap keputusan menabung pada perbankan syariah di Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh. Objek penelitian adalah mayarakat yang menabung pada bank syariah di Kota Banda Aceh dan yang menjadi sampel sebanyak 155 responden. Penelitian ini memakai model analisis SEM AMOS. Pengaruh langsung antara variabel independent yang ada pada penelitian ini yaitu Persepsi nilai (X1) terhadap variabel dependent yaitu Keputusan menabung (Z), lebih kecil dibandingkan pengaruh nya bila melalui variabel intervening Minat menabung (Y). Pengaruh langsung antara X dan Z adalah 0,060. Sedangkan pengaruh tidak langsung nya yang melalui Y lebih besar yaitu 0,1008. Pengaruh langsung antara variabel independent Pengetahuan (X2) terhadap variabel dependent yaitu Keputusan menabung (Z), lebih kecil dibandingkan pengaruh nya bila melalui variabel intervening Minat menabung (Y). Pengaruh langsung antara X dan Z adalah 0,220. Sedangkan pengaruh tidak langsung nya yang melalui Y lebih besar yaitu 0,4536. Karena pengaruh langsung lebih kecil dari pengaruh tidak langsung yang memalui variabel mediating yaitu variabel minat menabung, maka variabel minat menabung disebut juga dengan variabel partial intervening. Dikatakan partial intervening, karena variabel ini memperkecil pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent.Kata Kunci: Persepsi nilai, Pengetahuan, Minat menabung dan Keputusan menabung

    PENGARUH PENGANGGARAN PARTISIPATIF, GAYA KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU PENYUSUN ANGGARAN TERHADAP SLACK ANGGARAN (STUDI PADA SATUAN KERJA PERANGKAT KABUPATEN PEMERINTAH ACEH SELATAN)

    No full text
    AbstractThe aim of this research is to examine the effect of budgetary participation, leadership style and behavior of budget compiler on the budgetary slack. This research gathered the data by distributing the questionnaires to 31 government working units in the district of South Aceh with the number of respondents 93 who was responsible for local finance management in theirs government working units. Multiple regression was used to examine the effect of budgetary participation, leadership style and behavior of budget compiler on the budgetary slack This research documented that the budgetary participation, leadership style and behavior of budget compiler affected the budgetary slack of the government working units in the South Aceh.Keyword : Budgetary Participation, Leadership Style, Behavior of Budget Compiler, Budgetary Slack AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penganggaran partisipatif, gaya kepemimpinan dan perilaku penyusun anggaran terhadap Slack Anggaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengujian hipotesis dengan sumber data yang dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SKPK (Satuan Kerja Perangkat Kabupaten) di Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan (31 SKPK), dengan responden berjumlah 93 orang yang bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan daerah pada masing-masing SKPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganggaran partisipatif, gaya kepemimpinan dan perilaku penyusun anggaran berpengaruh terhadap Slack Anggaran pada SKPK di Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan baik secara bersama-sama maupun parsial.Kata kunci : Penganggaran Partisipatif, Gaya Kepemimpinan, Perilaku Penyusun Anggaran, Slack Anggaran

    ANALISIS INTERAKSI KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

    No full text
    The Purpose of this research is to determine the balance of income and interest rate in both money market and goods market in improving economic performance shown through some macro economic indicators. The method used is simultaneous equation method and completed with Two Stage Least Square. The data in this study constitutes Indonesia's economic data from 1986 to 2015 drawn from secondary data sources such as Bank Indonesia (BI), Central Bureau of Statistics (BPS), and World Bank . The results show that the balance occurs at the national income level of 211.243,69 billion Rupiah with an interest rate of 3.86% and the more dominant fiscal policy currently applied in the economy. This IS-LM model can help the government in making policy to predict what happens to outputs and the aggregate interest rate if the government decides to increase government spending and increase the money supply. Keywords: Aggregate output, interest rate, fiscal policy, monetary policy, good market, money market, IS-LM.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan pendapatan dan tingkat bunga baik di pasar uang maupun pasar barang dalam meningkatkan kinerja perekonomian yang ditunjukkan melalui beberapa indikator makro ekonomi. Metode yang digunakan menggunakan persamaan simultan dan diselesaikan dengan Two Stage Least Square. Data dalam penelitian ini merupakan data perekonomian Indonesia dari tahun 1986 2015 yang diambilkan dari sumber data sekunder baik seperti Bank Indonesia(BI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan World Bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan terjadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp211.243,69 milyar dengan tingkat bunga sebesar 3.86% dan kebijakan fiskal lebih dominan saat ini diterapkan dalam perekonomian. Model IS-LM ini dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan untuk memprediksikan yang terjadi pada output dan tingkat bunga agregat jika pemerintah memutuskan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah maupun meningkatkan jumlah uang beredar

    IMPLEMENTASI PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA DALAM PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PENYELENGGARA PELAYANAN KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BENER MERIAH

    No full text
    The aim of this study is to analyze the implementation of performance-based budgeting inachieving minimum service standards (MSS) based on the mechanisms of performance-basedbudgeting, constraints the obstacles, strategies, and evaluation towards the achievement of MSS.The research method employed in this study was qualitative method with case study approach. Theresearch was conducted to 7 respondents, the respondents were directly involved in performance basedbudgeting minimum service standar. The study found that the implementation ofperformance-based budgeting to achieve MSS refers to the regulation as outlined in the MediumTerm Development Plan, the Strategy Plan, and Work Plan. There were some obstacles andchallenges faced in achieving MSS i.e. limited human resources due to the lack of understanding ofabout Indicators of MSS, limited budget, and weak evaluation towards the implementation of theprogram. The strategies used to achieve MSS was taken by drawing the descriptions the progressof target achievement, identifying of needs analysis, determining achievement targets, organizingprograms and activities, determining budget requirements, and conducting monitoring andevaluation. The evaluation of the results of MSS achievement can be done at the stage of theplanning, implementation, and post-implementation of the activities. It is recommendent that thelocal government should improve the quality of human resources by providing a training,allocating adequate budget and evaluating the achievement the MSS, as well as having goals,strategies, and targets in order to achieve MSS.Keywords: Implementation, Performance Based Budgeting, Minimum Service StandardsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penganggaran berbasis kinerjadalam mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dilihat dari mekanisme penyusunan anggaranberbasis kinerja, kendala dan hambatan dalam pencapaian SPM, strategi dalam pencapaian SPM,dan evaluasi capaian SPM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifdengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan terhadap 7 responden yang terlibatlangsung dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja dalam pencapaian Standar PelayananMinimla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja dalampencapaian SPM mengacu pada peraturan perundang-undangan yang dituangkan dalam RPJMD,Rencana Strategis dan Rencana Kerja. Kendala dan tantangan dalam pencapaian SPM yaituSumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memahami tentang indikator capaian SPM danpenyusunan anggaran berbasis kinerja, anggaran yang kurang dan pelaksanaan evaluasi yangrendah. Strategi yang dilakukan untuk pencapaian SPM adalah melakukan diskripsi kondisicapaian SPM, melakukan identifikasi analisa kebutuhan, penentuan target capaian SPM,penyusunan program dan kegiatan, penyusunan kebutuhan anggaran, dan melakukan monitoringdan evaluasi. Evaluasi hasil pencapaian SPM dapat dilakukan pada tahap perencanaan,pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan kegiatan. Direkomendasikan kepada pemerintah daerah untukdapat meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan, menyedikan anggaran yang cukup dan melakukan evaluasi dalam pencapaian SPM serta mempunyai sasaran, strategi dan target dalam pencapaian SPM.Kata kunci: Impelementasi , Penganggaran Berbasis Kinerja, Standar Pelayanan Minima

    PENGARUH KOMPETENSI, PENGETAHUAN TENTANG ANGGARAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA PENGALAMAN TERHADAP KINERJA PENGAWASAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN (DPRK) BENER MERIAH, ACEH

    No full text
    AbstractThis study aims to examine the influence of competence, knowledge of the budget, educationand training as well as experience on the performance of the the representative council(DPRK) in the supervision of regional finance at the Bener Meriah Regency, Aceh, Indonesia.The data of this study were collected by distributing the questionnaires to the all members ofthe DPRK at the Bener Meriah Regency. The study found that; 1) the competence, knowledgeof the budget, education and training as well as experience influenced performance of theDPRK in supervision of the local finance of the Bener Meriah Regency; 2) the competenceaffected the performance of DPRD in supervision of local finance of Bener Meriah Regency,3) Knowledge of the budget affected (DPRK) in the financial supervision of the Bener MeriahRegency; 4) the education and training affected theDPRK performance in supervision of localfinance of the Bener Meriah Regency; and 5) the experience affected the DPRK performancein supervision of local finance of the Bener Meriah Regency.Keywords: Competence, knowledge of the budget, education and training, experience, therepresentative council (DPRK) performance.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi, pengetahuan tentang anggaran,pendidikan dan pelatihan serta pengalaman di DPRD terhadap kinerja DPRD dalampengawasan keuangan daerah Kabupeten Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitianpengujian hipotesis dengan sumber data yang dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisisdengan menggunakan analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhanggota DPRD di Kabupaten Bener Meriah dengan responden berjumlah 25 orang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa; (1) Kompetensi, pengetahuan tentang anggaran, pendidikandan pelatihan serta pengalaman di DPRD berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerjaDPRD dalam pengawasan keuangan daerah Kabupaten Bener Meriah, (2) Kompetensiberpengaruh terhadap kinerja DPRD dalam pengawasan keuangan daerah Kabupaten BenerMeriah, (3) Pengetahuan tentang anggaran berpengaruh terhadap kinerja DPRD dalampengawasan keuangan daerah Kabupaten Bener Meriah, (4) Pendidikan dan pelatihanberpengaruh terhadap kinerja DPRD dalam pengawasan keuangan daerah Kabupaten BenerMeriah, dan (5) Pengalaman di DPRD berpengaruh terhadap kinerja DPRD dalampengawasan keuangan daerah Kabupaten Bener Meriah.Kata kunci: kompetensi, pengetahuan tentang anggaran, pendidikan dan pelatihan,pengalaman, kinerja DPR

    ANALISIS DETERMINAN IMPLEMENTASI ANGGARAN BERBASIS KINERJA DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SATUAN KERJA PERANGKAT KABUPETEN (SKPK) DI KABUPATEN BENER MERIAH, ACEH

    Full text link
    AbstractThis study aimed to examine the effect of organizational commitment, information technology systems, human resources, and reward on the implementation of performance-based budgeting in the preparation of budget revenue and expenditure of the public working units in Bener Meriah, Aceh. The data of this quantitative study were collected by distributing the questionnaires to 135 goverment personnels at the 45 public working units and the data were then analyzed using the multiple regression technique. The study found that: (1) organizational commitment, information technology systems, human resources, and reward significantly affected the implementation of performance-based budgeting; (2) organizational commitment affected the implementation of performance-based budgeting;(3) information technology systems affected the implementation of performance-based budgeting; (4) the quality of human resources affected the implementation of performance-based budgeting; and (5) reward affected the implementation of performance-based budgeting of the public working units in Bener Meriah, Aceh.Keywords: Organizational commitment, Information technology system, Quality of human resources, Reward, Performance based.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komitmen organisasi, sistem teknologi informasi, kualitas sumber daya manusia, dan penghargaan (reward) terhadap implementasi anggaran berbasis kinerja dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja SKPK di Kabupaten Bener Meriah.Penelitian ini merupakan penelitian pengujian hipotesis dengan sumber data yang dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SKPK di Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah (45 SKPK), dengan responden berjumlah 135 aparatur yang bekerja pada masing-masing SKPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Komitmen organisasi, sistem teknologi informasi, kualitas sumber daya manusia, dan penghargaan (reward) berpengaruh secara bersama-sama terhadap implementasi anggaran berbasis kinerja, (2) Komitemn organisasi berpengaruh terhadap implementasi anggaran berbasis kinerja, (3) Sistem teknologi informasi berpengaruh terhadap implementasi anggaran berbasis kinerja, (4) Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap implementasi anggaran berbasis kinerja, dan (5) Penghargaan (reward) berpengaruh terhadap implementasi anggaran berbasis kinerja.Kata kunci: Komitmen organisasi, Sistem teknologi informasi, Kualitas sumber daya manusia, Penghargaan, Implementasi Anggaran Berbasis Kinerj

    PROBLEMATIKA PENERAPAN AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH DAERAH ACEH TENGAH

    No full text
    AbstractThe present study has the objective to analyze the problems in the application of accrual-based accounting at the local government of the Central Aceh. This research is also aimed to find out the strategic steps carried out by the local government in handling the problems of application of accrual-based accounting - by means of conducting a case study at Central Aceh Regional Government. The method employed in this research was qualitative method with case study approach. The results demonstrated that the application of accrual-based accounting at the Central Aceh Regional Government has been supported by the presence of regulations (Qanun) of the Central Aceh Regency on the accounting policy and SAP(Standar Akuntansi Pemerintahan) procedural system at Central Aceh Regency; followed by the socialization at the beginning of this application, which is then supported by the information technology. What become the problem here the insufficient Human Resources (HR), either in terms of experience or educational backgrounds at the Office of Central Aceh Regional Financial Management. Subsequently, the Central Aceh Regional Government, via the Office of Central Aceh Regional Financial Management, took the strategic steps to overcome the problems in the application of accrual-based accounting through: (1) special training, (2) funding/ budgeted expenditures, and (3) supportive information technology and systems. Keywords: Accrual problems, Strategic steps, Accrual basisAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dalam penerapan akuntasi berbasis akrual pada pemerintah daerah. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah penerapan akuntansi berbasis akrual dengan mengambil studi kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan akuntansi berbasis akrual pada Pemda Kabupaten Aceh Tengah telah di dukung dengan adanya qanun/peraturan Bupati Aceh Tengah mengenai kebijakan akuntansi dan sistem prosedur Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Kabupaten Aceh Tengah. Kemudian adanya sosialisasi di awal penerapan akuntansi berbasis akrual ini, yang kemudian di dukung dengan adanya teknologi informasi.Yang menjadi permasalahan disini yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memadai baik dari segi pengalaman maupun dari latar belakang pendidikan pada Dinas Pengelolaan Keuangan Kabupaten Aceh Tengah. Kemudian Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pengelolaan Keuangan Kabupaten Aceh Tengah mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan penerapan akuntansi berbasis akrual ini melalui: (1) pelatihan khusus, (2) pendanaan/biaya yang sudah dianggarkan dan (3) teknologi dan sistem informasi yang mendukung.Kata kunci: Permasalahan akrual, Langkah strategis, Akrual basi

    ANALISIS PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN DANA OTONOMI KHUSUS DI KABUPATEN BENER MERIAH

    No full text
    This study aims to analyze the mechanism of management and utilization of special autonomy funds inBener Meriah Regency after the enactment of Qanun Aceh Number 2 of 2013 and to know how the pattern and proportion of allocation of special autonomy funds to priority programs/activities inachieving special autonomy goals. This research is a qualitative descriptive research. Data collectiontechniques were observation, documentation and semi-structured interviews of the regency apparatuswork unit (SKPK) of Otsus fund managers, which then analyzed using interactive data analysis method,furthermore to convince the validity of the data used triangulation technique. The results showed that thetransfer mechanisms showed significant changes, higher levels of activity completion, allowing morediverse and strategic programs / activities to suit local needs. But it can also lead to the selection ofactivities that are not controlled / strategic if not well planned. The effectiveness of the management of agood Otsus fund needs to be accompanied by clear and binding regulations or rules as a need to realizeaccountability in the management of special autonomy funds.Keywords:Management and utilization analysis, special autonomy fund, allocation pattern.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan dana otonomi khusus di Kabupaten Bener Meriah pasca pemberlakuan Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2013 dan mengetahui bagaimana pola dan proporsi pengalokasian dana otonomi khusus pada program/kegiatan prioritas dalam mencapai tujuan otonomi khusus (otsus). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara semi terstruktur terhadap satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) pengelola dana otsus, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data interaktif. Selanjutnya untuk meyakinkan validitas data digunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme transfer menunjukkan perubahan yang signifikan, tingkat penyelesaian kegiatan yang lebih tinggi, memungkinkan adanya program/kegiatan yang lebih beragam dan strategis sesuai kebutuhan daerah. Tetapi juga dapat mengakibatkan terjadinya pemilihan kegiatan yang tidak terkendali/strategis jika tidak direncanakan dengan baik. Efektivitas pengelolaan dana Otsus yang baik perlu disertai dengan regulasi atau aturan-aturan yang jelas serta mengikat sebagai suatu kebutuhan guna mewujudkan akuntabilitas dalam pengelolaan dana otonomi khusus

    EVALUASI EFEKTIVITAS PENGUATAN PERAN APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH DALAM PARADIGMA BARU (STUDI KASUS PADA SALAH SATU INSPEKTORAT DI ACEH)

    No full text
    AbstractThis study aims to discuss the methods, approaches, and focus of audit in line with changes in the paradigm of the role of internal auditors at the Regency Inspectorate office. It also attempts to identify the obstacles in the impelementation of strengthening the role of government internal auditors or The Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Changes in the internal audit paradigm are no longer a watchdog role, but must add value to management with a consulting role. The method used in this research is the qualitative approach. The results of the study showed that the methods, approaches and audit focus that should be done in the new paradigm, have not changed as a whole. Implementation of strengthening the role of APIP also has several obstacles such as, human resource competence of the auditors were minimal, the amount of budget was relatively small, the lack of independence of APIP institutions, auditor objectivity was still lacking, and commitment from stakeholders has not been maximized. The effective role of APIP has been difficult to realize if the paradigm shift of the role of internal auditor has not been comprehensive and supporting aspects of APIP's strengthening still have many obstacles.Keywords: Internal Audit, Paradigm Role of Internal Auditor, Effectiveness of Internal Audit, APIP,Role Strengthening APIP.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas metode, pendekatan, dan fokus audit sejalan dengan perubahan paradigma peran auditor intern pada Inspektorat Daerah. Selanjutnya mengidentifikasi aspek yang menjadi kendala dalam impelementasi penguatan peran auditor intern pemerintah atau Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Perubahan paradigma audit intern adalah tidak lagi berperan sebagai watchdog, tetapi harus memberikan nilai tambah bagi manajemen dengan peran consulting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif..Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode, pendekatan dan fokus audit yang seharusnya dilakukan dalam paradigma baru, belum berubah secara keseluruhan. Implementasi penguatan peran APIP juga memiliki beberapa kendala diantaranya, kompetensi sumber daya manusia para auditor yang minim,jumlah anggaran relatif kecil, lemahnya independensi lembaga APIP, objekvitas auditor masih kurang, dan komitmen dari stakeholder belum maksimal. Peran APIP yang efektif akan sulit diwujudkan, apabila perubahan paradigma peran auditor intern belum menyeluruh dan aspek pendukung penguatan peran APIP masih memiliki banyak kendala.Kata Kunci: Audit Intern, Paradigma Peran Auditor Intern,Efektivitas Audit Intern, APIP, dan Penguatan Peran APIP

    13

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇