Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
ANALISIS KINERJA ANGGARAN PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BIREUEN
This study aims to analyze the budget performance of the Regency Work Unit (SKPK) in Bireuen District. All 51 SKPK in Bireuen District during the period of 2013-2015 were investigated. The secondary data utilized in this study were gathered from the District Revenue and Expenditure Budgets(APBK) translation documents, Qanun on the APBK Revision and the Qanun on Accountability Report of APBK in the SKPK Bireuen District. Based on the s descriptive analysis method, the study documented that the greater the budget absorption rate would lead to the more optimal the budget performance, while the lower the level of budget absorption, the lower the budget performance of the SKPK of Bireuen District. The highest percentage of SKPK budget absorption for three years from 2013-2015 is the MPU secretariat with an average of 99.50%, the Executive Agency for Counseling and Food Security. Meanwhile, SKPK with the lowest budget absorption is the Office of Youth and Sports (86.66%) and Education and Training Personnel Board (86.46%) and Agency Mining and Energy (88.81%) and the Office of Dayah Education and Empowerment (80.47%).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) pada Kabupaten Bireuen. Penelitian dilakukan pada 34 SKPK pada Kabupaten Bireuen selama periode 2013-2015. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, data tersebut sudah tersedia berupa dokumen penjabaran APBK, Qanun Perubahan APBK dan Qanun tentang Laporan Pertanggungjawaban APBK pada SKPK Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semakin besar tingkat penyerapan anggaran semakin optimal kinerja anggaran, dan sebaliknya semakin rendah tingkat penyerapan anggaran semakin rendah pula kinerja anggaran pada SKPK Kabupaten Bireuen. Persentase serapan anggaran SKPK paling tinggi selama tiga tahun dari tahun 2013-2015 adalah sekretariat MPU dengan rata-rata 99,50%, Badan pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan. Sementara SKPK yang serapan anggarannya paling rendah yaitu Dinas Pemuda dan Olah Raga (86,66%) dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (86,46%) dan Dinas Pengairan, Pertambangan dan energi (88,81%) dan Kantor Pemberdayaan dan Pendidikan Dayah (80,47%)
PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, SUKU BUNGA RIIL, DAN PARTISIPASI ANGKATAN KERJA TERHADAP INVESTASI SWASTA DI INDONESIA (Pendekatan Error Correction Model)
This study aimed to analyze the influence of the GDP, the real interest rate, the labor force, the private investment in Indonesia. The data used in this research is time-series data from 2000 to 2014. The research model uses an error correction model (ECM). The results showed in the long term, GDP, labor force and real interest rates have a statistically significant relationship good and theory with a confidence level of 95 percent. In the long-term estimate found that the labor force will greatly affect private investment and the estimated short-term real interest rates affect the amount of investment that will go to Indonesia. In coefficient explained, the labor force has a strong influence and advice foreign investment into the country. For short-term model estimation results indicate GDP and real interest rates significantly affect the labor force in private investment but no significant effect on private investment. However, both long term and short term, variable real interest rates still the basic reason for investing. In result of cointegration explain that the variable GDP, real interest rates, and the laborforce has a cointegration relation to investment in the long term. The government needs to increase investment and promote the economy and set the interest rates are low. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PDB, tingkat bunga riil, angkatan kerja, terhadap investasi swasta di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time-series tahun 2000 hingga tahun 2014. Model penelitian ini menggunakan Error Corection Model (ECM). Hasil menunjukkan dalam jangka panjang, PDB, angkatan kerja dan suku bunga riil memiliki hubungan signifikan baik statistik dan teori dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pada estimasi jangka panjang ditemukan bahwa angkatan kerja akan sangat mempengaruhi investasi swasta dan estimasi jangka pendek, tingkat suku bunga riil mempengaruhi besarnya investasi yang akan masuk ke Indonesia. Secara koefisien menjelaskan, angkatan kerja memiliki pengaruh yang cukup kuat dan memberi masukan investasi asing ke dalam negeri. Untuk hasil estimasi model jangka pendek menunjukkan PDB dan tingkat bunga riil berpengaruh secara signifikan terhadap investasi swasta tetapi angkatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap investasi swasta. Namun demikian, baik jangka panjang maupun jangka pendek, variabel tingkat suku bunga riil masih menjadi alasan dasar untuk berinvestasi. Dalam hasil kointegrasi menjelaskan bahwa variabel PDB, suku bunga riil, dan angkatan kerja memiliki hubungan kointegrasi terhadap investasi dalam jangka panjang. Pemerintah perlu meningkatkan investasi dan memajukan perekonomian serta mengatur suku bunga yang rendah
PENGARUH KEKAYAAN DAERAH, DANA PERIMBANGAN DAN BELANJA DAERAH TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi pada Kabupaten/Kota di Aceh)
This study aims to examine the influence of regional wealth, balancing funds, and regional expenditures on the district's financial performance in Aceh, Indonesia. The population of this study is all 23 districts/cities in Aceh from the period 2011 to 2015 with the 115 total number of observations. The data used in this research is secondary data, comprising data of Revenue and Expenditure Budget of Districts/City-Revision (APBK-P). The analysis method used in this study is the Multiple Linear Regression Analysis. The study found that the regional wealth, balancing funds, and regional expenditures significantly affected the financial performance of districts/cities in Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kekayaan daerah, dana perimbangan, dan belanja daerah baik secara bersama-sama maupun secara terpisah terhadap kinerja keuangan kabupaten/kota di Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kabupaten/Kota di Aceh tahun 2011-2015 yang berjumlah 23 Kabupaten/Kota sehingga jumlah pengamatan sebanyak 115 pengamatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten/Kota-Perubahan (APBK-P) 23 Kabupaten/Kota di Aceh periode 2011-2015. Sedangkan teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik dokumentasi yaitu pengumpulan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan daerah, Dana Perimbangan, dan belanja daerah baik secara bersama-sama maupun secara terpisah berpengaruh terhadap kinerja keuangan kabupaten/kota di Aceh
ZAKAT SEBAGAI KEBIJAKAN FISKAL PADA MASA KEKHALIFAH UMAR BIN KHATTAB
This paper discusses a descriptive charity as fiscal policy during the caliphate of Umar. Zakat has a major position in fiscal policy in the early days of Islam. Besides, as a source of major revenue Islamic state at the time, zakat is also capable of supporting both state spending in the form of government expenditure (expenditure countries) and government transfers (transfer expenses). Zakat is also able to influence the economic policy of the Islamic government to improve the welfare of the people, especially the weak. It was in because zakat is the source of funds that will never dry out.Tulisan ini membahas secara deskriptif zakat sebagai kebijakan fiscal pada masa kekhalifahan umar bin khatab. Zakat mempunyai kedudukan utama dalam kebijakan fiskal pada masa awal islam. Disamping sebagai sumber pendapatan Negara Islam yang utama pada masa itu, zakat juga mampu menunjang pengeluaran Negara baik dalam bentuk government expenditure (pengeluaran belanja negara) maupun government transfer (pengeluaran transfer). Zakat juga mampu mempengaruhi kebijakan ekonomi pemerintah islam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama kaum lemah. Hal itu di karenakan zakat adalah sumber dana yang tidak akan pernah kering dan habis
STRATEGI IMPLEMENTASI SISTEM EKONOMI ISLAM DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Asean Economic Community (AEC) in 2015 was the realization of a free market in Southeast Asia that has been done gradually began ASEAN Summiting in Singapore in 1992. The purpose of the establishment of the ASEAN Economic Community (AEC)is to enhance economic stability in the ASEAN region, and expected to address the problem- problems in the economic field between ASEAN countries. MEA consequences of the agreement in the form of free flow of goods to the ASEAN countries, the impact of the free flow of services, the impact of the free flow of investment, the impact of the flow of skilled labor, and the impact of the free flow of capital. These things can certainly result in positive or negative for the Indonesian economy. Therefore, from the government side also run the strategies and measures that Indonesia is ready and able to take advantage of MEA MOMENTUM.Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 merupakan realisasi pasar bebas di Asia Tenggara yang telah dilakukan secara bertahap mulai KTT ASEAN di Singapura pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antar negara ASEAN. Konsekuensi atas kesepakatan MEA tersebut berupa aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal. Hal-hal tersebut tentunya dapat berakibat positif atau negative bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu dari sisi pemerintah juga dilakukan strategi dan langkah-langkah agar Indonesia siap dan dapat memanfaatkan momentum MEA
PERAN BANK SYARIAH DALAM PENGENDALIAN HARGA (Studi Analisis Terhadap Perbankan Syariah di Indonesia)
The role of Islamic banking is very important ricently. generally Islamic banking function similar with conventional banking as intermediary financial sector and real sector.The banking sector plays a role in the stability and the growth rate of money supply in the economy.Banking capabilities in managing public funds and creating a healthy business cycle will encourage the stability of the financial system.Islamic banking businesses experienced growth be viewed from the number of banks and Islamic banks are continueing increase. However, the growth rate of assets, acceleration of the increase in the share of banking more sloping back even declined. Hence the ability of banks to manage public funds and creating a healthy business cycle will encourage the stability of the financial system.Peran perbankan syariah sangat penting bagi perekonomian saat ini. Secara umum fungsi perbankan syariah sama dengan perbankan konvensional yaitu sebagai sektor keuangan perantara dan sektor riil. Sektor perbankan berperan dalam stabilitas dan tingkat pertumbuhan uang beredar dalam perekonomian. Kemampuan perbankan dalam mengelola dana publik dan menciptakan siklus bisnis yang sehat akan mendorong stabilitas sistem keuangan. Bisnis perbankan syariah mengalami pertumbuhan dilihat dari jumlah bank dan bank syariah yang terus meningkat. Namun, menurunnya laju pertumbuhan aset, akselerasi peningkatan pangsa perbankan syariah akan semakin melandai, bahkan kembali menurun. Maka kemampuan bank untuk mengelola dana masyarakat dan menciptakan siklus bisnis yang sehat akan mendorong stabilitas sistem keuangan
KESETIAAN KARYAWAN PERBANKAN SYARIAH DI BANDA ACEH
Employee loyalty is an important discussion that interests many scientists of human resource management and organization behaviour. It is due in addition to the loyalty of employees will benefit an employer can also be utilized for the progress and development of the organization/ company. Therefore, the Islamic view of employee loyalty Muslims need to pay attention, because the prevalent view (conventional) was considered insufficient in terms of philosophical framework or tasawurnya. The view is prevalent more emphasis to the sheer sense, then in judgment, be a pragmatic point of view prevalent materialistic. While the Islamic view is more focused on Al-Falah and Mardhatillah (hereafter earthly goodness and keredhaan Allah SWT). The issues discussed in this paper are: first, whether the criteria that Muslim employee loyalty? Second, how the results of studies that have been conducted for employees of Islamic banking in Banda Aceh, Indonesia? The purpose of this working paper is to assess the stage of Islamic banking employee loyalty in Banda Aceh, Indonesia based on the criteria in the perspective of Islam that has been formed. Writing this paper using library studies and empirical methods of quantitative form. A study carried out by involving as many as 277 respondents employees of Islamic banking in Banda Aceh, Indonesia. Data cited by using a questionnaire and analyzed using descriptive statistics and employee loyalty inferens.Terdapat five criteria of Islam, namely Amanah, Adherence to the leadership, Ikhlas, responsibility and Virtue in the workplace. The results showed an overall phase of employee loyalty Muslims in Islamic banking in Banda Aceh, Indonesia is in the high stage.Kesetiaan karyawan merupakan suatu pembahasan penting yang menarik minat banyak ahli ilmumanajemen sumber daya manusia dan prilaku organisasi. Hal ini disebabkan selain karena kesetiaan karyawan akan menguntungkan majikan juga dapat dimanfaatkan kepada kemajuan dan pembangunan organisasi/perusahaan. Oleh karena itu pandangan Islam tentang kesetiaan karyawan Muslim perlu perhatikan, karena pandangan lazim (konvensional) dianggap tidak mencukupi dari sisi kerangka kerja filsafat atau tasawurnya. Pandangan lazim lebih menitikberatkan kepada akal semata- mata, maka dalam menilai sesuatu, sudut pandangan lazim menjadi pragmatik materialistik. Sedangkan pandangan Islam lebih menitikberatkan pada Al-Falah dan Mardhatillah (kebaikan duniawi-ukhrawi dan keredhaan Allah SWT). Persoalan yang dibahas pada kertas kerja ini adalah:pertama, apakah kriteria kesetiaan karyawan Muslim itu? Kedua, bagaimana hasil kajian yang telah dilaksanakan terhadap para karyawanperbankan syariah di Banda Aceh, Indonesia? Tujuan kertas kerja ini adalah untuk menilai tahap kesetiaan karyawanperbankan syariah di Banda Aceh, Indonesia berdasarkan kriteria dalam perspektif Islam yang telah dibentuk. Penulisan kertas kerja ini menggunakan metode kajian perpustakaan dan metode empirikal berbentuk kuantitatif. Sebuah penelitian dijalankan dengan melibatkan sebanyak 277 responden karyawanperbankan syariah di Banda Aceh, Indonesia.Data dikutip dengan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferens.Terdapat lima kriteria kesetiaan karyawan dalam Islam, yaituAmanah, Kepatuhan pada pimpinan, Ikhlas, Bertanggungjawab dan Kebajikan di tempat kerja. Hasil kajian menunjukkan secara keseluruhan tahap kesetiaan karyawanmuslim di perbankan syariah di Banda Aceh, Indonesia adalah di tahap tinggi
ANALISIS PENGARUH BELANJA PENDIDIKAN, BELANJA KESEHATAN, TINGKAT KEMISKINAN DAN PDRB TERHADAP IPM DI PROVINSI ACEH
This study aims to look at the influence of the variables government spending on health and education, poverty and Gross Domestic Product (GDP) of the Human Development Index (HDI) in the province of Aceh. The analytical method used in this research is the analysis of the panel data regression model parameter estimation using a random effects model (REM). The data used is the panel data during the period 2010-2014. The results showed that the variables government spending on education and health sector no significant effect on the human development index, this happens because the district/city governments allocate their spending still more dominant that the type of expenditure that are not directly impact the IPM. While poverty variables significant negative effect on the human development index, then with reduced levels of poverty can enhance human development index. GRDP positive and significant effect on the human development index, which means that the GDP increases, IPM will also increase.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari variabel-variabel belanja pemerintah pada sektor kesehatan dan pendidikan, tingkat kemiskinan serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Aceh. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan estimasi parameter model menggunakan random effect model (REM). Data yang digunakan adalah data panel selama periode 2010-2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, hal ini terjadi karena pemerintah kabupaten/kota masih lebih dominan mengalokasikan belanjanya yang pada jenis belanja yang secara tidak lansung memberikan pengaruh terhadap IPM. Sedangkan variabel kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, maka dengan menurunnya tingkat kemiskinan dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia. PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, yang berarti PDRB meningkat maka IPM juga akan meningkat
MERETAS REAKSI JALAN PANJANG BANK ACEH KONVERSI SYARIAH
This literary article tries to address market reaction post Non-Islamic standard bank called Bank Aceh used to be BPD (Bank Pembangunan Daerah- Aceh) mainly as local prime bank in Aceh which currently has been converted to Banking in Islamic based which has no interest system. The study attempts to elaborate stake holders responds in market and analyzing the effects of conversion the Bank Aceh into Islamic or Syariahs rule. The study deals also with the reaction business and enter- prises actors and government, agency, private public partnership as stake holders whom common- ly obtaining to access finance Bank Aceh as major their handling bank. The study research derived the analytical descriptive method, historical method, and lesson learnt from past experience of some countries in using Islamic role as their Banking based nowadays. The result of literary study meets various opinions. There was minor reluctant that bank Aceh to be converted but most of them having good reaction. The essential one is from this result having positive reaction facing Bank Aceh be- coming total Islamic Banking regulation and the research recommends that Bank Aceh stays in Sya- riah/Islamic regulation system in order to sustain stability in economy and reach Aceh social eco- nomics welfare.Artikel ini bertujuan untuk mengenalkan atas reaksi pasar dari bank umum standar aceh konvension- al yang dulunya dinamakan Bank Pembangunan Daerah Aceh sebagai bank lokal utama yang saat ini telah dikonversi menjadi Bank Aceh yang berbasis syariah Islam yang sistemnya tampa bunga. Studi ini juga megelaborasi para pemaangku kepentingan terhdap respond pasar dan menganalisa efek dari konversi Bank Aceh menjadi bank aturan mainnya secara Islam atau Syariah. Studi ini berhubunan dengan reaksi para pengusaha bisnis, pemerintah, lumbaga-lembaga institusi, swasta, bumn, kemitraan, dan para pemegang saham lainnya yang sering berhubungan dengan Bank Aceh sebagai bank utama mereka. Penetlitan ini menggunakan metode analysis descriptive, historis, pelajaran pengalaman masa lalu dari beberapa negara yang menggunakan sistem Islam/Syariah sampai. Hasil dari studi literatur ini mendapatkan ragam pendapat. Hasil menunjukkan bahwa sang at sedikit masyarkat yang menolak Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah. Selanjutnya kebanyakan mereka memiliki reaksi yang positif converse bank Aceh menjadi Bank Aceh regulasinya total Syariah. Penelitian merekomendasikan agar Bank Aceh tetap menggunakan regulasi sistem syariah/Islam agar dapat mencapai kemakmuran ekonomi yang sejahtera serta berkesinambungan
HOLDING PERIOD SAHAM SYARIAH ANTARA INVESTOR DAN TRADER
Inbuying and sellingstocks, Muslims are faced withtwo optionsnamelystrategyas atraderorinvestor. The moststrikingdifferencebetween the two ison theside of theholding periodorperiodsmenahama securityfor resale. A tradercanbuy and sellsharesin avery short time.Insteadinvestors tend tohold securitiesin a long time. The scholarsstatedthat thebehavior oftradersarecategorizedasactsmaisyirandgharar. Becauseone of the goalsof thestrategyis to utilizetraderstock price movementsarenotsuretoget ashort-term profits. Besidesthe activitiesof thetradermakesaveryvolatileindexthatcan triggerinstabilityexchanges.Dalam melakukan jual beli saham di bursa, umat Islam dihadapkan kepada dua pilihan strategi yakni sebagai trader atau investor. Perbedaan yang paling mencolok antara keduanya adalah dari sisi holding period atau periode menaham suatu sekuritas untuk dijual kembali. Seorang trader dapat melakukan transaksi jual beli saham dalam waktu sangat singkat. Sebaliknya investor cenderung menahan sekuritas dalam waktu yang lama. Para ulama menyatakan bahwa perilaku trader tersebut dikatagorikan sebagai perbuatan maisyir dan gharar. Karena salah satu tujuan dari strategi trader adalah memanfaatkan pergerakan harga saham yang tidak pasti untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Selain itu kegiatan trader tersebut membuat suatu indeks sangat berfluktuatif yang dapat memicu ketidakstabilan bursa