402 research outputs found

    Pengobatan kudis (Sacroptes scabiei) dengan ivomec pada kambing (laporan kasus)

    No full text
    Untuk mengetahui efikasi ivomec terhadap penyakit kudis pada kambing maka telah diadakan penyuntikan terhadap 9 ekor kambing yang terserang kudis dalam dua tahap. Penyuntikan tahap pertama terdiri dari 4 ekor dan tahap kedua terdiri dari 5 ekor kambing. Inomec disuntikkan tiga kali, selang 20 hari di bawah kulit pada leher dengan dosis 1 ml/50 kg berat badan. Ternyata hasil pengobatan tahap pertama dan kedua sama yaituivomec dapat menyembuhkan kudis pada kambing setelah 60 hari. Semua kondisi kambing tampak maju pesat ditandai dengan pertumbuhan bulu dan kulit yang telah kembali seperti semula

    Kematian mendadak pada broiler

    Get PDF
    Untuk menentukan penyebab kematian mendadak pada broiler, telah diadakan survei pada dua daerah ketinggian dan musim dengan model klasifikasi dua arah pola faktorial 2 (ketinggian) x 2 (musim). Diagnosis ditentukan berdasarkan anamnese, epidemiologi, gejala klinis dan autopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian mendadak pada broiler sangat nyata (P < 0.01) dipengaruhi oleh musim kemarau dan tidak dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan interaksi antara ketinggian tempat dan musim. Gejala klinis tidak tampak pada saat satu menit sebelum mati. Ayam yang terserang menunjukkan kehilangan keseimbangan, konvulsi dan tiba-tiba mau terbang. Pada umumnya ayam mati telentang dengan satu kaki atau keduanya menjulur ke atas akan tetapi kadang-kadang adajuga yang mati pada sisi kiri atau kanan. Pada autopsi tampak keadaan gizi ayam baik dan alat pencemaan bagian depan penuh dengan pakan. Hati membesar, pucat dan kenyal serta kantong empedu kosong.  

    Evaluasi aktivitas fraksi hexan rimpang kunyit (Curcuma longa) dalam persembuhan luka pada mencit

    No full text
    The aim of this research was to evaluate the affectiveness of hexane fraction of ethanol turmeric extract on the wound helaing process of mice. The extraction process was based on maseration method. Fourtyfive male albino mice aged 2-2,5 month were divided into 3 groups, all groups were received incision 1 cm on their back skin; group I was positive control (treated with commercial oitment which contained neomycin sulfat 5%); group II was negative control (without treatment); group III was treated by hexane turmeric fraction ointment. The commercial ointmnetand hexane turmeric fraction ointmnet were given topically twice a day. Three mice from each gropus were euthanized at 2nd, 4th, 7th, 14th, and 21st days post incisition (pi) for gross pathology abservation and microscopic lesions of the injured skin. Phytochemical analysis resulted that the hexane turmeric fraction contain alkoloid, kuinon and saponin. Gross examination revealed that the hexane turmeric fraction and positive control gropus showed better result an woud healing process compared to the negative control. Histophatology of the hexane fraction treated mice showed few neutrophil with increase in collagenation and neovascularization compared to the negative control. Based on the macroscopic and microscopic observation, the hexane turmeric fraction has properties which promotes wound healing.  

    Enteritis necroticans pada ayam broiler akibat infeksi sekunder clostridium perfringeens Tipe A

    No full text
    The experiment was conducted to determine the relationship between conccidiosis vaccination and secondary infection of Clostridium perfringens type-A as a cause of Enteritis Necroticans in broiler chickens.The completely randomized design was used in this experiment. In this study 102 Arbor Acres strain unsexed chicken were randomly assigned to 8 treatment groups with 12 chicks each. Feed and water were given ad libitum.Treatment factors in this experiment were coccidiostat (Salinomycin 6%), coccidiosis vaccine and Clostridium perfringens type-A isolate, and their combinations.The anatomy pathology (AP) and histopathology (HP) figures of the chicken intestines were evaluated.Histopathology results indicated that the relationship between coccidiosis vaccination and secondary infection of Clostridium perfringens type-A was highly significant (p < 0.01) but the anatomy pathology figures showed that the relationship was not significant (p < 0.05).

    Strategi penanganan anak babi sapih dini sebagai akibat agallactia atau induk mati

    Get PDF
    Keberhasilan budidaya ternak babi dengan pola usaha produksi anak yang dipasarkan pada periode lepas sapih dan bahkan dibesarkan kemudian dijual pada bobot siap potong (60 - 100 kg/ekor), sangat dibatasi oleh jumlah ternak yang dapat dipasarkan. Jumlah ternak babi tersebut dipengaruhioleh jumlah anak/induk/paritas yang bertahan hidup sampaiumur pernasaran yang dikehendaki produsen.Tingkat mortalitas anak-anak babi prasapih merupakan salah satu faktor penentu yang sering kali menjadi suatu masalah yang serius dalam budidaya ternak babi. Walaupun Hutton (1989) berpendapat bahwa periode kritis bagi anak-anak babi terjadi pada umur lepas sapih, tetapi ternyata pada periode menyusui ("suckling period") nasib anakanak babi juga rawanPenelitian-penelitian tentang aspek yang berpengaruh pada penampilan anak babi pada periode menyusui telah banyak dilakukan di negara-negara produsen (Ewbank; 1976; Mabry et al., 1983; King dan Williams, 1984a, b; McGlone et al.. 1988, Prawirodigdo et al., 1990b). Demikian menariknya topik mengenai penampilan anak-anak babi sehingga mortalitasanak babi prasapih telah dievaluasi sejak 51 tahun yang lalu (Donald, 1939) hingga pada dekade akhir-akhir ini (Baxter, 1989; Cronin, 1989a, b; Cutler et al.. 1989; Hartmann et al., 1989). Informasi serupa di negara tropika khususnya di Indonesia sangat diperlukan, lebih-lebih pada saat ini pemerintah Indonesia juga sedang menggalakkan budidaya ternak babi untuk memenuhi salah satu kebutuhan ekspor komoditi nonmigas.Studi ini memberikan ulasan mengenai teknik-teknik yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi kematian anak-anak babi prasapih sebagai akibat kegagalan memperoleh susu dari induknya.

    Berbagai siput sebagai inang antara cacing trematoda echinostoma revolutum di Bogor, Jawa Barat : 2. indoplanorbis exustus

    No full text
    Infeksi mirasidia Echinostoma revolatum pada siput Indoplanorbis exustus yang dipelihara di laboratorium tidak menghasilkan larva infektif metaserkia. Sedangkan dari siput Indoplanorbis exustus yang dikoleksi dari sawah di desa Sindang Barang diperoleh larva infektif metaserkia. Kecocokan siput Indoplanorbis exustus sebagai inang antara Echinostoma revolutum berturut-turut 0.00% pada kondisi laboratorium dan 30.47% pada kondisi alamiah.Metaserkia asal infeksi alamiah yang dikumpulkan dari siput Indoplanorbis exustus dan infeksi pada ayam menghasilkan cacing dewasa Echinostoma revolutum. Pada ayam perlakuan, rataan total infektivitas metaserkia hasil infeksi alamiah mencapai 4.67

    Pengaruh iradiasi gama terhadap perubahan bentuk, mortilitas dan ketahanan hidup Trypanosoma evansi

    Get PDF
    Pengaruh iradiasi gama terhadap perubahan bentuk, motilitas dan ketahanan hidup Trypanosoma evansi. Telah dilakukan percobaan iradiasi terhadap parasit T. evansi. Iradiasi parasit dengan menggunakan sinar gama (Co-60) dengan dosis 300 Gy. Pengamatan dilakukan 1,24 dan 48 jam se telah iradiasi, dan parameter yang diamati adalah bentuk, motilitas dan jumlah parasit. Pengamatan serupa dilakukan terhadap T. evansi tanpa iradiasi sebagai pembanding. Hasil percobaan menunjukkan bahwa iradiasi dapat menurunkan jumlah dan mobilitas serta menyebabkan terjadinya perubahan bentuk tubuh parasit. Kematian yang terjadi selain disebabkan oleh iradiasi, juga akibat pengaruh lingkungan yang tidak sesuai

    Bursitis infeksiosa pada ayam ras dan bukan ras

    No full text
    Selama periode Juli sampai Oktober 1987, lebih dari duaribu ayam ras dan bukan ras (buras) berumur 14-30 hari dari berbagai lokasi peternakan ayam di kabupaten Jayapura dilaporkan mati. Gejala klinik yang dilaporkan berupa depresi, tidak mau makan dan mencret. Pemeriksaan patologik dilakukan terhadap 12 spesimen, berupa 9 ekor ayam sakit dan 3 kadever dan ditemukan gejala utama berupa perbarahan dan pembengkakan oedematous dari bursa Fabricius. Disamping itu, karkas ayam memperlihatkan dehidrasi, ptechie pada kaki dan sayap serta pembengkakan ginjal dengan bercak-bercak putih. Penyakit ini diduga sebagai Bursitis Infeksiosa yang disebabkan  oleh virus RNA dan umumnya menyerang anak ayam berumur 3-6 minggu dengan angka kematian sektar 40%

    Growth and sexual development of javanese thin-tailed ewe lambs as affected by moderate internal parasite burden

    No full text
    The effect of a moderate burden of internal parasites on growth and sexual development of Javanese thin-tailed (JIT) ewe lambs was studied from weaning at 13 weeks of age to puberty (first oestrus group (T) was infected with third stage mixed larvae comprised of 840 Haemonchus spp., 150 Cooperia spp., 255 Oesophagostomum spp., 240 Tri chostrongylus spp., and 15 Strongyloides spp. The lambs were fed elephant grass and concentrate (Beef0kwik, Cargill) ad lib. throught the experiment period. The result showed that a moderate parasite burden did not significantly influence growth and sexual development of JTT ewe lambs reared under research station conditions. However, group T ewe lambs consumed 8% more feed than group C. The possibility that JTT sheep may have a high resistance to internal parasite warrants further investigation

    An evaluation of grati bull fertility in Pujon East Java

    No full text
    A total of 258 measurements of scrotal circumference (SC) was made on 53 Grati bulls in Pujon, East Java, from June 1981 unti June 1985. Body weight (BW) and age of bulls ranged from 110 to 393 kg and from 12 to 65 months, respectively. The cummulative BW increased rapidly until about 32 months of age and there after slowly to a maximum of 393 kg at 54 monts age. The curviliear regression to fit BW data was Y = -25.83+14.27x - 0.13X2 where Y=BW in kg and X=age in months (r2=0.91)

    281

    full texts

    402

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Hemera Zoa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇