Hemera Zoa
Not a member yet
402 research outputs found
Sort by
Gambaran status reproduksi pada sapi perah melalui pengukuran progesteron susu dengan metoda elisa
Determination of reproduction status was carried out 16 lactation dairy coes at Faculty of Veterinary of Animal Science - IPB by measurement of milk progesteron level by Enzyme Immunoassay.This result could concluded that : oestrus, post oestrus and pregnant, respectively, where as 7 cows were oestrus, I Cow post oestrus, 3 cows dubius pregnant and 5 cows pregnant. Comfirmation by rectal palpation was done one week later and shown that : 4 of 5 diagnosed pregnant, I cows need recheck.The accuracy of milk progesteron assay by Enzyme Immunoassay (EIA) in this case was 80% for positive pregnant
Isolation and typing of canine parvovirus from dogs fecal in some area in Indonesia
Canine parvovirus (CPV) has supopsedly been in Indonesia since 1981, but the isolation of aetiological agent has never been reported. In the present study, isolation and typing of CPV in Indonesia is presented. Out of 180 fecal samples collected from unvaccinated dogs were detected 12 isolated virus by using haemagglutination test after growing the virus in CRFK cell line. Typing the isolates were done with monoclonal antibodies. The results showed that all of the isolates are of "new type"
Japan\u27s embryo transfer technology and its feasibility in hastening livestock improvement in Southeast Asia
In Japan, progress has been achieved in the development of embryo transfer (ET) technology in the last few years. Research on the other related technologies such as cryopreservation, in vitro fertilization, embryo manipulation and sexing are actively being carried out. However, its practical application is still limiteed. It is now being used for rapid proliferation of desirable dairy and beef cattle. About 100 organizations are involved in ET practice and research. The number of ET trained technicians has also increased. However, ET is still a relatively expensive technique which great effort and financial risk
Aspek-aspek produksi Susu Babi - Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi susu
Produksi susu induk babbi merupakn faktor penting yang menjadi pembatas perkembangan dan pertumbuhan anak-anaknya selama periode prasapih (ARC., 1981). Temuan yang dilaporkan Lacce (1969) dan Campbell (1981) bahwa anak-anak babi dapat disapih segera setelah dilahirkan dengan pertumbuhan yang cukup memuaskan, tidak dapat dipraktekkan secara terus menerus pada perusahaan komersial
Sistisekrosis pada Babi di Bali
Telah dilakukan penelitian terhadap 5630 ekor babi yang dipotong di Rumah Potong Hewan Denpasar. Tujaun penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi sistiserkosis dan beberapa aspek epidemiologi yang mendukung kejadian tersebut.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tujuh ekor (0.012%) babi terinfeksi Cysticercus cellulosae. Infeksi ini hanya ditemukan pada babi-babi lokal yang dipelihara secara tradisional. Sedangkan C. tenuicollis ditemukan pada 932 ekor babi (16.5%), Infeksi ini terdapat baik pada babi-babi lokal persilangan maupun pada babi-babi yang berasal dari Jawa. Prevalensi pada babi asal Bali (18.1%) sangat nyata lebih tinggi (P < 0.01) dibandingkan dengan prevalensi pada babi asal Jawa (6.3%). Prevalensi pada babi-babi lokal persilangan asal Bali (19.42%) juga berbeda sangat nyata (P< 0.01) dengan prevalensi pada babi ras asal Bali (8.77%).Hasil pengamatan di lapangan menunjukan bahwa faktor epidemiologi lainnnya yang berpengaruh terhadap kejadian tersebut adalah akibat sistem pemeliharaan ternak dan sanitasi lingkungan asal babi yang terinfeksi masih kurang baik.
Penyebaran penyakit Gumboro di wilayah Jabotabek dan cara pencegahannya
Di wilayah jabotabek kasus IBD telah ditemukan pada sembilan peternakan ayam pedaging yang total menghasilkan 40.000 ayam setiap minggu dan pada sembilan peternakan ayam petelur yang total mempunyai 450.000 ayam. Kerugian ekonomik yang disebablan infeksi IBD pada sebuah peternakan ayam pedaging juga diberikan. Kesimpulan dari studi ini ialah IBD telah bersifat enzootik di daerah Jabotabek. Pengaruh imunosupresif yang disebabkan IBD terhadap serangan penyakit Marek dan Newcastle dibahas. Infeksi IBD pada anak ayam di bawah umur tiga minggu sangat merugikan. Ayam-ayam itu kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan antibodi terhadap penyakit-penyakit, meskipun ayam-ayam itu telah divaksinasi. Imunitas maternal (asal induk) sangat vital artinya bagi anak-anak ayam untuk melindunginya terhadap infeksi dini. Karena itu sangat perlu dianjurkan agar para peternak bibit mengebalkan ayam-ayam pembibitnya terhadap IBD agar keturunannya memperoleh imunitas maternal
Culicoides (Diptera:Ceratopogonidae) di sekitar ayam dalam kandang di Jawa Tengah
Duabelas spesies Culicoides telah berhasil ditangkap di sekitar kandang-kandang ayam ras di daerah Semarang, Surakarta, Karanganyar dan Magelang. Sepuluh diantaranya telah dapat diidentifikasi sebagai Culicoides arakawai, C.guttifer, C.hegneri, C.peregrinus, C.amamiensis, C.palpifer, C.humeralis, C.subflavescens, C.huffi dan C.schultzei. Lima diantaranya tertangkap dalam keadaan mengandung darah yaitu C.arakawai, C.guttifer, C.huffi, C.hegneri, C.schultzei dan C.peregrinus. Jumlah Culicoides yang tertangkap di tiap lokasi penangkapan berkisar antara 2 sampai 8.696, bagian terbesar diantaranya selalu C.arakawai. Spesies ini dapat dianggap sebagai bersifat ornithofilik karena pernah dapat ditangkap sedang mengisap darah pada balung ayam dan selalu dapat tertangkap di sekitar ayam di semua lokasi penangkapan dan betinanya mengandung sel-sel darah merah berinti. Oleh karenanya maka spesies ini merupakan vektor paling potensial bagi penularan leucocytozoonosis ayam di kalangan industri ayam ras di Indonesia.
Aspek-aspek produksi susu babi - Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap komposisi susu
Komposisi susu babi tidak dapat dipisahkan dari produksi susu itu sendiri dan mempunyai peranan yang sama pentingnya dalam pengaruhnya terhadap pertumbuhan serta daya tahan hidup ("suvivability") anak-anak babi prasapih. Berarti produksi susu induk tinggi yang berkualitas rendah bisa tidak mencukupi kebutuhan nutrien anak-anak babi untuk tumbuh dan berkembang. Dilain pihak, komposisi susu yang baik tetapi kuantitasnya rendah, secara proporsional mungkin juga tidak mampu memasok kebutuhan anak-anak tersebut.
An estimate of meat production loss in native chicken in Bogor and its surrounding districts due to gasterointestinal helminthiasis
Among 78 native chicken from Bogor and its surrounding districts, only 4 (5.1%) with mean dressing weights of 1250 ± 29 g were free from parasiric worms. The other 74 chicken found infected with nematodes [mean nematode numbers (mn) = 24]. Cestodes (mc = 45) and trematodes (mt = 7). Single parasite class infections of nematode (mn = 18) and of trematode (mt = 96) were each one sample (1.3% with mws 1250 and 1180 g, respectively); single parasite class infections of cestode (mc = 47) were 15 (19.2% wit mw = 1145 g). Total single parasite class infections were 17 (21.8%). Mixed nermatode (mn = 29) + castode (mc = 50) were 41 (52,6%; mw = 1056 g), nematode (mn = 4) + trematode (mt = 28) were 2 (2.6% mw = 1225 g) and cestode (mc = 44) + trematode (mt = 6 - were 2 (2,6%; ws = 975 g). Total two parasite class infections were 45 (57.7%). Mixed infections of nematode (mn - 45) + cestode (mc = 44) + trematode (mt = 27) were 12 (15,4%; mw = 1034 g)
Berbagai siput sebagai inang antara cacing trematoda Echinostoma revalutum di Bogor, Jawa Barat: 1. Lymnaea rubiginosa
Infeksi mirasidia Echinostoma revolutum pada siput Lymnaea rubiginosa yang dipelihara di Laboratorium menghasilkan larva iinfektif metaserkaria. Demikian juga dari siput Lymnaea rubiginosa yang diambil dari sawah di desa Sindang Barang Bogor diperoleh larva infektif metaserkaria. Kecocokan siput Lymanea rubiginos sebagai inang antara Echinostoma revolutum berturut-turut mencapai 83.33% pada kondisi laboratorium dan 50.78% pada kondisi alamiah.Metaserkaria asal infeksi laboratorium maupun alamiah yang dikumpulkan dari siput Lymanaea rubiginosa dan diinfeksikan pada ayam, menghasilkan cacing dewasa Echinostoma revolutum. Rataan infektivitas metaserkaria tersebut pada ayam mencapai 35.80% dengan metaserkaria hasil infeksi laboratorium dan 19% dengan metaserkaria infeksi alamiah