Hemera Zoa
Not a member yet
402 research outputs found
Sort by
Pengaruh getah papaya (Carica papaya) terhadap infektivitas telur ascaridia galli dewasa in vitro
Indonesia sangat kaya akan sumber daya obat yangberasal dari alam yang sampai saat ini belum seluruhnya diteliti dengan tuntas untuk dapat memenuhi berbagai persyaratan dan kriteria bahan obat yang dapat menjamin kebenaran khasiat, keamanan dan mutu obat yang dapat digunakan untuk pengendalian penyakit baik untuk manusia ataupun ternak.Soekaryo (1989) berpendapat sampai saat ini kebanyakan pemanfaatan obat bahan alam di Indonesia masih tradisional alam arti pemakaiannya terutama sebagai obat tradisionil atau jamu yang masih jarang dan belum diterima oleh para tenaga kesehatan dan institusi kesehatan sebagai obat pada pelayanan kesehatan formal
Penggunaan teknik reaksi rantai polimerase (PCR) DNA proviral dari virus enzootic bovine leukosis
A polymerase chain reaction was developed to detect the proviral DNA of bovine leukimia virus in bovine lymphocytes. Milk and blood samples from infected and uninfected cows were tested. None of the bovine leukosis free animals gave a positive response and 58% of the infected cows showed positive signals. When the DNAs 25ul of blood. 25.000 lymphocytes or 1.000 lymphocytes were amplified. positive results were recorded more frequently in cows with persistent lymphocytes than in cows with normal lymphocyte counts
Microscopical and immunohistochemical studies on intestinal signet-ring cell and pulmonary bronchiolar-alveolar carcinoma in cat
A rare case of signet-ring cell (SRC) carcinoma of the intestines occurring in a cat, 9,5 years old, female was described
Infeksi Alamiah Toxocara vitulorum pada anak sapi perah di Bayong bong, Garut
One hundred and two diary calves of 1-12 montha old at Bayonghong, Garut, West Java were examined for toxacara vitulorum eggs in their feces
The use enzyme immuno assay methode for measurement of milk progresterone without extraction for early pregnancy diagnosis in cow
An Enzyme Immuno Assay for Progesterone, using horse radish peroxidase as the label, was adapted for direct measurement of progesterone in milk. This was carriedout to detect early pregnancy in cows. The experiment used sixty milking cows divided into three groups, one as a controland two others as treatment groups. In group I (control) milk samples were collected on the day of insemination to 24 days afterward by quartan collection. In group II, milk samples were collected on days 18, 21 and 24 after insemination. In group III, milk samples were collected on days 21 and 24 after insemination. Milk samples were collected from lactating cows at noon from four quarters and preserved with Potassium dichromate (Merck 4858), stored at - 20 degree C until analysed.Pregnancy diagnosis by EIA was confirmed by rectal palpation at 60 to 90 days after insemination. The early pregnancy diagnosis in Group II compared with Group III showed that prolonged the time of sampling indeclinable improved the acuracy
The Role of antibody in immunity to Pseudomonas pseudomomallei in mice
Passively transfered rabbit antiserum provided some protection to Balb/c mice against challanged with viable virulent goat (XI003) strain of Pseudomonas pseudomallei. This protection was demonstrated in mice injected with 1:10 and 1:20 dilutions of antiserum. A. complete protection was conferred to the mice injected with 1:20 dillution and wich then were challanged with log10 3,5 and log10 4,5 viable cells of homologous strain. In contrast, the undiluted antiserum (neat) did not give any protection in mice. Nevertheless, these findings showed that antibody plays a role in immunity to P. pseudomalle
Penyakit Gumboro di Indonesia serta akibatnya bagi peternak ayam
Sejumlah 2000 ekor ayam jantan berumur 4 minggu, pada sebuah peternakan di Kabupaten bogor, terserang penyakit. Ayam-ayam tersebut telah mendapat vaksinasi terhadap Newcastle disease (ND) sebanyak dua kali. Secara klinis ayam-ayam tersebt menderita ND dengan tanda torticollis dan mortalitas tinggi, yang dalam jangka waktu dua minggu mencapai 75%. Dari pemeriksaaan patologi-anatomik terlihat kelainan-kelainan sebagai berikut:bursa Fabricius membesar, oedema dan hemorhagi. Eksudat ada yang berlendir dan ada yang mengiju. Secara histopatologik terlihat ada oedema, nekrose sel limfoid dan proliferasi sel-sel retikulo-endotel. kelainan di atas merupakan ciri-ciri khas dari ayam yang menderita Gumboro. Mengingat bahwa penyakit Gumboro sudah ditemukan di Indonesia dan sangat membahayakan bagi perkembangan peternakan ayam, maka vaksinasi terhadap penyakit ini baik pada ayam pembibit maupun pada ayam petelur dan pedaging perlu dilakukan
Pengaruh pemakaian tepung bekicot sebagai pengganti sebagian dari jumlah tepung ikan di dalam rabsum terhadap pertumbuhan anak ayam
Suatu penelitian telah dilakukan untuk meneliti pengaruh pemakaian tepung bekicot sebagai pengganti sebagian dari jumlah tepung ikan di dalam ransum terhadap pertumbuhan, konsumsi makanan dan efisiensi penggunaan makanan dari anak ayam Hy Sex brown betina berjengger satu, berumur satu hari. Empat puluh anak ayam Hy Sex brown betina telah digunakan dalam penelitian ini. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari dua anak ayam hy Sex brown. Banyaknya tepung bekicot yang dicampurkan pada ransum sebagai pengganti tepung ikan ialah berturut-turut 0% (RA), 3% (RB), 6% (RC), 9% (RD) dan 12% (RE). Dari tiap-tiap perlakuan diperoleh rata-rata pertambahan berat badan per anak ayam sampai umur 10 minggu sebesar 935.11 gram (RA), 1059.74 gram (RB), 984.40 gram (RC), 805.85 gram (RD) dan 719.90 gram (RE). Demikian juga konsumsi makanan dan efisiensi penggunaan makanan rata-rata per anak ayam sampai umur 10 minggu adalah 3482.22 gram dan 3.73 (RA), 4118.79 gram dan 3.89 (RB), 3739.86 gram dan 3.80 (RC), 3542 gram dan 4.40 (RD), 2756.66 gram dan 3.83 (RE)
Brucellosis in Yogyakarta Slaughterhouse Workers
The purposes of the study were (1) to measure the serological prevalance of brucellosis among Yogyakarta slaughterhouse workers, (2) to compare rapid blood test (RBT) and complement fixation test (CFT) for serologically detecting brucllosis, and (3) to evaluate the repeatability of both tests.A total of 52 blood samples, 26 from each beef and swine slughtering plants were used for the investigation. These samples cocsist of occupation from administration to blood collection, and missed only 4 workers in both plants. The samples were tested against brucllosis using RBT and CFT and read both differentially and paralelly. Both tesis were compared using McNemar\u27s X2(kuadrat). for evaluating the repeatability of the technician.The result revealed that the RBT prevalence was 13,46%, CFT 3,85% and pararel prevalance was 15,38%. Seven of 8 reactors detected were from swine plants but did not show any significant prevalance different (P>0,05) between the two plants. The highest prevalance was found among dressing workers, however, the highest risk (50%) was found in blood collecting workers.McNemar\u27s X2(kuadrat) did not show any prevalance difference between RBT and CFT (p>0,05) although the odds of being RBT positive was 6x as high as CFT.The repeatability of CFT and RBT was found to be 92.68% and 37.80%, respectivrly, suggesting that CFT is more stable than RBT
Beberapa penyakit mikotik penting pada unggas di Indonesia
Penyakit mikotik pada unggas di Indonesia masih diabaikan dan dianggap kurang penting dibandingkan dengan penyakit unggas oleh penyebab lain. Hal ini disebabkan oleh bermacam-macam faktor, antara lain karena pertimbangan ekonomi, baik dari segi diagnosis yang masih kurang efisien, pengobatan yang masih belum efektif maupun prioritas yang dewasa ini masih menduduki posisi ke-4 setelah penyakit viral, bakterial dan parasitik. Namun demikian, beberapa mlkosis seperti aspergillosis dan kandidiasis, serta kontaminasi pakan oleh kapang toksigenik, yang pada gilirannya akan menimbulkan mikotoksikosis atau aflatoksikosis pada ternak yang mengkonsumsinya, merupakan beberapa contoh penyakit mikotik penting yang tidak dapat diabaikan begitu saja, mengingat iklim di Indonesia yang tropis basah merupakan wilayah yang subur bagi pertumbuhan cendawan. Hal ini terbukti dari hasil pemeriksaan beberapa sampel yang diperoleh dari berbagai lokasi di Indonesia, dengan sering dapat diisolasinya beberapa cendawan patogenik seperti Aspergillus spp. dan Candida sp. dari sampel organ tubuh, serta kapang toksigenik seperti Aspergillus spp., Penicillium spp. dan Fusarium spp. dari sampel pakan unggas dan komponennya.