402 research outputs found

    Gongylonema ingluvicola ransum, 1904 pada ayam buras di Medan Sumatera Utara

    Get PDF
    Dari 96 ekor sampel ayam buras yang diperoleh dari Kotamadya Medan dan sekitarnya untuk keperluan survai cacing parasitik ditemukan 42 ekor (43,75%) diantaranya mengandung cacing Gongylonema ingluvicola di dalam temboloknya. Cacing ini ditemukan pada sampel ayam buras dari semua lokasi yang disurvai dengan rataan derajat infeksi 14 ekor cacing per ayam. Cacing ini membentuk rangkaian lipatan-lipatan pada mukosa yang agak teratur dan seragam, berupa terowongan yang melingkar-lingkar dan mengakibatkan penebalan mukosa tembolok ke arah lumen. Panjang cacing jantan antara 16 - 21 mm dengan rataan 19 mm dan diameter 225 - 255 µm; panjang cacing betina antara 31 - 54 mm dengan rataan 4 1,6 mm dan diameter 3 15 - 345 µm. Cacing jantan mempmyai ale (pelebaran kutikula ke arah lateral serupa sayap) pada sisi kiri dan kanan yang tidak simetris. Ale kiri disokong oleh 7 buah papila (tonjolan kutikula berbentuk duri) sedangkan ale kanan disokong oleh buah 5 papila. Pada cacing betina, vulvanya terletak di bagian posterior tubuh.  

    Pemeriksaan serologik di Jawa Timur dan Bali terhadap penyakit Akabane

    No full text
    Penyakit Akabane dapat menyebabkan abortus pada sapi dan biri-biri yang disertai dengan arthrogryposis dan atau hydranencephaly, Neutralizing antibody juga ditemukan pada kera, onta, kambing dan kuda. Agen penyebabnya termasuk famili Bunyaviridae di dalam sub grup arbovirus teratogenik. Secara serologik virus Akabane terdapat di Jawa Timur dan Bali tetapi laporan-laporan mengenai bentuk-bentuk cacat pada foetus yang berasal dari abortus tidak ditemukan. Neutralizing antibody terhadap virus Akabane di temukan pada 83.3 persen  dari 30 sera sapi yang berasal dari Jawa Timur dan 78.3 persen dari 60 sapi yang berasal dari Bali.Untuk menyingkap pengaruh penyakit terhadap perkembangan peternakan di Indonesia perlu di adakan penelitian lebih lanjut

    Deteksi penyakit TSV (Taura Syndrome Virus) secara PCR pada udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan berbagai ekstraksi, suhu dan waktu penyimpanan

    No full text
    The shrimp farming industries have been adversely affected by epizootics due to viral pathogens, especially Taura Syndrome Virus (TSV). The TSV has been causative agent of economically disastrous epizootics in Panaeus vannamei, causing mass mortalities of 40%-90% in affected post larval and juvenile population. The current diagnostic and detection methods for TSV included clinical signs, gross pathology, in situ hybridization, and PCR. Three RNA extraction methods, i.e. RNA lysis buffer with Guanidine - HCL, RNA lysis buffer with beta-mercaptoethanol dan phenol-chloroform) were used the RNA lysis buffer with beta-mercaptoethanol, constantly had the highest yield as measured (quality and quantity) using a geneQuant spectrophotometer at period af 3 month in -20° C storeage, except the one extracted by phenol - chloroform extraction had the highest yield quantity at -80°C. Each of 3 (three) extraction methods yielded sufficient RNA for positive result in a RT PCR for TSV at period of 1 month, and 2 months, in both temperature storage (-20°C and -80°C), but at period of 3 months, only the phenol - chloroform extraction give positive result after it was stored at -20°C and -80°c

    Effects of subtanstium estrus cow serum with fetal calf serum on culture bovine embryos produce in vitro

    No full text
    The development capacity of bovine oocytes matured in vitro was investigated by replacement culture medium composition from Estrus Cow Serum (ECS) to Fetal Calf Serum (FCS). The experiment was devided into four groups : group (A) culturedin Medium with ECS and groups (B), (C) and (D) cultured 1, 2 and 3 days in ECS, respectively and the rest of the culture period in medium containing FCS. The results of the experiment show that no significant differences on cleavage rates were observedwithin the experimental groups, but blastocyst development showed significant diferences with the highest rates in group D

    Mikroanatomii testis fetus sapi (Bos taurus)

    Get PDF
    Empat betas testis fetus sapi dengan perbedaan umur pertumbuhan (CRL 7,0 - 80 cm) diteliti secara histologis, baik secara mikroskopis maupun elektron mikroskopis. Penelitian histomorfogenesis ini bertujuan untuk menentukan pola dasar perkembangan struktural dan perubahan-perubahan morfologis dari testis fetus sapi. Selain itu diferensiasi jaringan dan interaksi yang terjadi antar sel didiskusikan

    Dugaan letupan penyakit demam tiga hari pada sapi ongole di Tuban dan Lamongan

    No full text
    Dugaan penyidikan telah dilakukan oleh Balai Penyidikan Penyakit Hewan Wilayah VI Denpasar untuk menentukan sifat berjangkitnya suatu penyakit pada sapi Ongole di Tuban dan Lamongan, Jawa Timur. Penyakit ini diduga penyakit baru.Ciri-ciri penyakit ini ialah bahwa ia berlangsung sebentar dan sembuh dengan sendirinya. Pemeriksaan klinis dari 15 kasus memeperlihatkan tanda-tanda demam (100%), kakunya otot kaki atau kepincangan (67%), lemahnya gerakan rumen (67%) dan bengkaknya limfonoduli superfisial (53%). Pemeriksaan-pemeriksaan laboratorik di lapangan memperlihatkan lekositosis selama empat hari. Uji-uji serologik yang dilakukan di Jepang menunjukkan adanya neutralizing antibody terhadap virus demam tiga hari. Tetapi virusnya tak berhasil diisolasi.Masuknya sapi Ongole dari Sumba pada tahun 1977 diduga merupakan sebab berjangkitnya penyakit ini di Tuban. Penyakiti yang serupa berjangkit di Sumba pada sapi Brahman yang diimpor dari Australia.Berdasarkan pengamatan epidemiologik, pemeriksaan klinis dan laboratorik dan uji serologik , maka penyakit ini diduga keras adalah penyakit demam tiga hari atau ephemeral fever

    Sifat serologik sejumlah isolat gumboro yang berasal dari wilayah padat ternak ayam di Indonesia

    No full text
    Biakan sel fibroblas embrio ayam yang dibuat dari embrio berumur 9 sampai 10 hari, yang bebas patogen tertentu digunakan untuk mengisolasi virus IBD dari beberapa tempatdi pulau Jawa, Medan, Lampung, Bali dan Maros. Virus diisolasi dari bursa Fabricius ayam penderita IBD. Sedangkan sera hiperimun dibuat dari cavia yang disuntik dengandosis 104 sampai 106 TCID50 masing-masing isolat virus. Uji netralisasi virus dilakukan dengan cara virus konstan dan antibodi bervariasi. Dari hasil uji netralisasi dan uji keterkaitan antigen dari 25 isolat virus yang telah dimurnikan terhadap ke 25 serum kebalnya dapat ditetapkan 3 isolat virus IBD yang tidak mempunyai keterkaitan antarasatu dengan lainnya. Ketiga isolat itu merupakan subtipe yang berbeda dan dapat digunakan sebagai bakal virus bibit untuk membuat vaksin. Diharapkan bahwa vaksin yang dibuat dari ketiga virus Gumboro tadi, tidak hanya mampu mencegah penyakit karena infeksi virus IBD yang 25 isolat itu, tetapi juga akibat virus IBD lainnya yang ada di Indonesia. Vaksin tersebut akan merupakan kombinasi dari 3 isolat virus 19.13 dan 11 atau 19.5 dan 11

    Veterinary science and the roel of indonesian veterianarian in national development

    No full text
    The available of livestock has had profound influences on the growth of civilization. Systematic animal breeding, increasing control over animal diseases., advanced study on nutrition, improvement in food processing, storage and transportation have been great advantages in livestock raising and the use of animal products. In the world as a whole the need for food has grown faster than the supply of deomestic animals. This is a challenge for the veterinary profession. Veterinary science is the science dealing with the prevention control and treatment of domestic animal disesases. There are 5 Faculties of Veterinary Medicine in Indonesia. The number of Indonesian veterinarian is now about 2.000. In dealing with the improvement of livestock production, veterinarians are working closely together with the animal husbandry graduates, a profession produced by the “Facylty of Animal Husbandry” since the late sixties

    Uji radioimun untuk progesteron

    No full text
    A radioimmunoassay (RIA) for progesterone plasma of various animal species had been applied and validated in our laboratory. The method used antisera against 11 alpha hydroxy progesterone raised in goats (donated by Dr. L.E Edqvist, Sweden) in a 1:2000 dilution. A sensitivity of 10 pg/ml was obtained based on the readings for this concentration which was statistically different from a zeroconcentration (

    Penyakit Pernafasan ayam nonbakterial di beberapa daerah di Jawa Barat dan daerah Jakarta Raya

    No full text
    Penelitian dilaksanakan di empat daerah yaitu Sukabumi, Bogor, Dki Jakrta dan Tangerang. Jumlah contoh pemeriksaan yang diambil sebanyak 500 buah, yang dibagi dalam tiga periode pengambilan, masing-masing sebanyak 167 contoh. Penelitian berjalan selama satu tahun. Bahan pemeriksaan berupa darah dan usapam tenggorokan, diperiksa secara serologik dan virologik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola infeksi penyakit sepanjang tahun tidak berbeda menyolok. Dalam ketiga periode pengambilan contoh penyakit terlihat bahwa virus infectious bronchitis (IB) dan Newcastle disease (ND) frekuensi isolasinya cukup tinggi. Mycoplasma gallisepticum secara serologik hanya ditemukan pada ayam petelur. Ayam pedaging yang diambil contohnya bebas dari M,gallisepticum

    281

    full texts

    402

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Hemera Zoa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇