402 research outputs found

    PCS-11 Mesenchymal Stem Cell-Conditioned Medium Improve the Recovery of Pancreatic α and β Cells in Type 1 Diabetes Mellitus

    Get PDF
    Mesenchymal stem-cell is a pluripotent cells that can be differentiated into many kinds of cells (1) and have abilities to differentiated into mature cell, secreted cytokines, and releasing many kinds of protein functioned in body body regulation (2). However, the therapeutic effect of stem cell arise from their secreted factor such as growth factors, cytokines, chemokines, and metabolits which acts as biologic regulator in the autocrine and paracrine body function (3). Secreted factors of mesenchymal stem cells known as secretome or mesenchimal stem cell conditioned medium (MSC-CM) have therapeutic effect for antiapoptosis, angiogenic, immunomodulatoric, and chemoattraactive activity (4). Mesenchymal stem cell conditioned medium used as the replacement agent for cell therapy because it contains no cells and save for used in different individual (5).Type 1 diabetes mellitus (DMT1) is a disorder characterized by destruction of the insulin-producing pancreatic β-cell that progressively leads to insulin deficiency and resultant hyperglycemia. Insulin deficiency can lead to progressive metabolic derangement, with worsening hyperglycemia, ketoacidosis, starvation, and death (6). Glucagon is a hormone produced by pancreatic α cells. Glucagon releases by the pancreas to raise the concentration of glucose in the bloodstream when the concentration of glucose in the bloodstream too low (7). Glucagon worked in opposite with insulin, which lowers the extracellular glucose level, while insulin works to increase the extracellular glucose level (8). The aim of this study was to investigate the role of MSC-CM on the structural and functional regeneration of pancreatic α and β cells in Wistar rat (Rattus norvegicus) induced with type 1 diabetes mellitus. The datas in this study will completes the information about the effect of MSC-CM on pancreatic cells regeneration, which has been presented in previous study (9)

    AEVI-20 Investigasi Outbreak Jembrana Disease pada Sapi Bali di Jorong Loban Bungkuk Nagari Tanjung Bonai Aur Kec. Sumpur Kudus Kab. Sijunjung Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016

    Get PDF
    Penyakit jembrana (JD) adalah penyakit menular akut pada sapi Bali yang disebabkan oleh Retrovirus, keluarga lentivirinae yang termasuk dalam famili retroviridae. Sejauh ini penyakit Jembrana (JD) hanya terkenal di Indonesia dan hanya menyerang sapi bali. Wabah pertama terjadi tahun 1964 – 1967 dikabupaten Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, Tabanan, dan Buleleng adalah wabah terbesar. Daerah yang pernah melaporkan adanya wabah akan menjadi daerah enzootic yang mengalami kasus sporadik sepanjang tahun. Sapi yang terserang berumur lebih dari 1 tahun dan yang terbanyak 4 – 6 tahun dan jenis kelamin tidak memengaruhi kejadian penyakit ini. (Direktorat kesehatan Hewan, 2015)Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti sumber infeksi dari penyakit jembrana ini. Peranan vector : lewat penyakit insect born, Ex : Culicoides sp dan nyamuk.Tujuan penyidikan adalah untuk meneguhkan diagnosa kasus dengan mengumpulkan data dan informasi, pemeriksaan ternak, melakukan pengambilan dan pengujian sampel. Kemudian mengidentifikasi kemungkinan sumber rute infeksi, faktor resiko, serta pemberian saran tindakan pengendalian

    AEVI-24 Investigasi Outbreak Penyakit Jembrana di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016

    Get PDF
    Penyakit Jembrana merupakan penyakit yang sering menyerang sapi Bali dengan tingkat morbiditas mencapai 60% dengan mortalitas 10%. Sejak pertama kali outbreak di Sumatera Barat tahun 1992 Balai Veteriner Bukittinggi telah melakukan monitoring penyakit Jembrana dan belum pernah ditemukan kasus di Kabupaten Lima Puluh Kota. Pada bulan Oktober tahun 2016, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lima Puluh Kota bersama Balai Veteriner Bukittinggi melakukan penyidikan terhadap kasus kematian mendadak pada sapi bali di Jorong Panang Nagari Tanjuang Balik Kecamatan Pangkalan Kab. Lima Puluh Kota dengan gejala diduga terinfeksi Jembrana.Tujuan penyidikan adalah untuk menyelidikasi kasus kematian sapi bali yang terjadi di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota, mengidentifikasi faktor risiko, sumber penularan dan merumuskan rekomendasi langkah-langkah pengendalian

    AEVI-26 Investigasi Outbreak Suspek Bovine Tuberculosis (bTB) pada Sapi Perah di Peternakan X Di Kabupaten Bogor Tahun 2018

    Get PDF
    Bovine Tubercullosis (bTB) adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh Mycobacterium bovis yang ditandai dengan terlihatnya lesi granulomatous (tuberkel) pada paru-paru dan limponodus (Berg et al, 2009). Penyakit ini menyebabkan penurunan produksi dan kerugian ekonomi secara signifikan. Selain itu infeksi penyakit ini juga dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui konsumsi susu atau daging yang terkontaminasi bakteri M. Bovis. Berdasarkan hasil penelitian Halderman (2001) menunjukkan kasus infeksi Tuberculosis (TB) pada manusia di Afrika sebesar 10% disebabkan oleh M. Bovis. Sedangkan di Amerika Latin sebesar 2,5% (Ameni et al, 2007).  Bogor adalah salah satu kabupaten yang ada di Jawa Barat. Kabupaten ini memiliki tipe morofologi wilayah yang bervariasi, dari dataran yang relatif rendah di bagian utara hingga dataran tinggi di bagian selatan. Suhu udara di Kabupaten Bogor rata-rata berkisar antara 22,7O-31,6O C dengan curah hujan yang tinggi. Kondisi geografis dengan suhu yang dingin (agroklimat) sangat sesuai untuk habitat sapi perah. Kabupaten Bogor berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan susu nasional melalui pengembangan usaha peternakan sapi perah, diantaranya adalah Kecamatan Cisarua dan Megamendung yang memiliki suhu berkisar 17,85O-23,91OC (rata-rata 20O C). Usaha peternakan sapi perah di daerah tersebut memliki peluang pasar yang cukup besar dan pada saat ini populasi sapi perah di Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai kurang lebih 7.000 ekor .                Selama ini prevalensi kasus  bTB pada sapi perah di Kabupaten Bogor belum pernah diketahui dan juga belum pernah dideteksi, sedangkan  laporan kematian sapi perah dengan pemeriksaan menunjukkan perubahan anatomi yang mengarah ke bTB sudah beberapa kali ditemukan. Dikhawatirkan penyakit akan menular dan menyebar ke sapi lain dan juga ke manusia (Radostitset all, 2002). Tuberkulosis zoonotik dapat menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat, tetapi belum ada informasi mengenai kejadian penyakit TB zoonotik dan faktor risikonya pada hewan di Indonesia (Daulay, 2015).Investigasi ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui dan mendeteksi kasus suspek bTB pada sapi perah disuatu peternakan di Kabupaten Bogor. Sebanyak 7 kali investigasi dilakukan pada kasus kematian 10 ekor sapi perah dari peternakan X dengan populasi 200 ekor dalam waktu yang berbeda selama periode Pebruari-Agustus 2018

    PCS-15 Study Anatomy of Testis and Epididymis of Timorese Fruit Bats (Pteropus vampyrus)

    Get PDF
    Fruit bats (Pteropus vampyrus) is one of the bats in Timor Island, East Nusa Tenggara (NTT). Fruit bats have unique behaviour when mating which is hanging upside down (Corbet and Hill, 1992). The ability of male bat in maintaining the position when mating is according to the characteristics of male fruit bat reproduction system morphology. Testes are male genital organs which synthesis androgen hormone (especially testosterone) and the site where spermatogenesis takes place and eventually  producing sperm. Epididymis plays role in transporting, storaging and maturating the sperm (Syahrum et al., 1994)

    PCS-16 Determaining Surgical Method by Meniscectomy Induction on Garut sheep (Ovis aries) for early stage of Osteoarthritis

    Get PDF
    Osteoarthritis (OA) is the most common joint disease that cause of pain and disability by various factors such as advanced age, obesity, trauma, and arthritis disease. These factors affect by degeneration of the cartilage surface, leading to loss of matrix include proteoglycan osteophyte formation, subcondral and synovial membrane affected. In the healthy joint, meniscus, articular cartilage, subchondral bone, and synovial membrane provide support to the joint. The meniscus is an important load bearing structure and has nutritive as well as lubricating properties in the knee joint as well (Little et al. 2010).Animal models are research materials that can be used in studying potential pathogenesis and therapy in various diseases in humans. Sheep are commonly large animal model of OA because of the availability, ease of handling, and have a similarities with humans in size and structure of joint. In the development of science, sheep can be used as an animal model in studying the pathogenesis of diseases in human orthopedics studies such as joints, ligaments, and bones. Garut sheep is an Indonesian germplasm indigenous that has the structure, density, and size of joint anatomy that are similar in human joints rather than other small animals. This is the basis of the utilization of Garut sheep as an animal model in human orthopaedic. (Little et al. 2010; Gregory et al. 2012).The aim of this study was to identify and analyze the determining surgical method by meniscectomy induction on Garut sheep with 8 weeks post meniscectomy observation for early stage of OA

    PF-8 Evaluation Performance Broiler in Brooding Period at Closed House and Open House

    Get PDF
    Broiler maintenance period can be divided into two periods of starter and finisher (Muwarni 2010). Phase starter occurs in the first two weeks which is a critical period of broiler, the brooding period, the most decisive period, to the growth of the next period (Zumrotun 2012).  House is an important part of broiler maintenance. There are two types of enclosure is closed house and open house. Closed house suitable for use in areas with temperatures above 35 ◦C (Trisanto 2015).The purpose of this writing is compare the performance of broiler in brooding between closed house and open house

    KIVFA-6 Hasil Pengujian Cemaran Mikroba Listeria monocytogenes pada Susu Sapi di Wilayah Pulau Jawa Kegiatan Pengawasan dan Monitoring Produk Pangan Tahun 2016-2017

    Get PDF
    Pangan asal hewan sangat dibutuhkan guna menunjang kehidupan dan kualitas hidup manusia. Susu merupakan salah satu produk pangan asal hewan yang bernilai gizi tinggi dan kaya nutrisi. Akan tetapi, susu juga merupakan salah satu bahan pangan yang bersifat perishable atau mudah rusak. Hal ini disebabkan karena susu merupakan media tumbuh yang baik untuk mikroba. Listeria monocytogenes merupakan salah satu mikroba yang dapat mencemari susu dan mengancam kesehatan manusia.L. monocytogenes bersifat zoonosis, artinya dapat ditularkan dari hewan yang terinfeksi ke manusia. Kasus penularan ke manusia yang banyak ditemukan adalah melalui produk pangan yang terkontaminasi L. monocytogenes.  Oleh karena itu, L. monocytogenes termasuk dalam foodborne pathogen yang dapat menyebabkan listeriosis terutama pada kelompok yang berisiko tinggi. seperti bayi, lanjut usia (umur ≥60 tahun), wanita hamil ⦋1⦌.L. monocytogenes merupakan bakteri gram positif, berbentuk batang, bersifat patogen intraseluler, fakultatif ananerob hingga mikroaerofilik, dan dapat bertahan hidup dalam kondisi kadar oksigen rendah dalam jangka waktu yang lama⦋2⦌. Bakteri ini juga bersifat psikotrofik, mampu bertahan hidup pada suhu 0-45oC, sehingga dapat berkembang pada proses pendinginan, pembekuan, dan pengeringan dalam rantai pengolahan pangan sedangkan kebanyakan bakteri lain tidak dapat berkembang pada suhu tersebut ⦋3.⦌ Oleh karena daya adaptasi L. monocytogenes yang tinggi, maka apabila susu yang tercemar L. monocytogenes tidak diproses dengan baik, susu dan produk olahannya tetap dapat mengandung bakteri ini.Produk pangan asal hewan dituntut memiliki mutu tinggi, berdaya saing, dan aman untuk dikonsumsi.  Berkaitan dengan hal tersebut, maka pengawasan dalam produk pangan asal hewan sangat penting terutama dalam kaitannya dengan perlindungan kesehatan dan keamanan konsumen. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan Pengawasan Monitoring dan Surveilans (PMSR) dari seluruh provinsi di Indonesia setiap tahunnya. PMSR merupakan salah satu tugas, pokok dan fungsi dari Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) untuk memastikan bahwa produk hewan yang beredar di Indonesia Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Adapun salah satu pengujian yang dilakukan adalah pengujian terhadap cemaran mikroba L. monocytogenes yang terkandung pada produk pangan asal hewan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menggambarkan tren hasil uji positif cemaran mikroba L. monocytogenes pada sampel susu sapi yang berasal dari wilayah di Pulau Jawa selama tahun 2016 sampai dengan tahun 2017

    PF-24 Ringworm on Sapi Bali at Baumata Timur Village

    Get PDF
    Skin is the largest organ in the body, represent 12-14% of the body. Viruses, fungi, algae and parasites are the common cause of skin disorders. The conditions that affect skin are characterized by alopecia, pruritic, dermatitis, and the presence of nodules, crusty lesions or scabs. The main cause of dermatosis or inflammation of the skin in human and many of animal species is dermatophytes, and the infection is called dermatophytosis. The distribution of ringworm is worldwide but the incidence reported frequently in tropical and subtropical countries (Pal, 2017).  Ringworm is a keratinophylic fungal disease, highly contagious to humans and caused significant economic consequence to the farmers (Karabulut and Canpolat, 2016). Generally speaking, there are three groups of dermatophytes based on their habitat and host preferences (Akbarmehr, 2011).

    PF-32 Radiography Assessment of Femoral Muscle and Bone Density in Rats as Response to Biodegradable Iron (Fe) Porous Implants

    Get PDF
    Iron (Fe) is considered as one group of metals that can be used as degradable metal implants (Schinhammer et al. 2010). Previous implantation studies have used porous Fe which purposes to increase the rate of degradation (Daud and Hermawan 2013). Changes in the condition of metal implants due to degradation and peri-implant muscle tissue reactions in the body can be observed using radiographic modality (Noviana et al. 2013). The aim of this study was to assess the radiographic density of implants, peri-implants and peri-implants-muscle as a response to Fe porous implants on the femur of the rats.

    281

    full texts

    402

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Hemera Zoa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇