UAJY repository

UAJY repository
Not a member yet
    29842 research outputs found

    PENGAWASAN OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TERHADAP PELAKSANAAN DOKUMEN RKL DAN RPL OLEH HOTEL DI KABUPATEN SLEMAN

    Full text link
    Pengawasan merupakan instrumen penting dalam hukum lingkungan. Dengan adanya pengawasan diharapkan munculnya perilaku taat oleh para pelaku kegiatan atau usaha. Dalam kenyatannya pengawasan kurang berjalan maksimal sehingga masih sering terjadi pelanggaran yaitu perilaku tidak taat terhadap peraturan Perundang-Undangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengawasan terhadap pelaksanaan dokumen RKL dan RPL oleh Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Sleman serta mengetahui kendala dan Solusi dalam pengawasan terhadap pelaksanaan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup oleh Hotel di Kabupaten Sleman. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian hukum yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yogyakarta telah melaksanakan pengawsan terhadap pelaksanaan dokumen RKL dan RPL oleh Hotel di Kabupaten Sleman, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yogyakarta masih memiliki beberapa kendala yaitu keterbatasan SDM maupun finansial sehingga Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak berjalan dengan maksimal. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yogyakarta perlu melakukan pelatihan dalam bidang pengawasan dan perlu menambah SDM sehingga kegiatan pengawasan berjalan dengan optimal

    PELAKSANAAN PENGGUNAAN TANAH UNTUK RUMAH TINGGAL DI SEMPADAN REL KERETA API DI KECAMATAN BEKASI TIMUR

    Full text link
    Permasalahan di sempadan rel kereta api Kecamatan Bekasi Timur terjadi akibat urbanisasi, keterbatasan lahan, dan faktor ekonomi. Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengetahui pelaksanaan penggunaan tanah untuk rumah tinggal di area tersebut serta mengkaji efektivitas regulasi dan kendala dalam implementasi penataan ruang. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan data primer dari survei, wawancara, dan observasi, serta data sekunder dari studi kepustakaan. Pengambilan sampel dilaksanakan secara random di Kelurahan Bekasijaya. Analisis data menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hukum dan sosial, serta penarikan kesimpulan secara induktif dari data khusus untuk mengkaji implementasi regulasi terhadap penggunaan tanah di sepanjang rel kereta api. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pelaksanaan penggunaan tanah untuk rumah tinggal di sempadan rel kereta api di Kecamatan Bekasi Timur bermasalah karena mayoritas pemilik tidak dapat memvalidasi kepemilikan sertifikat. Bangunan berdiri di area hijau yang melanggar aturan tata ruang dan Undang-Undang Perkeretaapian. Banyak bangunan berdiri sebelum regulasi berlaku atau akibat program PTSL. Bangunan umumnya tidak memiliki IMB/PBG. Penataan kembali harus melalui mekanisme sah, seperti pengadaan tanah atau ganti rugi, sementara PT KAI dapat menempuh jalur hukum atas sertifikat bermasalah

    IMPELEMENTASI ASAS KECEPATAN WAKTU MELALUI INOVASI NIGHT DRIVE THRU DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DIY DI KABUPATEN SLEMAN

    Full text link
    Pelayanan publik yang efektif dan efisien merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintahan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Inovasi dalam pelayanan publik menjadi penting guna meningkatkan kualitas layanan, salah satunya adalah melalui penerapan Night Drive Thru di Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asas kecepatan waktu dalam pelayanan publik melalui inovasi Night Drive Thru, mengidentifikasi kendala yang muncul dalam penerapannya, serta mengetahui pertimbangan yang diambil oleh instansi dalam mengadopsi inovasi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pejabat terkait serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi Night Drive Thru berperan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan pajak kendaraan bermotor dengan mengurangi waktu antrean, mempercepat proses administrasi, serta memberikan fleksibilitas waktu bagi wajib pajak. Kendala yang dihadapi dalam implementasi inovasi ini meliputi keterbatasan sumber daya manusia, hambatan teknis dalam sistem pembayaran berbasis daring, serta tantangan dalam sosialisasi kepada masyarakat. Dengan adanya inovasi Night Drive Thru, pelayanan publik di KPPD DIY di Kabupaten Sleman menjadi lebih cepat dan efisien, sesuai dengan asas kecepatan waktu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Diharapkan inovasi serupa dapat diterapkan di daerah lain guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat

    TANGGUNG JAWAB HUKUM PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN DALAM MELAKUKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

    Full text link
    Pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman menjadi isu lingkungan penting akibat peningkatan volume sampah seiring pertumbuhan populasi dan urbanisasi. Penelitian ini menganalisis tanggung jawab hukum Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengelolaan sampah berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, serta mengidentifikasi kendala dan upaya peningkatan efektivitas pengelolaan sampah. Dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama mencakup keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan anggaran. Upaya yang dilakukan termasuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), penguatan sistem pengangkutan sampah, serta pemberdayaan masyarakat. Kesimpulannya, meskipun ada kendala, komitmen pemerintah melalui program inovatif dan kolaborasi masyarakat perlu didorong dengan peningkatan anggaran dan penguatan regulasi untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan

    PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP HUKUM DIPLOMATIK TERHADAP DIPLOMAT AMERIKA SERIKAT DI MASA REVOLUSI IRAN (STUDI KASUS: UNITED STATES DIPLOMATIC AND CONSULAR STAFF IN TEHRAN 1980)

    Full text link
    The United States Diplomatic and Consular Staff in Tehran 1980 case was a case of forced occupation of the United States Embassy Building and hostage-taking of diplomatic officials, consular officers, Embassy staff, and visitors to the Embassy carried out by Iranian militant students. This study focuses on the analysis of the actions of Iranian militant students who occupied and took hostage US diplomatic officials in Tehran based on the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations. This study uses a normative legal research method based on international conventions and decisions of the International Court of Justice handling this case. Based on the study, it was found that the actions taken by Iranian militant students and the Iranian Government were contrary to the principles of Diplomatic Law in the 1961 Vienna Convention. The advice that can be given based on this case is that the receiving states must uphold and implement the rules in the 1961 Vienna Convention and the principles in Diplomatic and Consular Law, as well as Customary International Law

    PERENCANAAN HOTEL 6 LANTAI DI BADUNG BALI

    Full text link
    Berkembangnya Bali sebagai icon pariwisata di Indonesia menuntut untuk menyediakan fasilitas penginapan yang menunjang wisatawan lokal dan mancanegara. Salah satunya adalah pembangunan Hotel 6 lantai di Badung Bali sebagai salah satu penunjang untuk wisatawan lokal dan mancanegara yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat. Perancangan pembangunan hotel 6 lantai di Badung Bali ini perlu memenuhi syarat aman dari segi structural dan dapat diperhitungkan biaya dan durasu pekerjaannya melalui standar yang telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan kuantitatif sumber literatur dan pengolahan data yang ada. Perancangan pembangunan hotel 6 lantai ini dibagi menjadi tiga aspek, yaitu Perancangan Struktur Atas, Perancangan Struktur Bawah, dan Manajemen Konstruksi. Pada perancangan struktur atas, perancangan yang dilakukan adalah preliminary design, penentuan KDS (Kelas Desain Seismik), perencanaan atap, perencanaan tangga dan pelat lantai, pembebanan pada struktur gedung, pengambilan gaya dalam elemen strutkur, perencanaan balok anak, perencanaan balok induk, perencanaan kolom, dan hubungan balok kolom. Untuk aspek manajemen konstruksi, terdapat penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), perhitungan volume kegiatan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), perhitungan durasi kegiatan, penentuan hubungan antar kegiatan, penyusunan network diagram, penyusunan bar chart dan kurva-s untuk pembangunan Hotel 6 lantai di Badung Bali. Perhitungan struktur Hotel 6 lantai di Badung Bali menggunakan ETABS serta hasil dari perhitungan ini berupa gambar teknik yang terdiri dari gambar struktur yang disajikan menggunakan AUTOCAD yang dapat dilihat pada lampiran. Perhitungan manajemen proyek menggunakan Microsoft Excel dan Microsoft Project

    PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KEJAKSAAN TINGGI KALIMANTAN TENGAH BESERTA ASPEK TRANSPORTASI

    Full text link
    Perancangan Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah harus memenuhi syarat keamanan struktural sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Proyek ini memerlukan perancangan yang komprehensif untuk memastikan bangunan yang direncanakan aman, fungsional, dan memenuhi kebutuhan pengguna serta standar keselamatan yang berlaku. Hal ini sangat krusial untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna gedung, serta memastikan keberlanjutan fungsi bangunan dalam jangka panjang. Proyek ini memerlukan perencanaan yang sangat mendetail dan komprehensif untuk memenuhi berbagai kebutuhan teknis dan fungsional, termasuk aspek keamanan struktural, kenyamanan, serta efisiensi operasional. Metode yang digunakan dalam perancangan Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah ini adalah studi pustaka dan pendekatan kuantitatif. Studi pustaka dilakukan dengan meneliti berbagai sumber literatur yang relevan, sementara pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengolahan data. Proyek ini mencakup tiga aspek utama: perancangan struktur atas, perancangan struktur bawah, dan perancangan lahan parkir. Pada perancangan struktur atas, proses perancangan meliputi desain awal (preliminary design), penentuan Kategori Desain Seismik (KDS), serta perencanaan komponen struktur seperti atap, tangga, pelat lantai, beban struktur, balok, kolom, dan sambungan balok-kolom. Pada Perancangan struktur bawah meliputi penentuan jenis dan dimensi fondasi, serta denah fondasi. Pada perancangan lahan parkir, aspek yang diperhitungkan adalah jumlah pengguna kendaraan, kebutuhan serta kapasitas parkir, dan desain petak parkir yang mengacu pada standar dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Perhitungan struktur Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS untuk memastikan ketepatan dan keamanan perencanaan struktural. Hasil perhitungan tersebut dituangkan dalam bentuk gambar teknik yang disajikan menggunakan AUTOCAD, termasuk desain detail struktur atas dan bawah, serta visualisasi desain petak parkir. Gambar teknik ini dilampirkan sebagai acuan untuk pelaksanaan pembangunan, memastikan bahwa hasil desain dapat diwujudkan secara akurat dan sesuai standar

    PERENCANAAN GEDUNG KANTOR 5 LANTAI DI KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Full text link
    Perencanaan gedung kantor bertingkat memerlukan pendekatan yang komprehensif dalam aspek struktur, keamanan, dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang gedung kantor 5 lantai di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan struktur beton bertulang yang memenuhi standar perencanaan konstruksi di Indonesia. Fokus utama dari penelitian ini adalah memastikan gedung mampu menahan beban gravitasi dan lateral, terutama beban gempa, mengingat lokasi Kabupaten Sleman yang berada di wilayah rawan gempa. Metodologi yang digunakan melibatkan analisis struktur menggunakan perangkat lunak berbasis elemen hingga untuk mengevaluasi respon struktur terhadap beban yang bekerja. Perencanaan ini mengacu pada standar nasional, termasuk SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa, SNI 2847:2019 untuk beton struktural, dan SNI 1727:2021 untuk pembebanan minimum. Analisis dilakukan terhadap elemen- elemen utama seperti kolom, balok, pelat lantai, dan pondasi untuk memastikan kekuatan, stabilitas, dan efisiensi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur gedung yang dirancang memenuhi kriteria kekuatan, stabilitas, dan kenyamanan berdasarkan standar yang berlaku. Pemilihan material beton bertulang memberikan keunggulan dalam aspek daya dukung dan durabilitas, sementara desain struktur dirancang untuk memaksimalkan efisiensi konstruksi. Selain itu, rancangan gedung ini juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan prinsip hemat energi dan efisiensi material. Dengan hasil perencanaan yang telah disusun, diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan gedung bertingkat di wilayah rawan gempa

    PEMBENTUKAN CITRA DIRI DI INSTAGRAM MELALUI AKTIVITAS NONGKRONG DI COFFEE SHOP (Studi Kasus pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

    No full text
    Penelitian ini membahas pembentukan citra diri mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta di Instagram melalui aktivitas nongkrong di coffee shop. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mahasiswa menampilkan diri dan mengunggah momen di Instagram ketika nongkrong di coffee shop sebagai pembentukan citra diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi, estetika, audiens, dan interaksi sosial berperan dalam proses pembentukan citra diri yang ditampilkan di Instagram. Penelitian ini memberikan wawasan tentang keterkaitan antara lingkungan sosial dan pembentukan identitas di media digital

    PELAYANAN PUBLIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PANEMBAHAN SENOPATI DITINJAU DARI ASAS KECEPATAN DAN KETERJANGKAUAN BIAYA PELAYANAN

    Full text link
    The thesis is entitled "Public Services at Panembahan Senopati Regional Hospital Seen from the Principles of Speed and Affordability of Service Costs". Public services are a series of activities to meet community needs, especially in the field of health services. The aim of public services is to provide convenience, justice and quality services to all levels of society, including speed and affordability of services. The research method used is empirical legal research, namely research that focuses on social facts. This research was conducted directly with sources to obtain primary data as main data and supported by secondary data. The results of the research show that the implementation of public services at Panembahan Senopati Hospital is currently running relatively well and in accordance with the principles of speed and affordability of service costs, although there are still obstacles and problems in providing health services to the community. society, for example land. and limited space, unprofessional human resources and achievement of indicators that have not become a top priority in hospital management

    24,641

    full texts

    29,842

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UAJY repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇