29842 research outputs found
Sort by
PENERAPAN SANKSI PIDANA PERAMPASAN ASET HASIL KORUPSI DARI PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI
This study employs a normative legal research method, focusing on regulations
governing corruption offenses and the responsible law enforcement agencies.
Despite efforts to improve regulations and the establishment of institutions such as
the Corruption Eradication Commission (KPK), corruption practices remain
widespread in Indonesia. Various challenges, including legal substance, protection
for whistleblowers, and political interference, hinder the effectiveness of law
enforcement. Therefore, the enactment of the Asset Seizure Bill is crucial to provide
clearer regulations, including mechanisms for non-conviction-based asset
forfeiture. The application of criminal sanctions for the forfeiture of assets derived
from corruption is expected to enhance the effectiveness of law enforcement,
aligning with Indonesia's commitment to the UNCAC and the need to adapt
regulations to the evolving complexities of criminal offenses. With these
improvements, it is hoped that Indonesia's legal system will become more just,
transparent, and accountable
BENTUK TANGGUNGJAWAB NEGARA TERHADAP KASUS REPATRIASI PAKSA PENGUNGSI KOREA UTARA OLEH REPUBLIK RAKYAT CINA
Human rights violation in North Korea is the result of authoritarian regime that led by
kim dinasty. North Korean citizen has been suffering from persecution by the regime
and few of them choose to flee from North Korea to another country. People Republic
of China border security often capture and send back North Korean refugee to their
country. The purpose of the research is to analyzed People Republic of China state
responsbility due to forced raptriation case of the North Korean refugee. The
conclusion of the research later will be obtained by the data that has been gathered.
This research conclude that the People Republic of China violated the international
law by not complying with the non-refoulement provisions contained in the 1951
Geneva Convention. For not adhere to the 1951 Geneva Convention, People Republic
of China can be held liable according to state responsibility
TINJAUAN HUKUM HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PENGATURAN KEJAHATAN PERANG DI INDONESIA
Kejahatan perang merupakan salah satu pelanggaran serius dalam hukum
internasional yang seharusnya mendapatkan pengaturan yang jelas dalam hukum
nasional. Namun, hingga saat ini, Indonesia belum mengakui kejahatan perang
sebagai pelanggaran hak asasi manusia berat dalam Undang-Undang Nomor 26
Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, yang hanya mencakup
kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis tinjauan hukum hak asasi manusia terhadap pengaturan
kejahatan perang di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif
dengan pendekatan politik hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengaturan kejahatan perang dalam hukum nasional merupakan kewajiban yang
seharusnya dipenuhi oleh Indonesia berdasarkan perjanjian internasional yang telah
diratifikasi, yaitu Konvensi Jenewa 1949. Ketiadaan regulasi yang spesifik
menyebabkan kesenjangan dalam penegakan hukum serta perlindungan hak asasi
manusia, terutama bagi korban kejahatan perang. Selain itu, tidak adanya
mekanisme yuridis yang jelas juga berpotensi melemahkan komitmen Indonesia
dalam menjalankan kewajiban internasionalnya. Kesimpulan dari penelitian ini
menunjukkan bahwa kejahatan perang belum diakui sebagai pelanggaran HAM
berat dalam hukum nasional karena keterbatasan dalam Undang-Undang Nomor 26
Tahun 2000. Meskipun Indonesia telah meratifikasi Konvensi Jenewa 1949, belum
ada pengaturan lebih lanjut terkait mekanisme hukum nasional dalam menindak
kejahatan perang. Kekosongan regulasi ini berdampak pada ketidakpastian hukum,
lemahnya penegakan hukum, serta minimnya perlindungan bagi korban. Oleh
karena itu, diperlukan regulasi yang lebih komprehensif guna memastikan
kepastian hukum dan pemenuhan kewajiban Indonesia dalam hukum humaniter internasional
PROSES PENGORGANISASIAN GEJAYAN MEMANGGIL UNTUK KEGIATAN DEMONSTRASI DI YOGYAKARTA
Ketidakpuasan sering muncul dari kebijakan yang tidak adil, kesenjangan
sosial dan ekonomi, ketidakstabilan politik, dan kegagalan implementasi kebijakan.
Ketidakpuasan dan ketidakadilan yang dirasakan oleh kelompok masyarakat
mendorong masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya di muka umum.
Demonstrasi menjadi salah satu langkah untuk menyuarakan ketidakpuasan dan
ketidakadilan masyarakat kepada pemerintah. Organisasi Gejayan Memanggil
adalah salah satu wadah bagi anggota masyarakat untuk menyuarakan aspirasi
mereka di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam tujuannya untuk
melakukan demonstrasi, Gejayan Memanggil perlu melakukan pengorganisasian
yang terstruktur dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana pengurus Gejayan Memanggil melakukan pengorganisasian untuk
kegiatan demonstrasi di Yogyakarta. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini
ialah proses pengorganisasian Saul W. Gellerman (1994). Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penentuan informan dalam
penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Metode pengumpulan data
dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat lima proses pengorganisasain yang dilakukan oleh
pengurus Gejayan Memanggil untuk kegiatan demonstrasi. Lima proses
pengorganisasian yang dilakukan pengurus Gejayan Memanggil untuk kegiatan
demonstrasi di Yogyakarta adalah (1) Melakukan obrolan informal hingga
konsolidasi sosial sebelum demonstrasi, (2) menentukan peran dan tanggung jawab
anggota dalam kegiatan demonstrasi, (3) menentukan tugas spesifik, (4)
menentukan sumber daya untuk kegiatan demonstrasi, (5) melakukan evaluasi
pasca kegiatan demonstrasi
BENTUK PERUBAHAN BUDAYA YANG BERDAMPAK PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI TIGA KELUARGA PEREMPUAN PURNA MIGRAN HONG KONG DI KABUPATEN KULON PROGO
Topik penelitian ini adalah bentuk perubahan budaya yang berdampak pada
pengambilan keputusan pada tiga keluarga perempuan migran Hongkong di
Kabupaten Kulon Progo. Perubahan budaya memiliki tiga unsur; nilai-, norma dan
perilaku; sedangkan pengambilan keputusan dalam keluarga merujuk pada tiga
bentuk keputusan dalam keluarga; pengelolaan ekonomi keluarga, pembagian kerja
dalam rumah tangga dan pendidikan anak dalam keluarga. Tujuan penelitian
untuk menemukan bentuk perubahan budaya yang berdampak pada pengambilan
keputusan pada tiga keluarga purna migran Hong Kong di Kabupaten Kulon Progo.
Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif. Hasil penelitian dampak
dari perubahan budaya; perempuan diakui dan dipercaya karena memiliki
kemampuan dan keterampilan dalam pengelolaan ekonomi keluarga. Penguatan
posisi perempuan di mana pengalaman migrasi yang secara ekonomi memberikan
keuntungan semakin memberikan rasa percaya diri, power, posisi tawar perempuan,
serta kesadaran kritis perempuan untuk mempertanyakan konstruksi sosial
mengenai pembagian peran dalam keluarga. Terdapat beberapa bentuk perubahan
budaya yang berdampak pada pengambilan keputusan; pertama pola relasi yang
egaliter pada pengambilan keputusan di dalam keluarga sehingga budaya yang
dibawa informan sepulang migrasi semakin memperkuat budaya egaliter yang telah
ada dalam keluarga. Bentuk kedua pergeseran pola relasi gender yang
mempengaruhi perilaku yang cenderung dominan dalam keluarga atau female
dominating family; kecenderungan dominan bukan hanya pengaruh migrasi namun
karena karakter yang sudah dimilikinya. Dan bentuk ketiga adalah kesadaran kritis
perempuan; keberanian untuk mempertanyakan dan mendialogkan peran domestic
ke dalam keluarga. Kesadaran tersebut tidak mampu mengubah kultur dalam
keluarga karena mereka masih memegang kultur patriarki. Penelitian ini
menemukan suatu kebaruan bahwa perempuan memiliki kesadaran dan usaha untuk
mewujudkan budaya egaliter pada ranah pembagian kerja dalam keluarga
PENINGKATAN DAYA INGAT JANGKA PENDEK EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Clidemia hirta L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) DENGAN METODE Y-MAZE
Penurunan daya ingat merupakan penyakit atau sindrom yang termasuk ke
dalam penyakit progresif atau bisa juga termasuk ke dalam penyakit kronis berupa
penurunan fungsi otak. Pengobatan dengan obat dalam meningkatkan daya ingat
masih didominasi oleh obat-obat generik dan masih jarang ditemukan obat herbal
yang dapat membantu meningkatkan daya ingat jangka pendek, maka dari itu
penelitian kali ini menggunakan daun harendong bulu (Clidemia hirta L.) untuk
mengetahui pengaruh ekstrak daun harendong bulu (Clidemia hirta L.) untuk
meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemberian
dosis ekstrak etanol 70% daun harendong bulu terhadap fungsi kognitif mencit
(Mus musculus) menggunakan labirin Y-Maze. Penelitian ini menggunakan 25 ekor
mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok A (ekstrak etanol daun
harendong bulu dosis 100 mg/kg BB mencit), kelompok B (ekstrak etanol daun
harendong bulu dosis 200 mg/kg BB mencit), kelompok C (ekstrak etanol daun
harendong bulu dosis 400 mg/kg BB mencit), kontrol positif pemberian piracetam
dosis 500 mg/kg BB mencit, dan kontrol negatif pelarut Na-CMC 0,5%. Hasil yang
didapatkan pada uji labirin Y-Maze menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol
daun harendong bulu dosis 100 dan 200 mg/kg BB mencit mendapatkan hasil
terjadinya peningkatan pada fungsi kognitif dari mencit, sedangkan dosis 400
mg/kg BB mencit menunjukkan terjadi penurunan fungsi kognitif pada mencit
akibat harendong bulu yang memiliki sifat toksik
PENGARUH KUALITAS INFORMASI ONLINE DAN DESAIN APLIKASI TERHADAP LOYALITAS BELANJA PENGGUNA E-COMMERCE SHOPEE INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Kepercayaan
Informasi, Akurasi Informasi dan Desain Aplikasi terhadap Loyalitas Belanja
Online serta Kepuasan Pengguna sebagai variabel mediasi nya. Objek dalam
penelitian ini adalah pengguna platform berbelanja online Shopee di Indonesia
dengan total responden sebanyak 176 responden, namun hanya 166 responden
yang memenuhi kriteria dan menjadi sumber data untuk penelitian. Pengambilan
sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan skala Likert 5 poin,
yang disebarkan secara online dalam bentuk kuesioner online menggunakan
Google Forms. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation
Modeling (SEM) dalam menganalisis data berbasis Partial Least Square (PLS)
dengan bantuan software SmartPLS. Berdasarkan penelitian ini didapati yang
pertama, bahwa Pertama Kepercayaan Informasi tidak berpengaruh positif dan
tidak signifikan terhadap Loyalitas Belanja Online, Kedua, Kepercayaan
Informasi berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pengguna, Ketiga, Akurasi
Informasi berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pengguna, Ke empat, Desain
Aplikasi Berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pengguna, Kelima, Kepuasan
Pengguna berpengaruh positif sebagai variabel mediasi antara Kepercayaan
Informasi, Akurasi Informasi dan Desain Aplikasi Terhadap Loyalitas Belanja Online
PENGARUH LEADER BEHAVIOR TERHADAP KREATIVITAS KARYAWAN (STUDI PADA PERUSAHAAN PT. ARTABOGA CEMERLANG BANTEN)
Perilaku kepemimpinan, khususnya kepemimpinan yang memberdayakan
(empowering leadership), memainkan peran penting dalam memberikan otonomi,
dukungan, dan partisipasi kepada karyawan untuk mendorong kreativitas mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan
memberdayakan terhadap kreativitas karyawan di PT. Artaboga Cemerlang Cabang
Banten. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei terhadap 40
responden yang bekerja lebih dari satu tahun dan berinteraksi langsung dengan
supervisor. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form dan
dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa perilaku pemimpin memiliki pengaruh signifikan terhadap kreativitas
karyawan, termasuk peningkatan ide inovatif, keterlibatan karyawan, dan suasana
kerja yang mendukung inovasi. Temuan ini menegaskan pentingnya perilaku
pemimpin dalam menciptakan iklim kerja yang produktif dan inovatif
PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP NIAT MELANJUTKAN KEMBALI DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DAN HARGA YANG DIRASAKAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Penelitian ini menganalisis pengaruh dimensi ekuitas merek terhadap kepuasan
orang tua dan niat mendaftarkan ulang anak di SMP Maria Immaculata Yogyakarta,
dengan kepuasan sebagai mediator dan harga yang dipersepsikan sebagai
moderator. Data dikumpulkan melalui survei kepada 255 orang tua siswa SD
Marsudirini dan SMP Maria Immaculata Yogyakarta menggunakan purposive
sampling dan dianalisis dengan Smart PLS. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran
merek, kualitas yang dirasakan, asosiasi merek, dan loyalitas merek berpengaruh
signifikan terhadap niat mendaftarkan ulang, dengan kepuasan sebagai mediator
yang memperkuat pengaruh tersebut. Selain itu, harga yang dirasakan memoderasi
pengaruh ini. Temuan ini memberikan wawasan bagi sekolah untuk meningkatkan
ekuitas merek, kepuasan pelanggan, dan kebijakan harga yang lebih strategis guna
mempertahankan dan meningkatkan niat orang tua untuk mendaftarkan ulang anak.
Penelitian ini juga memberikan kontribusi manajerial untuk memperkuat citra dan
kinerja sekolah dalam rangka meningkatkan keputusan orang tua dalam memilih
sekolah
PENGARUH RELIGIOSITAS INTRINSIK, EFIKASI DIRI, DAN KETAHANAN TERHADAP WELLBEING SERTA DAMPAKNYA PADA INTENTION TO STAY
Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis pengaruh religiositas intrinsik, efikasi
diri, dan ketahanan terhadap wellbeing serta dampaknya pada intention to stay guru
yang bekerja di sekolah berafiliasi satu keagamaan tertentu di Pulau Jawa.
Penelitian juga menguji peran mediasi efikasi diri dan ketahanan dalam hubungan
antara religiositas intrinsik dan wellbeing. Metode yang digunakan adalah
kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori melalui survei kuesioner yang
melibatkan 248 guru dari 16 sekolah di lima kota. Data dianalisis menggunakan
model PLS_SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas intrinsik,
efikasi diri, dan ketahanan secara signifikan berpengaruh positif terhadap
wellbeing. Efikasi diri juga memediasi hubungan antara religiositas intrinsik dan
wellbeing secara signifikan. Namun, hubungan antara religiositas intrinsik dan ketahanan tidak signifikan, demikian pula peran ketahanan sebagai mediator dalam hubungan antara religiositas intrinsik dan wellbeing. Selain itu, wellbeing terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap intention to stay. Temuan ini memberikan
kontribusi empiris mengenai pentingnya aspek religiositas intrinsik dan efikasi diri dalam meningkatkan kesejahteraan dan loyalitas guru, serta perlunya perhatian dibidang ketahanan guru dalam berkarya