UAJY repository

UAJY repository
Not a member yet
    29842 research outputs found

    PERAN GRAPEVINE COMMUNICATION DALAM RELASI KELOMPOK DI ORGANISASI SUARA.COM

    No full text
    Di dalam sebuah organisasi terdapat relasi kelompok yang menjalankan komunikasi informal. Pesan yang beredar dalam kelompok informal identik dengan gosip dan rumor. Adanya gosip dan rumor yang beredar dalam relasi kelompok dapat merugikan organisasi jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran grapevine communication dalam relasi kelompok di organisasi Suara.com. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus terhadap organisasi Suara.com. Simpulan dari penelitian ini yaitu grapevine communication dalam relasi kelompok berperan dalam memenuhi kebutuhan personal dan psiko-sosial karyawan. Grapevine communication dalam relasi kelompok juga berperan dalam mempercepat aliran informasi formal perusahaan

    PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL PENGASUH DALAM MEMBANGUN KEKOMPAKAN ANAK ASUH PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA (Studi Kasus pada Panti Guna Dria Raba Denpasar)

    No full text
    Panti Guna Dria Raba Denpasar merupakan asrama khusus bagi anak penyandang disabilitas tunanetra. Dalam asrama, kekompakan menjadi aspek yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan positif, terlebih pada anak tunanetra yang membutuhkan satu sama lain dalam melakukan aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses komunikasi interpersonal pengasuh Panti Guna Dria Raba Denpasar dalam membangun kekompakan anak asuh penyandang disabilitas tunanetra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi non partisipatif, studi pustaka, dan dokumentasi. Simpulan dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, ikatan emosional, dan kekompakan di antara anak asuh

    MANAGEMENT IMPRESSION 3 MAKE UP ARTIST DI KABUPATEN SINTANG MELALUI INSTAGRAM

    Full text link
    Manajemen impresi merupakan suatu stratergi yang digunakan oleh seseorang untuk membangun citra diri melalui ekspresi yang ditampilkan di hadapan orang lain dengan tujuan mendapatkan penerimaan sosial. Instagram merupakan salah satu media sosial yang populer dalam membangun dan menampilkan impresi identitas profesional bagi make up artist. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ketiga make up artist memanfaatkan instagram sebagai alat untuk membangun impresi profesional mereka di bidang kecantikan. Studi yang digunakanan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara eksploratif. Teori yang digunakan adalah konsep manajemen impresi menurut Leary dan Kowalski, yang meliputi dua proses, yakni impression motivation dan impression construction. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga make up artist menerapkan impression motivation melalui relevansi tujuan dan impresi, nilai serta tujuan yang diinginkan, serta perbedaan citra yang diharapkan dan citra saat ini. Ketiga make up artist juga menggunakan proses impression motivation, di mana mereka menerapkan impression construction melalui pembentukan konsep diri, identitas visual yang ingin ditampilkan, kendala peran, dan nilai-nilai yang menjadi target, serta citra sosial yang potensial. Cara yang dilakukan ketiga make up artist dalam membangun kesan di instagram, yang pertama, membuat konten yang berkualitas. Kedua, konsistensi dalam mengunggah konten. Ketiga, kolaborasi dengan photographer, make up artist dan model. Keempat, membangun personal branding. Kelima, interaksi dengan audiens. Keenam, menghindari citra negatif. Temuan dalam penelitian ini memperkuat pemahaman tentang bagaimana media sosial dapat menjadi wadah dalam membangun impresi dan identitas profesional di era digital

    KEBIJAKAN BEA CUKAI TERHADAP KEGIATAN IMPORT BARANG BRANDED MELALUI JASA TITIP (JASTIP) SEBAGAI PIHAK PERANTARA DALAM MEMBAYAR PAJAK (STUDI PADA KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI YOGYAKARTA)

    Full text link
    Penelitian ini membahas kebijakan Bea Cukai terhadap kegiatan impor barang branded yang dilakukan melalui jasa titip (jastip) di Kantor Bea dan Cukai Yogyakarta. Fokus penelitian adalah penerapan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017, kendala yang dihadapi pelaku usaha jastip, dan upaya yang dilakukan Bea Cukai untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris melalui wawancara dan survei. Hasilnya menunjukkan bahwa pelaku usaha jastip menghadapi kendala seperti regulasi yang kompleks, perubahan kebijakan yang sering, dan pemeriksaan barang yang sulit. Bea Cukai telah berupaya melalui penyederhanaan prosedur, edukasi, serta pengembangan teknologi untuk mempercepat proses impor dan meningkatkan kepatuhan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki implementasi kebijakan demi menjaga keseimbangan antara pengawasan pemerintah dan keberlangsungan usaha jastip

    ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PERIZINAN USAHA PENYALUR PEKERJA RUMAH TANGGA DI KOTA YOGYAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah Kota Yogyakarta terkait perizinan usaha penyalur pekerja rumah tangga dan implikasinya terhadap pelaksanaan perizinan tersebut. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peraturan yang berlaku dalam sistem perizinan berbasis risiko mempengaruhi prosedur perizinan bagi penyalur pekerja rumah tangga, serta kendala-kendala yang dihadapi baik oleh pemerintah maupun oleh pelaku usaha. Penelitian ini mengumpulkan data dengan melakukan tinjauan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, seperti Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan didukung dengan melakukan wawancara dengan pihak terkait,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan ini bertujuan untuk menyederhanakan proses perizinan, masih terdapat tantangan signifikan dalam hal pemahaman dan penerapan sistem OSS (Online Single Submission) oleh pelaku usaha. Selain itu, kurangnya edukasi dan sosialisasi mengenai prosedur perizinan menjadi hambatan utama dalam kelancaran proses tersebut. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan pengembangan platform OSS yang lebih user-friendly, serta pendampingan intensif bagi pelaku usaha agar proses perizinan dapat berjalan lebih efektif dan efisien

    PELAKSANAAN DOKUMEN RKL/RPL AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN GESYA TALENTA TEMBESI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA BATAM

    Full text link
    Batam City is undergoing rapid economic and infrastructure development, particularly in large-scale housing projects. This growth, however, presents significant environmental challenges, necessitating the implementation of Environmental Impact Assessments (AMDAL) as stipulated by Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management. This research examines the implementation of the Environmental Management Plan (RKL) and the Environmental Monitoring Plan (RPL) in the construction of the Gesya Talenta Tembesi Housing Project in Batam City. The study employs an empirical legal research method, combining primary data collection through interviews and field observations with secondary data from legal regulations, literature, and relevant case studies. The findings indicate that while AMDAL serves as a guideline for sustainable development, its implementation faces obstacles such as weak supervision, limited developer awareness, and low community participation. To enhance compliance and effectiveness, stricter monitoring, increased public involvement, and improved collaboration between stakeholders are necessary

    PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK OLEH PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA BERDASARKAN PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NO 17 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DAN FASILITAS UMUM

    Full text link
    Rapid urban growth has an impact on environmental quality. To overcome this, the government is promoting the Green City concept by providing Green Open Space in dense urban areas. Green Open Space limits private and public green open spaces. This study focuses on the provision of public green open spaces based on Yogyakarta Mayor Regulation No. 17 of 2021 in order to provide 20% public green open spaces in Yogyakarta. However, until 2024, the total green open spaces in Yogyakarta only reached 23.06%, with 15% private and 8.06% public. The lack of public green open spaces is mainly due to the conversion of land from open spaces to built-up spaces and prioritizing development over green open spaces. This study uses an empirical legal method, by analyzing social facts through direct studies. The research findings show that the Yogyakarta City Environmental Service is responsible for providing community green open spaces, but its implementation is still not optimal due to various challenges

    KONSTITUSIONALITAS CALON TUNGGAL DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH TERHADAP PRINSIP DEMOKRASI DI INDONESIA

    Full text link
    The Indonesian Constitution mandates that Regional Head Elections be conducted democratically. Through the Law on Regional Head Elections, democracy as mandated by the constitution is defined as the way elections are conducted directly and democratically. Democracy according to Robert A. Dahl's theory includes two main elements, namely the level of participation and competition. The existence of a single candidate in the Regional Head Election continues to increase every year it is held. The purpose of this study is to determine and analyze the constitutionality of a single candidate in the Regional Head Election and its consequences for the realization of democracy in Indonesia. The type of research used is normative legal research using primary legal materials and secondary legal materials. The data is analyzed qualitatively. The results showed that a single candidate in the Regional Head Election is constitutionally valid because it is in line with the constitution which mandates democratic elections based on democratic measures according to Robert A. Dahl's theory which includes the level of competition and participation even though it is less perfectly realized. A single candidate in the Regional Head Election has consequences for decreased voter participation, reduced democratic quality, and the impact of further regional governance if led by an appointed Regional Administrator due to an empty column wins or otherwise won by a single candidate

    ANALISIS KOMERSIALISASI STEM CELL DALAM PRAKTIK MEDIS DI INDONESIA BERDASARKAN PERSPEKTIF HUKUM KESEHATAN

    Full text link
    Kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia dan menjadi tanggung jawab semua pihak seperti yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Melalui perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat menimbulkan tantangan baru secara hukum dan etika kesehatan. Salah satu bentuk tantangan tersebut adalah Komersialisasi stem cell. Dalam praktik medis di Indonesia, hingga kini komersialisasi stem cell belum diatur dengan regulasi yang tegas sehingga hal tersebut mampu menimbulkan risiko pelanggaran secara etika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan rumusan masalah bagaiamana komersialisasi stem cell dalam praktik medis di indonesia berdasarkan perspektif hukum kesehatan Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada belum memberikan kepastian hukum yang kuat, sehingga berisiko menimbulkan pelanggaran secara etik terhadap pasien sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Sehingga, saran yang dapat diberikan adalah untuk membentuk regulasi terhadap komersialisasi stem cell dengan lebih rinci serta pembentukan badan pengawas khusus. penegakan hukum yang tegas diperlukan agar komersialisasi stem cell tidak melanggar hak pasien dan tetap selaras dengan nilai kemanusiaan

    PERAN DINAS PEKERJAAN UMUM, PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN MELALUI PENATAAN PERMUKIMAN SEKITAR SUNGAI GAJAHWONG KELURAHAN MUJA MUJU KOTA YOGYAKARTA

    Full text link
    The residential areas of Yogyakarta City cause environmental problems. Based on the letter issued by the Mayor of Yogyakarta Number 158 of 2021, there are 273 hectares of slum areas in the City of Yogyakarta. This situation is an important concern for the Yogyakarta City Government and the Yogyakarta City Public Works and Residential Areas Department to reduce environmental problems in slum areas. The author's aim in writing this journal is to find out the role of the Yogyakarta City Housing and Settlement Area Public Works Department in maintaining environmental quality through the arrangement of Yogyakarta City settlements. The empirical legal research method is a legal research method that focuses on social facts. The role of the Yogyakarta City Housing and Settlement Area Public Works Department in maintaining environmental quality through Yogyakarta City Settlement Arrangement is very large. General Working, Housing and Residential Area Bureau (DPUPKP) is a state institution that carries out government affairs to assist the regional head in implementing government affairs in the fields of public works, housing, and settlement areas. The KOTAKU program is a national program to increase infrastructure acces and basic service in urban slum area for handling slum settlements into livable settlements In its implementation, the KOTAKU program involves the community to provide space to build sanitation rooms. Therefore, the PUPKP Service together with the Cleanliness and Parks Service have an obligation to provide an integrated and environmentally friendly waste management system, such as recycling and composting organic waste

    24,641

    full texts

    29,842

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UAJY repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇