LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
Not a member yet
    95 research outputs found

    PERAN PUSTAKAWAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI MELALUI AKREDITASI PERPUSTAKAAN

    No full text
    This research use qualitative method which dominate with literature studies. Library has role in developing knowledge where need a good governance quality and it as standard in order to get a quality of intellectual generation. Traditional model does not fit in this information era. So in order that library accreditation is very essential to know how far the service in the righ track or nor as like human resource management, activities and the collection. The role of librarian in the accreditation process of library has been begin from planning, team formation, learning accreditation borang, prepare supporting data, valuing borang up to visitation of assecor.Whatever the result of accreditation, the most important is making the result of accreditation as motivation to increase education quality with of library

    DEVELOPMENT OF LIBRARY SYSTEMS MANAGEMENT (DELSMA): PROGRAM BENCHMARKING UNTUK PENINGKATAN MUTU PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM (PTKI)

    No full text
    The development of library in College of Islamic Studies (PTKI) has rapidly increased, and currently it is not left behind upon the Public Higher Education, as demonstrated by the variety of services provided by PTKI library that bringsits unique and distinctive contribution to the development of library services. This advancement is apart from coaching and escort activities continuously held by Director General of Islamic Education, Indonesian Ministry of Religious Affairs in improving the quality of librarians and libraries, such as by conducting a benchmarking program in the form of study visits, internships and further study for educators and education staff in PTKI in the field of library and information science, for instance, by holding upcoming Delsma 2015 and 2016.DELSMA is a quality improvement programof PTKI’s library and librarian organized by Diktis MORA RI by sending the selected librarians to various countries where their universities have world-class reputation of libraries. In 2015,some countries or universities were visited, such as Queensland, Brisbane, Australia.Delsma is a very beneficial activity that inspires and motivates librarians to constantly increase knowledge and expertise in a variety of ways, ranging from information technology, system service, work culture, crossculture understanding, and other related benefits of library services.Perkembangan perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) semakin menggeliat tidak mau ketinggalan dengan Perguruan Tinggi Umum, terbukti dengan banyaknya layanan-layanan perpustakaan PTKI yang ikut memberikan warna tersendiri dalam kancah pengembangan layanan perpustakaan yang semakin menunjukkan distingsi masing-masing dengan segala upayanya. Hal ini tidak terlepas dari pembinaan dan pengawalan kegiatan-kegiatan terus menerus diselenggarakan Dirjen Pendis Kemenag RI dalam meningkatkan mutu pustakawan dan perpustakaan PTKI, yang diantaranya dengan cara melakukan program benchmarking berupa studi visit, internship dan studi lanjut bagi Tenaga Pendidikan dan Kependidikan di lingkungan PTKI dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi diantaranya dengan diadakannya Delsma 2015 dan 2016 yang akan datang ini.DELSMA adalah program peningkatan mutu perpustakaan dam pustakawan PTKI yang diselenggarakan oleh Diktis Kemenag RI dengan mengirimkan pustakawan terpilih ke negara-negara yang memiliki Perguruan Tinggi yang memiliki reputasi perpustakaan Perguruan Tinggi yang maju. Diantaranya pada tahun 2015 sebagai Negara/Perguruan Tinggi  yang dituju  adalah Queensland, Brisbane, Australia.Delsma menjadi kegiatan yang memberi inspirasi dan motivasi bagi pustakawan untuk selalu menambah pengetahuan dan keahlian dalam berbagai hal. Mulai dari teknologi informasi, sistem layanan, budaya kerja, crossculture, dan lain-lain

    IMPLEMENTASI LIBRARY 3.0 DI PERPUSTAKAAN IAIN SALATIGA: MASALAH DAN SOLUSINYA

    No full text
    The development of technology information influence a library in costumers services. The use of World Wide Web is getting more sophisticated than ever. From web 1.0 with static display of information, it turns to become a web 2.0 in which users can create comments while consuming the information. Now, with the development of web 3.0, the features of web services have been added with more executed in part of users. This article will further describe the implementation of web 3.0 at library of State Institute For Islamic Studies (IAIN) Salatiga. The author remains that the use of web 3.0 does not necessarily mean replacing the use of theancestors, but it just a combination instead.Perkembangan teknologi informasi mempengaruhi perpustakaan dalam layanan pengguna. Penggunaan website semakin canggih dari sebelumnya. Dari web 1.0 dengan tampilan informasi yang monoton, menjadi web 2.0 di mana pengguna dapat membuat akun sendiri dan menikmanti informasi. Sekarang, dengan perkembangan web 3.0, fitur layanan web telah ditambahkan dengan lebih menarik lagi bagi pengguna. Artikel ini akan lebih menggambarkan pelaksanaan web 3.0 di perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Penulis tetap berpandangan bahwa penggunaan web 3.0 tidak berarti menggantikan manusia, tapi itu hanya kombinasi di antara keduanya

    PERAN ETIKA KERJA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KINERJA PUSTAKAWAN PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

    No full text
    Tuntutan peningkatan kualitas kinerja pustakawan berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi telah diamanatkan dalam UU No. 43 tahun 1999 tentang pokokpokok kepegawaian dan ketentuan pelaksanaannya diatur dalam keputusan MENPAN No. 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Tuntutan tersebut merupakan konsekuensi logis dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang semakin maju, serta perkembangan tuntutan reformasi di tanah air terutama terhadap pelaksanaan tugas aparatur negara termasuk dalam hal ini pustakawan.Tuntutan reformasi ini pada dasarnya adalah terciptanya aparatur negara yang profesional dalam memberikan pelayanan, pengayomaan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, pustakawan perguruan tinggi dituntut untuk lebih profesional, berkualitas, berpengatahuan, berketerampilan yang tinggi dan memiliki sikap yang menunjang terlaksananya progam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk mewujudkan hal ini perlu upaya pengembangan pengetahuan dan kemampuan (keterampilan) pustakawan yang relevan dengan tugas dan tanggung jawabnya di bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi (pusdokinfo).Selain itu tak kalah penting harus disertai implementasi nilai-nilai etika kerja Islam oleh individu pustakawan bersangkutan. Pengembangan diri ini merupakan proses yang terkait dengan motivasi, sikap, profesi, dan ciri-ciri kepribadian lain yang harus dimiliki pustakawan. Dengan memiliki pengetahuan keterampilan dan pengembangan diri yang tinggi, memungkinkan peningkatan kinerja pustakawan yang lebih profesional dan berkualitas, sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas pula terhadap pemakai (pengguna) perpustakaan perguruan tinggi

    MENGEMBANGKAN BERFIKIR KREATIF MELALUI MEMBACA DENGAN MODEL MIND MAP

    No full text
    Kajian tulisan ini mengurai permasalahan yang berkaitan dengan bagaimana mengembangkan kreativitas itu, serta bagaimana model membaca yang dapat mengembangkan kreativitas. Tujuannya untuk memahami langkah-langkah mengembangkan kreativitas, dan memahami strategi membaca yang dapat mengembangkan kreativitas berfikir. Untuk mendapatkan jawaban, diuraikan teori mengembangkan kreativitas serta dijabarkan strategi membaca yang lebih efektif dapat meningkatkan kreativitas dengan memanfaatkan model berfikir mind map. Kesimpulan kajian ini menjelaskan bahwa, mengembangkan kreativitas membutuhkan: pertama, keberanian dalam merespon permasalahan untuk memunculkan gagasan baru yang dapat direalisasikan. Kedua, keberanian memecahkan persoalan secara realistis, sehingga mudah diterjemahkan menjadi langkah-langkah teknis. Ketiga, keberanian mempertahankan ide-ide yang diikuti dengan keberanian melakukan penilaian dan mengembangkan kegiatan lebih lanjut. Kreativitas berfikir dapat berkembang dengan lebih efektif apabila mampu meningkatkan kualitas berfikir secara divergen dan konvergen serta meningkatkan kualitas hasil membaca dengan memanfaatkan model mind map

    ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA OPAC DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS DI PERPUSTAKAAN STAIN SALATIGA

    No full text
    Penelitian ini berjudul analisis kepuasan pengguna opac dan dampaknya terhadap loyalitas di Perpustakaan STAIN Salatiga, dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepuasan pengguna OPAC ditinjau dari 5 (lima) aspek content (isi), accuracy (keakuratan), ease (kemudahan), format (bentuk), timeliness (ketepatan waktu) dan pengaruhnya terhadap loyalitas pengguna.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Snowballing sampling pada 3 (tiga) orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi. Setelah mendapatkan hasil penelitian awal melalui wawancara dan observasi, kemudian peneliti melakukan wawancara dan observasi lanjutan untuk mendapatkan data mengenai loyalitas pengguna.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna OPAC pada sistem informasi perpustakaan SIPRUS belum puas terhadap OPAC dari sisi content (isi), accuracy (keakuratan), ease (kemudahan), format (bentuk), timeliness (ketepatan waktu) dalam menyajikan data kepada pengguna. Meskipun pengguna tidak puas dengan OPAC, namun tidak berdampak pada loyalitas mereka untuk tetap menggunakan OPAC sebagai salah satu sarana yang ada di perpustakaan untuk melakukan penelusuran

    STRATEGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI DI ERA DIGITAL

    No full text
    A wave of spiritual seekers can be used as a marker for the presence of a new culture known as culture media. In the era people trying to meet the material and spiritual needs by using technology media, even social media can be used as a place of worship for the people of religion, they discuss, even tafakkur in the virtual and artificial spaces. That's when  informationresources become very important meaning in human spiritual fulfillment. Library institute as a resource center, becomes very urgent to be developed and updated in the face of such phenomena. Building a high rise building to build a library is important, but building information systems in the library is much more important. Data and information in the digital age prefers soft data to the material data printed such as books and research journals are printed on a sheet of paper.    Then presumably have been urged to develop a digital library at each college, because college is still regarded as a center of knowledge and information, including religious information.Munculnya gelombang spiritual seekers bisa dijadikan sebagai penanda akan hadirnya budaya baru yang dikenal dengan istilah budaya media (media culture). Di zaman tersebut orang berusaha memenuhi kebutuhan material maupun spiritualnya dengan menggunakan teknologi media, bahkan media sosial bisa dijadikan tempat ibadah baru bagi ummat beragama, mereka berdiskusi, bahkan bertafakkur dalam ruang maya yang artifisial. Pada saat itulah sumber informasi menjadi sangat penting maknanya dalam pemenuhan spiritual manusia. Lembaga perpustakaan sebagai salah satu pusat informasi, menjadi sangat urgen untuk dikembangkan dan  diperbaharui dalam menghadapi fenomena tersebut. Membangun gedung bertingkat untuk membangun sebuah perpustakaan memang penting, namun membangun sistem informasi yang di dapat dari perpustakaan jauh lebih penting. Data dan informasi dalam era digital lebih mengutamakan soft data dibandingkan dengan data material berupa buku cetak maupun jurnal-jurnal penelitian yang tercetak di lembaran kertas. Maka kiranya sudah mendesak untuk dikembangkan perpustakaan digital di setiap perguruan tinggi, karena perguruan tinggi sampai saat ini masih dianggap sebagai pusat pengetahuan dan informasi, termasuk juga informasi religius

    MENGGAGAS PERPUSTAKAAN TERAKREDITASI DI PERGURUAN TINGGI ISLAM

    No full text
    In education, we need library. Without library, what should the student of university do? It must be exist in the university’s life. What can be the university without the library?Mainly, the library in university becames the heart of university. The three activities based on “Tri Dharma Perguruan Tinggi” always spend the library to live, grow and optimize. The university library is a library that is incorporated in university, managed entirely by the university concerned with the goal of serving business university to achieve specific goals and objectives of university education in general.An accredited library in the university in something essential and the way to do best for any users. By completing the standard of service, the standard of proficiency, the standard of management, and so on, will keep the library and the users and anyone who need the library run in well and in comfort

    SUMBER DAN PIRANTI REFERENSI DALAM MEMBANGUN KARAKTER STUDI ISLAM (Menelusuri Pustaka Bibliografi Barat dalam Studi Islam)

    No full text
    Islamic studies presents severe challenges even to an experienced specialist. Many of these are technical in nature; multitude of languages needed to read both sources and modern scholarship, the vast number of major texs still in manuscript, the poor of libraries and archives. But more important is the diffi culty of grasping the subject as a whole,of developing a clear sense of broad themes and concepts through which this sprawling and underdeveloped fi eld of study can be bound together. This written is to propose some of the lines of inquiry and research strategies which might be used to construct a persuasive and well-integrated synthesis of the Islamic past

    MENUJU PERPUSTAKAAN IDEALMENUJU PERPUSTAKAAN IDEAL

    No full text
    Welcome the era of globalization is of course all competing institutions in improving its service to the community, including libraries. Library earlier times all still simple, the existing management has not been laid out effectively so that the service is not maximized. Now to know the principles of librarianship are there then required libraries can play a lot in disseminating information. Progress today is demanding library to reorganize itself in the direction of progress in order not to be abandoned by society.The library is a room, part of the building or the building it self which is used for storing books and other publications that are usually stored according to specifi c arrangements to use the reader, not for sale. With the above defi nition can be concluded that the library aims to utilize his collection to the public interest not to seek profi t maximization.According to Law No. 43 of 2007, the library is an institution managing the collection of paper, printing paper, and recorded in a professional manner with a standard system to meet the needs of education, research, preservation, information, and recreation of the visitors.For it an ideal library should have the following characteristics as a strong institutional structure, has an attractive design space, has a varied collection suit the visitors, an increase in the quality and quantity of librarians, have quality services

    0

    full texts

    95

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇