LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
AYO JADI PUSTAKAWAN
Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 menyebutkan ada 101 rumpun jabatan fungsional pegawai negeri sipil (PNS) salah satunya adalah pustakawan. Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (Undang-undang nomor 43 tahun 2007 pasal 1 ayat 8). Dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai peraturan yang harus dipenuhi bagi seseorang untuk menduduki jabatan fungsional termasuk pustakawan.Peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah bagi seseorang untuk menduduki jabatan fungsional pustakawan antara lain memiliki pendidikan bidang perpustakaan dokumentasi dan informasi atau bidang lain dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) yang berlaku dan tertuang dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002; Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2003 dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 21 tahun 2003 serta Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan Dan Angka Kreditnya dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 9 tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.Beberapa peraturan diatas menjelaskan tentang syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk menduduki jabatan fungsional pustakawan. Dari hasil observasi terdeteksi terdapat banyak PNS yang secara formal dan memiliki persyaratan dapat menduduki jabatan fungsional pustakawan namun tidak mengajukan diri dalam jabatan tersebut. Terdapat kendala teknis dan non teknis yang harus diketahui dan disikapi oleh calon pustakawan
MEMBANGUN KONSEP FILOSOFIS LAYANAN PERPUSTAKAAN: SEBUAH IKHTIYAR UNTUK MEMOTRET PRAKTIK LAYANAN PERPUSTAKAAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS
The explosion of information in the media culture that characterizes the current social realities also affect how people obtain information, either information science in the world of academia and in the industry and the corporate world.The main problem is the starting point of this study is how to shift from the library service and conventional analogue services to the digital services in the virtual space.This sociological study gives an overview of how the behavior of the user as well as service providers in the library to form a new pattern of relationship and gave birth to a new social structure in the process of sharing information.Shifting the status and role of the librarian in Library institutions transformed not only as a provider of document, but also as a regulator of the litas fl ow of information, as well as guides and information consultant
PENGEMBANGAN KARIER PUSTAKAWAN MELALUI JABATAN FUNGSIONAL PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA DAKWAH
Dakwah Pada dasarnya menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam. Meskipun porsi dalam melaksanakan dakwah ini berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang dimilikinya. Dalam menyampaikan materi dakwah kepada mad’u, terdapat berbagai macam alat atau media. Salah satunya adalah bi al-kitabah, yakni melalui tulisan, seperti buku. Ketika media tulisan yang dijadikan alat bagi da’i, maka perpustakaan adalah tempat yang paling tepat dijadikan media penyampaian bi al-kitabah melalui pengguna perpustakaan tersebut, baik di Perguruan Tinggi, sekolah maupun perpustakaan masjid. Selain melalui tulisan, media dialog atau diskusi juga tepat sekali dilaksanakan di perpustakaan
PERANAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PERGURUAN TINGGI (Konstruksi Pelayanan, Strategi, dan Citra Perpustakaan)
In an effort to support the implementation of universities, universities need to be supported by a set of facilities and infrastructure. One of the basic and essential facilities are available and a library with adequate service. Libraries who is a supporter of university should be able to play an active role to support the task of universities. The library is a facility or providing a means of reading materials. The purpose of the library itself, especially the college library is to provide information services for learning, research, and community service in order to implement the Tri Dharma College tow. Libraries have a very significant role in the institutions, especially institutions that shelter the college library. With good management, the library will have a positive impact for users it serves. Availability of a wide range of services and knowledge in the college library, will give the user a chance to utilize and develop knowledge independently. Repair image of the library as an institution of professional higher education and provide information services to the campus community will open up the minds of them, that the library can be used as an alternative means that are used to study independently.Dalam upaya mendukung terlaksananya perguruan tinggi, lembaga perguruan tinggi perlu ditunjang oleh seperangkat fasilitas serta prasarana. Salah satu fasilitas pokok dan esensial adalah tersedianya perpustakaan dengan koleksi dan layanan yang memadai. Perpustakaan yang merupakan pendukung dari perguruan tinggi harus dapat berperan aktif menunjang tugas perguruan tinggi. Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingg. Perpustakaan mempunyai peran yang sangat berarti dalam institusi lembaga yang menaunginya khususnya perpustakaan perguruan tinggi. Dengan adanya pengelolaan yang baik, perpustakaan akan memberikan dampak yang positif bagi pemakai yang dilayaninya. Ketersediaan berbagai macam layanan dan pengetahuan di perpustakaan perguruan tinggi, akan memberikan kesempatan pemakai untuk dapat memanfaatkan dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri. Perbaikan citra perpustakaan perguruan tinggi sebagai institusi profesional dan memberikan layanan informasi bagi komunitas kampus akan membuka cakrawala berpikir mereka, bahwa perpustakaan dapat dijadikan sebagai sarana alternatif yang digunakan untuk belajar secara mandiri.In an effort to support the implementation of universities, universities need to be supported by a set of facilities and infrastructure. One of the basic and essential facilities are available and a library with adequate service. Libraries who is a supporter of university should be able to play an active role to support the task of universities. The library is a facility or providing a means of reading materials. The purpose of the library itself, especially the college library is to provide information services for learning, research, and community service in order to implement the Tri Dharma College tow. Libraries have a very significant role in the institutions, especially institutions that shelter the college library. With good management, the library will have a positive impact for users it serves. Availability of a wide range of services and knowledge in the college library, will give the user a chance to utilize and develop knowledge independently. Repair image of the library as an institution of professional higher education and provide information services to the campus community will open up the minds of them, that the library can be used as an alternative means that are used to study independently.Dalam upaya mendukung terlaksananya perguruan tinggi, lembaga perguruan tinggi perlu ditunjang oleh seperangkat fasilitas serta prasarana. Salah satu fasilitas pokok dan esensial adalah tersedianya perpustakaan dengan koleksi dan layanan yang memadai. Perpustakaan yang merupakan pendukung dari perguruan tinggi harus dapat berperan aktif menunjang tugas perguruan tinggi. Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingg. Perpustakaan mempunyai peran yang sangat berarti dalam institusi lembaga yang menaunginya khususnya perpustakaan perguruan tinggi. Dengan adanya pengelolaan yang baik, perpustakaan akan memberikan dampak yang positif bagi pemakai yang dilayaninya. Ketersediaan berbagai macam layanan dan pengetahuan di perpustakaan perguruan tinggi, akan memberikan kesempatan pemakai untuk dapat memanfaatkan dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri. Perbaikan citra perpustakaan perguruan tinggi sebagai institusi profesional dan memberikan layanan informasi bagi komunitas kampus akan membuka cakrawala berpikir mereka, bahwa perpustakaan dapat dijadikan sebagai sarana alternatif yang digunakan untuk belajar secara mandiri
PENDEKATAN PSIKOLOGI ISLAMI UNTUK MEMAKNAI INFORMASI
Informasi pada masa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi era sekarang ini seperti tidak terbendung produktivitasnya, tidak terkecuali informasi-informasi islami, dan informasi yang ditangkap oleh panca indera ini (meski tidak semua) harus dimaknai sebagai sesuatu yang memiliki nilai guna bagi kehidupan keberagamaan baik secara individu maupun dalam ranah sosial. Beragam pemikiran dalam masyarakat menjadikan dinamisnya cara berfikir masyarakat sendiri, dimana dari perbedaan itu memunculkan informasi yang berbeda pula. Dalam pendekatan psikologi, Informasi Islam yang pada umumnya menyentuh akal dan qalb seseorang, yang bermuara pada dataran ketakwaan, keimanan, ibadah dan muamalah. Hal ini lah yang kemudian berpengaruh terhadap perilaku dalam kehidupan sehari-hari
MENGAKTIFKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Perpustakaan sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan sangat penting keberadaannya bagi masyarakat, terutama perpustakaan sekolah yang menjadi wadah tempat disimpannya alat-alat bantu anak-anak untuk belajar, yaitu literatur. Keberadaan perpustakaan sekolah menjadi penting mengingat masa usia sekolah merupakan kesempatan yang baik untuk membiasakan anak-anak membaca. Keberadaannya sangat membantu anak-anak untuk memperdalam pengetahuan secara lebih luas.Minat baca yang rendah yang terjadi saat ini, harus dimulai dari pengoptimalan fungsi perpustakaan sekolah ketika lingkungan keluarga tidak berfungsi dengan baik. Asumsi demikian didasarkan pada perilaku anak-anak yang masih cenderung meniru dan mengadopsi perilaku orang lain yang ada di sekitarnya, terutama yang menjadi idolanya. Sekolah sebagai lingkungan kedua setelah keluarga memiliki andil besar dalam pembentukan minat baca anak. Ketika di keluarga tidak ada tuntutan atau teladan dari orang tua untuk membiasakan membaca, maka sekolah masih memiliki harapan bagi pengembangan minat baca anak.Optimalisasi fungsi perpustakaan sekolah tidak terbatas pada pembenahan dan peningkatan manajemen perpustakaan sekolah, melainkan juga harus disertai kesadaran dari seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada di lingkungan sekolah, khususnya guru dan kepala sekolah, untuk memberikan teladan yang baik terkait kegiatan membaca. Tanpa adanya dorongan dan model panutan dari para guru dan seluruh SDM yang ada, perpustakaan tidak akan berfungsi secara optimal meskipun memiliki manajemen yang baik. Dapat dikatakan, eksistensinya hanya berguna bagi para siswa yang memiliki minat baca yang tinggi
DIGITAL LIBRARY: MENGENAL AL-MAKTABAH AL-SYAMILAH
Artikel ini membahas konsep dasar digital library dengan mengambil software al-Maktabah al-Syamilah sebagai sampel. Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh perkembangan perpustakaan di era kemajuan teknologi informasi yang salah satunya adalah ditandai dengan era digitalisasi berbagai informasi. Namun fakta di lapangan, masih terdapat banyak perustakaan yang manual, atau ada juga perpustakaan yang mengaku digital tetapi masih berasa manual. Hal ini di antaranya disebabkan oleh ketidakakuratan dalam konseptualisasinya, misalnya konsep digital library identik dengan software perpustakaan seperti OPAC dan lain sebagainya. Dari persoalan ini tampaknya perlu sekali untuk membahas secara mendasar ciri-ciri digital library dengan memfokuskan kajian pada suatu software digital library yang sudah teruji, yaitu al-Maktabah al-Syamilah. Dari pembahasan ini dapat ditemukan bahwa digital library adalah perpustakaan yang koleksinya tidak lagi berbentuk cetak tetapi digital. Digitalisasi koleksi perpustakaan akan berdampak pada pencarian informasi yang sangat mudah dan pengelolaannya pun sangat murah, fleksibel dan praktis
MENCIPTAKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG TENANG DAN NYAMAN (Studi di Perpustakaan STAIN Kudus)
Perpustakaan STAIN Kudus adalah unit pelaksana teknis yang merupakan kelengkapan perguruan tinggi di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Sebagai unit pelaksana di lembaga pendidikan tinggi, perpustakaan STAIN Kudus berperan sebagai perangkat kerja yang memberikan pelayanan, melestarikan serta menyebarkan ilmu pengetahuan yang ada dalam koleksi perpustakaan kepada anggota civitas akademika. Pelayanan perpustakaan terhadap pemustaka merupakan kegiatan pemberian pelayanan pengunjung perpustakaan dalam menggunakan, meminjam, mengembalikan dan mencari informasi. Perpustakaan sebagai media pembelajaran merupakan tempat penyedia berbagai macam kumpulan bahan pustaka baik berbentuk buku, majalah, undang-undang, kamus, hasil penelitian dan bacaan-bacaan lainnya, untuk menumbuhkan pikiran-pikiran baru (inspirasi), penerangan (informasi) bagi pengguna yang memerlukan ilmu pengetahuan yang dapat mempengaruhi perkembangan pengetahuan pribadi seseorang/pemustaka. Membaca merupakan suatu aktivitas penggabungan antara mata dengan pikiran yang bekerja secara maksimal sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan kejenuhan. Oleh sebab itu, perpustakaan harus dapat membuat pemustaka bisa merasa nyaman agar mereka tidak merasa jenuh dan cepat lelah. sudah semestinya ruang perpustakaan dibuat menjadi nyaman dan tenang agar pemustaka merasa betah dalam menghabiskan waktu di perpustakaan untuk membaca maupun mencari buku/literer
SISTEM PENILAIAN PRESTASI KINERJA PUSTAKAWAN UNDIP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem penilaian kinerja pustakawan di UNDIP Semarang beserta dampaknya. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik coding dan editing. Analisis data dengan teknik reduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian memberikan gambaran penilaian kinerja pustakawan yang diklasifikasikan dalam dua sudut pandang, yaitu penilaian masa lalu dengan teknik rating scale dilakukan oleh atasan langsung dan sudut penilaian masa depan dengan teknik penilaian rekan sejawat. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian prestasi kinerja pustakawan di UNDIP telah dilaksanakan dengan baik. Terlihat dampak positif yang jauh lebih besar daripada negatifnya. Ini terbukti dengan antusias kerja pustakawan, kebersamaan, dan semangat kerja yang tinggi. Dampak negatifnya hanya sebagian kecil dari pustakawan yang masih merasa iri dengan sistem penilaian yang berbeda antara petugas yang satu dengan yang lainnya
UPGRADING SISTEM INFORMASI PUSAT PERPUSTAKAAN IAIN SURAKARTA: DARI SISTEM PERPUSTAKAAN (SIPRUS) KE LIBRARY SYSTEM (LIBSYS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknologi informasi digunakan di Perpustakaan IAIN Surakarta terutama pada Online Public Access Catalogue (OPAC)yang ter-up grade dari SIPRUS ke LIBSYS, sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi pihak perpustakaan terhadap hasil tampilannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua system informasi tersebut. Namun demikian perbaikan yang dilakukan dalam SIPRUS dalam up grade ke system LIBSYS masih dikatakan belum maksimal dan diperlukan perbaikan lebih lanjut