LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
SISTEM PELAYANAN CLOSE ACCESS, PEMELIHARAAN, DAN PERAWATAN KOLEKSI PADA LAYANAN KOLEKSI TANDON DI PERPUSTAKAAN STAIN KUDUS
Pemeliharaan dan perawatan koleksi bahan pustaka memiliki peranan yang sangat penting bagi terlaksananya pelayanan perpustakaan yang prima bagi para pemustaka. Kondisi koleksi bahan pustaka harus bisa dijaga agar tidak rusak, kotor, atau bahkan hilang, sehingga pemustaka dapat memanfaatkan bahan pustaka tersebut. Berbagai faktor, baik itu internal ataupun eksternal, faktor lingkungan ataupun faktor manusianya sendiri dapat menjadikan masalah bagi koleksi bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan. Koleksi buku tandon yang merupakan koleksi yang berisi copy pertama dari setiap buku di perpustakaan menerapkan layanan close access yang berfungsi untuk mempermudah pemeliharaan dan perawatan koleksi buku di tandon. Sehingga buku-buku ataupun bahan pustaka yang ada di koleksi tandon akan bisa diakses oleh pemustaka jika dibutuhkan sesegera mungkin
JADI PUSTAKAWAN DI PERGURUAN TINGGI, KENAPA HARUS TAKUT?
Pustakawan dan Perpustakaan merupakan sesuatu yang tak terpisahkan, seperti dua sisi mata uang, dimana ada Perpustakaan, maka idealnya disitu juga harus ada pustakawan. Namun pada kenyataanya, banyak sekali Perpustakaan yang di dalamnya tidak ada Pustakawan. Sehingga Perpustakaan tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Perpustakaan Perguruan Tinggi sering dimaknai sebagai pusat penelitian karena banyak menyediakan informasi yang berkaitan dengan sarana pendukung dalam proses penelitian yang merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi.Jarangnya profesi Pustakawan merupakan salah satu kendala di Perguruan Tinggi. Sebagai ilmuwan, Pustakawan harus mampu memberdayakan informasi bukan sekadar melayankan informasi. Sehingga pengakuan akan kompetensi akan segera terwujud dengan adanya sertifikasi Pustakawan. Bagi kebanyakan orang, profesi Pustakawan merupakan profesi yang belum terlalu diperhitungkan, karena kebanyakan mereka menilai sebuah profesi diukur dengan besar kecilnya materi yang diperoleh. Tapi yakinlah kalau menjadi Pustakawan di perguruan tinggi akan menjanjikan masa depan yang cerah
EVALUASI PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SITASI TERHADAP SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2011 DI PUSAT PERPUSTAKAAN IAIN SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola sitiran (pengutipan literatur) yang dipakai oleh mahasiswa program studi PAI tahun 2011, sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi pihak perpustakaan terhadap ketersediaan dan keterpakaian koleksi yang ada di Pusat Perpustakaan IAIN Surakarta dalam penulisan skripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan literatur yang digunakan mahasiswa program studi PAI tahun 2011 adalah buku berbahasa Indonesia, sedangkan judul yang dikutip bervariasi. Alasan mahasiswa lebih memilih buku sebagai sumber sitasi karena dalam buku menerangkan istilah dan teori secara sistematis dan detail. Dari segi bahasa literatur yang dikutip literatur berbahasa Indonesia merupakan sumber rujukan yang sangat tinggi prosentasenya yaitu 94,06% (6979 sitiran). Paro hidup (half life) dari seluruh literatur yang disitir dalam skripsi program studi PAI tahun 2011 adalah 11 tahun. Untuk ketersediaan literatur yang disitir dalam skripsi mahasiswa program studi PAI tahun 2011 berdasarkan frekuensi sitiran adalah 84,12 % (6241 sitiran) dapat dikatakan ketersediaannya sangat tinggi. Sedangkan berdasarkan judul dari 2986 judul literatur yang disitir, 857 judul literatur tidak tersedia (28,70%) dan 2129 judul tersedia (71,30%). Keterpakaian koleksi Pusat Perpustakaan dalam penulisan skripsi mahasiswa program studi PAI tahun 2011 adalah sebesar 2.115 judul koleksi atau 15,75% total koleksi, hal ini menunjukkan tingkat keterpakaiannya sangat rendah
APLIKASI SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN STAIN KUDUS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
Kemajuan ilmu dan teknologi telah membuat jarak dan ruang menjadi tanpa batas. Segala peristiwa di berbagai belahan dunia dengan mudah diakses dan diketahui dalam hitungan detik.Hal ini tentu dapat memberikan dampak baik posistif maupun negatif terhadap pemahaman fenomena-fenomena tersebut. Demikian pula dengan kemajuan sistem informasi di perpustakaan. Dimana dulu pelayanan masih menggunakan metode manual (manual methode) sekarang sudah menggunakan sistem automasi perpustakaan (library automation). Disini saya akan menjelaskan tentang aplikasi sistem yang ada di perpustakaan STAIN Kudus berbasis teknologi informasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan dan kualitas pelayanan pada pengguna (right information, right user dan right now), sehingga mempermudah pemustaka dalam menelusur katalog dan menghemat waktu pencarian buku di perpustakaan STAIN Kudus
LITERASI INFORMASI DILIHAT DARI PERSPEKTIF MODAL MANUSIA
Literasi informasi kini kian diterima oleh masyarakat sebagai keterampilan yang penting untuk dikuasai selain kemampuan teknologi informasi. Di era di mana informasi serba mudah didapat dan serba melimpah, maka keterampilan tersebut menjadi kemampuan mendasar yang diperlukan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahannya atau menyelesaikan tugas-tugasnya dengan memanfaatkan informasi secara etis dan efisien. Kemampuan mendasar ini idealnya menjadi modal yang dimiliki oleh masing-masing individu. Ia menjadi bagian dari modal yang penting untuk dikuasai agar masing-masing individu dapat mencapai hidup yang lebih produktif dan lebih berkualitas. Untuk lebih memahami konsep literasi informasi, sebagai keterampilan dasar dari masing-masing individu, maka ia perlu dilihat dari sudut pandang teori modal manusia. Diharapkan kita bisa memahami literasi informasi sebagai suatu keterampilan individual secara lebih lengkap dan lebih mendalam