LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
Upaya Pustakawan STAIN Kudus dalam Meningkatkan Profesionalisme
The term librarian is still considered foreign by the audience. All this time, librarians are concerned with daily activities, and are busy with regular service. Of course, the perception was awakened from the point of view that the librarian's busyness is confined by the various library services provided. It is biased from the general assumption that libraries are books and officers who take care of the ins and outs of books (especially in schools / educational units) are called librarians. For UPT Library STAIN Kudus mindset is trying to be changed. Librarians are placed as knowledge agents for people who need information for their knowledge development and information insight. To become an agent of knowledge, librarians must be able to increase their quality to become professional person. To that end, UPT Library STAIN Kudus demands librarians to have at least 2 basic competencies namely 1. Professional competence, that is competence related to basic knowledge about information science, information resources, access information, technology, management and research and ability to provide services information and knowledge in libraries; and 2. Personal competence which includes a set of skills, attitudes and values of librarians in working efficiently, being a good communicator, focusing on continuous learning for career development, applying the values that have been embraced, and can survive in the world work with all the changes that occur
Analisis Tingkat Kepuasan Pemustaka Terhadap Layanan Electronic Theses and Dissertations (ETD) Perpustakaan UGM dengan Menggunakan Metode LibQUAL +TM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pemustaka di layanan Electronic Theses and Dissertations (ETD) Perpustakaan UGM dikaji dari dimensi Affect of Service (Kinerja Petugas dalam Pelayanan), Information Control (Kualitas Informasi dan Akses Informasi) dan Library as Place (Sarana Prasarana) menggunakan metode LibQUAL+TM
Metode LibQUAL +TM mencakup perhitungan antara nilai yang diberikan oleh pemustaka untuk setiap pertanyaan yang terkait dengan tiga kategori yaitu persepsi, harapan minimum dan harapan ideal. Kepuasan pemustaka diukur dengan menggunakan analisis kesenjangan antara persepsi, harapan minimum, dan harapan ideal yang dalam hal ini adalah Adequacy Gap (AG) dan Superiority Gap (SG).Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif yaitu melalui survei dengan menggunakan kuesioner. Populasi dari penelitian adalah pemustaka layanan ETD Perpustakaan UGM, sedangkan sampel diambil dengan metode strata sampel (stratified sampling). Sampel yang diteliti berjumlah 98 orang.
Dalam penelitian ini dipergunakan alat bantu SPSS for windows versi 20 dengan menggunakan Teknik Mean Difference. Dalam mean difference tersebut ada T-test yang digunakan untuk menguji 4 (empat) variabel dalam kualitas layanan perpustakaan dari rerata persepsinya, rerata harapan minimum, dan rerata harapan ideal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi (P) pemustaka mendapatkan skor 91,7805; harapan minimum (HM) pemustaka mendapatkan skor 86,8215; harapan ideal (HI) pemustaka mendapatkan skor 99,0665; adequacy gap (AG) pemustaka mendapatkan skor 4,959; dan superiority gap (SG) pemustaka mendapatkan skor -7,2855. Data tersebut menunjukkan bahwa skor “persepsi” sudah memenuhi “harapan minimum” namun belum memenuhi “harapan ideal”. Sedangkan skor AG bernilai positif berarti menunjukkan bahwa layanan yang diberikan telah melebihi atau memenuhi harapan minimum pemustaka.
Setelah dikaji menggunakan metode LibQUAL+TM , kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pemustaka layanan ETD Perpustakaan UGM pada dimensi Affect of Service (Kinerja Petugas dalam Pelayanan) adalah “cukup puas” dan “dalam batas toleransi”; tingkat kepuasan pemustaka layanan ETD Perpustakaan UGM pada dimensi Information Control (Kualitas Informasi dan Akses Informasi) adalah “cukup puas” dan “dalam batas toleransi”; tingkat kepuasan pemustaka layanan ETD Perpustakaan UGM pada dimensi Library as Place (sarana dan prasarana perpustakaan) adalah “cukup puas” dan “dalam batas toleransi
Research Support Services: Peran Perpustakaan dalam Pengembangan Riset di Perguruan Tinggi
Tanggung jawab penelitian merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh perguruan tinggi. Ini berlaku tidak hanya kepada para dosen, namun juga kepara para mahasiswa. Namun usaha untuk menjalankan riset seringkali menemui berbagai kendala. Kendala yang ada diantaranya adalah terbatasnya sumber daya manusia peniti yang berkualitas dan belum tersedianya jajaran staf pendukung dalam manajemen riset. Perpustakaan bisa mengambil menawarkan alternatif solusi untuk mengatasi kedua hal tersebut. Perpustakaan bisa mengembangkan layanan yang bersifat research support services kepada para peneliti di perguruan tinggi. Praktik serupa telah dijalankan di perpustakaan perguruan tinggi di luar negeri. Dengan menyarikan dari berbagai publikasi, tulisan ini hendak memberikan gambaran tentang best practices pelaksanaan research support services di lingkungan perpustakan perguruan tinggi
Mewujudkan Kepuasan Pemustaka Melalui Manajemen Pemanfaatan Media Sosial
Tujuan yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah terwujudnya kepuasan pemustaka, khususnya memanfaatkan kemajuan teknologi internet, yaitu media sosial. Munculnya Media sosial harus disikapi dengan baik oleh semua pihak, agar tidak hanya menjadi hiburan belaka tetapi dapat menjadi sumber informasi maupun ilmu. Perpustakaan sebagai sumber informasi dapat memanfaatkan hadirnya media sosial untuk memudahkan pemustaka, sehingga kepuasan pemustaka dapat tercapai secara optimal. Media sosial dapat menghilangkan keterbatasan yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan, karena perpustakaandapat lebih mendunia karena dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Tentunya dengan manajemen pemanfaatan media sosial yang optimal dengan menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengawasan dan evaluas
Pemanfatan Media Sosial Pada Perpustakan Kota Literasi (Studi Kasus Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen)
In its function as an information center, the library preoccupied with activities of collecting, evaluating, selecting, and disseminate information needed by users. In carrying out its functions to review its serve the needs of the library are encouraged to review seeing as the technology advancement partners help functions the library. The declaration of the city as Sragen regency make library literacy program activity center hearts as that government. In support of the government's program, the public library in Sragen requires different means of supporting the hearts promoting literacy self as its center. One means of supporting the effective was with using social media. This article examines the utilization of social media regarding at sragen local library. Purpose of study singer for the review to know how social media utilization in cities literacy. Dalam fungsinya sebagai pusat informasi, perpustakaan sangat disibukkan dengan kegiatan mengumpulkan, mengevaluasi, menyeleksi, dan menyebarkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya. Di dalam menjalankan fungsinya untuk melayani kebutuhan penggunanya tersebut, perpustakaan dipacu untuk melihat kemajuan teknologi sebagai partner yang membantu fungsi perpustakaan itu sendiri. Pencanangan kota Sragen sebagai Kabupaten Literasi menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan dalam program pemerintah tersebut. Dalam mendukung program pemerintah tersebut, Perpustakaan Umum Daerah Sragen membutuhkan berbagai sarana penunjang dalam mempromosikan diri sebagai pusatnya literasi. Salah satu sarana penunjang yang efektif adalah dengan menggunakan sosial media. Tulisan ini mengkaji mengenai pemanfaatan sosial media pada perpustakaan daerah Kabupaten Sragen. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan sosial media di kota literasi
Peningkatan Kualitas Layanan Berbasis Pemustaka : Sebuah Paradigma Baru Pengukuran Kinerja Perpustakaan
Perkembangan dewasa ini, telah terjadi sebuah perubahan paradigma dari konsep yang diterapkan oleh perpustakaan. Perubahan ini terjadi dengan menempatkan pemustaka sebagai center dari semua kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan. Hal ini tentunya berbeda dari konsep sebelumnya yang menempatkan perpustakaan sebagai center dari semua kegiatan yang dilakukannya.Perpustakaan sebagai penyedia jasa layanan, harus mulai menyadari bahwa dirinya dipengaruhi oleh sebuah situasi yang kompetitif, Adanya sebuah layanan yang berorientasi pada kualitas berusaha untuk mengidentifikasi kesenjangan antara layanan yang diharapkan dengan layanan yang diterima oleh pemustaka.Adanya perubahan ini telah menjadi tuntutan bagi pemustaka sebagai customer dari perpustakaan. Adanya peningkatan kualitas layanan, akan menyebabkan meningkatnya kinerja dari sebuah perpustakaan. Dengan adanya peningkatan tingkat kepuasan dari pemustaka, diharapkan akan dapat mendorong adanya loyalitas dari para pemustak
Analisis Faktor-Faktor Pendukung Minat Baca Mahasiswa Jurusan Tari di Perpustakaan
The rescarch entitled “Analysis of the supporting factors for reading interest in dance students in the library” contains about reading , reading in ferest factors and analysis of reading in ferest factors in Surakarta dance content students. The results of thes study used qualitative research methods with data obtained from written sources, observation and interviews. The theory used is a theory abaut reading and reading interest becouse it is a frame work for solving problems faced. The factors found in this study were the factors of purpose and benefits of reading, the availability of fasilies and infrastructure, the factor of teacher or lecturer, the availability of reading books, gender and the means of classmates. The results obtained from this study are that reading in terest of prospective dance graduates is very minimal or their lack of attention to reading books, research sources, and space in the library is sufficient and the problem of reading enthusiasts is a little making the library quiet several factors related to students majoring in dance to foster reading interest need to be strengthenet and encouraged so that libraries and reading centers in libraries become reference search destinations. Penelitian yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Pendukung Minat Baca Mahasiswa Jurusan Tari di Perpustakaan” memuat tentang minat baca, membaca, faktor-faktor minat baca dan analisis faktor-faktor minat baca mahasiswa Jurusan Tari di ISI Surakarta. Hasil penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data diperoleh dari sumber tertulis, observasi dan wawancara. Teori yang digunakan adalah teori tentang minat baca dan membaca karena merupakan kerangka dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Faktor yang ditemukan dalam penelitian ini adalah faktor tujuan dan manfaat membaca, tersedianya sarana dan prasarana, faktor Guru atau Dosen, tersedianya buku bacaan, jenis kelamin, dan saran-saran teman sekelas. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa minat baca para calon sarjana tari sangat minim sekali dan kurangnya perhatian mereka pada membaca. Pengelolaan tentang buku bacaan, sumber penelitian, dan ruang di dalam perpustakaan sudah mencukupi dan masalah peminat baca sedikit menjadikan perpustakaan sepi pengunjung. Beberapa faktor yang terkait dengan mahasiswa Jurusan Tari untuk menumbuhkan minat baca perlu dipertebal dan digalakkan agar perpustakaan dan buku bacaan diperpustakaan menjadi destinasi pencari referensi
Analisis Kebutuhan dan Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
The need for information can happen to anyone, anytime, and anywhere. Therefore, the information needs will be very possible for students with disabilities.This study aims to see how the needs and behavior of students with disabilities in information search. The method that used in this research is qualitative method by observation and interview as data acquisition technique. Informants in this study are students with disabilities in UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, which are 2 people. The results of the research will be used as a basis, especially for library managers in the provision of library materials. Based on the above analisys results, it can be concluded that basically students with disabilities have the same needs and behavior with other students. Researchers identify the information required by students with disabilities, are: 1) lifestyle, 2) lectures, 3) general, 4) social life, 5) health and 6) future plans. While in the search for information, they tend to meet the information needs using the internet.
Peran Pendidikan Pengguna Terhadap Perilaku Pemanfaatan Layanan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Library service becomes the benchmark of the library success. Library service is said to be good if the utilization of service is done maximally. It is related to user education, which in this case the purpose of user education is to provide education about the library so that users can utilize library services effectivelly and efficiently. This study aims to describe the role of the user education towards the utilization behavior of library service of the students of Faculty of Communication Sciences Padjadjaran University. The method used in this research is survey with quantitative descriptive approach. The sample of this research consists of 93 students of class of 2016 were chosen by accidental sampling technique. The results of this study show that the role of knowledge about layout, facilities, policy, and library services towards the utilization behavior of library service in the medium category. Meanwhile, the role of knowledge about librarians and the staffs in the library and library collections towards the utilization behavior of library service in the high category. So, it shows that the knowledge about library can encourage students to take advantage of library services because having knowledge about library will facilitate the user in utilizing library services
Hubungan Kredibilitas Pustakawan Dengan Loyalitas Pemustaka Pada Perpustakaan UNISBA
Penelitian ini mendiskusikan tentang hubungan kredibilitas pustakawan dengan loyalitas pemustaka pada perpustakaan UNISBA. Penelitian ini menggunakan teori kredibilitas sumber dari Hovland, Janis, dan Kelly (1993). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana hubungan yang terjadi antara aspek kredibilitas pustakawan yaitu keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik dengan loyalitas pemustaka. Sampel dari penelitian ini adalah anggota perpustakan dengan pengambilan sampling menggunakan teknik sampling kuota. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan teknik analasis statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji pearson product moment. Teknik pengumpulan datanya berupa kuesioner, observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kredibilitas pustakawan dengan loyalitas pemustaka. Hal ini menunjukan bahwa dengan kredibilitas yang dimiliki oleh pustakawan akan mendorong loyalitas pemustaka untuk datang kembali ke perpustakaan karena merasa dilayani dengan baik oleh pustakawan. Untuk meningkatkan pelayanan prima yang akan mendorong loyalitas pemustaka lebih tinggi lagi disarankan menambah keahlian pustakawan dengan cara mengikuti pelatihan pada bidang perpustakaan, bahasa maupun teknologi