LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
Kemampuan Mengorganisasi Informasi Melalui Pembinaan Praktek Kegiatan Magang di STTP Pertanian Lawang
This study aims to determine the ability of library science students to organize information through apprenticeship activities in the Agricultural Extension School Library (STPP) Malang. The understanding of library science students about the process of organization of information in the library theoretically has been obtained in the lecture bench, but the understanding needs to be applied / practiced in the field by doing apprenticeship activities in the library, whether they can and can do quickly, precisely and correctly in terms of organizing information. This research is a class action research (action research) which is included in the type of qualitative research, the research sample of S1 Library Science study program students doing internships in the Agricultural Extension College Library totaling 5 people using purposive sampling techniques. data collection techniques, namely observation and data recording. Observations carried out to observe the activities of organizing information activities. Recording techniques are used to anticipate the possibility of missing data needed from the results of observations The results of the study in cycle 1 score 66 by observer 1 and 67 by observer 2 are in the C value range completeness / retention of organizing information in the student internship process is not complete / students do not fully understand information organizing activities. Cycle 2, the average score obtained by the researcher / observer 1 is 80 with number A. Score 79 by observer 2 with the letter B. This means that in cycle 2 students' understanding of organizing information is said to be complete / understanding of the information organizing action The results obtained from the research are expected to make a benchmark of whether library science students are able to translate theories obtained in college into apprenticeship activities in the library quickly, accurately, and correctly
Peran Perpustakaan Sebagai TEMAN KARIB (Tempat Efektif Menemukan Aneka Referensi Ilmiah dan Buku) dalam Pembelajaran
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas peran perpustakaan ULM sebagai TEMAN KARIB (Tempat Efektif Menemukan ANeKA Referensi, Ilmu, dan Buku) dalam pembelajaran. Desain penelitian ini adalah mixed method dengan prosedur Triangulation Design: Validating Quantitative Data Model. Pada model ini, peneliti akan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif, kemudian menganalisis masing-masing data tersebut. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisis lebih lanjut dengan cara memvalidasi hasil analisis kuantitatif dengan menggunakan hasil kualitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa ULM. Sampel untuk mengetahui peran perpustakaan dalam pembelajaran, yakni 500 mahasiswa. Teknik Pengumpulan Data adalah validasi instrument oleh validator, pengisian kuisioner, mengambil data wawancara open ended untuk memperdalam deskripsi tentang efektivitas peran perpustakaan ULM sebagai TEMAN KARIB (Tempat Efektif Menemukan ANeKA Referensi, Ilmu, dan Buku) dalam pembelajaran. Teknik Analisis Data dalam kajian ini adalah sebagai berikut: 1) Validitas instrumen akan dianalisis menggunakan pemodelan Rasch; 2) Data hasil Survei akan dianalisis sesuai dengan indikator. Data akan disajikan dalam bentuk persentase dan akan di sajikan bentuk grafik dan plot yang diperoleh dengan bantuan SPSS; 3) Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh melalui langkah data reduction, coding, data display, dan verivication. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah 37,60% mahasiswa setuju bahwa perpustakaan efektif berperan sebagai TEMAN KARIB (Tempat Efektif Menemukan ANeKA Referensi, Ilmu, dan Buku) dalam pembelajaran. 37,34% mahasiswa manyataan sangat setuju. Sementara sebagian kecil mahasiswa yakni 5,88% dan 1,66% mahasiswa secara berturut-turut menyatakan bahwa mereka kurang setuju dan tidak setuju dengan pernyataan tersebut
Analisis Problematika Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Di Indonesia Menghadapi Era 4.0
Era 4.0 merupakan era revolusi industri teknologi yang secara fundamental akan mengubah paradigma berpikir dan cara kerja. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis apa saja problematika yang dihadapi perpustakaan perguruan tinggi Islam dalam menyongsong era 4.0. Jenis penelitian ini adalah studi literatur. Studi literatur bisa didapat dari berbagai sumber, jurnal, buku, dokumentasi, internet dan pustaka. sedangkan analisis data dengan metode analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa ada beberapa problematika yang dihadapi perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia yaitu bahwa perpustakaan perguruan tinggi Islam tidak hanya mengedepankan peran tradisional dengan menyediakan sarana fisik semata, tetapi lebih dari sekedar itu pihak perpustakaan harus juga memahami value perpustakaannya, berkaitan dengan value ini tentunya merupakan suatu hal yang belum diimplementasikan di perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia, hal ini diindikasikan dengan masih banyaknya perpustakaan yang mengedepankan pengembangan sarana fisik semata, akan tetapi valuenya masih dikesampingkan. Perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia selain menghadapi perkembangan teknologi yang amat pesat, juga perlu siap menghadapi perubahan dalam perilaku pengguna yang ikut berubah sesuai perkembangan zaman. Problematika lainnya adalah aspek dari misi perguruan tinggi, yaitu mengembangkan dan memajukan penelitian. Gerakan open access juga merupakan salah satu tantangan yang harus segera dijawab oleh pihak perpustakaan perguruan tinggi Islam. Kemudian tantangan untuk mengakomodasi perubahan pesat dalam pengajaran yang juga amat dipengaruhi oleh perkembangan penggunaan teknologi informasi seperti sekarang ini.
Transformasi Kepemimpinan Bagi Pustakawan di Era Digital
Librarians as library leaders are required to change their thinking to start a library-oriented management and management strategy for the future and innovative creative thinking. The challenge of future library leaders is not only to find ways to keep up with information technology, but also to find effective and efficient ways as alternative solutions to implement changes according to the wishes of millennial users in finding the information they want. This paper discusses the leadership transformation for libraryans in the digital era. Using descriptive qualitative methodology a literature review data source from previous research. The paper displays leadership in a different perspective from previous research. The results of this paper outline the definition of the practice of leadership transformation into an outline of leadership transformation that must be done by future librarians in the library of the digital era is to change library management and management, prove the value of transformation, art of influence and negotiation, the spirit of creativity and innovation in using space, supporting digital information research and literacy, digital information marketing and management, able to collaborate towards effective and efficient library management.Pustakawan sebagai pemimpin perpustakaan dituntut untuk merubah pemikiran mereka memulai strategi pengelolaan dan manajemen perpustakaaan berwawasan masa depan dan berpikiran kreatif inovatif. Tantangan pimpinan perpustakaan masa yang akan datang tidak hanya menemukan cara mengikuti perkembangan teknologi informasi, tetapi juga mencari jalan yang efektif dan efisien sebagai solusi alternatif untuk melaksanakan perubahan sesuai keinginan pemustaka milenial dalam mencari informasi yang mereka inginkan. Makalah ini membahas tentang transformasi kepemimpinan bagi pustakawan di era digital. Menggunakan meteodologi kualitatif deskriptif bersumber pada data literature review dari penelitian sebelumnya Makalah menampilkan kepemimpinan dalam sudut pandang yang berbeda dari penelitian sebelumnya. Hasil penulisan makalah ini menguraikan definisi praktik transformasi kepemimpinan kedalam garis besar transformasi kepemimpinan yang harus dilakukan oleh pustakawan masa depan di perpustakaan era digital adalah dalam mengubah pengelolaan dan manajemen perpustakaaan, pembuktian nilai transformasi, seni mempengaruhi dan bernegosiasi, jiwa kreativitas dan inovasi dalam menggunakan ruang, mendukung penelitian dan literasi informasi digital, pemasaran dan manajemen informasi digital, mampu berkolaborasi menuju pengelolaan perpustakaan yang efektif dan efisien
Perbandingan Pemanfaatan Layanan Koleksi Skripsi Tercetak Atau Hardcopy Dengan Layanan Koleksi Skripsi Online Pada Repositori IAIN Kudus Sebagai Sumber Referensi Bagi Mahasiswa di UPT Perpustakaan IAIN Kudus
Layanan koleksi skripsi sebagai salah satu bagian dari layanan koleksi referensi di UPT Perpustakaan IAIN Kudus masih menjadi tempat yang paling sering dikunjungi oleh pemustaka yang membutuhkan koleksi bahan pustaka, terutama bagi mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun tugas akhir atau skripsi. Sebagai wujud pelayanan prima untuk memenuhi kebutuhan pemustaka akan sumber bahan pustaka di IAIN Kudus yang dilakukan oleh UPT Perpustakaan IAIN Kudus, layanan koleksi skripsi masih menyajikan hardcopy atau edisi cetak dengan edisi terbatas 2 tahun terakhir dari tahun berjalan untuk bisa dibaca di tempat dan dimanfaatkan. Dengan kemajuan teknologi, UPT perpustakaan IAIN Kudus sudah menyediakan layanan repositori / e-prints IAIN Kudus untuk bisa dimanfaatkan oleh seluruh pemustaka di IAIN Kudus menelusur semua karya ilmiah, tugas akhir, skripsi maupun tesis secara online yang pernah ditulis oleh seluruh civitas akademi IAIN Kudus. Dari dua hal di atas, melalui tulisan ini penulis mencoba membandingkan bagaimana pemustaka di perpustakaan IAIN Kudus dalam menggunakan layanan koleksi skripsi secara online maupun cetak/hardcopy bagi terpenuhinya koleksi pustaka yang mereka butuhkan
Undang-Undang tentang Kearsipan dan Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik (Sebuah Kolaborasi dalam Menjawab Tantangan Zaman)
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan Undang-Undang No 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, termasuk di dalamnya mengenai filosofi lahirnya undang-undang tersebut, analisis kontennya, dan implementasi di kehidupan masyarakat. pemakalah menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menggunakan UU No. 14 Tahun 2008 dan UU No. 43 Tahun 2009 sebagai literatur utama serta buku-buku dan jurnal digunakan sebagai bahan referensi dalam menganalisis sumber literatur utama. Keseluruhan pembahasan dinarasikan secara deskriptif dengan mengunakan bantuan observasi pada bagian implementasi untuk penguatan teori yang penulis paparkan. Artikel ini menghasilkan kesimpulan bahwa hal yang mendasar yang yang menjadi perbedaan dari Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan Undang-Undang 43 tahun 2009 tentang Kearsipan dapat dilihat dari perbandingan substansi dan isi muatannya, yaitu dari sifat informasi dan aspek hukumnya. Adapun harapannya, setelah memahami isi dari Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-Undang 43 tahun 2009 tentang Kearsipan kita mampu memahami sekaligus mengimplementasikan kedua undang-undang tersebut dengan bijak sesuai dengan apa yang diinstruksikan
Sertifikasi Kompetensi Pustakawan Sebagai Syarat Kenaikan Jabatan Fungsional Pustakawan
Artikel yang berjudul Sertifikasi Kompetensi Pustakawan Sebagai Syarat kenaikan Jabatan Fungsional Pustakawan ini bertujuan untuk mengetahui tentang apa itu sertifikasi kompetensi pustakawan serta syarat kenaikan jabatan fungsional pustakawan yang salah satunya dengan sertifikasi kompetensi pustakawan.Sertifikasi kompetensi pustakawan adalah sertifikat yang didapatkan oleh seorang pustakawan setelah dianggap berkompeten dan lulus dalam uji kompetensi pada klaster tertetu dalam uji kompetensi jabatan fungsional pustakawan. Mulai 1 Juli tahun 2016 ini, sesuai dengan surat edaran Kepala Perpustakaan Nasional no. 4036/1/KPG.09.00/XI.2015 tentang Jabatan Fungsional Pustakawanserta adanya peraturan baru dari Permenpan No. 9 tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya bahwa adanya syarat kenaikan jabatan fungsional pustakawan, selain terpenuhinya angka kredit yang dipersyaratkan, juga terdapatnya syarat dengan mengikuti uji kompetensi atau dengan adanya sertifikat uji kompetensi pustakawan. Dengan adanya persyaratan tersebut, pustakawan yang hendak mengajukan kenaikan jabatan terlebih dahulu harus mengikuti uji kompetensi dan telah mempersiapkan sebelumnya
Persepsi Mahasiswa Tentang Daya Tarik Jurusan Ilmu Perpustakaan: Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar
Penelitian ini membahas tentang Persepsi Mahasiswa Tentang Daya Tarik Jurusan Ilmu Perpustakaan : Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alaudin Makassar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1). Persepsi mahasiswa tentang daya tarik jurusan Ilmu Perpustakaan, 2). Untuk mengetahui harapan mahasiswa dalam pengembangan jurusan Ilmu Perpustakaan pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alaudin Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan managerial, yuridis dan pedagodik. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang terdiri dari mahasiwa jurusan Ilmu Perpustakaan, dan sumber data sekunder yang diperoleh dari referensi pihak kedua, baik berupa majalah, jurnal, artikel dan berbagai hasil penelitian yang relevan. Instrumen penelitian ini menggunakan panduan pedoman wawancara, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis data melalui beberapa tahap yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, luasnya lapangan kerja serta semakin tingginya passing grade merupakan faktor utama yang menjadi daya tarik jurusan Ilmu Perpustakaan . Kedua. mahasiswa berharap peningkatan kualitas SDM dimana hal tersebut merupakan salah satu langkah konkret dalam mengembangkan jurusan Ilmu Perpustakaan. Selain itu, mahasiswa juga berharap adanya terobosan baru dari pemerintah untuk alumni jurusan Ilmu Perpustakaan dengan semakin banyak memberdayakan perpustakaan di setiap Instansi yang ada di Indonesia. Implikasi dari penelitian ini diharapkan adanya regulasi tentang pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan fasilitas perkuliahan yang ada di UIN Alaudin Makassar khususnya jurusan Ilmu Perpustakaan. Selain itu pemerintah sebaiknya membuat kebijakan dalam hal satuan kerja di perpustakaan agar lebih memahami tupoksi dan latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan agar tidak ada tumpang tindih dengan alumni program studi lain
Repositori Institusi : Hak Cipta dan Peran Pustakawan
Repositori institusi merupakan media preservasi bagi semua karya ilmiah yang diterbitkan oleh institusi. Repositori bersifat open akses, sehingga bisa diakses oleh segenap civitas akademika maupun pihak lain. Pustakawan memiliki peran yang sangat strategis didalam membangun dan mengembangkan repositori institusi. Tetapi disisi lain pustakawan juga wajib menjaga hak cipta dari karya ilmiah yang ada didalamnya. Pustakawan harus memiliki kompetensi literasi informasi. Ketrampilan literasi informasi merupakan salah satu solusi untuk menghindari pelanggaran hak cipta, maka pembekalan ketrampilan literasi informasi bagi mahasiswa menjadi suatu kewajiban bagi setiap institusi
Penerapan Prinsip Organisasi Dalam Fungsi Manajemen Perpustakaan Di Dinas Perpustakaan Kearsipan Kabupaten Takalar
Manajemen perpustakaan tidak hanya berdasar pada teori, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengimplementasikan teori tersebut dalam praktik operasional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip manajemen organisasi dalam fungsi manajemen perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sehingga data yang diperoleh dari informasi dapat digambarkan secara deskriptif dengan melakukan observasi di lapangan, kemudian melakukan wawancara kepada kepala Dinas perpustakaan dan pengelola perpustakaan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen organisasi ke dalam fungsi manajemen sudah di terapkan dengan mengacu pada prinsip manajemen secara umum seperti perencanaan, pengorganisasian, pengerahan dan pengawasan sudah diterapkan secara optimal meskipun terdapat beberapa kendala seperti kurangnya SDM untuk melaksanakan prinsip manajemen yang sudah dikemukakan sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian bahwa terdapat beberapa kendala dalam proses penerapan prinsip manajemen secara umum yang sering ditemui oleh pustakawan yang tidak berlatar belakang sarjana ilmu perpustakaan. Namun secara garis besar prinsip manajemen pada umumnya sudah diterapkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar